
Aku kagum, dia seberani itu dan mengahadapi semuanya dengan tenang. Tapi aku juga tidak ingin itu terjadia padaku, jadi berhentilah datang ke mari biarkan aku menjadi tuan putri yang di abaikan oleh raja.
"Kenapa kau tidak tidur, apakah ada yang membuatmu tidak nyaman?" Tanya Chyron dengan wajah polosnya.
Bagiamana aku bisa tidur, kau terus memandangiku seperti kau ingin menerkam saja.
Memutar bola matanya ke atas. "Kenapa anak ini selalu menunjukkan ekspresi wajah masam. Dan dia juga jarang menangis lebih tepatnya tidak pernah, apakah dia ada gangguan mental atau cacat suara?" Memperhatikan wajah Cici yang menatap kesamping pagar.
"Maaf yang MULIA, tuan putri kita sangat sehat. Bahkan saat dia di lahirkan tidak ada yang namanya cacat dan sebagainya. Cuman tuan putri ini sangat pintar." Jelas Sisil yang waktu itu hampir di bunuh, saat tau kalau ada selir yang melahirkan anak. Dan sangat beruntung dia di kasih ampun oleh ayah mesum ini, karena Mey meminta harus ada yang mendampingi tuan putri dengan salah satu dayang atau orang selir terdahulu. Baru lah Mey akan menyerahkan aku dan dia akan berhenti bekerja di istana.
Mey adalah ibu asuh ibunya Cici dulu, Sudah lama Mey mengikuti sampai ke istana Zadie. saat kerajaan ibu cici kalah, dan Chyron menang peperangan dan dia akan membawa perempuan habis dia berperang.
Dasar cowok brengsek, sudah berapa kali kau menang dan berapa banyak kau bawa wanita ke istana ini. Apa kau sedang mengoleksi wanita dari kerajaan musuh mu, aku rasa emang iya.
"Hemmm.. Aku penasaran apa alasan dia melahirkannya." tersenyum kecut.
Dia ingin agar kau berubah menjadi malaikat dan berhenti menjadi monster.
"Ternyata kau banyak juga mengeluarkan ekspresi dan itu sangat aneh karena kau mirip dengan ku. Sesekali menangis lah agar tidak di kira orang cacat." Mengelus pipi Cici.
Apa katanya tadi, aku cacat, wah harga diriku di pertanyakan. Betapa malangnya nasibku, mempunyai ayah seperti dia.
"Baiklah... Biarkan dia tidur, aku akan pergi sekarang. Selamat tidur cacing kecil, jangan kangen aku."
"Gr" sekali, aku tidak akan merindukan mu dan lebih bagus lagi kau tidak usah kemari.
__ADS_1
"Semoga panjang umur dan sehat selalu yang mulia." Membungkuk saat Chyron keluar. Lala dan sisil mendekat lalu menepuk-nepuk tubuhku dengan pelan. Agar aku kembali tidur, dan itu sangat nyaman, aku pun tertidur sangat pulas karena tidak ada yang mengganggu ku lagi.
Ke esokan harinya, aku kembali menjalani rutinitas sehari-hari yaitu, makan, mandi dan tidur lagi. sebagai seorang bayi yang mungil tak berdaya. Berbicara pun aku tidak bisa, walaupun sudah berusaha keras. Sampai tenaga ku habis dan berakhir terlelap dengan mimpi indah.
Apa boleh buat, mau tak mau. Aku harus menerima keadaan seperti ini, hanya bisa berbaring menatap langit-langit dan mainan di samping tubuhku. Ini sangat membosankan beginikah rasanya terkurung, ternyata sangat menyusahkan.
"Ya ampun tuan Putri ku kesayangan sudah bangun." Seru Sisil membuat aku kaget dan menatap wanita cantik ini.
"Pasti tuan putri merasa lapar?" Sambungnya mengendung ku dan duduk di sisi ranjang seraya bersenandung ria.
