
...HAPPY READING...
......♡--------------------♡......
3 jam sudah Alya bersama ketiga temannya mengerjakan tugas mereka.
" Kalau tau kuliah cape gini mending kerja aja gak sih? " Anggira menggerutu karena pantatnya keram akibat terlalu lama duduk.
Chia menggeleng kepala, " Emang lo mau kerja apa? " Tanya Chia menatap Anggira remeh.
" Yah gak tau sih. " Jawabnya tanpa beban.
" Selagi orang tua lo mampu, harusnya lo bersyukur bukannya ngeluh. " Sambung Erika si paling bijak yang baru datang dari dapur membawa beberapa camilan dan meletakan di meja tempat mereka belajar.
" Betul tu kata Erika, baru semester 1 aja lo udah ngeluh. " Chia nyerocos.
" Yah masalahnya kita udah selesai ujian kok masih di kasih tugas, kan ngeselin anjir. " Maki Anggira pasalnya mereka sudah menyelesaikan ujian untuk mata kuliah ini namun dosennya malah memberikan tugas tambahan.
" Ya kan tu dosen bilang tugas ini buat jaga jaga kalau nilai kita anjlok. " Chia menjelaskan, walaupun ia kesal tapi ini juga demi kebaikan mereka.
" Udahlah lagian tugasnya tinggal di kumpul aja kan? " Tanya Erika yang langsung di angguki oleh mereka semua.
Ting.
Ponsel Alya yang berada di atas meja berbunyi, Alya segera membukanya siapa tau ada info penting para suami koreanya. Dan ternyata bukan.
Pak Bara
Besok saya tidak memberi mata kuliah di kelas kamu.
Alya menatap heran pada isi pesan dari dosennya itu, disini Alya bukan asisten dosen ataupun komisaris kelas jadi kenapa pria ini memberitahunya.
Belum sempat ia membalas, pesan dari orang yang sama muncul lagi.
Pak Bara
Takutnya kamu kangen sama saya.
Membaca itu reflek Alya melempar benda persegi tersebut ke meja membuat 3 temannya yang sedang santai dibuat kaget olehnya. Bayangkan suasana lagi hening heningnya malah mendengar suara keras seperti itu.
__ADS_1
Dosennya itu seolah tau isi pikirannya padahal mereka sedang tidak di tempat yang sama, Alya jadi takut kalau ternyata pria ini cenayang.
" Kenapa lo? Di tagih utang sama rentenir? " Tanya Chia mengelus dadanya yang berdetak kencang.
" Tau lo, jantung gue hampir log out. Kenapa sih? " Sambung Anggira yang bajunya basah akibat semburan air dari mulutnya sendiri.
Sedangkan Erika tetap dalam model cool, mungkin jantungnya terbuat dari beton.
" Hehe soryy. " Alya cengengesan, ia enggan menjawab pertanyaan temannya biarkan saja dirinya sendiri yang membaca pesan alay itu.
" Retak lagi iphone lo. " Celetuk Erika menatap handphone Alya yang tergeletak mengenaskan di lantai dengan beberapa retakan. Bersyukur Alya menggunakan anti gores jadi benda itu aman dan uangnya juga aman. Jangan lupakan ibunya yang akan mengamuk jika tahu handphone mahal itu di rusak olehnya.
" Anying ipong gue, untung masih nyalah kalau kaga habis riwayat gue. " Ucap Alya mencium hp tersebut beberapa kali membuat temamnya menatap geli ke arah gadis 18 tahun itu.
" Eh tadi lo di antar saka Rian bukan sih? " Tanya Anggira membuka topik lain.
" Oh iya lo di antar dia? Sejak kapan kalian dekat? " Sambung Chia ikut bertanya.
Alya mencarger handphonya terlebih dahulu lalu kembali menatap ketiga temannya yang menatap penasaran.
" Iya itu Rian, kebetulan aja tadi ketemu ." Jawabnya singkat sambil menyeruput es jeruk miliknya yang belum disentuh akibat adegan hp terbang.
" Kayanya Rian suka sama lo. " Celetuk Erika.
Alya menyemburkan minumannya. Anggira yang kebetulan di sampingnya pun reflek memberikan tisu.
" Gue sih setuju sama lo Rik. " Chia menyetujui ucapan Erika.
" Sama sih gue juga ngerasa gitu. " Sambung Anggira ikut menyetujui.
