
Hahaha
Sepasang couple sedang tertawa riang menonton film ber-genre romance comedy. Tak henti-hentinya mereka tertawa, sambil menikmati coklat panas yang sudah mereka buat.
Alma, meskipun gadis itu belum melupakan kejadian tadi siang. Tapi malam ini ia berasa senang, mood nya kembali better daripada sebelumnya. Begitu juga dengan Galang, yang nampaknya menikmati moment malam ini.
Ditengah-tengah film, entah bagaimana bisa muncul scene antara pemeran utama wanita dan laki-laki melakukan adegan kissing. Alma yang melihat itu agak merasa aneh dan agak geli, lalu spontan menutup matanya dengan kedua tangannya.
Galang melihat itu kebingungan. Kok sampai harus tutup mata? Padahal ini hal yang lumrah menurut Galang. Galang langsung memegangi erat kedua tangan Alma itu, sehingga kedua bola mata Alma yang suci itu terkotori dengan melihat adegan adu mulut.
“Ih, Lang. Lepasin tangan aku,” Galang tertawa mendengarnya.
“Kok ketawa?” tambahnya lagi dengan kepolosannya.
“Ya lo kenapa sampai harus tutup mata? Itu scene biasa aja, gausah segitunya. Kaya ga pernah liat aja deh.”
“Iya tapi aneh, geli tau!”
“Aneh apa? Emang lo pernah nyoba?” tiba-tiba menjadi serius, dan rasanya raut wajah Galang berubah.
Alma menggeleng. “Emang ga mau juga, aku pikir tetap aja aneh.”
Galang tersenyum miring, lalu semakin mendekatkan jarak diantara mereka. “Lo belum tau aja rasanya gimana. Mau nyoba?”
E-eh?
Tidak tahu apa yang merasuki Galang, cowo itu tidak menyisakan jarak diantara mereka lagi! Alma benar-benar bingung, situasi apa ini? Lalu Galang mulai merubah posisinya, membuat Alma sedikit berada di bawah tubuh lelaki itu.
__ADS_1
“Lang, kamu-,”
Stt!
Galang meminta Alma diam, benar saja seketika badannya merasa tidak digerakan, ia ngefreeze. Tangan besar Galang mulai bergerak meraba-raba perutnya. Galang semakin mendekatkan wajahnya, hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan.
Galang menatapi intens mata dan wajahnya, ibu jari cowo itu mengelus pipinya, menyingkirkan beberapa helaian rambut yang menutupi wajah gadis yang kini ketakutan. Badan Galang kini sepenuhnya berada diatas Alma, membuat ia tak bisa kemana-mana.
Alma meneguk salivanya susah, tanpa aba-aba Galang menenggelamkan wajahnya di celuk leher Alma. Galang suka menyukai bau ini, wangi bayi. Kemudian Galang mulai mulai melakukan pergerakan lain, ia mendekatkan wajahnya ke telinga Alma. Mulai perlahan, lidahnya menjilati daun telinga pacarnya itu.
Shh.. eumm stop lang-
Alma tanpa sengaja mengeluarkan suara indahnya itu. Ia mencoba mendorong tubuh Galang, namun seakan sia-sia. Mendengar suara ******* tadi, membuat hasrat Galang semakin menggebu-gebu. Alma merasa, ada tangan yang meraba-raba perutnya dan perlahan mulai menyingkap bajunya.
“Lang! S-stop! Minggir!” Alma mulai memberontak, dengan mendorong dada lelaki yang kini berada diatasnya.
You’re so hot and sexy, baby...
Mulut laki-laki itu juga tidak diam, dia memberi 2 kiss mark di leher mulus Alma. Alma hanya bisa menangis, ia berusaha melepaskan tangannya dari Galang. Namun awalnya nihil, malah membuat itu makin liar dengan aksinya.
“GALANG, STOP BANGS*T!” Alma sontak reflek karena kemarahannya, lalu mengeluarkan kata kata mutiara itu.
Galang terdiam mendengar ucapan Alma barusan. Bangs*t? Entah mendapat kekuatan super dari mana, Alma langsung mendorong sekuat tenaga tubuh Galang hingga hampir terjatuh. Dengan kekuatannya, sesegera mungkin Alma langsung mengambil tasnya dan helmnya itu.
“Gue-“
PLAKK
__ADS_1
“Lo emang anj*ng tau ga?!”
Sehabis mengatakan itu, Alma langsung membuka pintu apartement Galang yang untungnya tidak terkunci. Lalu ia langsung berlari menuju lift, rasanya ia benar-benar ingin pergi secepat mungkin dari sana.
Alma benar-benar tak bisa menahan tangisnya ketika berada di lift. Galang juga tadi berusaha berlari untuk menahannya namun untungnya ia sudah memasuki lift. Sedangkan di sisi lain Galang masuk ke dalam apartementnya, Galang langsung menutup pintu apartemetnya dengan membanting.
ARGHHG!!! GUE KOK GITU BANGS*T!
Galang mengacak rambutnya frustasi. Karena emosinya yang tidak terkontrol, ia membanting barang barang yang ada di dekatnya, ia juga menghamburkan kasurnya yang sudah dirapikan itu.
* * *
Makasih.
Setelah menerima satu cup minuman, lelaki berjaket hitam itu berjalan menuju motornya. Ketika akan menaiki motornya, ia terhenti sejenak, matanya menyorot kepada seorang gadis yang berada di seberang. Lelaki ini menyipitkan matanya.
Kaya kenal, samperin aja apa ya?
Lelaki itu menggantungkan plastik minumannya di tang motornya, ia langsung dan menyalakan motornya. Singkatnya ia langsung menjalankan motornya untuk menyebrang, tepatnya di depan apartement.
Alma?
B-Bagas?
Bagas langsung menghentikan motornya, ia kaget melihat Alma yang sedang menangis di luar apartement. Lebih kagetnya lagi, tiba-tiba Alma langsung memasang helmnya lalu menaiki motornya dan duduk dibelakang.
“P-pergi dari sini, a-ayo.”
__ADS_1
Bagas itu super duper peka. Seakan paham situasi, Bagas langsung menancap gas dan melajukan motornya. Ada yang aneh, Bagas merasa ada tangan yang melingkar diperutnya. Ketika ia menengok ke bawah, benar saja itu adalah tangan Alma. Ia lihat dari spion, gadis itu kelihatan ketakutan.