
Enam bulan waktu berlalu, dan aku berusaha melakukan terbaik dengan mengerakkan seluruh badan agar bisa lentur dan juga tidak gendut. Aku berusaha mengerakkan tubuh meskipun sangat melelahkan, ternyata menjadi anak-anak sangat lah tidak menyenangkan tidak bisa berbuat apa-apa sendiri tanpa bantuan orang lain. Entah kenapa gusi aku sangat gatal rasanya aku ingin menggigit sesuatu yang keras.
Tiba-tiba Lala datang membawa benda kecil di tangannya, entah benda apa itu tapi di lihat dari kotaknya sangatlah cantik, ceh. Aku dari dulu sampai sekarang gak pernah berubah matrenya, oke jangan suka menilai dari luarnya saja, karena dalamnya belum tentu sama cantiknya. Pengalaman hidup aku itu.
“Tuan putri sudah bangun?” tanya Lala, Cici hanya memperhatikan benda yang ada di tangan Lala dan dia tidak merespon apa kata Lala.
“Hehehe... Lihat Lala tuan putri kita, matanya hanya tertuju kepada kotak itu,” Celetuk Sisil yang gemes dengan sikapku ini.
“Astaga, tuan putri ini ternyata tidak sabar ingin memiliki kotak ini?!” Lala memperlihatkan kotak kecil itu dan Cici berusaha menggapai dengan mengulurkan kedua tangannya ke depan.
Lala yang gemes melihat putri Cici ada niat terbesit dalam benaknya untuk mengerjai Cici yang berusaha ingin mengambil kotak kecil tersebut. Lala pura-pura ingin menyerahkan kotak itu dan Cici siap ingin mengambilnya, tapi kalah cepat dengan Lala yang menariknya kembali, seperti tarik ulur.
Ck, kamu pikir aku bocah apa, kalau tidak ada niat buat ngasih ke aku, buat apa pamer. Membuang waktu ku saja, lebih baik aku tidur melanjutkan mimpi bersama pangeran berkuda ninja.
Orang yang tanpa sadar kalau dirinya emang bocah, emang benar tubuhnya kecil tapi jiwanya sudah tua. Cici memiringkan tubuhnya ke samping, seolah-olah tidak ada niat untuk bercanda dengan Lala. Lala yang merasa tuan putrinya ini marah langsung berdiri di samping Cici. Lala merasa kalau tuan putrinya ini terlalu cepat dewasa atau emang dia kelelahan sampai tidak ingin merebut barang yang ada di tangannya.
“Baiklah ini adalah benda dari ibunya tuan putri, sebelum pengasuh terdahulu pergi meninggalkan istana ini, beliau menitipkan benda ini kepada saya untuk tuan putri,” Lala membuka kotak itu dan memperlihatkannya tapi Cici enggan untuk membuka matanya.
Biar tau rasa, berani mengerjai aku lagi, sekarang kita lihat bagaimana kamu membujuk ku .
__ADS_1
“Kalau tuan putri tidak ingin melihatnya ya sudah saya simpan lagi di dalam kotak ini,” canda Lala dengan menahan senyum, dia tau kalau cici Sangat penasaran dengan benda tersebut tapi hanya gengsi aja.
Cici tau kalau Lala berusaha membujuknya tapi entah kenapa Cici tidak ada mood untuk bercanda saat ini. Dia bahkan enggan membuka matanya hanya terpejam saja dan tubuhnya sangat kelelahan rasanya dia mau tidur saja.
Apa aku sedang haid, masa mood aku sangat jelek sih, emang bisa yah haid dalam keadaan seperti ini? Perasaan gak pernah deh, di komik dan di novel juga gak ada yang menceritakan kalau jiwa yang masuk ke dalam tubuh anak kecil dia akan haid sesuai umur Jiwanya. Bentar!! Aku rasakan dulu apakah aku haid apa bukan.
Cici mengerakkan kakinya dan dia rasa baik-baik saja, tapi kenapa mood dia sangat jelek yah. “Sepertinya tuan putri benar-benar ngambek,” bisik sisil dan Lala mengangguk, Lala memegang tanganku dia meletakkan kotak hadiah itu dengan rasa bersalah.
“Maafkan saya tuan putri,” ucap Lala mencium keningku lalu semua dayang keluar meninggalkan aku sendiri di kamar.
Cici bangun dari tempat tidurnya, dia duduk dengan memperhatikan kalung safir yang sama dengan warna matanya dia memperhatikan dan di dalam kalung itu tertulis namanya.
Bukannya kalung tadi tidak ada namanya yah, kok sekarang ada? Apa kalung ini di Lindungi dengan sihir?
