
Cici merasa bingung kenapa semua orang begitu panik, apa lagi sampai membawa senjata saja. Terus juga Chyron kenapa dia terlihat khawatir dan ibu Lala kenapa menangis tersedu-sedu begitu. Cici berusaha melepaskan pelukan Chyron yang begitu erat, sampai Cici merasa tulang-tulang nya mau remuk saja.
“Apa ada yang terluka, di diri kamu?” Tanya Chyron melihat-lihat tubuh Cici dari ujung rambut sampai ujung kuku di ceknya helainya rambut Cici dengan sihir angin. Lala yang sudah tidak bisa lagi menahan kekhawatirannya langsung merebut Cici di tangan Chyron.
Apa lagi saat Chyron melayangkan tubuh Cici di udara, membuat Lala khawatir setengah mati. Semua orang tertekun dengan keberanian Lala. Bahkan Chyron terpaku sambil melongo melihat keberanian Lala. “Apa dia tidak takut? Sudahlah di lihat dari dirinya. Sepertinya dia sangat khawatir dengan Cici.” Batin Chyron menatap Lala yang terus-menerus memberikan ciuman ke pipi Cici yang bulat seperti bakpao.
Heh, kapan aku berada di pelukan ibu lala? Sungguh berani sekali kamu Lala. Merebut aku dari Chyron, lihat wajah bodoh Chyron tadi. Dia bahkan terlihat lucu. Andai di sini ada ponsel mungkin momen itu ku abadikan dengan camera, atau aku jadikan sebagai ancaman kalau dia berbuat macam-macam kepada ku. Khususnya ingin melenyapkan diriku.
“Syukurlah.... Hiks... Tu, tuan putri tidak apa-apa,” seru Lala yang terus menciumi ku dan juga beberapa kali memeluk tubuh ku.
“Baiklah ini sudah aku putuskan, mulai saat ini. Detik ini juga dan seterusnya putri Aricia Zadie Gwytenh, akan tidur di kamar kaisar yaitu ayahnya untuk mencegah kalau suatu saat nanti kejadian seperti ini terulang kembali.” Titah Chyron menatap Cici.
JEDARRRR....
Bagaikan di sembar petir di siang bolong. Kenapa aku harus satu kamar dengan ayah mesum ini. Apa lagi harus berbagi ranjang. Oh my God. Demi apa dia melakukan itu!! Demi keamanan aku katanya?! Yang benar saja dengan perkataan dia itu, bukannya selamat malah bahaya aku, ini namanya masuk ke dalam gua singa sendiri. Bisa-bisa besok aku hanya tinggal nama saja. Kalau aku tidur dengan ini orang.
Susah-susah aku bertahan seperti ini malah berakhir besok. Andai ada yang bisa mengerti aku, sebelum aku meninggal aku ingin dia buatkan taman bunga di makamku nanti. Terus Pastika orang di sebelah makamku nanti seorang pria tampan dan Masih lajang. Setidaknya aku tidak sendirian nanti.
Cici terus berpikir tidak karuan dan sudah menghayal apa yang akan terjadi padanya besok. Cici tidak menyadari kalau dirinya sedang di perhatikan Volvesh. Setiap gerak gerik yang Cici perlihatkan tidak pernah luput dari pengawas Volvesh.
“Menarik,” Volvesh tersenyum sambil mengelus-elus dagunya.
__ADS_1
“Menarik apanya?” tanya Chyron menatap tajam Volvesh saat ini mereka berempat sedang duduk di ruang kerja Chyron, sedangkan dayang Cici sibuk mengurus keperluan Cici yang kali ini akan tinggal langsung bersama sang kaisar.
Kenapa aku merasa ada yang memperhatikan aku terus yah?
Melirik mata kearah Volvesh mata mereka berdua bertemu. “Apa tadi Mata kami bertemu?” batin Cici dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah Chyron dan duduk di pangkuan Chyron dengan merangkak.
“Baba... Boya,” (Bapak buaya)
“Ho.... Ho.... Apakah kamu ingin duduk di pangkuan ku?” menatap Cici dengan tatapan tidak bisa di mengerti.
Sabar... Sabar, maklum dia masih bocah, kamu yang sudah dewasa mengalah saja. Sabar Cici.
