
Sean berjalan dan menatap kamar yang berada tidak jauh dari ruang kerja Chyron, dia tersenyum licik. Dia memperhatikan keadaan sekitar lalu berjalan mendekati jendela, Sean bisa lihat ada anak kecil yang lagi tertidur dengan sangat manis dan juga cantik.
“Mumpung gak ada orang, hehehe...”
Dia membuka jendela dengan sangat pelan, lalu masuk pelan-pelan agar anak kecil itu tidak bangun. “Astaga dia sangat cantik, ceh. Bagaimana bisa bedebah itu mempunyai anak secantik ini, Tuhan benar-benar gak adil,” Dia terus menatap Cici dan membelai pipi Cici dengan sangat lembut.
Chyron menghentikan kegiatannya dan segera berdiri, dia bergegas menuju kamar cici. “Awas kalau di macam-macam,” Gumam Chyron, pengawal Chyron bingung bahkan Kasim Rusli dia baru pertama kali melihat reaksi Chyron seperti sekarang.
“Ternyata tuan putri membawa perubahan yang sangat besar,” Batin Kasim Rusli, dia mengikuti Chyron menuju kamar Cici dan juga para pengawal.
BRUKKK..
Sean terkejut mendengar suara pintu berbunyi keras. “Aura ini!!” Sean yang sadar dirinya tertangkap basah, tanpa perlu melihat siapa orangnya dia sudah tau dari aura yang dia rasakan. Aura yang ingin membunuh dan tanpa belas kasihan .
Cici terbangun mendengar keributan di kamar dia sekarang ini. "Apa satu hari saja membiarkan aku tenang, kulitku butuh istirahat agar tambah cantik lagi."
“Mau ke mana kamu!!” Teriak Chyron, Sean tidak peduli Setelah dia berhasil Mencium kening Cici langsung berlari keluar dengan sangat cepat, Chyron menghampiri Cici dan menatap Cici yang juga sedang menatap dirinya.
“Pengawal, kejar perdana menteri Sean aku tidak peduli dia harus di bawa ke hadapan aku, kalau tidak... Kalian tau sendiri,” Ancam Chyron dengan nada dingin. Pengawal itu langsung mencari perdana menteri Sean. Kasim Rusli hanya bisa berdo’a semoga Sean selamat dari kegilaan Chyron.
“Bukankah itu terlalu berlebihan yang mulia?” Chyron masih menatap Cici dia tidak pernah mengalihkan pandangannya. Saat Kasim Rusli bertanya dan tidak menjawab pertanyaan dia.
“Bagaimana bisa aku kalah sama anak ini, aku harus bertahan jangan mengalihkan pandangan, jangan mengalihkan pandangan.” Batin Chyron yang terus menatap Cici.
Apa yang dia pikirkan? Kenapa tidak mengalihkan pandangannya, apa dia berpikir kalau aku sedang menantang dia, siapa yang mengalihkan pandangannya dia yang bakal kalah gitu? Astaga dasar bocah, hal itu saja kamu tidak ingin kalah dari aku, hahahah... Kamu gak akan bisa menang melawan aku.
__ADS_1
Chyron terus menatap Cici dia tidak bisa melepaskan pandangannya ke Cici, sebaliknya Cici melakukan hal yang sama. Semua dayang dan pengawal merasa bingung dengan kelakuan rajanya, sejak kehadiran Cici begitu banyak perubahan yang terjadi di dalam istana Zadie.
“Kenapa kamu terus menatap aku, berhentilah, berani-beraninya kamu menantang raja. Mau aku colok matanya dengan tanganku heh?”
Cici bukannya ketakutan dia malah tersenyum dan bilang. “Kyaaaa,” mengulurkan kedua tangannya minta di gendong Chyron.
“Apa kamu ingin aku mengendong dirimu?”
Apa kamu tidak bisa melakukannya saja, astaga, kenapa malah bertanya.
Chyron mengendong Cici dan membawanya keluar kamar. “Apa masih belum ketemu perdana menteri Sean?” Tanya Chyron.
“Yang mulia, perdana menteri Sean kini berada di ruang kerja anda,” jawab pengawal yang baru datang.
“Bagaimana dia bisa setega itu dengan sahabatnya, masa aku hanya ingin bertemu dengan tuan Puteri, dia malah memperlakukan aku seperti seorang buronan. Hilang sudah harga diriku sebagai perdana menteri,” Ucap Sean tidak terima bahkan saat ini tangannya di ikat dan kakakinya juga di ikut, hanya mulutnya tidak di tutup dengan kain.
