
haaay guus......pasti Kalian kecewa karena aku gak up up kaan.... maafin author yaaaa..... author terlalu sibuk banyak tugas....... terus author harus nyiapin ulangan b ntar lagi... sekali lagi maaf....
naah sekarang author up lagi.....semoga Kalian suka yaaa....
.............♠️.............
Sampailah Dion dan Bama di rumah sederhana milik Dion.
"paman apa kau yakin akan membiarkan aku tinggal bersama mu?"tanya Bama ragu.
"tentu saja tuan muda..kau boleh tinggal di sini!"ucap Dion tulus.
"baiklah... terima kasih paman.."ucap bama tulus.
kemuadian mereka masuk dan mereka melihat sosok anak kecil yang sedang duduk di kursi.
"paman apa dia anakmu?"tanya bama.
"iya tuan muda...dia anak saya"ucap Dion tersenyum.
Bama menghela nafas nya.
"paman kau tak perlu memanggil ku tuan muda lagi... Karena aku sudah bukan tuan muda mu lagi."ucap bama dengan kepala tertunduk.
Dion menatap iba pada tuan muda nya.
"tidak apa tuan mu-"belum sempat dion melanjutkan ucapan nya.Suara Bama memotong nya lebih dulu.
"tidak paman...panggil namaku saja..."ucap Bama tegas.
"huuft... baiklah."pasrah dion.
Mereka mulai berjalan mendekati anak kecil yang tengah duduk di kursi membelakangi mereka.
"Gara...."panggil Dion.
Gara yang tengah menonton tv mengalihkan pandangan nya ke belakang dan mata nya terbelalak menatap sosok yang sangat ia rindukan.
Ia berlari ke arah Dion dan....
brruug....
tubuh kecil berumur sama dengan Bama melompat dan memeluk dion.
"AAYAAHH......"teriak gara...
"aku sangat merindukanmu ayah.."ucap gara.
"ayah juga nak"ucap Dion sambil mengusap rambut gara lembut.
Gara yang sedari tadi memeluk dion kemuadian tersadar saat melihat sosok anak kecil seperti dirinya.
"kau...siapa"tanya gara dengan mata membulat Luci.
Dion melepaskan pelukannya dan memperkenalkan gara pada Bama.
"Gara...ini Bama teman baru mu!"ucap Dion.
"teman"beo gara dengan mata semakin membulat lucu.
Gara mendekati Bama dan mengulurkan tangan nya.
"haay....kata ayah kau teman ku..nama ku gara..ayo berkenalan"ucap gara semangat saat mengetahui dirinya memiliki teman.
Bama menyambut uluran tangan itu.
"bama"singkat Bama.
Gara yang mendapat jawaban singkat memanyunkan bibir nya.
"kenapa singkat sekali...apa kau tak mau berteman dengan ku"ucap gara merengut lucu.
"aah..tidak tidak... maksud ku senang berteman dengan mu!"ucap bama tersenyum.
"baiklah..karna kita teman ayo kita bermain sekarang.."ucap gara antusias.
Bama hanya menganggukkan kepala nya dan mengikuti gara.
Dion yang melihat itu bernafas lega, kemuadian ia pergi ke kamar nya dan membersihkan diri.
5 TAHUN KEMUADIAN..........
Kini bama dan gara telah berusia 10 tahun.
Bama yang sebelum nya menyembunyikan otak jenius nya pun mulai menunjukkan kemampuan nya.
Begitu pula dengan gara,ia memiliki otak pintar meskipun tak sepintar bama gara tetap menjadi yang kedua saat mendapat peringkat sekolah.
Dan saat ini mereka sudah tidak lagi tinggal di rumah Dion lagi,tapi mereka sudah pindah dari San Francisco, America tempat keluarga bama tinggal.dan kini mereka tinggal di Amsterdam,Belanda.
Saat ini mereka bertiga tengah berada dalam mobil menuju supermarket.
__ADS_1
"ayah apa kita akan membeli coklat lagi"ucap gara pada Dion.
"iyaa...apa itu benar ayah"tanya bama yang ikut memanggil Dion dengan panggilan ayah Karena Dion yang memintanya.
