
Cici ingin rasanya memeluk adiknya tidak terasa sudah beberapa menit cici berada di dunianya. Tapi orang yang membawa Cici itu ingin Cici segera kembali karena sekarang raja sedang mengamuk mendapat putri kecilnya tidak bangun dari tidurnya.
Iya Chyron pagi hari dia melihat wajah bayi kecil yang terlelap dari tidurnya, dan kadang dia menunjukkan Ekspresi yang sangat menggemaskan kadang menangis, tertawa. Dan juga muram setiap pergerakan kecil Cici tidak pernah luput dari pandangan Chyron semakin siang dan tidak ada perubahan sama sekali dari posisi mereka berdua Chyron terus menatap putri ya ini.
“Apa dia kebu? Kenapa jam segini belum bangun juga?”
Chyron berusaha membangunkan Cici tapi hasilnya nihil, Cici sama sekali tidak bergeming. Karena Chyron khawatir dia mendekatkan telinganya ke dada Cici apakah masih ada detak jantung, kalau-kalau Chyron berpikir dirinya tidak sengaja membuat anaknya ini mati.
Chyron menunggu sampai Cici bangun, dia bahkan melewatkan jam makan siang dan pertemuan yang sangat penting tidak dia hiraukan. Dia terus memeriksa Cici dan sesekali dia menggunakan kekuatan dia agar Cici bisa bangun. “Pengawal!!” teriak Chyron dengan sangat keras. Semua pengawal yang ada di balik pintu itu segera masuk dan menatap rajanya yang kebingungan.
“Ada apa yang mulia?” ucap pengawal yang melihat Chyron masih menggunakan pakaian tidur dan juga dengan tuan putri yang tidak bergerak terus. “Cepat panggil Lala!!” pengawal itu langsung berlari dan mencari keberadaan Lala, yang kebetulan juga sedang menuju kamar kaisar.
“Raja memanggil anda,” Lala menganggukkan kepalanya dan segera menuju kamar yang mulai, Lala dan dayang yang lain tidak sabar melihat wajah tuan putri yang menggemaskan itu, sudah jadi rutinitas bagi mereka melihat wajah imut Cici. Kadang mereka ingin sekali membawa Cici pulang ke rumah untuk di jadikan anak mereka.
Saat Lala dan para dayang ingin memberikan salam kepada Chyron, Chyron langsung mengangkat sebelah tangannya. “Coba cek keadaan dia! Ini sudah jam berapa kenapa dia belum bangun juga? Apa kah dia sering seperti ini?” tanya Chyron Secara beruntun. Lala yang melihat ekspresi Chyron dengan sangat khawatir langsung memeriksa tubuh Cici, setelah di periksa tidak ada gejala-gejala aneh, tidak demam, tidak ada ruam, apa lagi benjolan. Semuanya terlihat seperti tidak terjadi apa-apa.
“Apa tadi malam dia menangis yang mulia?” Chyron mengingat. Emang tadi malam dia menunjukan ekspresi orang dewasa, Chyron pikir itu biasanya bahkan Sekarang pun dia masih berekspresi seperti malam tadi.
“Iya dia menunjukkan ekspresi seperti saat ini, dan ini seperti yang kamu lihat”
__ADS_1
Lala yang berusaha membangunkan Cici tapi tidak ada gunanya. Cici seperti orang mati, meskipun nafasnya normal tapi tidak ada pergerakan selain ekspresi yang dia tunjukkan. “Panggil tabib ke sini!!” teriak Chyron semua pengawal langsung keluar dan memanggil tabib.
Setelah tabib itu memeriksa tubuh Cici tidak ada gejala-gejala aneh sama sekali. Bahkan Cici baik-baik saja. “Kurung tabib ini, jangan biarkan dia keluar dari kerajaan ini. Dan kalian semua umumkan keseluruhan kekaisaran, siapa pun yang bisa membangunkan tuan putri akan di beri imbalan yang setimpal.” Titah Chyron dengan api yang membara di seluruh pupil matanya. Hawa dingin menyelimuti kamar Cici bahkan di kaki Chyron langsung keluar es dan semua benda membuku karena di selimuti es itu.
“Yang mulia,”
Chyron yang sadar langsung merendam amarahnya. “Di aman Volvesh?”
“Saya menjawab yang mulia, tuan Volvesh ada di kamarnya.”
