Cowok Kutub VS Cewek Tengil

Cowok Kutub VS Cewek Tengil
Bab 26


__ADS_3

Siangnya, sepulang sekolah seperti yang di katakan Arka pas istirahat. Arka pun menuju ke rumah Risa untuk melanjutkan tugas prakarya nya.


Seperti hal nya saat pertama datang, kali ini juga Arka disuguhi makan siang oleh Tante Ira sebelum mereka mengerjakan tugas.


Saat mengerjakan tugas dan Risa sudah lebih dulu menyelesaikan tugas bagiannya. Risa pun tanpa sengaja menatap Arka yang masih serius berkutat dengan alat dan bahan di hadapannya.


"Ganteng banget kalau dia lagi serius gini, garis wajah yang hampir sempurna. Rahang yang tegas, alis tebal dan hidung mancung nya sungguh buat hati ku meleleh! " batin Risa sambil tersenyum menatap Arka.


Arka yang melihat Risa melamun sambil tersenyum sendiri pun menegurnya.


"Senyum - senyum mulu, kering tuch gigi! " ejek Arka.


"Ish... enak aja, siapa juga yang senyum - senyum sendiri. " elak Risa yang mana membuat Arka terkekeh melihat nya.


"Udah selesai tugasnya? " tanya Tante Ira yang sejak tadi diam - diam memperhatikan interaksi mereka.


"Bentar lagi kok tante, ini lagi dikit aja selesai! " jawab Arka sambil tersenyum.


"Oh ya ini ada camilan, kemarin papanya Risa Om Ryan bawain dari luar kota. Biasa kalau pulang dari luar kota selalu bawa oleh - oleh! " ucap Tante Ira sambil meletakkan beberapa camilan tradisional di atas meja.


"Makasi tante! " ucap Arka sambil tersenyum.


Tanpa Arka tahu kalau senyum nya itu membuat gadis di sebelahnya merasa gemes sendiri sampe meremas kertas yang ada di atas meja.


Setelah Tante Ira pergi.


"Ah.... sakit woy! " jerit Arka karna Risa mencubit kedua pipi Arka dengan gemas nya.


"Habis gue gemes liat senyum lo dari tadi, ne tangan rasanya pengen nyubit aja! " jawab Risa sambil berusaha untuk meraih pipi Arka lagi namun Arka segera mengelak.


"Gila lo, gemes sih gemes tapi pipi gue sakit tau! " protes Arka.


"Ya udah maaf, tapi kerjaan lo udah kelar belum, gue bantuin ya? kebetulan bagian gue dah kelar! " tawar Risa sambil tersenyum sambil mengedipkan matanya.


"Kayaknya lo perlu obat deh, apa perlu gue kasi tau nyokap lo! " ucap Arka saat melihat Risa mengedipkan matanya.


"Sialan lo kira gue sakit apa! " ketus Risa yang mana membuat Arka terkekeh.


"Ya ampun manis banget sih, kenapa lo gak tiap hari tertawa lepas kayak gini. Makin lope lope deh gue! " batin Risa.


"Udah gak usah manyun gitu entar tambah jelek lho! " ujar Arka saat tawanya sudah berhenti.


"Emang kalo gue gak manyun dan tersenyum, gue cantik ya?" tanya Risa antusias.


"Gak, tetepa aja lo jelek! " ketus Arka sambil melanjutkan tugasnya.

__ADS_1


"Ish.... nyebelin! " kesel Risa sambil memanyunkan bibir nya.


"Cantik! " ucap Arka lirih.


"Jadi lo ngakuin gue cantik? "ucap Risa senang.


"Gue belum selesai ngomong, Lo cantik kalo di liat pake sedotan hahahaha! " ledek Arka lagi.


Plak ....


"Aduh, sakit ogeb, bar bar banget sih jadi cewek. Gak ada lembut - lembutnya! " protes Arka sambil mengusap bahu nya yang di pukul Risa.


"Hahaha rasain lo, emang enak we...! " tawa Risa sambil menjulurkan lidah nya membuat Arka makin gemes .


"Awas lo ntar gue balas! " ancam Arka.


"Udah, buruan kelarin tugas lo. Gue aja udah kelar!" ucap Risa menghentikan perdebatan mereka.


"Lo mah enak ambil bagian yang gampang, lah gue mesti nyusun cangkang kerangnya biar bentuk nya bagus.!" protes Arka.


"Kayaknya gelar Ice Prince udah gak berlaku buat lo ya? " tanya Risa membuat Arka menghentikan kegiatannya dan menoleh ke Risa.


