
Setelah perdebatan dalam diri Cici, akhirnya dia bisa juga tertidur dengan lelapnya.
Deg...
Terasa dingin dirinya, dan di sekitar gelap gulita tidak ada cahaya apa lagi penerang dalam ruangan ini. Ini sama persis waktu pertama kali Cici terlahir kembali, lebih tepatnya 6 bulan yang lalu. “Ada apa ini? Kenapa di sini dingin sekali bahkan terasa sesak sekali. Aku mohon siapa pun tolong aku!! Aku tidak suka berada di tempat gelap ini. Ini sangat menyiksa diriku!! Aku mohon keluarkan aku di sini!! “
Cici berteriak dalam dirinya, tubuhnya bergetar hebat, baru sekarang dia merasakan kejadian seperti ini lagi. Dia berusaha membuka matanya tapi tetap tidak sanggup, berharap ini hanya mimpi dan dia akan baik-baik saja.
Tiba-tiba ada tangan yang menyentuh Cici dan dia menarik tangan Cici, dengan rasa takut dan semua kekuatan yang Cici punya sekarang, akhirnya dia bisa berdiri dan mengikuti seseorang yang kini sedang membawanya pergi. Meninggalkan ruang hampa yang penuh kegelapan.
Deg....
Jantung Cici berdetak kencang seakan-akan aliran darahnya melaju keras dan...
Jlebbb....
Seketika tubuhnya seperti tertusuk pedang di jantungnya dan sangat tepat sasaran. “Apa semuanya sudah beres?! “ teriak seorang lelaki yang baru saja melewati tubuh Cici yang transparan.
“Ini?!” Cici melihat keadaan sekitar dan betapa terkejutnya dia, kalau dirinya sekarang ini sedang berada di dunia modern atau dunianya dulu sebelum, dan akhirnya dia di kabarkan meninggal.
__ADS_1
Cici memandang seseorang yang sedang menggenggam erat tangan Cici. Cici membelalak matanya saat dia mengingat siapa orang di samping nya ini, iya dia adalah orang yang membawa Cici ke dalam dunia itu (Zadie) dan menjadikan tuan putri dengan seribu gelar yang di berikan psikopat itu.
“Bagaimana ini bisa?”
Lelaki itu tersenyum dan dia menunjuk orang yang sedang duduk di kursi dengan berbagai surut kamera dan juga lampu. Mereka adalah keluarga Cici dulu yang selalu mengabaikan Cici karena dia adalah seorang perempuan, sedangkan di keluarga Cici. Anak perempuan itu di anggap benalu saja, dan sangat memalukan, maka dari itu Cici berusaha keras belajar dan membuktikan kepada keluarga nya. Kalau perempuan juga bisa melakukan semuanya seperti pria.
Air mata langsung keluar tanpa permisi di pipi Cici saat dia melihat orang tuanya menangis dengan kepergiannya. Cici tidak menyangka kalau dirinya bisa mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya meskipun saat ini dia telah meninggal.
“Mah, aku ada di sini?!” Gumam cici, dia berjalan mendekati orang tuanya dan kini dia berada di belakang orang tuanya. Betapa rindunya dia dengan wangi kedua orang tuanya, dan dunia yang begitu berisik di banding di negara itu (zadie).
“Kami hanya menyampaikan kepada kalian, betapa kami sangat menyayangi dirinya, dia yang tidak pernah mengeluh dan meminta apa pun kepada kami, selalu mandiri dan sempurna di berbagai bidang sehingga dia mendapatkan julukan wanita yang sempurna. Hiks.... Kami hiks... Tidak menyangka kalau dia harus pergi begitu saja, hiks... Dia yang selalu tersenyum saat pulang kerja, meskipun aku tau kalau dia sangat kelelahan tapi dia tidak pernah mengatakan apa-apa kepada ibunya.. Hiks... “
“Dulu kaka pernah bilang saat dia pulang dari kantor nya, dia menelpon aku, saat itu aku sedang main game, kalian tau apa yang dia katakan saat aku angkat telepon nya? “
Adik Cici menghala nafas sebelum dia melanjutkan perkataannya. “Dia bilang kalau dia mau aku memasakkan makanan favorit dia. Saat dia datang nanti dia tidak mau tau makanan itu harus sudah tersedia di meja makan nanti. Meskipun aku sangat kesal tapi aku tetap lakukan itu, karena dia adalah kaka yang paling the best dan keluarga yang paling aku sayangi. Saat aku di bully dulu dia yang menghajar orang yang membully aku. Hiks...”
