DAUGHTER TO DEAR KING

DAUGHTER TO DEAR KING
Tidur bersama


__ADS_3


Teriakan dan tawa dari Volvesh masih terdengar sampai dia kembali keruangan dan kumpul lagi dengan mereka bertiga. “Apa ada yang lucu? Dari tadi kamu tertawa terus?” Volvesh berusaha menetralkan ekspresi nya seperti semula kala dan dia menatap cici dengan wajah Serius.


Deg...


Aku rasa di kekaisaran ini belum ada rumah sakit jiwa (RSJ), lebih baik aku bangun setelah aku dewasa nanti. Tau saja orang pertama yang masuk setidaknya salah satu di antara mereka bertiga.


Pfffttttt....


Lagi-lagi Volvesh tertawa dan tidak sengaja menyemburkan teh yang baru saja dia minum ke wajah Sean. “Apa kau gila?” sean tidak mau kalah, dia mengambil teh miliknya dan langsung menyembur kan teh yang ada di dalam mulutnya ke wajah Volvesh. Mata Cici terbelalak melihat tingkah sean, menteri yang di kenal cerdas di seluruh kekaisaran itu ternyata mempunyai sifat seperti anak-anak.


Sekarang aku yakin, setidaknya salah satu mereka berdua harus masuk ke rumah sakit ku nanti.


Cici tersenyum licik, dia sudah membayangkan kalau rumah sakitnya akan di masuki salah satu mereka bertiga, dan yang paling Cici harapkan adalah Chyron, ayah yang paling brengsek dan juga bermulut busuk.


“Apa kalian berdua tidak menganggap ku ada?!” teriak Chyron melihat kelakuan mereka berdua seperti orang gila. Chyron menepuk jidatnya, dia tidak habis pikir, bagaimana dia bisa memungut kedua orang ini dan menjadikannya orang penting di kekaisaran Zadie.


“Cici liat lah dua serigala itu, jangan pernah meniru kelakuan mereka. Karena itu tidak baik untuk kamu apa lagi akal kamu kelak, dan yang paling penting kamu adalah seorang putri .Jangan sampai kelakuan seperti ba*i hutan itu.”


Tegas Chyron, kedua orang tersebut saling menatap dan tertawa. Ada saatnya mereka tidak bisa memahami jalan pikiran sahabatnya ini. “Dia meminta putrinya jangan kelakuan seperti itu, tapi lihatlah cara bicaranya tidak mencerminkan kebaikan kepada putrinya.” Gumam Sean dan di angguki Volvesh.


“Ba..ba...Kya...(Baik ayah)” jawab Cici dengan memberikan senyuman hangat.


Aku rasa mereka lebih baik di bandingkan kamu, setidaknya mereka tidak pernah menyebutkan nama binatang di hadapan aku, sedangkan kamu? Setiap kali mulut ini mengeluarkan suara, pasti yang keluar hanya kata-kata sampah. Aku cukup kasihan dengan hewan yang pernah dia lontarkan, aku yakin mereka pasti ingin Mengganti nama kalau bisa.


Sean duduk Setelah dia melap wajahnya dengan sapu tangan. “Lalu kami apa bedanya dengan kamu?”


“Iya benar, apa bedanya?”

__ADS_1


Volvesh dan Sean tidak mau terima saja, apa lagi mereka berdua tidak ingin namanya jelek di depan tuan putri, baginya itu adalah sesuatu yang penting.


“Jelas perbedaannya adalah, aku ayahnya sedangkan kalian bukan siapa-siapa bagi dia.”


Gila dia bahkan tidak ingin kalah dengan sahabatnya sendiri. Sungguh manusia yang sangat kejam.


Jlebbbbbbbb....


Kalimat itu begitu menusuk bagi Volvesh dan Sean. “Brengs*k,” ucap mereka barengan dengan wajah kesalnya. Sedangkan Chyron menyombong kan diri kepada kedua pria yang terus menatap tajam ke arah dia.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 20.00 malam. Saatnya Cici tidur, apa lagi di luar sana sedang gerimis, semakin enak tidur untuk menghilangkan penat. Tapi tidak untuk Cici, baginya malam ini adalah malam yang menentukan nyawanya. Apakah dia bisa selamat dari raja bengis ini nanti?


“Apa di dalam sana tidak terlalu kecil?” menunjuk ke arah tempat tidur yang biasanya Cici tiduri. “Maaf yang mulia?” tanya Lala yang tidak mengerti maksud Chyron. “Apakah tidak apa-apa dia tidur di kasur saya?” semua orang terdiam sejenak. Untuk mencerna perkataan Chyron yang barusan dia ucapkan.


“Ma... maksudnya yang mulia?”


Chyron menghela nafas, entah mereka bodoh atau emang tidak paham dengan perkataan Chyron tadi. “Apa tidak apa-apa kalau anak kecil tidur dengan orang dewasa?” menaikkan satu alisnya.


