
Bismillah deh, aduh excited banget ni sumpah sampai nervous gini!
Sambil membawa dua buah plastik berbeda, kaki jenjang gadis itu berjalan disebuah lorong lantai 3 apartement yang cukup sepi. Semakin ingin sampai dengan kamar apartement yang ia cari, semakin sulit ia menahan senyumnya itu.
Ya, saat ini Alma sudah berada di depan pintu apartement Galang. Ketika di jalan, tadi ia sempat singgah untuk membeli 2 porsi bubur ayam untuk ia makan bersama Galang, ia juga niatnya sehabis memberi suprise ingin mengajak Galang jogging karena ini belum jam 7 pas.
Tok Tok Tok
Alma mengetuk pintu berwarna coklat kehitaman itu, namun tidak ada sahutan. Mungkin Galang sedang tidur pikir Alma. Ia mengetuk sekali lagi. Tok-tok-tok, beberapa saat ia belum ada seseorang yang membukakan pintu itu.
Tiba-tiba tangannya reflek membuka gagang pintu dari luar, krekk benar saja ternyata pintunya tidak dikunci. Alma hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, ia hanya mengkhawatirkan pacarnya itu takut terjadi apa-apa.
Alma melangkah masuk ke dalam, senyum indah sekaligus senyuk malu tak hilang-hilang dari bibirnya. Bagaimana tidak? Alma sangat excited untuk memberikan bucket kepada Galang sebagai hadiah istimewa yang sudah ia siapkan dari jauh hari.
Srek! (harap maklum karena tidak tau suara plastik jatuh).
Merasa ada bunyi yang sedikit menganggu indera pendengaran Galang, namun telinganya sungguh peka. Lantas ia dengan malas langsung menoleh ke arah sumber suara. Deg! Baru bangun tidur, jantungnya langsung berdegup kencang.
Alma terdiam, tidak bisa berbicara, air matanya langsung jatuh bercucuran deras, perasaannya langsung campur aduk semua, bahkan bucket dan bubur yang ia pegang itu terjatuh ke lantai. Ia rasanya sangat hancur sehancur-hancurnya melihat apa yang ada dihadapannya ini.
Seorang cowok tanpa menggunakan atasan, yang tadinya tengah tidur berpelukan dengan seorang wanita yang tidak menggunakan pakaian sehelai benang pun. Siapa lagi mereka kalau bukan Galang dan Felica yang ter-pergok sedang tidur bersama.
“Gue bisa jelas-“
PLAKKK!
Tamparan keras melayang ke rahang Galang, hingga membuat sebelah wajah cowo itu memerah. Alma benar-benar tidak bisa menahan emosinya, ia benar-benar kacau!
“GUE SELAMA INI KURANG APA HAH ANJ*NG?!”
“Baby, g-gue bisa jelasin. Ini ga seperti apa yang lo kira-“
Alma memotongnya lagi dengan suara lantang, yang membuat Felica terbangun. “APA LAGI YANG MAU LO JELASIN BANGS*AT? LO KIRA GUE BUTA? LO KIRA INI BLOM MENJELASKAN SEMUANYA?!”
Felica langsung kaget bukan main, ia langsung bangun dari kasur lalu memakai atasan untuk menutupi tubuhnya sementara. Ia benar-benar kaget bahwa Alma berada di apartement Galang.
“Dengerin gue dulu! Ini ga seperti-“
“APA HAH? GA SEPERTI APA YANG GUE LIAT? TOL*L! ABIS TIDUR GINI LO KIRA GA SEPERTI APA YANG DIBAYANGKAN APANYA BANGS*T!”
Felica ikut mencoba menenangkan temannya itu, cih! Bahkan Alma sudah menganggap Felica musuh ketika sudah mengetahui semua ini.
“Bener, lo itu salah paham sumpah Al. Gue-,”
__ADS_1
PLAK!
