
ko"Gimana keadaan Risa ma? " tanya papa Ryan saat melihat istrinya turun dari kamar Risa.
"Risa masih tidur pa! " jawab Mama Ira yang ditanggapi anggukan kepala oleh papa Ryan.
"Papa harap Risa cepat pulih, papa gak tega rasanya liat kondisi Risa seperti karang. Andai kecelakaan itu tidak pernah terjadi, hidup kita pasti masih bahagia seperti dulu. Tanpa ada sesuatu yang harus kita tutupi dari Risa! " ucap papa Ryan sambil menyesap kopi yang dipegangnya.
"Mama sebenernya sangat ingin Risa tahu yang sebenernya terjadi. Tapi benturan keras yang di alami kepalanya membuat kita harus bersabar dan menyembunyikan semuanya!" ungkap Mama Ira mengingat kondisi Risa yang belum siap secara mental.
Flash Back on
16 Tahun Yang lalu
Saat itu Ira tengah mengandung buah cinta nya dengan Ryan.
"Hallo sayang nya papa, kamu jangan nakal ya di dalam sana, jangan suka susahin mama! " ucap Ryan sambil mengelus perut Ira yang sudah menginjak 7 bulan.
"Ya papa! " sahut Ira menirukan suara anak kecil.
Lalu datanglah Salsa yang ingin mengunjungi sahabat nya.
"Hay semuanya! " sapa Salsa lalu mendudukan dirinya disamping Ira.
"Hai Sal, gimana kabar kamu? " tanya Ira yang memang sudah kangen karna sudah lama tidak ketemu sahabatnya.
"Aku baik, kalian gimana? tanya Salsa balik.
"Kami semua baik Sal! " jawab Ryan singkat.
"Kamu kenap Sal, kok kamu cemberut gitu?" tanya Ira melihat perubahan raut wajah sahabatnya.
"Orang tua aku kecelakaan dan mereka gak selamat! " ucap Salsa dengan mata berkaca - kaca.
"Ah, kok bisa? " tanya Ira kaget.
"Mobil mereka di sabotase, perusahaan kami pun bangkrut dengan hutang di mana - mana. Aku bingung mau tinggal di mana, sedang kan semua tabungan dan perhiasan aku sudah habis buat bayar hutang perusahaan. Makanya beberapa hari ini aku luntang lantung gak jelas! " ucap Salsa lesu.
"Kenapa kamu gak bilang Sal? " tanya Ira sambil menggenggam tangan Salsa.
"Aku gak mau merepot....! " ucap Salsa.
"Merepotkan apa sih Sal? Kita kan sahabat gak ada yang merasa direpotkan! " ucap Ira sambil memeluk Salsa yang sudah menangis.
"Kamu bisa tinggal disini bersama kami kalo kamu mau! " ucap Ira setelah melepaskan pelukannya.
"Makasi ba... nyak Ira, A... ku bener - bener berterima kasih sama kamu! " ucap Salsa ditengah isakannya.
Akhirnya sejak saat itu mereka bertiga tinggal bersama tanpa ada perselisihan. Sampai akhirnya suatu ketika Ira mengalami kecelakaan saat akan mengantarkan makan siang untuk Ryan.
Di rumah sakit.
"Dok, tolong selamatkan bayi saya!" ucap Ira di tengah kesakitannya saat di bawa ke ruang operasi
"Kamu tenang sayang, semua pasti baik - baik saja. Kamu dan anak kita pasti selamat ya sayang! " ucap Ryan menenangkan sambil menggenggam tangan Ira.
"Maaf pak, bapak tidak bisa ikut masuk! " larang perawat saar mereka sudah sampai di ruang operasi.
Ryan dengan perasaan cemas menunggu kabar dari dokter tentang keadaan anak dan istri nya dengan lemas duduk di bangku panjang yang ada di luar ruang operasi tersebut.
"Gimana keadaan Ira? " tanya Salsa yang baru sampai di rumah sakit.
"Ira masih di ruang operasi!" jawab Ryan lesu.
"Kamu yang tenang ya, Ira pasti baik - baik saja! " ucap Salsa menenangkan Ryan.
"Gimana aku bisa tenang, istri dan anakku sedang bertaruh nyawa di dalam sana! " ucap Ryan sambil menatap pintu ruang operasi yang tertutup rapat.
"Tapi rasa cemas kamu juga gak akan membantu mereka. Lebih baik kamu tenangkan diri dan berdoa agar anak dan istri kamu di berikan kekuatan untuk lolos dari kesakitan ini! " ucap Salsa meyakinkan Ryan.