“Bahkan saat itu orang tua aku sedang melakukan perjalanan bisnis di luar negeri, dan saat aku dalam keadaan terpuruk dia yang selalu memberikan nasehat kepadaku. Dia bilang Tidak ada yang bisa menyemangati kita kalau itu bukan diri kita sendiri, dan sebaliknya musuh yang paling sulit di lawan adalah diri kita sendiri. Jadikan semua kejadian menjadi pelajaran buat kita untuk menuju kedewasaan. Setiap kali aku dalam keadaan terpuruk dia selalu mengatakan itu. “
Lanjutnya, Cici ingin sekali memeluk tubuh adiknya ini, dia bisa lihat betapa menderitanya adiknya ini, dulu tubuhnya berisi sekarang dia agak kurusan. “Apa di rumah kekurangan makanan? Bagaimana bisa kamu sekurus ini dek?! “ bentar Cici tapi sayang suaranya tidak terdengar selain orang yang membawa nya kembali.
“Sayang.” Ibu Cici segera memeluk anak kesayangannya agar memberikan ketenangan kepada anaknya. “Mah minta kaka kembali mah, aku membutuhkannya, hikss... Dia berjanji akan makan masakanku tapi saat aku masak dan makanan sudah tertata rapi hiks... Kenapa?! Kenapa yang datang hanya jasadnya mah?!!! Kenapa?!! “ teriaknya kini dia tidak memperdulikan surut kamera, dia tidak malu menangis seperti itu, Cici memeluk tubuh adeknya tapi sayang dia malah tidak bisa menggapainya.
__ADS_1
“Mah minta kaka kembali, dia sudah berjanji akan mengajak aku keliling dunia saat aku menuruti semua permintaan dia. Kaka pembohongan mah, kaka pembohong, dia tidak datang. Hiks... Saat aku menunggu di kamarnya berharap dia akan datang, hikss tapi mengapa dia tidak muncul juga.. Kenapa mah?!” Teriaknya meluapkan kekecewaannya terhadap kakaknya.
Tubuh Cici ambruk ke lantai, terasa dunianya runtuh saat mendengar perkataan adik kesayangannya. “Pembohong,” gumam Cici, dia juga tidak ingin terjadi seperti ini tapi dia bisa apa. Ini semua sudah kehendak takdir.
“Aku, aku ingin memeluk dia,” Ucap Cici menatap lelaki yang berdiri di sampingnya. Lelaki itu menggeleng kepalanya. “Tidak akan bisa, karena dunia kalian berbeda. “ jawab lelaki itu dengan suara dingin ya.
“Lalu kenapa kau membawa aku kembali kesini?!” teriak Cici tidak Terima, seolah-olah saat ini dirinya sedang di permainan kan takdir. “Untuk menepati permintaan yang engkau ajukan, “
“Permintaan?” Tanya Cici yang kebingungan. Lelaki itu mengangguk. Benar sebelum Cici hidup kembali dia meminta satu permintaan yaitu, saat dia berumur enam bulan dia ingin kembali ke kehidupan dirinya dulu, dia ingin melihat setelah enam bulan lamanya dia pergi. Apakah keluarga dia akan bersedih atau bahagia. Karena dia tau, kalau keluarganya pasti akan mengadakan pers untuk mengumumkan penerus perusahaan yang baru , dan benar saja dugaan dia benar.
“Tapi apa aku bisa meminta permintaan lagi?” mohon Cici dengan air mata yang terus mengalir, baru kali ini dia memohon penuh harapan, sedangkan kepada pacarnya saja dia tidak pernah memohon bahkan saat dia dalam keadaan rumit dan gawat pun dia tidak akan Tunduk yang ada orang lain, dan dia berpikir yang harus tunduk pada dirinya adalah orang lain.
“Tidak bisa, kau hanya bisa meminta satu permintaan, dan itu sudah kau katakan.”
“Bukankah harusnya ada tiga permintaan yah? Kenapa ini hanya satu saja, ini tidak adil!”
“Kau pikir aku jin semacam Aladin yang memberikan 3 permintaan? Jangan bermimpi, kau harusnya bersyukur karena bisa hidup kembali meskipun itu di dunia lain,”
Cici terdiam, dia menatap adiknya yang menangis tersedu-sedu sambil memanggilnya. "Kaka"
Maafkan aku yang baru bisa mampir tapi tenang aja yah mulai bulan depan aku akan aktif nulis lagi, so jangan sedih dan Terima kasih semuanya masih tetap setiap menunggu upnya 🙏 jaga kesehatan kalian selalu. akhirnya aku bisa nyapa juga.
__ADS_1