
Aku seorang Director perusahaan N.S, umurku yang 25 tahun, sudah menjadi terkenal dalam 2 tahun. Menjalankan perusahaan keluarga yang sudah menjadi tradisi, Aku bahkan baru lulus kuliah S2 dari Jerman dan langsung pulang karena mendengar perusahaan hampir bangkrut.
Bisnis lancar, uang banyak, rumah, mobil dan barang-barang branded semuanya aku miliki. Hanya tinggal menjentikkan jari sudah ada di hadapan ku, Hanya saja aku selalu merasakan kehampaan dalam diriku, yaitu kisah cinta yang selalu kandas di tengah jalan.
Baru saja aku mencoba gaun pernikahan, tiba-tiba aku mendapat notifikasi dari orang tak dikenal.
TING...
"Datanglah, ke hotel A no 132 di sana, aku menyiapkan hadiah terindah."
Pesan yang ingin aku abaikan, tapi entah kenapa pemikiran ku ingin ke sana, sehingga aku memutuskan pergi ke hotel A.
Aku terkejut orang yang aku sayangi, sedang bercumbu dengan sahabat baik ku sendiri, di khianati kekasih yang sudah lama menjalin hubungan 5 tahun. Hanya hitung hari kami akan segera menikah, tapi tidak aku sangka rencana Tuhan selalu berbeda dengan yang aku harapkan.
"To... Tolongh..."
Hanya sepatah kata itu yang mampu aku ucapkan, namun kenapa tidak ada yang menolong ku, apakah nasibku selalu tidak beruntung. Baru beberapa menit lalu aku pergi dari hotel itu, dan tiba-tiba sebuah truk pasir melaju kencang di depan sana.
Di mana saat itu aku sedang marah dan sumpah serapah dengan ke adaan barusan, seketika rasa sakit menjalar keseluruh tubuh mengingat lajunya truk tersebut. Menabrak mobilku sampai terpental dan jatuh ke laut yang tidak jauh dari hotel.
Saat ini aku hanya bisa pasrah, aku tidak bisa mengerakkan tubuh untuk keluar dari dalam mobil yang sudah terisi air. Aku hanya berharap seseorang datang dan menolongku, karena aku masih ingin hidup. Bagaimana nasib keluargaku, Ayah, Ibu, adek, dan barang-barang kesayangan. Bagaimana dengan mereka aku tidak ingin adekku yang berkuasa atas barangku, aku mohon siapapun, tolong aku. Akan aku lakukan apapun yang kau inginkan, asal keluarkan aku dari sini.
Setelah 1 jam, tim pesiar menemukanku, dan segera memasukkan kedalam Ambulanc. Sepanjang perjalanan mereka memompa agar detak jantungku dalam keadaan normal, mereka terus melakukan apa yang sudah pasti mereka lakukan. Memasang segala macam alat, dan seorang perawat yang berada di sisi ku terus berbicara yang tidak jelas, Apa dia tidak tau sekarang aku ingin bertahan hidup dan berhentilah berbicara!.
Belum sempat kerumah sakit, tiba-tiba aku melihat cahaya yang melintas di langit. Entah itu bintang jatuh, atau meteor yang sedang berjatuhan, yang jelas itu menganggu dan sekarang bumi sedang kacau, gara-gara kejadian ini sungguh kematianku sangat buruk dengan ke adaan yang kacau ini.
Tunggu dulu, kenapa aku berada di sini? Bukankah aku tadi di dalam ambulance, kemana para perawat dan dokter tadi? Terus siapa orang ini?.
"Teruslah, menjadi orang yang berguna, bisa adil, menjadi pemimpin yang hebat. Apapun yang engkau inginkan, dan sekarang berbahagialah tuan Puteri." Tangannya menyentuh ubun-ubun kepalaku seperti orang memberi berkat.
__ADS_1
Mataku terpejam, merasa nyaman seakan-akan memberi perlindungan, seperti ayah ku dulu selalu ada untukku. Setelah kenyamanan itu datang tiba-tiba ruangan yang tadi terang menerang kini menjadi gelap gulita.
"Apa yang terjadi?"
Dingin.