"Kenapa emangnya? " tanya Arka balik.


"Lo suka? Ya udah gue bakal tetap jadi Arka si Ice Prince biar lo berhenti suk sama gue! " senyum Arka yang mana membuat Risa kesel sambil lagi memukul bahu Arka lebih kenceng dari yang tadi.


"Woy sakit ogeb, lo bener - bener ya. Tenaga lo gak main - main mukul orang! " protes Arka yang lagi - lagi merasakan perih di bahu nya.


"Ups... sorry sakit ya, sayang nya gue sengaja! " ucap Risa kesel sambil membuang wajahnya ke arah lain dan membuat Arka melayangkan tangannya ke atas kepala Risa.


Risa sudah memejamkan matanya, merasa takut Arka akan memukul kepalanya. Tapi ternyata....


Deg.....


Jantungnya seakan berhenti berdetak saat tangan Arka mendarat dengan lembut di kepalanya disertai dengan usapan lembut di kepalanya.


Seketika Risa memutar wajahnya menatap Arka dengan lembut yang di balas senyuman manis Arka. Melihat senyum Arka membuat Risa menggangga tidak percaya Arka bisa bertindak lembut seperti itu.


"Tutup mulutnya ntar ada lalat masuk, kasian lalatnya ntar tersesat! " ucap Arka sambil menaikkan dagu Risa untuk menutup mulut Risa sambil terkekeh.


Risa yang sudah sadar akan hipnotis senyum Arka segera menempelkan tangannya di dahi Arka.


"Lo udah sehat kan, udah gak demam tapi kenapa lo bertingkah aneh hari ini? " tanya Risa dengan masih menempelkan tangannya di dahi Arka.


"Lo apa - apaan sih, gue sehat walafiat!" ketus Arka sambil melepaskan tangan Risa di dahi nya.

__ADS_1


"Terus kenapa sikap lo beda hari ini? " tanya Risa.


"Beda apanya? " tanya Arka ketus.


"Nah ini baru Arka!" ucap Risa saat mendengar nada ketus Arka.


"Emang gue aneh ya? " tanya Arka bingung.


Arka masih bingung karna Risa mengganggapnya aneh dan mengira dia sakit saat dia berusaha untuk bersikap lebih baik.


"Woy, kok malah melamun ntar setan lewat kesambet lo! " ucap Risa menyadarkan Arka dari lamunannya.


Akhirnya Arka melanjutkan tugasnya tanpa perdebatan lagi.


"Ah... akhirnya selesai juga! " seru Arka sambil meregangkan tangan dan lehernya.


"Habis gue bersihin sampahnya, gue balik ya! " ucap Arka sambil memungut sampah bekas bahan yang di gunakan.


"Eh sudah biarin aja, ntar biar gue bersihin di bantu sama bibik aja! " cegah Risa saat melihat Arka yang mulai memungut sampah yang berserakan.


"Ow gitu, oke deh. Gue balik ya. Jangan lupa 3 hari lagi lo bawa tugas kita buat di kumpulikn! "pamit Arka.


"Sudah mau pulang ya? " tanya Tante Ira bersama suaminya yang melihat Arka beranjak pergi.


"Ya tante, tugas nya sudah selesai. Makasi ya tante om, Arka pamit! " ucap Arka sambil mencium tangan Tante Ira dan Om Ryan.


"Hati - hati ya di jalan! " pesan Tante Ira.


"Salam ya buat mama dan papa kamu! " tambah Om Ryan.


"Ya om, nanti Arka sampain ke mama dan papa! " ucap Arka sebelum keluar rumah di antar Risa.


"Hati - hati ya mas! " ucap Risa sambil mengedipkan matanya.


"Mas pala lo! " ketus Arka.


"Ish kok gitu sih, balas yang bener donk! " rengek Risa sebelum Arka naik ke motor nya.


"Ya adek geulis, mas pamit ya! " balas Arka yang mana membuat Risa tersenyum manis.


"Dadah mas ganteng! " ucap Risa malu - malu sambil melambaikab tangan.


Arka pun menyalakan motor dan melajukan motornya keluar rumah Risa menuju ke rumah nya.


Hai, kali ini mumpung masih libur hari raya dan Dessy gak ada rencana kemana - mana. Dessy bisa up nya siang sambil nunggu cucian kering. Waktu libur bagi Dessy adalah waktu laundry time 😄maklum ibu rumah tangga jadi urusannya gak jauh - jauh dari cucian. Happy reading ya, salam ❤ dari Dessy untuk para reader.

__ADS_1


__ADS_2