Klek.
Tiba - tiba pintu ruang operasi terbuka dan keluarlah seorang suster dari ruang operasi tersebut. Melihat suster datang, Ryan segera menghampiri suster tersebut.
"Bagaimana keadaan anak dan istri saya sus? " tanya Ryan.
"Kondisi ibu Ira sangat kritis. Dia banyak kehilangan darah, kami sudah menghubungi pihak PMI untuk mendapatkan darah. Tapi bapak harus mengisi data ini dan bapak harus memilih salah satu yang bisa di selamatkan!" ucap suster sambil menyerahkan kertas yang harus di isi oleh Ryan.
Jeder....
Seketika dunia Ryan runtuh, tangannya sudah lemas dan tidak bisa menerima kertas yang di berikan oleh suster. Bagaimana dia bisa memilih di antara dua orang yang sangat berarti dalam hidup nya.
"Apa - apaan ini sus, apakah kalian tidak bisa menyelamatkan keduanya? " protes Salsa karna Ryan tidak bisa berkata - kata.
Suster hanya bisa menggelengkan kepala nya.
"Bagaimana aku bisa memilih, yang satu nya adalah belahan jiwaku, sedangkan yang satu nya buah hati ku. Keduanya sangat berharga dalam hidup ku!" batin Ryan menangis.
Seketika Ryan ingat akan perkataan Ira sebelum kecelakaan ini terjadi. Bagaimana kalau hal buruk terjadi pada Ira dan Ryan di haruskan memilih antara Ira dan buah hati mereka. Ira menyarankan agar Ryan memilih buah hati mereka karna bagi Ira sudah cukup bagi nya mendapar kebahagiaan di dunia ini dengan kasih sayang di dapat dari keluarga, suami dan sahabatnya. Ira ingin anaknya juga bisa merasakan semua itu tanpa terkecuali.
"Selamatkan bayi nya! " ucap Ryan datar yang membuat Salsa terkejut dengan keputusan Ryan.
"Baik pak!" ucap suster lalu meminta tanda tangan persetujuan Ryan lalu membawa kertas tersebut ke ruangannya.
"Bagaimana kamu biaa merelakan Ira pergi? " protes Salsa yang tidak bisa membayangkan akan kehilangan sosok sahabat yang sangat di sayangi nya.
"Karna jauh sebelum hal ini terjadi, Ira sudah meminta untuk menyelamatkan anak kami padaku! " ucap Ryan sambil menangis
Mereka pun menangis dalam diam. Ryan yang menangis akan membayangkan sosok belahan jiwa nya yang selama ini menemani hari - hari nya akan pergi untuk selamanya. Sedangkan Salsa menangis merasa gagal jadi sahabat karna tidak bisa melakukan apa pun untuk sahabat yang selalu ada untuk nya kapan pun.
Beberapa puluh menit pun berlalu, keduanya masih setia menanti kabar dari dalam ruang operasi. Dalam hati mereka masih mengharapkan keajaiban Tuhan untuk menyelamatkan keduanya.
__ADS_1
Klek.
Pintu ruang operasi terbuka dan keluarlah sosok dokter yang menangani Ira. Ryan segera menghampiri dokter tersebut.
"Dok, bagaimana keadaan istri dan anak saya? " tanya Ryan tidak sabar.
"Anda patut bersyukur pak, ini benar - benae keajaiban Tuhan. Istri dan putri anda dapat kami selamatkan! " ucap dokter sambil tersenyum.
Tidak dapat di ungkapkan rasa bahagia Ryan mendengar berita tersebut. Berkali - kali Ryan mengucap syukur kepada Tuhan.
"Apa saya sudah bisa menemui mereka dok? " tanya Ryan lagi.
"Tapi maaf pak, bu Ira mengalami koma setelah berjuang menahan sakit luka akibat kecelakaan yang di alami nya dan sakit dalam proses melahirkan putri anda!" ucap dokter yang membuat Ryan kembali merasa sedih membayangkan perjuangan istri tercintanya dalam melahirkan buah hati nya ke dunia.
"Sebentar bu Ira akan di pindahkan ke ruang rawat, setelah itu bapak bisa menemui bu Ira! " ucap dokter lagi.
"Kalo anak saya dimana dok? " tanya Ryan menanyakan putri nya.