Tubuhku terasa hampa dan dingin, seperti kehilangan arah dan melayang di ruangan yang dingin, gelap gulita, kesepian, dan menyakitkan.
Tidak ada siapapun di sini, jangankan semut, manusia pun tidak ada sama sekali. Disini gelap, sempit, tubuhku kedinginan, aku takut disini, siapa pun. Keluarkan aku dari sini.
Aku tutup mata erat seraya memeluk kedua lututku, mencoba menghilangkan rasa dingin dan takut yang menyelimuti tubuhku.
Ibu, ayah.
Tolong aku, bawa aku pulang.
Keluarkan aku dari sini, disini tidak nyaman, sesak, gelap dan menyeramkan, aku takut.
Seketika jantungku berdebar sangat kencang, itu membuatku sakit, sesak nafas. Aku berusaha menenangkan diriku, tapi jantung ini malah semakin berdebar kencang, sampai nafas ini tidak beraturan dan itu sangat menyiksaku.
Darah yang ada di dalam tubuhku berdisir hebat, memanas. Aku coba memukul dadaku, berusaha menghilangkan rasa sakit tersebut, namun semua sia-sia yang ada malah sesak. Sesak sekali.
"Tolong, siapapun tolong aku."
Tiba-tiba ada cahaya yang yang muncul, aku mencoba untuk mendekati cahaya itu, meskipun. Semakin aku mendekat maka semakin sakit yang aku rasakan. Tidak ada ruangan gelap lagi yang ada terang-menerang.
Seseorang memukul bokong ku. "Oooeekkk....Oooeekkk!!" Teriakku menatap orang itu, setelah aku keluar dari ruangan gelap yang penuh kehampaan itu.
Aku menangis terisak-isak, menumpahkan segala sesak di dalam dada, yang masih tersisa dan rasa sakit di bokong ku. Akibat pukulan orang tadi.
__ADS_1
Tunggu dulu, Kenapa rasanya berbeda? Suaraku, kenapa aneh dan berani sekali orang ini memukul bokongku, ingin aku tuntut.
" Selamat yang mulia, bayi anda perempuan!" Seru seorang wanita paruh baya, seraya melapisi tubuhku dengan kain.
Siapa?
Aku?
Apa dia gila? Aku ini seorang pengusaha ternama dan sangat terkenal dalam bisnis, aku bahkan dalam 2 tahun sudah menduduki gelar dunia dalam bisnis dengan umurku yang masih muda.
"Biarkan, aku melihatnya." Sahut suara seseorang, wanita paruh baya ini menyerahkan ku dengan mudah.
Sejak kapan aku berada dalam gendongan nenek ini?
Aku menatap wanita yang sedang menggendong ku, mata yang merah bersih, rambut berwarna sama dengan warna mata. Hidung mancung, bibir tipis, kulit putih. Meskipun terlihat jelas dia sangat kelelahan, bahkan wajahnya yang pucat dan mengeluarkan butiran-butiran peluh tetap saja cantik di mata orang, dan ke cantikannya bertambah dengan melihat seutas senyuman manis di bibirnya yang pink.
"Oh Puteri ku, kau terlihat cantik, benarkan Mey?" tanya wanita yang sedang menggendong ku.
"Tentu saja yang mulia, dia sangat mirip dengan Anda bahkan dia sangat tenang, hanya sedikit saja menangis." Jawab dengan antusias.
"Kau jangan berbohong, dia mirip dengan Baginda raja dan aku harap sifatnya tidak sama." Tersenyum lembut dan membelai pipiku.
"Maafkan hamba yang mulia," berlutut. memohon ampunan.
" Apa yang kau lakukan, berdirilah. Aku tau kau tidak bermaksud seperti itu, kau hanya ingin menyenangkan ku saja."
Wanita cantik ini mendekat dan mengecup kedua pipiku dan anehnya kenapa rasanya sangat hangat dan nyaman.
"Aku harap aku bisa menemanimu sampai dewasa sayang." Bergumam dan terus menciumi ku.
__ADS_1
Hai! Berhentilah menciumi ku, ini sangat membuatku malu, hancur sudah image ku selama ini. Susah payah aku jaga dan seketika kau menghancurkannya begitu saja, sungguh terlalu.