
Setelah sekian lama kami saling memandang, dia tersenyum licik. Membuat firasat ku kurang baik kalau dia tersenyum seperti itu.
"Kenapa tubuhnya sangat berat, bahkan jauh lebih berat dari gandum 1000 kilogram?" menimba-nimba tubuh Cici.
Mana ada, kalau aku seberat itu emang kamu bisa angkat aku. Jelas sekali ingin membuatku marah.
"Yang mulia, bukankah itu sangat baik. Kalau yang tuan Puteri berat berarti dia sehat, dan gizinya terpenuhi." Jawab ibu Lala dengan senyuman, dia seneng melihat Chyron yang sudah menampakkan kasih sayangnya.
"Itu sudah pasti, kalau dia kekurangan gizi baru di pertanyakan. Masa iya anak raja kurang gizi, itu namanya mencuntreng nama baik kekaisaran."
Sabar-sabar ini ujian, dia sudah tidak waras lagi. Yang waras mengalah saja, kemarin dia mengatain ku cacing sekarang gandum. Besok apa lagi hanya tuhan yang tau apa yang dia pikirkan.
"Yang mulia, bukankah itu terlalu kasar. Dan itu bisa mengganggu spikologis tuan Puteri." Menjelaskan dengan tersenyum.
"Ku rasa tidak, liat dia tersenyum." menunjukkan ekspresi Cici.
Itu karena aku sedang baik hati, jadi aku maafkan kesalahan kamu. Kalau di duniaku sudah aku cincang.
Semua orang terdiam dan hanya saling tukar pandangan, melihat perubahan Chyron yang sudah jelas dan sudah bisa menerima Cici.
BRUUEETTT...
Kyaa... ini sangat memalukan, kenapa aku harus kentut saat di gendong sama ayah mesum sih. Di taruh kemana muka ku ini, di mana tanah, siapa aku, di mana aku. Tolong kubur aku.
"Maaf yang mulia, dari tadi tuan Puteri menahan buang angin." Jelas ibu Lala dengan buru-buru.
"Ha... Ha.... Ha.... Kenapa kau tidak menatap wajahku lagi, apa kau malu?" menatap wajah Cici.
Kata siapa aku mau, nih aku sedang menatap mu. Puas.
"Oh, sekarang kau tidak malu lagi. Kenapa aku merasa ngengat ini mengerti apa yang aku katakan." Gumam Chyron
__ADS_1
Wajah Cici merah padam, mendengar kata ngengat yang keluar dari mulut Chyron.
Aku yang cantik, bahinul. Bohay aduhai gini di bilang ngengat sama dia, tidak bisa di biarkan . Awas aja akan aku balas nanti.
"Tidurkan dia, aku sudah cukup bermain dengannya." Menyerahkan Cici kepada ibu lala.
"Baik yang mulia." Setelah mengambil Cici dari tangan Chyron, Cici langsung di bawa ke kamarnya yang tidak jauh dari ruangan Chyron.
*** ***
Sudah beberapa Minggu aku tinggal di istana ini dan aku selalu menghabiskan waktu dengan ayah mesum itu. Semakin hari kami semakin akrab dan aku sudah terbiasa dengan kehadiran dia meskipun sangat menyebalkan.
KREKKK...
Semua orang langsung memberi hormat setelah tau siapa yang masuk ke dalam kamar Cici. "Yang mulia, semoga panjang umur dan sehat selalu." Memberi salam.
Chyron hanya membalas dengan mengibaskan tangannya, dan terus berjalan ke arah Cici yang sedang tidur.
"Apa dia sedang tidur?" Memperhatikan wajah Cici dengan sangat dekat, Cici bisa merasakan nafas Chyron yang menyapu bersih wajahnya.
Hai!! Jauhkan wajah mu dari wajahku, itu membuatku susah untuk tidur. Wajahmu terlalu tampan bagi ku, bisa-bisa aku meneteskan elir lagi.
"Iya yang mulia, dari pagi sampai sekarang dia baru tidur." Jawab ibu Lala yang terus memperhatikan kelakuan Chyron.