"Putri bapak sehat, bapak sudah bisa menemuinya sekarang. Mari ikut saya ke ruang bayi! " ajak dokter.
Ryan dan Salsa mengikuti dokter tersebut untuk menjemput putri Ira.
"Kamu cantik sekali sayang, persis seperti ibu kamu! " ucap Ryan menatap putri yang sedang ada dalam dekapannya.
Seketika itu hati nya merasa perih karna teringat Ira yang masih belum sadarkan diri dan tidak bisa menimang sang buah hati.
Ryan juga merasa sedih saat mengingat kata dokter kalau Ira belum dapat di pastikan kapan akan sadar mengingat luka yang di alaminya sangat parah. Ryan ragu bisa merawat putri nya dengan baik tanpa adanya sosok ibu.
"Salsa, maukah kamu membantu ku merawat bayi kami selama Ira belum sadar dari koma? " tanya Ryan setelah memikirkan sendiri nasib putri nya.
"Ya, pasti aku mau. Aku akan merawat nya seperti anak ku sendiri. Anggap saja ini sebagai balas budi ku karna selama ini kalian sudah mau menampungku! " jawab Salsa.
"Apakah kamu sudah memberikan nama untuk putri kalian? " tanya Salsa lagi.
"Aku dan Ira sudah menyematkan nama yang cantik untuk putri kami yang cantik dan kuat. Risa Alexa Putri nama yang kami sematkan untuknya buah hati kami! " ucap Ryan seraya mencium putri nya yang terlahir prematur.
"Nama yang cantik, secantik wajahnya! " puji Salsa.
Setelah kejadian itu mereka sama - sama merawat dan membesarkan Risa. Salsa pun tidak menikah demi merawat Risa.
Saat Risa berumur 12 Tahun, Ira sadar dari koma nya. Ryan dengan sangat bahagia menjemput Ira dan membawanya pulang.
"Dia siapa pa? " tanya Risa saat melihat papa nya membawa wanita lain dan memeluknya di depan mamanya.
"Ini mama kamu sayang! " ucap Ryan.
"Papa nikah lagi? " tanya Risa tidak terima.
"Sayang papa bisa jelas..... "ucap Ryan.
Tanpa mendengarkan penjelasan Ryan, Risa pergi menuju kamarnya dengan deraian air mata.
Risa membanting pintu kamar nya dan menangis di kamar. Salsa menghampiri putri nya.
"Sayang, mama bisa jelasin! " ucap Salsa.
"Kenapa mama diam aja papa bawa perempuan lain kerumah ini? " tanya Risa tidak terima.
"Ini sudah menjadi keputusan papa sayang! " ucap Salsa.
"Kenapa mama biarin, emangnya mama sudah gak cinta lagi sama papa? " tanya Risa lantang.
Cinta? Sebenarnya ada rasa cinta di hati Salsa untuk Ryan. Apalagi selama dua belas tahun hidup bersama bagaikan keluarga kecil yang bahagia merawat Risa bersama. Tapi Salsa tidak bisa mengakui perasaannya karna tau posisi nya yang hanya sebagai ibu pengganti untuk Risa, di hati Ryan yang hanya ada Ira. Walaupun Salsa sudah mengorbankan masa muda nya untuk mendampingi Ryan merawat Risa. Tetap tidak bisa mengubah kenyataan bahwa hanya ada Ira di hidup Ryan.
"Mama sangat mencintai papa kamu sayang! " ucap Salsa sambil memeluk Risa.
Hari - hari pun berlalu, Mereka sudah terbiasa dengan kehadiran Ira di rumah itu. Hanya saja Salsa merasakan api cemburi saat melihat perhatian Ryan kepada Ira. Ryan selalu meluapkan kerinduannya pada Ira setelah dipisahkan karna Ira yang koma selama 12 tahun. Salsa yang merasakan cinta pada Ryan menjadi kalap dan ingin Risa membenci Ira dan tidak mengakui Ira sebagai ibu nya. Salsa setiap hari menghasut Risa remaja agar semakin membenci Ira dengan drama kecil yang dia ciptakan. Risa yang masih labil sangat mudah termakan hasutan Salsa yang selama ini di anggap ibu kandung nya.
Hingga tiba lah hari kelulusan Risa, dimana Ira dan Salsa menghadiri acara tersebut dan berada dalam satu mobil.
Tiba - tiba....
Jeder.....
Hujan turun di sertai dengan gemuruh dan petir menyambar saat mereka pulang dari acara kelulusan.