Chyron berjalan dengan langkah cepat dan di ikuti beberapa pengawal. Tanpa aba-aba Chyron hilang dalam sekejap dan membawa Volvesh seperti kemarin di tingting. Padahal saat ini Volvesh sedang tertidur nyenyak, dan saat dia membuka mata dia sudah ada di tangan Chyron Sahabat bejatnya ini.
Sampai Chyron membawa Volvesh ke kamar Cici dia langsung melempar Volvesh dari sisi ranjang. “Astaga, gak ada harga dirinya aku di sini.” Gumam Volvesh dia terkejut menatap Cici yang jiwanya tidak ada.
“Kok bisa?”
Gumam Volvesh dia menatap Chyron meminta penjelasan. Tapi melihat wajah bodoh Chyron membuat Volvesh berdecak kesel. Dia ingin memegang tangan Cici tapi di cegat oleh Chyron. “Gunakan metode lain. Terserah itu apa, asal jangan sentuh dia.”
“Gila, dalam keadaan seperti ini kau masih memikirkan itu,”
“Jiwanya tidak ada di tubuhnya, mau bagaimana pun kamu memanggil tabib itu tidak ada gunanya. Dia seperti terkena sihir,”
__ADS_1
Chyron langsung keluar dari kamar Cici tanpa mendengarkan kelanjutan yang ingin Volvesh katakan. Chyron memerintah pasukan untuk berkumpul sekarang. Chyron yang masih menggunakan pakaian kain menutup bagian bawahnya dan masih tidak berganti baju sama sekali. Memperlihatkan bagian perutnya yang sixpack dan lengannya yang kekar itu, siapa pun yang melihatnya pasti tergoda dan juga merasa iri.
Semua prajurit sudah terkumpul hampir seratus ribu dan memenuhi tempat latihan yang lebih ratusan hektar. Emang Chyron sengaja tidak membangun apa-apa karena itu tempat untuk di jadikan latihan pagi prajuritnya. “Dengarkan saya, kita akan pergi ke kerajaan yang banyak penyihir ya. Dan bunuh mereka semuanya karena di antara mereka pasti sudah mengirim sihir ke tuan putri. Dan setiap kerajaan yang kita lewati, baik itu raja atau penyihir harus di lumpuhkan dan buat rakyatnya akan menjadi rakyat Zadie ini. Kalian mengerti?!!”
“Siap yang mulia!!’ jawab mereka serentak entah kenapa mereka kalau tidak menjawab dengan serentak maka nyawa mereka akan melayang sebelum mereka mengedipkan matanya.
“Apa, apa yang terjadi? Kenapa aku tidak paham?” tanya Volvesh yang menatap kehadiran Chyron menatap dingin ke arahnya. “Kau harus jaga tuan putri, aku akan melakukan peperangan dan mencari mutiara jiwa di dasar laut, meskipun itu harus melakukan perjanjian dengan bangsa iblis atau membunuh mereka semua.”
“Hai dengarkan aku dulu,”
“Tidak, jaga lah tuan putri hanya kau yang bisa aku percaya sekarang.”
“Saya ikut yang mulia,” ucap Lala yang sudah berganti pakaian dengan pakaian tempurnya. “Tidak. Kau harus jaga Cici,”
“Tidak yang mulia, saya tau cara melemahkan bangsa iblis tanpa harus melakukan perjanjian.” Chyron berpikir sejenak entah Chyron merasa ada sesuatu yang mengganjal bagaimana Lala bisa berhubungan dengan bangsa iblis. Tapi Chyron tidak mau ambil pusing dia langsung menyetujui permintaan Lala
“Hai kalian berdua dengarkan aku, aku belum selesai mengatakan yang penting!!” teriak Volvesh tapi Chyron dan Lala sudah pergi jauh, Volvesh hanya bisa menghela nafas dan harus berkata bagaimana mana lagi. Bahkan saat ini dia tidak di kasih kesempatan untuk mengatakan yang penting.
“Padahal aku hanya mau bilang, setidaknya bawakan oleh-oleh buat aku,” gumam Volvesh dengan wajah yang di tekuk tapi beberapa menit kemudian dia menyeringai.
“Sekarang tidak ada yang menganggu kita tuan putri yang manis,” batin Volvesh yang ingin menggapai tangan Cici tapi tiba-tiba ada suatu penolakan dan Volvesh tidak bisa menyentuh Cici apa lagi berdekatan dengan Cici. “Bereng*ek kau Chyron!!” teria Volvesh dengan sangat kencang.
__ADS_1