
di sebuah ruangan dengan penerangan yang remang.
terdapat suara tawa dari seorang gadis menggema membuat siapapun yang mendengar akan merinding.
"hahahahahahaahahahha...kau lihat itu jhon? wajah ketakutan mereka membuat ku sangat puas..!!
ucap Maureen di selingi tawa nya.
yaa... Maureen lah dalang di balik semua terror yang terjadi pada keluarga Arya
FLASHBACK.....
terlihat Maureen tengah duduk di depan komputer yang sedang memperlihatkan situasi sebuah rumah.
lalu ia ngambil earphones untuk menelpon jhon dan anak buah lainnya yang dia tugaskan untuk mempersiapkan terror.
Maureen dapat melihat jhon dan anak buah nya sedang mendatangi setiap kamar pelayan di sana lalu membunuh nya dengan cara memenggal kepala nya.
lalu anak buah yang lainnya menyiapkan dekorasi ulang tahun yang sama seperti Maureen.
ada yang menyiapkan 2 mayat yang menyerupai orang tua nya.
dan ada yang menyiapkan 1 mayat anak kecil Laki laki yang sudah di potong lalu mereka menginjaknya seperti apa yang di lakukan kepada kakak kesayangannya Gerald.
Maureen yang melihat itu menjadi teringat saat masa pembunuhan itu terjadi,dimana saat ia menyaksikan keluarga nya di bunuh dengan tragis.
Maureen yang mengingat itu tanpa sadar menitikkan air matanya.
"daddy....mommy....kakak....!!!reren rindu kalian...
kenapa Kalian meninggalkan reren sendiri...hiks..hikes...
reren lelah..reren mau ikut Kalian...hiks...aahhh....aku menangis lagi....tidak tidak..aku tidak boleh menangis,hehe..jika aku menangis bagaimana aku bisa kuat membalaskan dendam ini..."
ucap Maureen tegar.
lalu ia mendengar suara dari earphones nya dan seketika ia tersadar bahwa ia daritadi memakai earphones.
__ADS_1
"nona??apa kau tak apa?"
tanya jhon khawatir.
"hhmm.."
dehem Maureen.
jhon yang mendengar jawaban nona nya menghela nafas.ia tahu saat ini nona sedang tidak baik.
lalu jhon berbicara...
"semua nya sudah beres nona"
ucap jhon.
Maureen yang melihat komputer di depannya dimana dalam sebuah rekaman dengan keadaan yang begitu mengenaskan.
"mari kita mulai permainannya"
ucap Maureen dingin.
jhon memerintah kan salah satu anak buah nya untuk melempar batu ke jendela Sampai pecah.
lalu saat terakhir ia sendi.ri yang melempar kotak berisi kepala manusia itu.
prrrranngg....!
suara lemparan kotak dari jhon terdengar begitu keras.
"tugas saya selesai nona"
ucap jhon.
"kembali"
ucap Maureen datar.
__ADS_1
"baik nona"
ucap jhon kemudian ia menyuruh seleruh anak buahnya kembali.
beralih ke Maureen....
Maureen menatap intens apa yang sedang terjadi di dalam sebuah rekaman tepat saat mereka akan membuka hadiahnya lalu ia berbicara
"hhaayy.. bagaimana? Kalian suka hadiahku?
aaahh..tidak tidak... tepatnya hadiah pembukaan... hehehehe.."
ucaap Maureen terkekeh dingin.
Maureen semakin puas saat mendengar suara gemetar ketakutan mereka.
hal itu membuat Maureen tak bisa menahan tawa nya.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHHAA""
tawa Maureen dengan tertawa keras.
lalu ia mengatakan...
"kenapa? Kalian tanya kenapa?...
dendam.... Karena dendam...
dendam apa? Kalia tidak perlu tahu tapi yang terpenting adalah tunggu saja permainan selanjutnya."
ucap Maureen datar.
lalu Maureen melihat mereka wajah terkejut dan ketakutan mereka dan itu membuatnya semakin puas lalu ia menekan tombol di samping nya dan ternyata itu adalah tombol yang terhubung dengan saklar rumah itu.
klikk..!!
Maureen menekan tombol nya dan lampu pun menyala.
__ADS_1
Maureen semakin puas melihat reaksi mereka saat mereka berteriak shock dikala melihat mayat berserakan justru hal itu membuat Maureen mengencangkan tawanya.
………………@@@@%):::