Tak hanya tamparan kepada Galang, Felica juga mendapatkannya hingga ia mengaduh kesakitan.
“Bener, Fel. Gue salah paham sama lo, kenapa bisa dari awal gue ngira kalo lo itu temen baik buat gue? Ternyata gue salah haha, pacar sahabat lo sendiri kok juga embat sih hah?” Sindir Alma dengan penuh tekanan.
Felica bukannya sedih atau meminta maaf, justru ia juga terlanjur emosi. “Apa hah? Ga suka? Toh yang jadi permasalah bukan masalah pertemanan kita, tapi gue yang suka sama Galang. Jujur gue udah dari dulu suka sama Galang, tapi kenapa Galang lebih milih lo dibanding gue.”
Alma tertawa kecil mendengar itu, tawaan bak seorang iblis. “Sekarang apa yang lo mau udah dapet, kan? Sesuai sama kata lo, ‘padahal banyak cewe yang pengen digituin sama pacar lo’ (episode 7). Haha emang bener sih kata lo, termasuk lo cewe itu, kan?” Felica terdiam mendengarnya.
“Stop, Al! Gausah sepenuhnya nyalahin Felica, gue juga salah kenapa gue bisa mau ‘tidur’ sama dia. Tapi itu semua terjadi karena Felica mabuk, ya dia mana sadar!”
Alma bertepuk tangan. “Lo mau jadi pahlawan kesiangan buat Felica, iya? Haha bagus sih, gue cukup tau aja. Dan gue mau kita cukup-in juga hubungan kita.”
“Ngga, gue ga mau!”
“Kalo ga mau ya berarti lo tol*l!”
“Emang gue tolol, tapi gue cuman mau sama lo!”
“Itu egois bangs*t, lo juga udah dari dulu selalu egois sama gue. Cewe mana yang mau hubungan lanjut pas udah disakitin kaya gini hah? Itu namanya gue yang bodoh kalo gue mau lanjut sama lo!” Galang benar-benar tak percaya dengan ucapan Alma yang langsung membuatnya tak bisa berkata-kata.
“Udah, Lang. Ngapain juga lo masih mau sama cewe toxic kaya dia? Lo masih ada gue, lo bisa jadiin sebagai pacar lo,” Galang tak habis pikir apa yang Felica ucapkan.
“Felica udah nungguin lo, bener katanya ngapain mau sama cewe toxic kaya gue? Mending sama Felica, kan abis itu lo bebas mau ngapain lagi,” Galang langsung memegang tangan Alma.
Alma langsung menghempaskan tangan Galang. “Jangan pegang-pegang gue.”
“Gue mohon, kasih gue kesempatan. Please, Al,” Galang memohon.
Felica langsung menarik Galang. “Gausah ngemis gitu, Lang. Dia emang udah gak cinta lagi juga sama lo, makanya bilang putus.”
“Iya, Lang. Gausah ngemis gitu ke gue, gue kesini niatnya cuman mau ngasih suprise doang, sama tadi niatnya mau ngajak jogging. But kayanya ini yang terakhir,” Alma merendahkan suaranya sedikit lirih.
“Sorry karena tadi malem gue ga dateng ke party lo. Gue cuman bisa ngasih ucapan terakhir buat lo, wish you all the best. Thanks juga satu tahun buat gue, kalo gitu gue duluan,” Alma membalikan tubuhnya dan pergi dari sana.
“Alma!” Panggil Galang, namun tak Alma hiraukan.
Lagi dan lagi seperti scene episode 3, Alma pergi dari apartement Galang dengan air mata yang berjatuhan. Namun kali ini ia benar-benar menangis sesegukan, hatinya sangat hancur yang tidak bisa dijelaskan. Ia juga masih tidak percaya bahwa hubungannya akan berakhir sesakit ini.
