Cowok Kutub VS Cewek Tengil

Cowok Kutub VS Cewek Tengil
Bab 36


__ADS_3

Malam minggu di kamar Arka.


"Gue harus gimana ya biar Risa mau maafin gue? Melihat sikap nya yang jutek ke gue buat gue jadi semakin merasa bersalah! " keluh Arka frustasi.


"Makanya lo kalo mau ngomong to di pikir dulu, jangan asal aja. Udah kejadian nyesel sendiri kan lo! " timpal Nico yang sedang berkunjung kesana bersama Dimas.


"Ya lo gak bisa nyalahin Arka sepenuhnya. Gue gak maksud membenarkan apa yang di lakuin Arka, tapi yang namanya emosi siapa yang bisa kontrol sih? "Jelas Dimas menengahi.


"Ya sih gue tau kita emang gak bisa kontrol emosi, tapi kalo dah kejadian kayak gini apa lo gak nyesel? " ucap Nico lagi.


"Ya udah lah, kan emang ini yang lo mau? Emangnya lo merasa kehilangan dengan sikap jutek Risa sama lo? "tanya Dimas pada Arka.


Deg.


Seketika Arka memikirkan apa yang dikatakan Dimas. Karna jujur saja Arka merasa kehilangan dan rindu dengan kehadiran sosok Risa yang selama ini selalu nempel tapi kini berubah menjauh dan jutek padanya.


"Kenapa diem lo? Apa bener yang gue bilang tadi? tanya Dimas melihat Arka bengong tidak menanggapi ucapannya.


"Ya Ar, lo harus jujur sama diri lo sendiri kalo emang apa yang lo rasain bukan hanya rasa bersalah tapi juga rasa kehilangan! " timpal Nico.


"A...apaan sih!" elak Arka sambil merebahkan tubuh nya di kasur.


"Lo suka sama Risa! " tembak Dimas yang mana membuat Arka terlonjak bangun.


"Jangan aneh - aneh deh lo! " sahut Arka.


"Ya siap tau aja, lagian gue heran sama lo Ar, kayaknya ini pertama kali nya lo se frustasi ini sama cewek biasanya lo bodo amat. Gini aja deh, lo tanya sama diri lo sendiri apa lo ada rasa sama Risa. Karna biasanya hati gak pernah bisa bohong !" ucap Dimas lagi.


Kemudian Arka mulai merenungkan tentang diri nya dan Risa. Jujur saja dia merasa sedikit terhibur dengan kehadiran Risa. Walaupun kadang dia merasa jengkel dengan semua kegilaan Risa untuk menarik perhatiannya. Tapi rasa jengkel itu akan sirna setelah melihat senyum dan tingkah konyol Risa.


"Lo suka kan sama Risa? " tanya Dimas lagi saat melihat Arka melamun.


"Gue gak tau! " jawab Arka yang mana membuat Nico dan Dimas saling pandang.


"Gimana perasaan lo saat deket sama Risa? " tanya Nico sambil menunggu jawaban Arka.


"Ya gitu, Risa itu kadang bikin gue jengkel dengan semua kegilaan dia. Tapi satu sisi kadang gue merasa terhibur dengan semua kekonyolannya dan senyum nya! " jelas Arka dengan serius.


"Jantung lo gimana? aman gak? "tanya Nico gak sabar.


"Maksud lo apa? "tanya Arka bingung.


"Ya elah gitu aja gak ngerti, jantung lo bereaksi gak saat Risa deket sama lo, kayak rasa jantung lo mau pech gitu? " ucap Nico jengkel karna cupu nya Arka tentang cinta.


"Bukan mau pecah, tapi lebih ke rasa berdegup atau berdetak lebih kencang dari biasanya! " ucap Dimas membenarkan ucapan Nico.


"Se.... sedikit sih! " ucap Arka ragu - ragu.


"Terus gimana perasaan lo saat liat Risa tersenyum atau tertawa? " tanya Dimas lagi.


"Ya gue ikut seneng!" ucap Arka singkat sambil membayangkan wajah cantik Risa saat tersenyum dan tertawa.


"Fiks. Lo sudah jatuh cinta sama Risa! " ucap Nico semangat.


"Cinta? " ucap Arka tanpa terasa bibirnya melengkung membentuk senyuman.


"Ya cinta!" sahut Nico dan Dimas barengan.