"tentu saja kedua putra ayah boleh membeli coklat sebanyak yang Kalian mau"ucap Dion terkekeh.
"UUUWWAAAAHHHHH......"girang kedua bocah itu...
ketiga nya terus bercerita tanpa mengetahui bahwa sebuah mobil melaju kencang ke arah mereka tak terkendali.
Ketiga nya baru sadar saat sebuah decitan ban terdengar begitu nyaring.
CCKIITT......
mereka bertiga menoleh ke samping kanan dan mata mereka membulat sempurna melihat Sebuah Mobil tepat di samping mereka dan..
BBRRUUKK........
Akhirnya kecelakaan pun terjadi begitu parah,mobil yang mereka tumpangi jungkir balik.
Orang orang di sekitar kejadian langsung saja mendekati mobil mereka.
"astagaaa.....kasihan sekali..."
"lihat ada 2 anak kecil"
"yaa....tapi seperti nya yang satu sudah meninggal.."
"kau benar lihat saja keadaan nya bahkan kepala nya terhimpit jok"
"apa yang Kalian lihat.... cepat bawa anak kecil yang satu nya lagi dia masih bernafas"
"haaa....iya benar..kita harus membawa nya kerumah sakit"
lalu Sebagian orang membawa anak itu ke rumah sakit.
lalu Sebagian membawa anak kecil yang sudah tak bernyawa dan Sebagian lagi membawa laki laki paruh baya yang terluka di mana mana.
SKIP TO HOSPITAL..........
para dokter langsung saja menangani mereka.
setelah sekian lama menunggu akhirnya dokter keluar dengan wajah sedih nya.
"ada keluarga pasien?"tanya dokter.
"tidak ada"ucap Salah satu orang yang mengantar mereka bertiga.
orang orang yang mendengar itu pun sedih.
"lalu bagaimana keadaan yang selamat.?"tanya salah seorang pria yang ikut mengantar.
"dia sudah melewati masa kritis nya dan sekarang dia dinyatakan koma"ucap dokter.
"astagaaa....."
semua orang di sana pun iba.
"mari kita urus pemakaman untuk kedua jenazah"ucap dokter.
"yaa...mari"lalu mereka pergi untuk mengurus pemakaman nya.
Sedangkan Bama masih dalam keadaan tidak sadar.
3 TAHUN KEMUADIAN.......
Bama yang masih koma pun mulai membuka mata nya dan itu mengejutkan suster yang tengah memeriksa keadaan nya.
"kau sudah sadar?apa masih ada yang sakit."tanya suster itu.
Sedangkan yang ditanya hanya diam tak membalas.
Kemuadian suster memanggil dokter untuk memeriksa keadaan bama.
"a-ayahh.....gara........"lirih bama yang terdengar seperti bisikan.
"kau mengatakan sesuatu?"tanya dokter yang kurang jelas mendengar perkataan bama.
"ayahhh....gara....."lirih bama lagi.
Dokter yang mendengar itu pun terdiam lalu menatap suster dan menganggukkan kepala.
"nak...kau istirahat lah dulu"ucap suster karena tak ingin membuat kondisi bama.
Bama menggeleng kan kepala nya, lalu kembali berucap lirih.
"ayaaah... Gara....."
Dokter pun menghela nafas dan mulai mengatakan yang sebenarnya.
"nak.... sebenarnya ayah dan saudara mu sudah meninggal saat mereka sudah tiba di rumah sakit...luka yang mereka alami sangat parah dan tak bisa di selamat kan"ucap dokter was was Karena khawatir dengan keadaan Bama.
__ADS_1
deeggh....
Bama yang mendengar itu pun merasakan dada nya sakit, air mata mulai berjatuhan di pipi nya.
Ayah dan saudara nya meninggalkan nya seorang diri.
Pria yang sudah ia anggap ayah dan anak sepantar diri nya yang sudah ia anggap saudara nya meninggalkan nya.... sungguh sakit yang sedang dirasakan bama sangat menyiksa.
dokter yang melihat bama menangis pun menjadi iba.
"aku ingin sendiri"ucap bama dengan mata terpejam.
Dokter pun mengerti dan langsung mengajak Suster keluar.