Pintu terbuka lebar dengan sangat pelan, Sean melihat ada cahaya yang begitu terang saat pintu itu terbuka. “Apakah sekarang dewa sedang turun?” Batin Sean menatap cahaya itu.
Sean melihat ada seseorang yang sedang membawa seorang anak kecil cantik jelita, mereka didampingi para pengawal, Kasim dan dayang istana.
“Berasa kenal,” gumam sean, Sean memperjelas penglihatannya dan benar saja orang itu adalah raja Chyron bersama tuan putri kesayangannya. “Apa kamu puas menatap kami seperti itu?” Ujar Chyron menatap Sean penuh kemarahan.
Sean menelan air liur (Saliva) dengan kasar, aura yang Chyron keluarkan sangat berbeda kali ini atau aura yang dia perlihatkan di kamar Cici tadi. “Lepaskan aku,” Teriak Sean. Chyron duduk di seberang Sean dan mendudukkan Cici di pangkuannya. “Aku akan melepaskan kamu, asal kamu menuruti semua yang aku katakan, gimana?” tersenyum licik.
Dasar, mengambil keuntungan dalam kesempatan, benar-benar licik, dia yang menyentuh aku kenapa kamu yang marah? Harusnya aku yang marah kan dia menyentuh diriku dan berani-beraninya dia mencium keningku.
__ADS_1
“Apa yang kalian bicarakan sepertinya mengasikan?” tanya seseorang yang baru datang.
Kapan dia masuk? Kenapa aku tidak melihatnya tadi? Tapi di lihat dari sisi wajahnya lumayan tampan. Tapi lebih tampan Chyron raja bengis ini.
Sean tersenyum merekah sedangkan Chyron hanya menatap tidak suka. “Bertambah satu lagi pengganggu,” ucap Chyron menatap orang itu dengan tatapan tidak suka. Lelaki itu menatap Cici dan tersenyum.
Apa dia tadi tersenyum ke arah aku? Aku tau kalau aku cantik dan sangat mempesona, tapi tidak aku sangka kecantikan aku ini begitu membahayakan di sini. Bagaimana kalau dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan aku, kalau kamu berada di dunia aku mungkin aku akan menjadikan dia kandidat suami aku setelah Chyron.
Lelaki itu tertawa, Cici merasa malu dia mengalihkan pandangannya dan hanya menatap wajah Chyron. “Apa kamu bisa berhenti tertawa, itu membuat cacing aku ketakutan.” Ujar Chyron menatap tajam ke arah lelaki itu, lelaki itu duduk di samping Sean. “Aku hanya tertawa kenapa bisa perdana menteri kita yang hebat ini seperti ini,” ucapnya memperhatikan Sean dari bawa sampai atas.
Baru Sean membuka mulut ingin menjelaskan tiba-tiba Chyron melempar gumpalan kain dan masuk ke dalam mulut sean. “Pfttttttt... Harga dirimu telah hancur Sean,” kata lelaki itu tertawa terbahak-bahak dia sangat senang kalau Chyron menyiksa Sean, bagi dia itu adalah hiburan yang sangat menyenangkan.
"Tepat sasaran," kata Chyron dengan bangga.
“Hemmm.... Hemmmm ....hemmm... Hemmmzzzz... (Apa kamu begitu bahagia, melihat aku menderita begini?)”
Lelaki itu semakin tertawa karena tidak mengerti apa yang Sean katakan. “Apa kamu bilang, berbicara yang jelas dong,” Ucapnya dengan nada mengejek.
“Hemmm.... Hemmmm.... Hem.... Hem..... (Bantu aku lepaskan ini dulu bodoh)” ucap Sean meronta-ronta dengan kakinya yang di hentak-hentakkan.
Apa di sini tidak ada yang warasnya, ya Tuhan kenapa kamu menghadirkan orang-orang gila di samping aku ini. Apa tidak cukup dengan breng*sek ini saja.
Lelaki itu melirik Cici dan pandangan mereka bertemu. “Kenapa aku merasa kalau dia terus melirik aku yah,” Batin Cici, Cici merasa ada sesuatu yang mencurigakan dari pria yang baru di lihatnya ini, dia bahkan tidak bisa mendapatkan informasi apa-apa. “Apa aku juga tidak bisa membaca pikiran dia?”
Chyron terus menatap Sean tanpa belas kasihan, dia merasa puas dengan keadaan Sean saat ini tapi suasana Chyron tetap buruk, karena kedatangan pria yang ada di hadapannya ini. “Berhentilah menatap mainanku, atau kamu tau sendiri akibatnya.” Ancam Chyron.
__ADS_1
“Ceh, dasar bocin,” Gumamnya tertawa terbahak-bahak.