"Mungkin ini memang saat nya lo mulai dari awal, lupain masa lalu lo dan mulai menerima masa depan yang udah ada depan mata lo. Gue yakin Risa bisa buat lo bahagia! " tambah Dimas lagi.


"Lo bener Dim, mungkin ini saat nya gue melangkah maju. Gue gak mau kehilangan lagi. Cukup dulu gue kehilangan Alexa, kini gue gak mau kehilangan Risa!" ucap Arka disambut anggukan kepala oleh kedua sahabatnya.


"Terus rencana lo apa, buat Risa bisa maafin dan nerima lo?" tanya Dimas lagi.


"Gue masih ragu karna kayaknya Risa bener - bener marah sama gue. Menurut lo gue harus gimana? " tanya Arka frustasi.


"Gimana kalo karang lo kerumah nya, mumpung karang malam minggu sekalian ngapel. Gue yakin Risa gak bakal nolak lo, apa lagi di depan orang tuanya!" saran Nico yang mana membuat Arka melirik jam di dinding kamar nya yang menunjukkan pukul 7 malam.


"Ide bagus! " ucap Arka semangat seketika bangkit dari duduk nya.


"Jangan lupa bawa oleh - oleh, sebelum lo dapetin hati nya Risa lo dapetin dulu hati orang tua nya!" tambah Dimas menyemangati Arka.


"Kalo gitu kita cabut ya! " pamit Nico sebelum akhirnya ia dan Dimas pergi meninggalkan rumah Arka.


"Oke, thankz saran nya! " ucap Arka sambil meraih jaket dan kunci mobil nya.


Sesampai nya di bawah.


"Widih wangi banget ne gantengnya mama, mau kemana sih? " goda Arnita saat melihat putra sulung nya turun dengan wajah yang sumringah dan aroma parfum yang menggelitik indra penciumannya.


"Mau kerumah Risa ma! " ucap Arka malu - malu.


"Ow mau ngapel toh anak mama! " goda Arnita lagi yang mana membuat Arka semakin salah tingkah.


"Ciye... yang mau malmingan nih ye! " sahut Arsy yang ikut menggoda kakaknya.


"Sudah, gak usah di goda lagi. Ntar malu kakak mu! " ucap Arnita menengahi.

__ADS_1


"Mama seneng banget akhirnya kamu punya pacat apa lagi pacarannya sama Risa! " ucap Arnita yanh mana sempet khawatir putra nya tidak normal karna tidak pernah bawa cewek ke rumah.


"Kalo gitu Arka berangkat ya ma! " pamit Arka lalu mencium tangan Arnita.


"Gak makan dulu kak?" tawar Arsy.


"Gak!" jawab Arka sambil berlalu menuju garasi.


Broom...


Mobil Arka pun melaju menuju ke rumah Risa. Di tengah jalan Arka mampir ke toko kue untuk membeli beberapa kue oleh - oleh untuk Risa dan orang tuanya seperti saran Dimas.


Setelah menyetir beberapa menit sampailah Arka di depan rumah Risa.


"Kok gue deg - degan gini ya? Mau balik nanggung banget! " ucap Arka sambil memegang dada nya.


"Udah lanjut aja lah, semangat Arka! " ucap Arka menyemangati diri sendiri lalu keluar dari mobil tak lupa kue yang sudah di beli nya tadi.


Ting tong


klek


"Eh nak Arka! " sapa tante Ira saat membuka pintu dan melihat Arka yang berkunjung ke rumahnya lalu mempersilahkan Arka masuk.


"Ya tante!" senyum Arka lalu mengikuti langkah tante Ira masuk ke dalam rumah.


"Kamu tunggu disini ya, tante panggilin Risa dulu! " ucap Tante Ira mempersilahkan Arka duduk menunggu saat mereka sampai di ruang tamu.


"Ya makasi tante, oh ya ini ada beberapa kue untuk tante dan keluarga! " ucap Arka sambil menyerahkan paperbag berisi kue yang baru di beli nya.


"Waduh pake repot bawa kue segal, Makasi banyak lo. Kamu duduk dulu, tante ke atas panggilin Risa dulu! " ucap tante Ira menerima paperbag yang di berikan Arka lalu meninggalkan Arka di ruang tamu.


"Bik, tolong buatkan minum dan camilan ya, bawabke ruang tamu temannya Risa datang! " pinta tante Ira pada Art di rumah nya.


"Untuk berapa orang Nya? " tanya Art.


"Satu orang aja! "jawab tante Ira.


"Baik Nya! " sahut Art lalu menuju dapur menyiapkan yang di perintahkan sang majikan.