"Aku mencintai Ryan! " ucap Salsa yang membuat Ira yang sedang menyetir menoleh ke arah nya.
"Apa maksud mu Sal? " tanya Ira terkejut.
"Aku ingin kamu pergi dari hidup kami!" seru Salsa lagi.
Ira menoleh ke arah kursi belakang dimana Risa duduk.
"Apa pantas kamu mengatakan ini di hadapan Risa? " tanya Ira yang tidak mau Risa semakin membencinya.
"Memang nya kenapa, toh juga Risa tidak menginginkan kehadiran kamu. Jadi lebih baik kalo kamu pergi aja! " seru Salsa semakin tidak tahu diri.
"Aku rasa kita bahas ini dirumah saja! " tolak Ira halus agar tidak terjadi keributan di jalan.
Sebenarnya ada rasa tidak nyaman saat Salsa mengatakan perasaannya pada suaminya. Memang Ira sadar selama ini Salsa lah yang menemani Ryan dan menggantikan tugas nya dalam merawat Risa. Ira maklum akan tumbuhnya perasaan suka pada diri Salsa kepada suami nya karna kebersamaan selama dua belas tahun. Tapi apa salah nya dalam hal ini? Ira juga tidak ingin dirinya mengalami kecelakaan yang membuatnya tidak sadarkan diri selama dua belas tahun dan tidak bisa menjalankan tugas nya menjadi seorang istri dan seorang ibu. Dia hanya kembali kepada keluarga nya dan bukan menjadi pelakor yang akan memisahkan hubungan suami istri. Karna disini dia lah istri sah dan ibu kandung dari anaknya bukan Salsa.
"Tidak, perasaanku sudah sangat dalam. Aku tidak bisa menunggu lagi! " teriak Salsa.
"Apa maksud kamu? " tanya Ira bingung.
"Kalo aku gak bisa dapatka Ryan dan Risa maka kamu juga tidak boleh memiliki mereka! " ucap Salsa dengan senyum smirk nya.
Tanpa Ira sadari Salsa menarik pedal mobilnya dan mobil melaju dengan kencang.
__ADS_1
"Salsa, apa yang kamu lakukan? " teriak Ira ketakutan.
"Aku gak peduli! " teriak Salsa seperti kesetanan.
Ira berusaha merebut kembali setir sedangkan kaki nya yang menginjak pedal gas semakin dalam karna di injak oleh Salsa.
"Sal, di depan ada jurang! " kata Ira memperingati Salsa tapi Salsa tetap tidak peduli. Dia sudah di butakan oleh rasa serakah nya.
Mobil pun berjalan zig zag sehingga membuat Risa yang tertidur jadi terbangun.
"Ma, Risa takut! " teriak Risa yang melihat Ira dan Salsa berebut setir dimana Salsa menindih tubuh Ira sedangkan di luar gemuruh dan petir masih menyambar.
Dengan sisa tenaganya Ira berusaha membanting setir ke kiri untuk menghindari jurang. Alhasil mobil bagin kiri ringsek.
Ciitttt.....
Brugh....
"Mama! " teriak Risa sebelum kesadarannya hilang karna benturan di kepalanya.
Suara sirine ambulance seger membawa mereka bertiga ke rumah sakit terdekat.
Dirumah sakit.
"Gimana keadaan istri dan anak saya dok? " tanya Ryan yang begitu mendengar mobil yang di kendarai Ira mengalami kecelakaan segera berlari menuju ke rumah sakit.
"Istri dan anak bapk baik - baik saja, mereka sudah di pindakan ke ruang rawat. Tapi kondisi ibu Salsa sangat parah! " ucap dokter.
Setelah menemui Ira dan Risa. Mereka bergantian menjaga Salsa yang masih belum sadarkan diri.
"Mama kapan sadarnya pa? " tanya Risa kepada Ryan.
"Kamu sabar ya sayang, sebentar lagi mama pasti sadar! " ucap Ryan menenangkan putri nya.
Tring.....
Ponsel Ryan berbunyi. Ryan pun segera menerima panggilan tersebut yang ternyata dari pihak rumah sakit.
"Baik saya segera kesana! " ucap Ryan sebelum mengakhiri panggilan.
"Kenapa pa? " tanya Risa melihat raut lega di wajah papanya.
"Mama sudah sadar sayang! " ucap Ryan lalu memanggil Ira untuk ikut ke rumah sakit menemui Salsa.
Di rumah sakit.