Setelah mereka keluar bama mulai menangis pilu.
"ayaah...hiks..gara... kenapa Kalian meninggalkan aku sendiri...apa Kalian sudah tidak meyayangi ku lagi"ucap bama dengan Isakan tangis nya.
Bama yang kelelahan menangis akhirnya tertidur.
bulan berganti matahari..
Bama membuka Mata nya tapi ada yang berbeda kali ini.
tidak ada wajah imut dan ekspresi,tapi hanya ada wajah datar dan mata tajam.
Bama menoleh ke arah jendela dan menyeringai.
"sudah waktu nya aku memulai semuanya"ucap Bama dalam batin Sambil menyeringai bengis.
Ia mencabut infus dan berjalan ke arah jendela dan menatap ke bawah.
Dan kebetulan ia berada di lantai 2 dan ada sebuah tembok ia mulai memanjat dan....
TAAPP...
Bama sudah ada di bawah, kemuadian ia berjalan pulang ke rumah.
setelah sampai ia pergi ke kamar dan menatap sebuah figura besar yang terpajang indah di dinding kamar nya.
"ayah...gara....akan ku buktikan bahwa aku bisa berdiri tanpa bantuan siapapun"ucap bama dengan senyuman yang disertai tangisan pilu nya.
Bama mengambil sebuah kartu hitam miliknya,
yaa....bama memang memiliki kartu milik nya sendiri, Karena selama ini dia tidak pernah membelanjakan uang nya. Termasuk jatah uang yang diberikan keluarga nya dulu.
Bama berjalan keluar dan memesan taksi,ia berhenti di sebuah hotel dan memesan kamar.
Besok nya Bama pergi ke sebuah perusahaan yang kebetulan akan di jual.
Awalnya sang pemilik perusahaan tak percaya kepada bama Karena melihat bara masih kecil bahkan belum memasuki usia dewasa.
Tapi setelah Bama memperlihatkan kartu milik nya baru sang pemilik perusahaan percaya.
Dan saat inilah perjalanan bama di mulai...
Bama menganti nama nya menjadi BAMS CORVUS.....
Bams menjalankan bisnis nya dengan pesat sehingga nama nya terkenal pada masa itu dan ia pun membangun sebuah organisasi mafia bernama....
..."DARK KING"...
Nama nya menjadi lebih terkenal saat ia tak segan membunuh orang jika ada yang berani mengusik nya.
Bams seperti hilang kendali dirinya,ia bahkan tak segan membunuh orang di hadapan semua orang atau bahkan media sekali pun.
Tapi melihat itu para polisi pun tak bisa berkutik di bawah kuasa sang tiran gila itu...
Semakin di larang maka semakin kejam diri nya.
Tapi siapa sangka bahwa ada seorang gadis yang bahkan berani mengangkat kepala di hadapan pria tiran itu dan juga menatap mata nya yang di yakini tidak ada siapa pun yang berani menatap nya.
Bukan hanya menatap bahkan gadis itu berani mencaci bams di hadapan public Karena saat itu bams tak sengaja menabrak gadis itu dan alhasil kopi yang berada di tangan sang gadis tumpah.
"APA KAU TAK PUNYA MATA HAA?CIH MENTANG MENTANG ORANG KAYA KAU SEENAK NYA DAN BAHKAN TIDAK MEMINTA MAAF.... SIALAN!"ucap gadis itu sambil berteriak emosi saat melihat pria yang menabrak nya tak bergeming dan tak minta maaf. Gadis itu pergi dengan perasaan kesal.
Sedangkan Bams yang mendapat cacian dari gadis itu hanya bisa mematung merasakan jantung nya berdetak kencang lalu menyeringai.
"hehe.....aku menemukan milik ku"ucap Bams disertai seringai licik nya.
"cari tahu semua tentang diri nya"ucap Bams pada asisten nya.
"Baik tuan"ucap sang asisten keheranan Karena tak biasanya bos nya ini menyuruh nya mencari data seorang gadis.
Yaaaa....pasti Kalian udah tahu kan siapa gadis itu.....
yuup....benar...itu adalah CELLIN......
BAMS POV END........
__ADS_1