Dangerous Girl

Dangerous Girl
Kucing nakal


__ADS_3

TAK...TAK....TAK....


suara ketukan hills dari seorang gadis terdengar mengalun indah.


lalu mereka mengalihkan pandangan nya kearah pintu masuk dan..


"astaga... cantik sekali..."


"yaampun bidadari dari mana itu?"


"glekk.... astagaa lihatlah tubuhnya..."


terdengar bisikan bisikan dari para tamu.


sedangkan sang gadis yang mendengar itu hanya berjalan acuh tak peduli kata orang yang memujanya.


siapa lagi kalau bukan Maureen.....


Maureen berjalan diikuti kedua sahabatnya, semua pasang mata melihat ke arah mereka tanda terpesona.


Tapi berbeda dengan 3 orang pria yang melihat mereka dengan tatapan tajam.


"kucing kecil.... seperti nya aku harus memberi mu pelajaran supaya kau mengerti bahwa hanya aku yang boleh melihat tubuh indah mu"suara batin dari ziloz yang menggeram melihat tatapan lapar para pria yang sedang melihat kucing nakalnya itu.


"sweetheart......apakah aku harus mengurungmu di dalam sangkar emasku supaya tidak ada yang melihat tubuhmu"ucap bara geram saat melihat pujaan hatinya dilihat para pria dengan tatapan memuja.


"aaiishh.... kenapa aku kesal melihat nenek lampir itu dilihat banyak pria...dan...dann..kenapa si nenek memakai baju seperti itu"batin Allan frustasi.


Bagaimana tidak kesal,jika baju yang mereka pakai cukup terbuka bagi mereka bertiga.


Maureen...



Carryn...



Liora....



lamunan mereka tersadar saat sebuah suara seorang wanita mengagetkan mereka.


"Wwooaahh......cantik sekaliiii...hey anak durjana.. apakah salah satu dari ketiga gadis itu adalah menantuku!"ucap cellin antusias,yaa...ia juga terpesona dengan ketiga gadis itu


"calon menantu mom!!"ucap bams pasrah akan kelakuan istri tercintanya itu.


"kenap kau menegurku...memang benarkan sayang"ucap cellin pada ziloz.


ziloz hanya bisa pasrah saat di depan mommy nya lalu menganggukan kepala nya.


Bams hanya menggeleng kepala lemah...lalu ia menoleh kearah kedua tangan kanan Putra nya.


"apa yang Kalian lihat?tanya bams,tapi tak ada jawaban.


lalu bams mengikuti arah pandangan mereka dan mengerti.


Bams yang mengerti langsung tersenyum miring.


"mom... sepertinya kita bukan hanya akan mendapat kan satu menantu tapi kita akan mendapat kan 3 menantu sekaligus"ucap bams pada istri nya.


Cellin menoleh dengan dahi berkerut.


"maksudmu,ziloz akan menikahi 3 perempuan?"Tanya Cellin polos.

__ADS_1


Bams menghela nafas,lalu ia menunjuk ke arah bara dan Allan lalu menunjuk ke arah carryn dan liora yang berjalan di belakang Maureen.


Cellin yang melihat itu pun terkejut apa ia akan mendapat ketiga gadis itu menjadi menantunya.


Ia sangat senang, Sampai ia ingin teriak tapi tak jadi Karena bams menyuruh nya diam.


kembali ke Maureen dkk....


Maureen mengedarkan pandangannya dan netra nya tertuju pada 3 orang sedang berkumpul...


Arya, Jessi dan Monica tentunya....


Maureen berjalan mendekati mereka.


Arya, Jessi dan Monica merasa bingung apakah mereka mengenal ketiga gadis itu.


Maureen pun menyapa dengan suara yang sengaj di keraskan supaya orang tahu pembicaraan nya.


"apa kabar paman,bibi,dan sepupu ku tersayang"suara dingin Maureen mampu membuat suasana yang tadinya ricuh menjadi hening.


Arya Jessi dan Monica terpaku bergetar mendengar suara dingin itu,tapi kemudian mereka tersadar saat menyadari sesuatu.


"tunggu...apa maksudmu memanggil kami paman bibi dan sepupu?apa ini?"tanya heran Arya.


"apa kami mengenalmu?"tanya Jessi bingung.


"alaah sudahlah pasti kau mengaku ngaku kan?kau ingin menjadi tetkenal dengan cara rendah ini?"hina Monica pada Maureen dkk...


para tamu yang mendengar itu menjadi mencemooh Maureen dkk...


"dasar tidak tahu malu"


"gadis jaman sekarang memang seperti itu,penampilan cantik tapi hati busuk"


bisikan tami kembali terdengar tapo bukan pujian melainnkan hinaan.


mereka siap maju tapi tangan Maureen menghentikan mereka,dan akhirnya mereka hanya bisa bersabar.


