DAUGHTER TO DEAR KING

DAUGHTER TO DEAR KING
CHYRON DELICIUS GWYNETH


__ADS_3

CHYRON DELICIUS GWYNETH, anak dari Raja ZADIE GWYNETH dengan Permaisuri ELEANOR AVANTIKA. Chyron adalah anak ke-4 dari 5 bersaudara, karena kesalahan. Yang tidak Chyron lakukan, dia di asingkan. Ke pengasingan, Raja zadie mengirim Chyron ke wilayah selatan, di mana saat itu sedang terjadi peperangan besar antar perbatasan.


Antara hidup dan mati, Chyron harus ikut berperang di saat umurnya yang baru menginjak 12 tahun. Chyron harus ikut bertempur dengan orang-orang dewasa, dan di saat umur Chyron memasuki 17 tahun. Dia di beri perintah untuk kembali ke istana Zadie.


Tapi Chyron hanya menganggap itu hanya omong kosong, Chyron lebih memilih ikut berperang dari pada harus ke istana. Dan bertemu dengan orang-orang yang bermuka dua dan haus akan kekuasaan.


Di saat umur Chyron 18 tahun, Chyron mendapatkan kabar, kalau Raja ZADIE meninggal dunia akibat serangan jantung. Dan saat itulah Istana menjadi kacau dan terjadi perebutan tahta antara putra mahkota dan pangeran ke dua.


Istana selir saling menjatuhkan satu sama lain. Dan karena kecerobohan Eleanor, dia di bunuh oleh putra mahkota.


Saat itu Eleanor, Memberi tugas kepada pangeran ke-5. "Pergilah ke daerah selatan dan temui Kaka kamu, pangeran ke-4. Sampaikan kepada-nya. Jangan pernah ke sini dan kau hiduplah dengan nya." Serunya, dan menyuruh pangeran ke-5, Mengambil jalan rahasia yang di ketahui oleh mereka berdua saja.


"Ibu harus berhati-hati dengan Kaka pertama," Mencium permaisuri Eleanor dan langsung meninggalkan dia di dalam kamar.


Eleanor kira putra mahkota tidak mengetahui rencananya, ternyata dia salah. Putra mahkota mengetahui dan dia pikir Eleanor ingin Chyron menjadi raja berikutnya sehingga timbullah kesalah pahaman.


"Kejar pangeran ke-5, jangan biarkan dia lulus, paham." Serunya dengan tatapan dingin ke Eleanor.


"Tidak... Jangan kejar dia, biarkan dia hidup dengan kakanya. Ibu mohon." Merengkuh kaki putra mahkota.


"Kau pikir aku bodoh, padahal aku anak mu juga. Tapi kenapa kau tidak ingin aku menjadi raja, dan memilih dia. hah!" Teriaknya dan meninggalkan permaisuri sendirian.


"Kau salah paham nak, dengarkan ibu. Ibu mohon.." Teriak Eleanor sambil menangis tersedu-sedu.


"Apa yang akan kami lakukan ke pangeran ke-5 yang mulia?"


"Bunuh dia," Jawabnya dengan nada tegas dan di angguki oleh Jenderal ERAL.


Terjadi kebakaran di istana selir pada malam hari, Dan di sana tidak ada pun yang selamat. Karena emang sengaja di kunci dari luar semuanya. Sehingga Pangeran dan tuan putri ikut di makan Api.


Chyron yang mendengar, kegilaan putra mahkota, tidak bisa tinggal diam. Dan segera menuju istana Zadie.


"Kaka!" Panggil seseorang dari kejauhan.


"Pangeran ke-lima?" Segera turun dari kuda.


"Aku ikut Kaka, aku ingin melihat ibu." Memohon sambil berlutut.

__ADS_1


"Kau baru datang, lebih baik kau istirahat saja." Seru Chyron yang ingin menyuruh pengawalnya membantu pangeran ke-lima menuju tempat tinggal.


"Tidak aku ingin ikut, aku tau jalan rahasia yang aman. Aku mohon izinkan aku ikut bersama mu." Bojok ya dengan tatapan penuh harap


Setelah Chyron berpikir panjang, akhirnya dia menyetujui permintaan adiknya ini, dengan satu syarat dia tidak boleh jauh dari Chyron.


Di luar sana para prajurit saling menyerang satu sama lain, dan Chyron memasuki istana dengan pangeran ke-5.


"Jalan ini hanya Aku dan ibu yang tau, kalau kami ingin keluar dan ingin melihat mu. Tidak ada yang tau selain kau." Terus berjalan dan diikuti Chyron.


"Kau tidak ingin bertanya, kenapa raja meninggal?"


"Bukankah karena serangan jantung?" ucap Chyron dengan terus memperhatikan terowongan.


"Tidak, Itu akal-akalan Kaka pertama saja, agar dia segera naik tahta." Tersenyum kecut, Chyron hanya diam, karena dia tidak terlalu paham. Pemikiran orang yang ada di istina.


