
Cukup memakan waktu 1 bulan untuk kembali ke kerajaan Zadie, apa lagi saat ini Chyron terlihat tidak sabaran ingin bertemu putri kecilnya itu. “Yang mulia pergilah dahulu, sisanya saya yang akan mengurus, tidak mungkin bagi kami bisa mengikuti kecepatan yang mulia.” Ucap ajudan dan di angguki semua para jenderal yang lain.
Mustahil bagi mereka bisa menggunakan teleportasi untuk semua orang, apa lagi teleportasi sangat mahal satu golongan ya. Satu golongannya saja, bisa membiayai satu daerah dalam satu tahun. Apa lagi ini yang beribu-ribu prajurit tidak ingin mereka membuat negaranya bangkrut.
Setelah di pertimbangkan akhirnya Chyron menyetujui usul ajudannya itu. “Baiklah aku akan pergi bersama Lala, sisanya kalian berangkat lah pelan-pelan dan mampir ke negara yang telah kita jajah, cek setiap penduduknya apa ada yang terluka, dan cek bangunan yang runtuh setelah itu kirimkan laporan seperti apa situasi di sana. Paham?”
“Baik yang mulia,” jawab mereka serempak dengan memberikan hormat, setelah itu mereka menyiapkan tempat untuk Chyron teleportasi.
Di tempat lain.
Volvesh sedang gembira karena dia bisa menyentuh tuan putri yang tercinta, dia mencubit pipi Cici yang tembam, sungguh dia menikmati suasana saat ini. Di mana tidak ada ancaman apa lagi penghalang buat dia berbuat. “Saya akan memeriksa tubuh tuan putri dulu.” Ucap Chyron, memindai tubuh Cici dengan sihirnya, dia mencek apa ada tubuh yang berdampak buruk apa lagi ini sudah tiga tahun Cici tidak sadarkan diri, takutnya otot-otot nya tidak berfungsi dengan benar.
“Syukurlah sepertinya tuan putri baik-baik saja, pelayan bawakan bubur untuk tuan putri agar dia punya tenaga.”
“Baik tuan,” ucap kepala pelayan, dia langsung pergi ke dapur untuk membuat bubur, meskipun dia bisa saja memerintahkan dayang lain untuk membuat bubur, tapi dia tidak ingin melakukan itu. Dia ingin memasaknya sendiri dengan berharap tuan putri makan dengan lahap.
“Hiks.. tuan putri, hiks akhirnya sadar juga.” Gumam kepala pelayan sambil merebus air, dia sesekali memukul dadanya yang terasa sesak karena menahan agar dia tidak menangis histeris.
Informasi tuan Putri sudah sadar kini tersebar luas ke penjuru kerajaan Zadie, hanya dari informasi dayang ke dayang, dayang ke pejabat, dayang ke penjaga, dan penjaga ke salah satu rakyat yang suka menyebarkan berita.
Selama Cici tidak sadar, istana terasa suram bahkan penduduk di kerajaan Zadie pun tidak ada yang merayakan festival yang biasanya di rayakan setiap tahunnya, selama Chyron pergi Volvesh yang mengurus kerajaan Zadie, dan membinasakan semua yang akan menjadi pengganggu bagi Chyron saat dia kembali. Dan itu sangat menjengkelkan bagi Volvesh harus membunuh para hama dan parasit di istana.
__ADS_1
Banyak yang mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh Cici yang saat ini tidak sadarkan diri, dan itu olah dari partai bangsawan yang ingin membuat Chyron tunduk sama mereka. “Selama masih ada aku, jangan harap kalian bisa menyentuh tuan putri tercinta ini,” ucap Volvesh yang bergumam dan meninggalkan Cici untuk melakukan pekerjaan.
“Jaga tuan putri selama aku tidak ada di sisinya, aku akan segera kembali.” Ucap Volvesh yang memerintah dayang dan penjaga di luar ruangan.
“Biak tuan,” jawab mereka, Volvesh berlalu pergi setelah membalas salam mereka.
“Aku harus membereskan mereka semua, sebelum orang gila itu kembali dan akan menertawakan aku kalau pekerjaanku tidak selesai juga.”
“Dan itu sangat menjengkelkan bagi diriku, yang melihat dia selalu mengejekku apa lagi itu harus di depan tuan putri yang imut. Tidak akan aku berikan celah.”
Volvesh segera menuju tempat menghakimi dan di saksikan oleh seluruh rakyat kerajaan Zadie.
“pancung mereka semua, kecuali anak kecilnya,” Titah Volvesh yang kini memegang kendali atas kerajaan Zadie semua rakyat yang melihat pun bersorak gembira, bagi mereka itu pantas bagi para bangsawan yang terus saja ingin mencelakai tuan putri negara ini.
“Hidup tuan putri,” sorak mereka lagi.
“Hidup kerajaan Zadie,” mereka selalu bersorak setiap kepala para bangsawan yang melakukan pemberontakan di penggal.