Dilain sisi, Galang mengacak rambutnya kasar seakan sangat frustasi seberat-beratnya. Sanking emosi yang tidak tertahan, ia menghamburkan benda-benda yang ada disana hingga berantakan. Galang berteriak dalam apartement-nya memanggil nama Alma yang kini sudah berstatus mantan. Namun mau bagaimana pun, ia tidak akan bisa pernah kembali lagi dengan gadis yang paling ia sayangi itu.
“Udah lah, Lang. Ga usah frustasi kaya gitu, dia aja biasa aja,” Galang menatap Felica dalam dengan penuh kemarahan.
__ADS_1
Bisa-bisanya Felica bilang bahwa Alma biasa saja dengan apa yang terjadi, bahkan dari awal hingga keluar apartement, Alma benar-benar menangis.
“Anj*ng! Bangs*t! Tol*l! Galang anj*ng!” Maki Galang pada dirinya sendiri dengan suara tinggi.
“Jangan gitu, Lang. Udah ya, lo ngga kaya yang lo bilang itu kok. Tenang, disini masih ada gue,” Felica mendekatkan tubuhnya ke Galang, namun Galang justru menolaknya.
“Pergi.”
“Gue?”
“Pergi gue bilang.”
“Apasih, Lang. Gue disini masih pengen-“
“Buruan pergi anj*ng! Lo denger apa gue ngomong gak hah?!” Felica menelan saliva dengan susah.
“Tapi-“
“Pergi, Fel. Jangan sampai kesabaran gue habis,” titah Galang dengan suara berat.
Felica yang gemetar mendengar ucapan Galang, ia langsung bersiap dan mengemasi beberapa barang kecil miliknya untuk pulang.
“Gue pulang ya, Lang,” Galang tak menyahut, Galang duduk di ujung kasur tidak mau melihat Felica.
“Lang?”
“Pulang.”
Felica sedikit kesal namun rasa takut mengalahkan semuanya, ia pun pergi keluar dari apartement Galang. Di dalam apartement, Galang seakan jadi orang gila yang kehilangan arah.
Galang kemudian berjalan menuju dekat kasurnya, dibawah sana terdapat bucket dari sang mantan kesayangan. Ia mengambil bucket itu, disana juga terdapat sebuah beberapa foto polaroid mereka yang turut menghiasi bucket. Mata Galang tertuju sebuah kertas yang berisikan pesan dari Alma.
Dear, Galang.
Happy birthday maboi! Cie udah nambah tua aja, aku malah jadi bocil. Semoga di umur ke 18 ini bisa bikin kamu makin dewasa ya. Semoga kamu bisa bahagiain kedua papa mama kamu, hehe aku juga ya hihi. Dan aku juga mau ngucapin happy anniversary yang ke satu tahun, haha udah lumayan lama juga ya kita. Semoga juga hubungan kita bisa awet sampai kakek nenek haha aamiin sih. Aku harap juga kita mau saling mengerti lagi, aku pengen kamu juga belajar dari kesalahan kamuu. Aku pengen kamu ga balap-balapan lagii, ga minum-minum lagii hehe. Mungkin itu aja sih, maaf yaa Galang aku cuman bisa beli iniii, maklum hehe kepotong duit bensin wkwkw. Udah ah itu aja, i love youuu Galang sayanggg❤️❤️.
by: alma lucuu pacar galang.
Tak sadar, setetes air mata keluar dari mata elang cowo itu. Galang benar-benar terharu membaca itu, namun ia langsung menganggap dirinya sebagai cowo paling buruk dimuka bumi. Kalau waktu dapat diputar kembali, Galang tidak akan mau tidur dengan Felica, dan menghabiskan waktu dengan Alma.
Penyesalan selalu datang di akhir, Galang hanya bisa pasrah. Ia meratapi foto indah antara ia dan Alma ketika sedang makan es krim bersama. Ia tersenyum kecut, air matanya mulai berjatuhan.
Thanks, baby.
__ADS_1