“Kyaaaa,” Jawab Cici dengan merentangkan kedua tangannya ke depan dan tersenyum manis. “Tapi liat badan kamu yang seperti kebu sangat berat. Aku pasti gak akan kuat,” ujar Chyron dengan nada sedikit mengejek. Rasanya Cici ingin menyumpal mulut Chyron dengan besi panas, agar lidahnya tidak bisa lagi berkata tajam.
Beruntung pelafalanku lumayan bagus, meskipun hanya aku yang mengerti Kalimat yang aku ucapkan. Setidaknya aku bisa mengumpat( memaki) ayah breng*ek ini dengan leluasa. Lagian dia tidak akan mengerti bahasa bayi.
Chyron mengangkat tubuh Cici dan mendudukkan dirinya pangkuannya. “ Apa kamu senang?” Cici tersenyum dan memeluk tubuh Chyron dengan gembira.
Harus kuat iman, tebal muka. Dan putuskan urat malu kalau kamu ingin hidup bersama buaya dua alam ini. Setiap kali dia ingin berbicara maka harus pura-pura tuli dulu karena setiap kata yang akan keluar hanya ada ikan busuk yang akan terdengar dan tercium.
Kenapa aku harus terlahir kembali ke dalam tubuh ini sih, mungkin kalau aku tidak masuk ke dalam tubuh ini. Aku yakin pasti pemilik ini akan mati di hari dia bertemu dengan sang tiran ini.
Volvesh tidak bisa lagi menahan tawanya, dia akhirnya tertawa terbahak-bahak dengan wajah yang memerah. Seperti kepiting rebus. Chyron, Sean dan juga Cici menatap Volvesh dengan tatapan terheran-heran. “Apa kamu gila?” tanya Sean, Volvesh menggeleng kepalanya dan terus tertawa geli. “Mana ada orang gila mengaku gila,” sambung Chyron, sedang Cici memainkan rambut hitam Chyron.
__ADS_1
Tidak aku sangka rambutnya ternyata lembut dan juga wangi.
Chyron menatap Cici yang asik memainkan rambutnya. Cici yang sadar kalau dirinya di perhatikan Chyron pura-pura membersihkan sesuatu di pundak Chyron.
“Embe ( ketombe) hehe,”
Kenapa aku bisa seceroboh itu sih, bagaimana kalau dia sadar rambutnya aku acak-acak, bisa mati aku hari ini dia kan iblis berhati dingin.
Lagi-lagi Volvesh tertawa terbahak-bahak sampai dia tersedak dengan minuman yang baru saja dia ingin telan. “Stop... Aku sakit perut, aku mau ke kamar mandi dulu,” ujar Volvesh berlari menuju kamar mandi dengan tawanya yang tidak pernah berhenti.
Sean menatap Chyron, tapi Chyron menaikkan kedua pundaknya ke atas kalau dia tidak tau dan tidak ingin tau sama sekali. “Hemm... Ngomong-ngomong Ron,” ucap Sean yang agak ragu, Ron adalah panggilan orang-orang terdekat Chyron dan hanya sebagian orang saja yang tau panggilan itu.
“Apa?”
“Bolehkah aku menggendong putri Cici, maksudnya aku ingin melakukan itu sekali saja. Yah?!” ucap Sean yang ingin menyentuh Cici. “TIDAK BOLEH!” Bantah Chyron tanpa pikir panjang. “Ayolah, sekali saja yah?!” desak Sean.
Wait, aku emang cantik dan juga imut, tidak ada Yang bisa mengingkari itu kalau aku adalah yang paling orang cari di belahan dunia ini, bahkan saat aku masih di dunia ku dulu. Aku adalah orang pertama yang ingin di jadikan menantu semua orang. Tidak heran kalau mereka semua menginginkan diriku. Emang yah kalau dari di kehidupan dulu aja cantik pasti di kehidupan sekarang juga cantik. Apa lagi gennya, emang gen gak pernah bohong.
“Apa kamu ingin aku tempatkan di Medan perang?” wajah Sean langsung cemberut bahkan dia berusaha mencari simpati cici.
Masa bodo.
Itu yang Cici perlihatkan dari gerakannya.
__ADS_1