"Apa yang bisa dia kerjakan? baru sekarang dia bisa tidur.. Yang dia bisa hanya makan dan membuang ampas saja lalu tidur lagi seperti b**i." Sambil memainkan tangan Cici yang mungil.
Hai, ayah tampan. Apa kau tidak ada kerjaan? sampai-sampai kau ada waktu mengganggu Puteri mu ini, aku sangat lelah dan ingin tidur sekarang.
"Yang mulia, anak-anak tubuhnya sangat lemah. Bergerak sedikit saja akan kelelahan, dan juga rentan akan penyakit." Menjelaskan dengan hati-hati agar Chyron paham.
"Aku tidak tau, yang aku tau. Kita harus kuat dan cerdas, agar bisa bertahan di dunia yang kejam ini. Kalau kau ingin hidup lebih lama, kau harus kuat dan cerdas jangan biarkan musuh mengetahui kelemahan mu, karena ini istana di mana tahta lebih penting dari pada hubungan darah." Ucap Chyron yang terus menatap wajah Cici tanpa berkedip.
__ADS_1
Kenapa nadanya terdengar menyakitkan, ada pesan di setiap kalimat yang dia lontarkan.
"Yang mulia, itu tidak akan terjadi pada tuan Puteri kita. karena dia di lindungi orang-orang yang berbakat."
"Meskipun begitu, dia harus tau, seperti apa kejamnya di istana ini. Agar dia tidak menjadi bodoh, besar nanti. Dan tidak mudah di manfaatkan." Terus mengelus pipi Cici yang cabi.
Aku langsung membuka mataku, dan tersenyum ke arah Chyron. Tatapannya yang tajam dan kaget melihat aku bangun langsung menghentikan aktivitasnya yang sedari tadi membelai pipi ku, bisa aku lihat kesedihan yang memancar di mata biru safir nya itu, membuat ku tersiksa. Apa yang harus aku lakukan?.
"Apa kau terganggu?" Tanya Chyron dengan senyuman.
Kenapa aku merasa senyumannya itu penuh dengan kehampaan, mungkin orang mengira senyuman ini sangat menggoda tapi mereka tidak tau. Di balik senyuman ini menyimpan kesedihan yang mendalam.
Cici mengerakkan tangan dan berusaha menyentuh wajah Chyron. " Kau ingin menyentuh wajahku, kau sungguh lancang. Apa kau tau tanganmu ini bisa di potong, karena sudah berani menyentuh kaisar." Sambil mendekatkan wajahnya agar Cici bisa menyentuh wajahnya.
Kau bilang apa tadi? Memotong, tapi kau tetap melakukan apa yang aku pinta, dasar.
Cici membelai wajah Chyron. "Sungguh lembut wajahnya, entah dia pakai apa. Sampai kulitnya sebagus ini, kelak akan aku tanyakan." Batin Cici, dan mencium kening Chyron. Meskipun umur Cici sekarang 1,5 bulan tapi sudah banyak orang-orang terkejut melihat kelakuan tuan putri ini.
Apa? aku hanya menghibur mu saja, jangan salah paham. Ini adalah tanda terima kasih ku karena kau sudah membiarkan aku hidup, selama ini.
"Aduh, tuan Puteri ternyata menyayangi Baginda raja." ledek Lala yang girang melihat kelakuan dua beranak ini.
Wajah Chyron memerah, dia tidak menyangka. Kalau Cici seberani ini, tapi tidak bisa di ungkiri kalau Chyron sangat senang.
"Oh, apa kau sedang menggoda ku?" sambil memainkan hidung Cici yang mancung.
Ck. Sialan aku hanya menghiburmu, tapi kau anggap aku menggoda dasar mesum.
Chyron gemes melihat wajah Cici, dan tanpa dia sadari dia langsung mencium wajah Cici yang bolat itu. "Terima kasih, ciumannya." bisik di telinga Cici.
BLUSHHH.... Wajah Cici memerah mendengar perkataan Chyron, yang selama ini. Cici ketahui bersifat dingin dan kasar, ternyata ada sisi lembutnya juga.
__ADS_1
Ya Tuhan, apakah kau sudah mengirim malaikat kepadanya. Kenapa dia bisa berubah seperti ini dan tingkat kemesuman nya tinggi.