"HUUH....kau tidak mengingatku lagi...CACA?"ucap Maureen sambil menekan nama caca.


Monica yang mendengar nama caca mematung tak percaya.


lalu ia menatap Maureen intens.


"kau... siapa kau sebenarnya?"ucap monica gelisah.


dipikirannya hanya satu yaitu,caca...hanya sepupu nya yang memanggil nya seperti itu,yang tak lain adalah Maureen sendiri.


"Caca...ini aku RIRIN mu"ucap Maureen menekan nama RIRIN.


sama halnya seperti Monica, Arya dan Jessi pun tertegun.


"ririn?lirih mereka..


Maureen yang melihat itu menyeringai samar.


lalu ia mengubah ekspresi wajahnya menjadi sedih kembali seperti teraniyaya.


"iyaa...ini aku..ririn..keponakan Kalian?apa Kalian melupakanku setelah Kalian menikmati harta ayah dan ibu ku"ucap Maureen sedih...


"apa??? keponakan?"


"apa yang terjadi"


"tunggu..kalau dia keponakan tuan arya buaknkan itu artinya nona muda sah dari keluarga Graisy"

__ADS_1


"APA???!"


"astagaa... ternyata dia masih hidup"


Arya Jessi dan Monica merasa tetsudutkan setelah mendengar perkataan para tamu.


"HEEY...JAGA UCAPAN MU.. KEPONAKAN KAMI SUDAH MATI BERSAMA KELUARGA NYA?"ucap arya marah.


"mati? hiks...hiks...aku..aku hidup menderita selama ini...aku tersesat saat mrlarikan diri dari rumah karena pembantaian itu..hiks..hiks..."ucap Maureen terisak.


para tamu yang melihat itu prihatin.


"KENAPA KALIAN TIDAK MENCARIKU???? KENAPA KALIAN MALAH DIAM MENIKMATI HARTA KELUARGA KU DI SAAT AKU MENDERITA?APA SALAH KU???? HIKS..HIKS..."teriak Maureen dengan kepedihan mendalam,(padahal akting).


"apa? mereka tidak mencari nya?"


"malah berdiam diri menikmati harta punya keluarga gadis itu"


"malang sekali nasib mu nak?"


ucap para tamu.


Arya semakin marah mendengar perkataan tamunya.


"bukan begitu ririn...paman sungguh tidak tahu kalau kau masih hidup?"ucap arya menyesal(pura pura).


"kau tidak tahu aku masih hidup?lalu kau mengklaim aku sudah mati begitu??"ucap Maureen dengan sedih.


"bukan beg-"ucap arya terpotong dengan teriak kan Maureen.


"LALU APA KAU MELIHAT JASAD KU HAH?APA KAU MELIHAT KEMATIAN KU?KAU SENGAJA TIDAK MENCARIKU SUPAYA KAU BISA MENIKMATI HARTA KELUARGA KU BUKAN"ucap Maureen sengaja di keraskan supaya para tamu mendengar itu,dan yaa itu berhasil.


"DIAM KAU GADIS SIALANN.....!!!!"ucap arya marah.


para tamu yang mendengar umpatan arya seperti itu menggeleng tak percaya.


selama ini arya yang mereka kenal adalah sosok baik bagi semua orang.


tapi apa ini?mengumpat keponakan nya sendiri? menikmati harta keluarga kakaknya saat anak dari kakaknya menderita? sungguh tak terduga.


PLAAKKK.....


semua orang terkejut saat sebuah tamparan mendarat di pipi gadis yang tetlihat menyedih kan.


Para tamu menutup mulut mereka dengan mata melotot.


apa lagi ini?wanita yang mereka kira berhati lembut bisa menampar gadis tak berdaya.


"KAUUU...DIAM KAUUU.... SEBELUM AKU MEMBUNUHMU"ucap jessi meraung.


lagi lagi para tamu tercengang dengan ucapan jessi.


Maureen yang melihat reaksi para tamu merasa puas.


"setelah aku menderita, kedinginan di luar sana,kau malah menampar ku...hiks..hiks.."sebenarnya apa salahku pada kalian??"ucap Maureen pedih.


"KESALAHANMU ADALAH KENAPA KAU TIDAK MATI SEKALIN BERSAMA KELUARGA MU ITU,,, KENAPA KAU MASIH HIDUP?"ucap Jessi tanpa sadar.


"Astagaa..kejam sekali"


"ternyata selama ini aku salah menilainya"


"kau benar"


Arya yang mendengar perkataan tamu menjadi marah tapi berusaha ia tahan,ia menarik istri nya dan menatap nya tajam.

__ADS_1


jessi yang melihat tatapan suaminya tersadar dan langsung berubah pucat,ia sudah melakukan kesalahan fatal kali ini.


__ADS_2