Suara mainan Cici jatuh, karena dayang itu agak kaget mendengar perkataan Chyron, bahkan Cici yang sedang meminum susu, menumpahkan susunya dan menjatuhkan ke lantai. Apa lagi dia tidak percaya kalau harus tidur satu kasur dengan ayahnya ini.


“Ma...maaf kan saya yang mulia,”


Segera membersihkan mainan dan susu yang tumpah tadi, dengan sigap dia membersihkan takut nyawanya melayang dalam sekejap di tangan Chyron.


“Tentu boleh yang mulia,” Jawab Lala dengan nada senang, apa lagi saat ini Chyron terlihat begitu menyayangi Cici. Tidak seperti awal pertama kali ingin membunuhnya. “(Eps 3 kalau gak salah) sekarang gunung es itu mulai mencair, dan Chyron mulai bisa menerima keberadaan Cici sebagai putrinya.


“Apa ada yang harus aku perhatikan?” tanya Chyron dengan ekspresi yang mulai siap mendengarkan jawaban ibu asuh Cici. “Yang jelas jangan sampai tubuh yang mulia menindihnya, kalau tidak tuan putri bisa meninggal.” Ujar Lala menjawab dengan menahan senyuman, apa lagi harus menahan tawa melihat ekspresi Chyron yang sedang mencerna perkataan Lala.


“Dan saya akan taruh bantal untuk menghalangi, agar tuan putri tidak jatuh ke bawah,” Lala menaruh batal guling di dua sisi dan beberapa bantal juga sebagai penyangga. “Apa dia begitu lemah, bahkan jatuh pun dia bisa meninggal?” tanya lagi Chyron memandang Cici dengan tatapan mengejek.

__ADS_1


“Tentu yang mulia, apa lagi tuan putri sangat lemah, kalau salah sedikit bisa-bisa dia meninggal.”


“Makhluk lemah, tidak salah lagi dia seperti ulat yang bisa mati kapan saja.”


Lala tersenyum lembut. “Semua bayi emang seperti itu yang mulia, mereka adalah makhluk yang harus kita lindungi dan kita sayangi, mereka tidak bisa di kasari mereka hanya boleh di bericinta dan kasih sayang, kita yang sudah mengenal dunia ini, harus memberikan apa yang harus mereka dapatkan,” ekspresi Chyron tidak bisa di artikan, karena wajahnya tiba-tiba terlihat suram.


“Heh, sejak aku lahir sampai sekarang, aku tidak selemah itu.”


Apa dia pikir saat dia langsung keluar dari perut ibunya, dia sudah bisa memegang pedang, berdiri. Berbicara dan juga sudah sebesar ini, sungguh konyol.


“Baiklah, setidaknya aku sudah paham apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan. Taruh ulet itu ke kasur, dia sepertinya sudah mulai mengantuk.” Titah Chyron, Lala mengambil Cici dari tangan dayang dan merebahkan tubuh Cici, Lala cium kening Cici dan tersenyum manis.


“Semoga mimpi indah Putri kecilku,” Setalah mereka memberi salam kepada Chyron, akhirnya para dayang itu pergi dan meninggalkan Cici bersama Chyron.


Tunggu!! Kenapa mereka pergi semua, kenapa aku tinggal di sini sendiri apa lagi harus bersama psikopati ini. Apa mereka ingin membunuh ku?


“Apa dia merasa tidak nyaman?” gumam Chyron menatap Cici. “Sebaiknya kita tidur sekarang,” kata Chyron ingin naik ke tempat tidur.


Apa? Apa dia gila, apa dia berpikir sebelum membunuhku dia ingin menyiksaku dulu!!. Jangan-jangan dia ingin memperkosa aku lagi?! Oh tidak, dasar cabul, aku baru berumur 6 bulan. 2 jam, 30 menit ,24 detik. Dan dia sudah ingin melakukan hal senonoh itu kepada ku?!


Aku tidak ingin kesucian ku di ambil lelaki buaya dua alam ini. Dulu sebelum terlahir kembali, akh meninggal saja dalam keadaan perawan dan sekarang aku juga harus dalam perawan. Aku tidak ingin kesucian ku di ambil lelaki ini, tidak mau.


Pikiran Cici sudah melayang ke mana-mana, dan dia membayangkan kalau dirinya di eksekusi oleh Chyron, sebelum di lecehkan, dia menyayat tubuh Cici dengan pedang yang selalu dia bawa ke sana kemari. Kulit Cici yang lembut seperti kapas itu, di kelupas kulitnya sebelum di kelupas di kasih besi panas dulu dan setelah puas baru dia dilecehkan. Itu yang Cici bayangkan, seperti kelinci yang ketakutan saat melihat serigala tersenyum padanya.


Dia mengatakan Chyron cabul, mesum, dan sebagainya. Tapi dia sendiri berpikiran seperti itu, jadi yang mesum itu sebenarnya siapa?


Tiba-tiba ada suara yang tidak asing muncul. “Tunggu suara siapa ini?” pikir cici.


“Tentu suara suami masa depan kamu,”

__ADS_1


What??


__ADS_2