Setelah itu tante Ira melanjutkan langkahnya menuju kamar Risa.


Tok tok tok


"Masuk aja! " seru Risa dari dalam kamar.


"Sa, di bawah ada temen kamu tuch. Samperin gih! " ucap tante Ira saat melihat Risa di dalam kamar sedang menonton film.


"Siapa? " tanya Risa penasaran karna kalo Rara dan Riri pasti ngabarin kalo mau datang.


"Arka! " jawab tante Ira.


"Ngapain sih dia pake datang kesini? " kesal Risa saat mendengar nama Arka.


"Mana mama tau, udah samperin gih. Kasian kalo dia nunggu lama di bawah! " saran tante Ira.


Huft...


"Oke deh! " ucap Risa malas lalu mematikan film yang di tontonnya di laptop dan turun menemui Arka di ruang tamu.


"Ngapain lo kesini?" ketus Arka saat melihat Arka tersenyum.


"Katus amat! " sahut Arka membuat Risa memalingkan wajahnya.


"Bodo amat!" balas Risa yang gak mau melihat Arka dengan penampilan yang di akui Risa lebih keren dari biasanya. Bahkan aroma parfum Arka saja sudah membuat Risa gila. Tapi Risa gak mau tergoda lagi oleh Arka.


"Kok gitu sih jawabnya? " senyum Arka sambil menarik tangan Risa untuk duduk disamping nya.


Deg...


Jantung Risa terasa berhenti berdetak saar tangan Arka menarik lembut tangannya dan menuntunnya duduk disamping nya.


"OH YA AMPUN SEORANG ARKA PRATAMA PUTRA THE MOST WANTED DI SEKOLAH DAN TERKENAL ICE PRINCE BERSIKAP MANIS SAMA GUE. PADAHAL SELAMA INO SIKAP NYA SANGAT DINGIN CENDERUNG KETUS SAMA GUE. ADA APA SEBENARNYA INI?" teriak Risa dalam hati.


"Kok diem aja sih, kami sakit ya? " tanya Arka sambil menyentuh dahi Risa lembut dengan telapak tangannya.


Risa hanya mampu mengerjapkan matanya menatap Arka. Dalam hati bingung ini benar Arka yang di kenal nya atau setan yang mengambil sosok Arka.


"Sa! " panggil Arka saat melihat Risa bengong.


"I.. Ya kenapa? "sahut Risa terbata.


"Jadi gimana? " tanya Arka lagi.


"Gimana apa nya? " tanya Risa bingung karna tidak bisa menangkap apa yang di katakan Arka.


"Lo maafin gue gak? " tanya Arka yang meminta maaf kepada Risa.

__ADS_1


"Jadi lo kesini cuma mau minta maaf doank? " tanya Risa kecewa karna harapannya Arka datang pas malam minggu gini buat ngaja dia ngadate.


"Ya, apa jangan - jangan lo berharap gue datang buat ngajak lo ngedate ya? " goda Arka saat melihat giurat kecewa di wajah Risa.


"Dih Sory ya, walaupun lo beneran datang buat ngajak gue ngedate gue juga ogah! " elak Risa gengsi.


"Jadi beneran lo gak mau gue ajak ngedate nih? Padahal gue kesini emang mau ngajak lo ngedate, tapi lo udah nolak gue duluan !" ujar Arka dengan nafas berat.


"Sial, ini pertanyaan jebakan! " umpat Risa dalam hati yang sangat menyayangkan penolakan yang baru di lakukannya.


"Silahkan diminum Den! " ucap Art yang membawakam minuman dan camilan untuk Arka.


"Makasi bik! " ucap Arka yang lalu meminum nya karna memang Arka haus.


"Gila, minum aja masih ganteng, cool banget, kalo gini caranya pertahanan gue biaa goyah! " jerit Risa dalam hati lalu memalingkan wajahnya dari Arka.


"Gue tau kok gue cakep! Mata lo sampe mau keluar gitu liatin gue! " tawa Arka saat mendapati Risa menatapnya tanpa berkedip.


"Idih GR banget lo, Siapa juga yang liatin lo! " elak Risa.


"Gak papa kok, liatin aja sampe puas mumpung gratis! " goda Arka lagi seraya menarik dagu Risa untuk menatapnya kembali.


"Gila, kok bisa dia yang pegang kendali. Gak bisa di biarin nih! " ucap Risa dalam hati.