"Ya ampun tuan putri kita sudah bangun yah?" Seru ibu asuh ku.
Lala langsung mengambil alih tubuhku. Memberikan makanan berupa ASI yang sangat lezat dan menyenangkan, berapa kali aku mencoba terus semakin enak rasanya dan bikin ketagihan.
Aku adalah anak pertama di kekaisaran ini, dan yang paling penting. Aku beruntung karena telah berhasil mengambil hati kaisar Chyron. Itu sih yang aku dengar dari dayang-dayang yang membersihkan kamarku.
Dan seberuntung apa pun aku, aku pasti akan mati di tangan kaisar kejam ini. Kalau kemarin aku menangis atau tidak tersenyum di hadapan dia mungkin aku harus kembali ke alam sana.
Hari-hari aku lewati dan beberapa waktu ini Chyron tidak pernah datang. Ada rasa rindu juga, karena tidak ada yang mengganggu ku, dan itu sangat membosankan. Tanpa aku sadari ternyata sudah 4 bulan dan sekarang aku bisa duduk dan sangat aktif. Meskipun ini adalah sebuah keajaiban, karena aku berusaha keras agar bisa duduk dengan sempurna.
Aku jalan-jalan di taman dan di temani ibu ku dan Sisil. Di taman yang banyak pohon dan bunga belum lagi daun yang berguguran, aku rasa sekarang musim gugur karena melihat daun berjatuhan.
"Apa kau sedang jalan-jalan keluar?" Tanya seseorang dari belakang dan di kawal anak buahnya, aku sudah lama ingin mendengar suara ini. Dan wangi yang aku rindukan, iya. Aku mengakuinya aku sangat-sangat rindu dengan ayah mesum ini.
Entah kenapa reaksi tubuhku begitu cepat, Aku ingin segera di gendong dia dan aku mohon jangan menangis. Hiks... Hiks... Hiks.. ah sial aku tidak bisa menahan air mataku.
__ADS_1
"Kenapa? Apa kau sangat merindukan aku?" Tersenyum puas dan menyeka air mataku.
"Baru beberapa hari tidak bertemu dan kau sudah merindukan aku." Entah kenapa aku melihat senyumannya itu membuat aku ingin di peluk oleh dia.
Chyron mengangkat tubuhku di dalam pelukannya. "Ini sangat nyaman dan wangi yang aku rindukan." Cici menyandarkan kepalanya di dada bidang Chyron.
"Semoga panjang umur dan sehat selalu yang mulia." Memberi salam sesuai dengan aturan kerajaan Zadie.
"Apa kau senang keluar dari kamar?" Tanya Chyron yang menatap mataku.
Tentu saja aku senang, akhirnya aku bisa juga menghirup udara segar. Sangat membosankan terkurung seperti Rapunzel yang di kurung di menara sampai ada pangeran datang menyelamatkan Rapunzel, baru bisa keluar dari sana.
"Dari tadi tuan putri tidak bisa diam yang mulia, saking senangnya dia dan ingin turun dari kereta." Jawab ibuku dengan memperhatikan tingkah lakuku.
Kyaaa.... Apa yang engkau lakukan? cepat lepaskan aku jangan merusak suasana hatiku sekarang.
"Kenapa? Apa kau tidak senang aku mengangkat bubuh mu seperti ini?" Tanya Chyron yang mengangkat tubuhku di udara, tanpa aku sadari aku menganggukkan kepalaku.
Chyron terkejut melihat respon Cici barusan. "Apa kau tadi menjawab iya?"
Aduh mati aku, kenapa aku secerubuh ini sih. Baru umur 4 bulan sudah bisa menjawab apa kata dunia.
"Apa aku salah lihat," gumam Chyron.
Iya, kau salah lihat. Aku tidak menjawab, aku kalem dan aku diam.
__ADS_1
"Aneh kenapa aku bisa berpikir kalau dia tadi menganggukkan kepalanya, mungkin halusinasi ku saja." Batin Chyron yang menatap heran ke arah Cici.