"Mama !" seru Risa menghampiri Salsa yang masih terbaring di ranjang rumah sakit.
"Hallo cantik! " sapa Salsa sambil mengelus wajah cantik Risa.
"Mama, Risa kangen banget sama mama!" ucap Risa sambil memeluk Salsa.
"Sayang, ada yang mau mama katakan sama kamu. Ini sangat penting! " ucap Salsa lemah sambil menatap Ryan dan Ira.
"Sebenarnya Ira itu.....
"Sal, kamu baik - baik saja kan? " tanya Ira khawatir karna nafas Salsa yang putus - putus.
"Aku baik - baik saja, aku cuma mau minta maaf sama kalian dan Risa berhak tau yang sebenarnya! " ucap Salsa putus - putus.
"Risa sayang, Tante Ira itu sebenarnya......
tuuuuuuut......
Belum sempat Salsa menyelesaikan kalimat nya, nafas dan detak jantung nya sudah berhenti.
"Mama....! " teriak Risa yang melihat tubuh Salsa yang sudah lemah. Ryan pun menghampiri dan memeluk putri nya.
"Sabar ya sayang, mama Salsa sudah pergi. Kamu harus iklas! " ucap Ryan menenangkn putrinya.
"Ini semua gara - gara tante Ira. Semenjak tante Ira datang semua nya hancur. Kenapa papa bisa nikah sama tante Ira? Apa kurangnya mama? Ini semua gara - gara tante Ira mama kecelakaan dan akhirnya meninggal! " tuduh Risa sambil menunjuk Ira.
Plak....
"Jaga ucapan kamu, tante Ira itu.....
"Mas, jangan belum waktunya!" ucap Ira menghalangi Ryan sambil menitikkan air mata.
"Aaaarrrrhhhh.....!" teriak Risa sambil menjambak rambut nya sendiri saat ada rasa sakit yang menghantam kepalanya dan seketika itu juga Risa langsung pingsan.
"Risa, bangun sayang! " teriak Ira panik saar melihat Risa pingsan.
Ryan pun segera menggendong putri nya menuju ruang dokter yang sempat merawar putrinya pasca kecelakaan itu.
"Sepertinya benturan saar kecelakaan itu berakibat negatif pada kesehatannya. Dan menurut dat pemeriksaan yang kami peroleh, Risa mengalami cedera pada sebagian ingatannya. Jadi kami harap kalian jangan melakukan atau mengatakan sesuatu yang biaa memicu ingatannya!" jelas dokter yang menangani kondisi Risa.
"Baik dok, apa penyakit ini bisa membahayakan kesehatan Risa. Dan kapan ingatan Risa bisa pulih?" tanya Ira
"Untuk beberapa hari ke depan Risa harua menjalani pemeriksaan untuk mengetahui perkembangan kesehatannya. Sedangkan untuk kembali pulih itu membutuhkan waktu yang tidak bisa di tentukan. Hany pasien sendiri yang mampu menyembuhkan dirinya. Dalam artian, pasien mau menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginannya maka resiko cedera pada ingatannya akan pulih! " jelas Dokter kembali.
"Kenap semuanya semakin rumit, kalau begini Risa akan terus membenciku! " isak Ira di dalam pelukan Ryan.
"Pa...! " lirih Risa yang sudah sadarkan diri. Ryan dan Ira segera menghampiri Risa.
"Mama mana pa? " tanya Risa sambil menangis di pelukan Ryan.
Flashback off.
"Kamu jangan sedih ya sayang. Risa pasti pulih dan saat dia tau kamu ibu kandung nya. Dan dia juga tau apa yang sebenarnya terjadi pasti dia akan bisa menerima kamu bahkan lebih menyanyangi kamu di bandingkan dengan Salsa. Karna bagaimana pun dia darah daging kita. Buah cinta kita. Yakin ya saat itu akan datang! " ucap Ryan sambil memeluk Ira memberi ketenangan dan keyakinan pada istrinya.
__ADS_1
Hai semuanya, pada bab ini sudah terkuak sedikit ya rahasia nya. Masih penasaran gak? pastinya donk kan masih banyak yang belum terkuak. Di Bab ini emosi campur aduk ya, sama 😄 Dessy yang ngetik aja sampe ikut emosi (padahal Dessy yang buat cerita 😄). Hari ini cukup 1 bab aja ya tapi pada bab ini ceritanya panjang banget biar puas yang baca. Jangan lupa like, coment dan gift nya ya. Salam ❤ dari Dessy untuk para reader.