"Muka lo jelek! " ucap Risa sambil mengambil camilan di atas meja.


"Galak amat neng, ntar geulis nya mudar lo! " tawa Arka yang merasa gemaa saat melihat tingkah Risa.


"Biari aja! " ketus Risa sambil mengunyah camilan.


"Telen dulu baru ngomong, ntar keselek lho! " protes Arka.


"Bodo amat! " ketus Risa lagi.


"Yah dicuekin lagi, ya udah deh gue balik dah! " ucap Arka sambil menarik nafas berat.


"Ya udah sana pulang, siapa juga yang nyuruh lo datang? " ketus Risa.


"Yakin? ntar lo kangen lagi sama gue! " goda Arka sambil menaik turunkan alis nya.


"Idih, siapa juga yang bakal kangen sama lo. Gak ada kata kangen sama lo di kamus seorang Risa! " ucap Risa tegas.


"Ya udah gue balik ya, salam buat om dan tante! " ucap Arka lalu bangkit dan mencubit gemas pipi Risa yang chuby dan penuh camilan.


"Aduh... sakita tau! " jerit Risa sambil mengusap pipi nya yang di cubit Arka.


"Udah sana lo pulang! " usir Risa padahal dalam hati nya sangat senang Arka bisa bersikap manis pada nya.


"Gak ada kata pengantar yang manis gitu buat gue? " tanya Arka lagi.


"Kata manis? " ucap Risa sambil menatap Arka yang bersiap pulang.


"Ya semacam ucapan selamat malam atau hati - hati di jalan! " jawab Arka yang mana membuat Risa tertawa.


"Ngarep banget lo! " sahut Risa di tengah tawa nya.


"Ya udah kalo gitu gue aja yang ucapin ya. Selamat malam my Sweet Girl!" bisik Arka di telinga Risa.


Seketika itu juga Risa mematung mendengar bisikan Arka di telinga nya.


"Aku pulang dulu ya, bye! " ucap Arka yang kemudian meninggalkan Risa yang masih mematung.


"Aaaaaaaa...... gak mungkin itu Arka. Arka yang asli gak mungkin bersikap semanis itu! " jerit Risa hingga membuat Ira dan Ryan datang menghampiri putri mereka.


"Kamu kenapa Risa, kok teriak gitu? " tanya Ryan saat melihat anaknya yang berteriak sendiri di ruang tamu.


"Eh, em tadi ada kecoa pa, maka nya Risa teriak!" bohong Risa sambil nyengir.


"Terus Arka mana? Udah pulang?" tanya Ira karna tidak melihat Arka di ruang tamu.


"Oh ya, dia udah pulang. Kalo gitu Risa balik ke kamar ya! " ucap Risa lalu segera berlari menuju ke kamar nya.


"Kenapa tu anak, aneh banget? " tanya Ryan yang heran melihat tingkah putrinya.


"Maklumin aja, mungkin memang dia takut sama kecoa jadi langsung ngibrit gitu! " jelas Ira.


Sedangkan di dalam kamar, Risa sedang duduk di depan meja rias nya menatap pantulan wajahnya sambil mengelus pipi yang tadi di cubit Arka sambil tersenyum.


"Kok gue jadi gila gini sih? Ini gak masuk akal, tapi ini beneran terjadi! " seru Risa masih tak percaya dengan apa yang baru di alami nya.


"Kalo Arka beneran suka sama gue gimana? " tanya Risa pada diri sendiri.


"Tapi bagus deh kalo emang gitu, gue bakalan manfaatin ini buat sok jual mahal sama dia. Biar dia bisa rasain gimana susah nya ngejar - ngejar buat cari perhatian dia dulu! " ucap Risa senang.


"Mending karang gue tidur, biar besok bisa menyambut pagi yang cerah dengan senyuman yang cerah! " ucap Risa lalu bergegas menuju tempat tidur.


"Good Night! " ucap Risa lalu menarik selimut dan menutup matanya siap untuk berlabuh ke dunia mimpi.

__ADS_1


Hai maaf ya Dessy baru bisa up, Dessy bener - bener gak ada ide kata - kata buat lanjutin dan jug kerjaan di sekolah numpuk banget. Karna buat Dessy nulis itu harus bener - bener dengan suasana hati yang free dan tenang gak ada beban agar cerita nya nyambung. Jangan lupa like, coment dan bagi gift nya ya biar Dessy lebih rajin up 😊. Salam ❤ dari Dessy untuk para reader


__ADS_2