"Aku harap semuanya baik-baik saja," gumamnya tiba-tiba.


AGHHTT... Pedang menancap di perutnya.


"ARON!" Teriak Chyron melihat adeknya, yang tersungkur.


"Akhirnya kau datang juga," Tersenyum sinis.


"Apa kau gila! Mereka saudara kandung mu sendiri. Dan," mulut Chyron kaku dia tidak bisa mengeluarkan suaranya, seolah-olah ada yang mencekik lehernya.


Mata Chyron terbelalak, saat melihat ibu yang melahirkan dia meninggal dengan mengenaskan.


"Dan kau tega membunuh ibu mu, dia adalah ibu yang melahirkan kamu. Tapi tega-teganya kau melakukan itu." Tubuh Chyron lemas, rasanya dia berada di tempat yang gelap dan tidak berhujung.


SREKKK...


"Aghhtt..." Putra mahkota menusuk Chyron tepat di belakangnya.


"Hahahaha... Matilah kalian, sekarang tidak ada lagi yang mengincar kursi raja lagi." Teriak putra mahkota.


Chyron berdiri, meskipun tubuhnya habis di tikam. Itu tidak akan mudah baginya untuk mati, karena dia sudah beberapa kali berada dengan kematian.

__ADS_1


"Kenapa kau tega melakukan ke mereka, tanpa sedikit pun rasa iba. Hah!" Teriak Chyron sambil menghunuskan pedang ke arah Badrick Kaka pertama nya.


"Kau lebih rendah dari binatang. Kau bisa menduduki takhta sialan itu, tanpa harus membunuh saudara sendiri." Menguriskan pedang di leher Badrick dengan tatapan penuh kebencian.


"Apa kau pernah mendengar pepatah ini. Takhta kerajaan memang harus di perjuangkan dengan mengorbankan banyak darah, sejak kamu menduduki singgasana. Semua musuh harus segera di musnahkan. Tidak peduli, meskipun. Dia adalah keluarga sendiri. Ini adalah takdir seorang raja!" Tersenyum pahit.


"Sejak kau lahir, maka takdir itu sudah berlaku."


BRUKKK...


"Persetan dengan semua itu, Aku tidak peduli. " Seru Chyron dengan senyuman menyeringai.


"Kau tidak pantas menjadi raja Badrick, kau tidak pantas. kalau kau bilang itu takdir, maka takdir itu berlaku juga bagi mu." Menghunuskan pedangnya.


TRANGGG... Terdengar suara pedang saling bersahutan semua pasukan Chyron mengepung istana dan itu berarti Chyron menang.


SREAKKk.. " Aghhtt!"


Pedang Chyron menancap ke bagian jantung putra mahkota. "Maafkan aku." Ucap Badrick terakhir kali, Setelah Chyron mencabut pedang di dada putra mahkota..


"Aghhhhh.." Teriak Chyron, sambil menangis dan melihat sekeliling yang di isinya adalah keluarganya. Yang kini menjadi mayat kiri dan kanan.


Chyron keluar dari ruang kerajaan dan membawa jubah raja. Dengan langkah lunglai Chyron berjalan, terasa seperti mimpi. Karena dia menghunuskan pedang dan membunuh ke anggota keluarganya.


"HIDUP YANG MULIA CHYRON DELICIUS GWYNETH." Surak Jenderal Lopen Gwen. Yang selama ini selalu mengikuti Chyron.


"HIDUP YANG MULIA," Sorak semuanya dengan bersejud beberapa kali. Itu menandakan kalau mereka mengakui Chyron menjadi raja mereka.


Di umur Chyron yang 19 tahun, dia sudah menduduki takhta dan di gelar sebagai raja yang kejam dan haus akan darah. Di seluruh kerajaan yang kalah berperang. Dan dia tidak mengenal ampun kepada musuhnya.


Sejak kejadian masa lalunya itu, Chyron memutuskan tidak ada yang namanya permaisuri dan ratu termasuk pewaris, setiap kali selir hamil maka akan di gugurkan kandungannya.


Dan, sangat beruntung. Ibunya Cici bisa melahirkan karena saat itu. Dia menyebar kan romor kalau dia mempunyai penyakit yang menular dan mematikan. Sehingga dia di asing kan ke istana dingin. Sejak saat itu, tidak ada yang berkunjung selain dayang yang mendampinginya.


Saat Cici di lahirkan yang mulia raja, sedang berpergian ke AVANTIKA selama 3 bulan lamanya. Untuk mengunjungi makam permaisuri ibu Chyron. Dan juga melakukan perang di kerajaan AUNSEL yang di kenal 1000 senjata.


Wah, tidak aku sangka.Ternyata aku mempunyai ayah yang gila perang dan haus darah. Terima kasih, Aku mengetahuinya terlebih dahulu sebelum aku melakukan ke salahan, di hadapan orang ini.

__ADS_1


__ADS_2