Tiba-tiba ada angin kencang dan petir yang menyambar pohon yang tidak jauh dari kamar Cici. Semua dayang panik mereka dan para penjaga Berlari ke kamar Cici, beberapa kilatan bergambar naga menyambar ke atas atap yang sekarang ini di tempati Cici. Entah itu penanda buruk atau tidak setelah gambar naga tidak lama kilatan ke dua muncul dengan gambar burung phoenix yang terkenal dengan hewan roh yang paling suci. Tidak lama kilatan ke tiga muncul lagi yang mempersatukan antara naga yang membentuk lingkaran dan di tengah lingkaran itu adalah burung Phoenix. “Yang mulia, ada kejadian aneh di istana kamar tuan putri,” ucap ajudan Reymond dia adalah pengawal bayangan yang di tugaskan untuk mengawasi Cici tanpa sepengetahuan siapa pun.
Chyron berdiri dari tempat duduknya. “Aneh bagaimana?” tanya Chyron dengan menyipitkan matanya. “Ada tiga kilat petir di curung atap tuan putri, dan pohon yang tumbang di samping rumah. Pohon itu adalah yang sudah lama berdiri selama 100 tahun yang lalu.”
“Para dayang apa mereka bersama tuan putri?” Chyron tidak menanggapi Semuanya yang dia pikirkan adalah kondisi putrinya sekarang ini. “Hanya tuan putri di kamar sendirian.” Jawabnya dengan nada hati-hati.
BRAKKkK...
__ADS_1
“Apa kamu bilang? Di mana para dayang apa mereka tidak menyayangi nyawanya lagi?!” Teriak Chyron, dia bergegas menuju kamar cici, di lihatnya para dayang dan kesatria berusaha membuka pintu kamar.
“Akhirnya aku bisa bebas dari kalung bodoh itu, sudah beribu tahun aku terkurung di sana,” ucap seseorang yang tidak terlihat bentuknya, Cici mencari-cari sumber suara itu yang tidak ada orang lain selain dirinya sendiri dalam kamar.
Di mana dia?
Cahaya warna biru mendekat ke wajah cici, tiba-tiba cahaya itu hilang dalam sekejap, Cici menautkan alisnya dan sekarang suara itu hilang dan cahaya itu juga ikutan hilang.
“Apa dia yang akan menjadi istri masa depan aku?” Gumam orang itu yang tidak terlihat sama sekali.
Sedangkan Chyron mengerahkan semua pasukan untuk membuka pintu kamar Cici. “Kenapa pintunya tidak bisa di buka?!” teriak Chyron semua orang gemetaran melihat aura iblis yang keluar dari tubuh Chyron.
Chyron berusaha memutar otaknya dan ke betulan sahabat Chyron datang dan baru Sampai, Chyron pergi dan menuju ruangan tamu dengan jalan yang tergesa-gesa sedangkan badai masih menyelimuti istana Zadie.
BRAKKkK....
Orang itu menatap Chyron sambil tersenyum, dia meletakkan koran dan berdiri ingin memeluk Chyron tapi saat ini Chyron tidak ada niat buat bercanda dia mengangkat sahabatnya itu seperti membawa seorang kucing saja, hanya dengan sebelah tangannya, dan tentu saja sahabatnya ini terkejut dengan sikap Chyron yang memperlakukannya seperti hewan peliharaan saja.
“Apa yang kamu lakukan, cepat turunkan aku!!” Memberontak semua orang yang melihat kejadian itu hanya saling menunduk dan juga berusaha menahan tawa.
Chyron langsung melepaskan sahabatnya itu pas di hadapan pintu kamar Cici. “Apa?” Tanyanya yang pura-pura polos, Chyron yang sudah tidak ada batas kesabarannya lagi ingin mengeluarkan pedange yang ada di samping badanya. “Astaga, kamu tidak bisa yah meminta bantuan dengan cara yang lebih sopan.” Chyron menatap tajam ke orang itu dengan mata yang sudah membara.
__ADS_1
“Sepertinya ada penghalang di balik pintu ini, makanya kalian tidak bisa membuka dengan cara apa pun itu,” Ucapnya yang dengan segera memeriksa pintu tersebut, dia adalah sahabat Chyron, Volvesh winner zank . seorang yang bebas keluar masuk istana dan bahkan yang tidak pernah tau asal usul orang ini, bahkan saat dia datang dan pergi tidak ada yang menyadarinya.
Orang lain hanya tau, kalau dia adalah pengikut Chyron sebelum dia menjadi raja sekarang ini, banyak juga yang bilang kalau mereka adalah gue dan murid. Tapi melihat perlakuan Chyron terhadap dia sepertinya bukan guru dan murid melainkan seorang sahabat, meskipun di bilang Sahabat juga bukan karena Chyron terlihat membenci kehadirannya.