Dangerous Girl

Dangerous Girl
Queen....


__ADS_3

Di sebuah ruangan di perusahaan terdapat 3 laki laki tengah berkumpul tapi salah satu dari mereka hanya memasang wajah datar saja.


mereka adalah ziloz,bara dan Allan.


"ayolah bos.....kau jangan hanya memasang wajah tembok mu saja."ucap Allan kesal.


"sudahlah Allan.... meskipun kau menyiramkan air panas sekali pun ia tak akan berkspresi....dia itu bagikan mayat hidup."bisik bara asal.


"hhhmmm....kau benar! ia seperti singa yang sedang mengamuk saja,tapi ia akan berubah menjadi kucing lugu jika dihadapan pawang nya."bisik Allan membalas bara.


"oouh....aku ingat....bukan kah nama nya Maureen"bisik bara pada Allan lagi.


hhmm"dehem Allan.


berbisik?


berbisik apa nya dua pria konyol itu.


bahkan suara mereka mampu memenuhi ruangan itu.


sedangkan pria yang tak lain adalah ziloz yang tengah di bicarakan langsung menatap tajam dua orang di depannya.


"kau ingin ku kirim ke Lebanon bar....dan kau Allan...kau juga ingin ku kirim ke Africa...."ucap ziloz dingin disertai Aura dinginnya.


glekk......


bara dan Allan yang mendengar itu langsung mematung dengan wajah pias dan langsung menggeleng kepala cepat tanda tak mau.


"pergi"satu kata yang keluar dari mulut ziloz mampu membuat kedua human tak ada akhlak itu kocar kacir dibuatnya.


"hah...hah...hah...."nafas keduanya tersenggal senggal saat keluar ruangan.


"dia....pria tiran itu sangat mengerikan"ucap Allan tersedu.


"kau.....benar"balas bara dengan nafas tak beraturan.


lalu mereka pergi ke ruangan masing masing.


Disisi lain.....


lain lagi di sebuah perusahaan yang tengah ketar ketir Karena seseorang sudah membobol keamanan perusahaan yang tak lain milik Maureen.


__ADS_1


para karyawan tengah disibukkan dikarenakan sebuah kekacauan yang di sebabkan oleh salah satu rival CEO mereka.


Dengan wajah serius dan pucat Karena rasa takut akan kemarahan nona besar mereka, para karyawan berusaha menahan serangan viru yang masih menggerogoti informasi perusahaan besar milik Maureen.


M'CROP COMPANY.


suasana yang semula tegang menjadi tambah tegang saat mereka merasakan Aura agung yang sangat menindas.


TUK...TUK...TUKKK


suara ketukan sepatu indah itu justru terdengar seperti dentingan pedang yang sedang beradu.


mereka mengalihkan pandangan dan menahan nafas mereka saat mereka melihat sosok gadis dengan balutan baju dress gelap berjalan di sertai Aura yang begitu mengerikan terpancar di tubuhnya.


Dan jangan lupa dengan mata yang sudah memerah semerah darah.




matanya.....



sepatunya....


Maureen tidak mempedulikan sekitar,ia hanya fokus berjalan menujuu lift dengan membawa amarah atas kekacauan di perusahaan nya.


beberapa saat ia sudah sampai di depan ruangan nya,ia membuka pintu dan berjalan masuk.


Maureen berjalan dengan anggung ke kursi kebesarannya.


Maureen duduk dengan menyilangkan kaki nya angkuh.ia meraih telephone dan


"datang ke ruangan ku"ucap Maureen dingin.


ia mematikan telephone dan tangannya terulur meraih sebuah DESERT EAGLE pistol kesayangannya.



Maureen memainkan pistol itu dengan seringai bengis nya.


"hehe.......rupanya kau sudah tidak sabar untuk bermain dengan ku hum.."ucap Maureen dengan senyum remeh nya.

__ADS_1


"menggunakan perusahaan sebagai alat....CK..CK..CK..kau cukup pecundang rupanya..."jenaka Maureen terdengar mengerikan.


"hehehehe...... baiklah... untuk kali ini,akan aku ladeni permintaan mu itu ZERO XAINDER."ucap Maureen penuh penekanan.


Maureen menutup matanya menahan gejolak amarah yang terpendam di dalam dirinya.


Entah apa yang akan di lakukan gadis itu nanti.


ckleeek...


suara pintu terbuka memperlihatkan 2 gadis yang tengah berdiri gemetar di pintu.


Maureen yang sedang menutup mata pun berbicara.


"perlu ku ajari sopan santun? NONA!!!!!"ucap Maureen dengan menekan kata nona.


kedua gadis itu semakin gemetar lalu berniat akan mengulang kembali dengan mengetuk pintu.


tapi sebuah suara dingin terdengar membuat mereka tak bisa bergerak.


"harus berapa lama aku menunggu"ucap Maureen dengan suara yang semakin dingin dan rendah itu artinya dia benar benar marah.


kedua gadis itu adalah carryn dan liora.


mereka berjalan kehadapan Maureen dengan langkah gugup.


"ma-maafkan kami QUEEN..."ucap mereka serentak.


QUEEN?


ya... mereka sadar bahwa gadis di depan mereka saat ini bukan Maureen melainnkan Queen jiwa lain Maureen.


meskipun itu Queen tapi Maureen tetap sadar saat ini Karena Maureen sudah mengendalikan jiwa lainnya itu.


"jelaskan"ucap Queen dengan datar dan mata yang masih terpejam indah.


"maafkan atas kelalaian kami Queen,pada saat kami sedang mengerjakan projek yang sedang dibuat perusahaan,tiba tiba sebuah virus kecil menerobos masuk"ucap liora gugup.lalu ia menoleh ke arah carryn dan menyenggol lengan carryn menyuruh melanjutkan pembicaraan.


carryn memucat saat akan menceritakan kebodohannya.


"ta-tapi kami pikir itu hanya virus kecil yang sering terjadi seperti sebelum nya...lalu ak-"ucapan carryn terpotong saat sebuah suara berat dan dingin mengalun seolah ingin mengulitinya hidup hidup.


"sebelumnya...kau bilang?"ucap Queen.

__ADS_1


carryn mencoba memberanikan diri mendongak untuk menatap gadis di depannya dan.....


deeggh.......


__ADS_2