“Ini adalah contoh untuk kalian yang ingin mencelakai tuan putri, tanamkan ini di ingatan kalian, dan pikirkan konsekuensinya kalau kalian ingin melakukan hal yang akan merugikan kalian dan keluarga kalian sendiri.” Ucapan Volvesh yang mengingatkan betapa tidak nyenyak ya dia tidur selama tiga tahun ini, karena harus membunuh, pembunuh bayaran yang tiap malam datang, dan menjaga tuan putri apa lagi singgasana Chyron yang ingin di ambil alih oleh partai bangsawan.
Cici membuka matanya pelan-pelan, begitu menyilaukan mata karena terik matahari yang pas mengenai wajahnya, “Kenapa tidak ada orang di sini? Dan suara apa di luar sana, kenapa sangat berisik sekali, sungguh mengganggu tidurku saja.” Ucap Cici yang sudah sadarkan diri, begitu tercium aroma terapi dan berbagai bau obat-obatan.
“Akhirnya kau mau pulang juga, aku kira kamu akan menangis terus di sana.” Ucap seorang lelaki tampan yang kini menampakkan wajahnya di hadapan Cici.
__ADS_1
“Terima kasih sudah membawaku ke sana, sekarang aku tidak menyesal karena sudah di berikan kehidupan meskipun itu tempat yang berbeda.” Jawab Cici dengan mata yang sebab, terlihat jiwa Cici sudah kembali murni raga dan jiwa menyatu dan dari mata Cici sudah menerima kalau dirinya sudah menjadi bagian dari takdir yang dia alami.
“Sepertinya ada yang akan datang, bersiap-siap.” Ucap pria itu yang segera menghilang dari hadapan Cici.
Volvesh segera kembali ke kamar Cici setelah melihat beberapa orang yang di penggal, sisanya dia serahkan kepada perdana menteri di sana. dan kepala dayang yang tadi memasakkan bubur pun kembali. “Hallo tuan putri, apa tidur anda nyenyak?” tanya kepala pelayan itu dengan lembut, Cici menganggukkan kepalanya tanda dia sudah sadar sepenuhnya.
“Cici cudah pulang.” Jawab Cici, Cici terkejut ternyata pelafalannya Sudan jelas seperti ini, niat hati hanya menjawab seperti biasa karena di kira Belum jelas. Tapi malah di beri kejutan. “Ah.. aku sudah lama ternyata meninggalkan tempat ini.”
Semua yang ada di ruangan itu terkejut mendengar perkataan Cici.. semua orang terharu dan senang mendengar suara Cici. “Hiks... Tuan putri.. hiks.. akhirnya anda kembali lagi.. hiks...” ucap kepala pelayan itu yang tak tahan lagi untuk tidak menangis.
Volvesh yang melihat itu pun tidak bisa menahan air mata yang ingin jatuh. “Iya tuan putri, akhirnya anda pulang, pulang..ke rumah..hiks..” ucap kepala pelayan yang segera memeluk tubuh Cici.
“Cici lapar.” Ucap Cici yang sudah tidak ada tenaga lagi, badannya terasa lemas karena tidak ada makanan pun yang masuk dalam tubuhnya. Beruntung tubuh Cici baik-baik saja. Karena di sini menggunakan sihir jadi tidak ada infus dan sebagainya.
“Baiklah, mari tuan putri kita ini makan dulu,” ucap Volvesh yang mengambil bubur di atas meja samping cici dan memerintahkan semua orang untuk keluar. Semua orang pun keluar, “Semoga dewa selalu melindungi yang mulia Putri Zadie,” ucap semua orang dan pergi setelah memberi hormat.
Saat Volvesh ingin menyuapi Cici sebuah pintu terbuka dengan sangat keras.
Brakkkk...
Chyron datang bersama Lala, Chyron yang melihat Cici tergelai lemas segera menghampiri dan memeluk putrinya, Volvesh segera bangkit dari duduknya dan menaruh bubur kembali ke atas meja. Dan dia membiarkan ayah dan anak itu berduaan. “Papah Cici atit..” mendengar suara lemah , Chyron langsung tersadar kalau dirinya masih pakai baju zirah dan masih berlumuran darah.
“Jangan pernah seperti ini lagi, sungguh, sungguh ini membuat papa takut.” Kata Chyron yang terdengar bergetar suaranya, Cici pun hanya bisa menjawab dengan senyuman karena dia tidak ada tenaga lagi untuk menjawab.
__ADS_1
Chyron menyuapi makanan ke dalam mulut Cici dengan penuh kesabaran. “Apa ini yang namanya keluarga? Saling melindungi, menjaga, menyayangi satu sama lain, dan saling peduli satu sama lain. Jika iya, ya tuhan aku berharap ini akan bertahan lama.” Batin Cici yang memandang wajah tampan Chyron.