" Lo pada apa apan sih, cuman perkara di antar sekali masa kalian bisa nyimpulin dia suka sama gue. Gak usah aneh aneh deh. " Jelas Alya menatap ketiga temannya dengan tatapan jengah.
Anggira memutar bola matanya, " Lo aja yang gak sadar, kita tuh liat dia selalu ngeliatin lo kalau di kelas. "
" Nah benar tu, dia juga sering merhatiin lo diam diam kalau di luar kampus atau pas kita ada kegiatan gitu. " Chia nimbrung.
" Lo gak sadar kalau tugas kelompok lo selalu dapat sama dia? " Celetuk Erika membuat Alya menatap teman misteriusnya itu yang sering kali benar.
" Yah mungkin karena absen kita dekatan. " Alya memberi pembelaan dengan kemungkinan² yang ada.
__ADS_1
" Kalau misalnya karena absen, harusnya gue samaan sama Chia. Tapi kenyataanya kita jarang sekelompok. " Erika kembali memberikan teori.
" Benar juga ya, tapi yang mungkin karena menurut dia gue cocok kali sekelompok sama dia. " Alya kembali memberi pembelaan sedangkan Anggira dan Chia hanya diam seperti orang yang sedang menonton teori konspirasi. Langkah juga pemandangan di depan mereka ini, di mana Erika yang pendiam malah banyak bicara, sedangkan Alya yang tak pernah mau kalah itu di buat kicep oleh si pendiam.
" Gak, gue jelas jelas liat dia selalu minta ke komisaris yang bagiin kelompok supaya barengan sama lo. "
Kali ini Alya terdiam, ia mulai kepikiran oleh kata kata Erika. Kalau di ingat ingat kembali memang ia sering sekali mendapat kelompok bersama Rian. Sampai sampai teman sekelas meledek mungkin mereka berjodoh, namun Alya tak ambil pusing. Tapi sekarang ia malah di buat pening dengan fakta barusan.
" Ah yaudahlah, mending gue siap duluan ke kampus. " Alya pun bangun dan berlalu menuju kamar meninggalkan ketiga temannya yang menatap cengoh ke aras pintu yang baru di tutupnya.
" Ternyata lo bisa banyak omong juga ya. " Celetuk Anggira menatap Erika takjub. Takk berbeda jauh, Chia pun dibuat cengoh dengan kata kata yang di keluarkan Erika tadi.
" Gue punya mulut. " Jawab Erika berlalu dari sana untuk membereskan ruangan itu.
Sembari menunggu Alya ketiganya bekerja sama membereskan kosan, sebelum si pemilik mengamuk.
Sedangkan di dalam kamar. Sambil memilih pakain Alya kembali dia buat kepikiran bukan hanya tentang Rian namun di tambah ia kembali mengingat isi pesan dari Bara.
" Pak Bara kenapa sih? Kok gue baru sadar dia aneh akhir akhir ini. "
Karena terus kepikiran Alya tiba tiba mengingat bahwa dosenya itu mulai menunjukan perilaku ini sehabis datang ke kosannya.
" Apa pak Bara kerasukan Setan di kosan gue ya? " Tanya Alya pada dirinya sendiri.
" Lama amat neng. " Celetuk suara dari luar yang tak lain adalah suara cempreng milik Chia.
" Iyaa sabarr. " Teriak Alya menjawab selagi ia memoleskan liptint di bibirnya.
Sesudah ia keluar kini gantian ketiga temannya itu untuk bersiap satu persatu. Niatnya mereka ke kampus hanya untuk mengumpulkan tugas akhir setelah itu mereka akan jalan jalan ke mall sebentar untuk menghilangkan stress akibat ujian dan tugas.
Memang di kampusnya itu setelah mereka selesai ujian mereka akan di beri tugas sebagai batu loncatan apa bila hasil ujian mereka jelek.
Sembari menunggu ketiga temannya Alya memutuskan untuk mengecek handphonenya. Ada sebuah pesan masuk di sana.
08xxxx
Sv Rian
Isi pesan itu kembali membuat beban pikiran untuk Alya, ia benci otaknya yang selalu mudah kepikiran. Tanpa membalas pesan tersebut Alya hanya menyimpan no Rian lalu mematikan benda persegi tersebut.
__ADS_1
...----------------...
...To Be Continue :)...