
" dengerin mbak ya.. mbak juga sedih melihat papa kalian jalan dan mesra bersama wanita lain.. tapi mbak ingat.. mbak menikah dengan papa kalian itu demi menjadi ibu sambung untuk Mia. Rio dan juga Kenzo... selama papa kalian belum bisa mencintai mbak.. mbak tak ada hak untuk marah pada papa kalian... karena papa kalian begitu mencintai almarhumah mama kalian..." jelas Mela..
Mia dan Rio terdiam mendengar perkataan Mela.. mereka tak menyangka akan mempunyai ibu yg begitu menyayangi mereka..
"maafin Rio mbak..." kata Rio..
"iya Rio.. sekarang kalian mandi karna sudah sore.. trus nanti kita belajar bareng di gazebo belakang oke.." kata Mela..
mereka pun mengangguk.. Mia keluar bersama Mia.. tiba tiba Mia memeluk Mela dengan erat..
"terima kasih sudah mau jadi ibu kami.. bahkan mama dulu tak peduli pada kami.." kata Mia mulai terisak..
"hei gadis cantik gak boleh nangis.. yg penting sekarangkan sudah ada mbak Mela..." jawab Mela..
Mela pun ke kamar untuk mandi setelah mandi terlihat Kenzo juga baru bangun tidur.. mela memandikan Kenzo setelah itu mengajak Kenzo ke gazebo taman belakang...
tak lama Rio dan Mia mendatangi Mela dan Kenzo.. mereka belajar bersama.. setiap orang melihat akan bahagia karna melihat kehangatan dan juga keakraban mereka..
waktu makan malam tiba.. herdi masih belum pulang sedang Rio masih menahan amarahnya.. tak lama terlihat herdi baru saja pulang..
"baru pulang her.. " tanya nyonya umi
" iya ma.. habis ada meeting dengan client..." jawab herdi datar..
" ya ya lah meeting nya betah.. client ya cantik dan sexy.." saut Rio..
"Rio gak boleh ngomong seperti itu..." kata Mela lembut..
"apa maksud mu Rio... coba jelaskan.." tanya herdi
Rio berdiri dari kursi dan akan meninggalkan mereka tapi tangannya di tahan herdi..
"apa maksud mu Rio..." tanya herdi
__ADS_1
"papa meeting apa di mall.. dan mesra mesraan dengan wanita tadi bahkan papa gak sadar di sana ada mbak Mela. kak Mia. Rio dan Kenzo.. bahkan wanita itu terus menempel pada papa..." kata Rio yg mengejutkan semua orang...
"RIO.. yg sopan kamu bicara sama papa..." sarkas herdi
"Rio jijik lihat papa..." teriak Rio..
"RIO..." geram herdi
Plak... tamparan di terima Mela yg melindungi Rio dari herdi... bahkan sudut bibir Mela mengeluarkan darah karna tamparan herdi...
"jangan pernah berani memukul anak mas.. karna itu bisa melukai hati dan fisik nya.. " kata Mela menatap herdi...
semua orang terkejut.. Rio sudah meninggalkan semua orang.. Mela masih berhadapan dengan herdi.. Mia pun buka suara..
"papa jahat.. papa berani mengangkat tangan pada Rio.. dan apa papa tau mbak Mela dari tadi membela papa saat Rio marah..." kata Mia yg menangis dan meninggalkan meja makan...
"lebih baik mas mandi dan ganti baju.. habis itu makan karna mas mungkin sedang terlalu lelah dengan pekerjaan di kantor... dan jangan kuatir biar aku yg menenangkan Mia dan Rio..." kata Mela meninggalkan herdi dan mengendong Kenzo..
nyonya umi dan Siska hanya bisa diam karna tak tau masalahnya... herdi menuju ke kamar nya.. dia juga stres dengan masalah kantor.. dan sekarang Rio dan Mia...
" papa gak sayang kita... papa dari dulu tak pernah sayang sama kita.. dulu papa tak peduli dengan kita waktu masih ada mama... sekarang papa bahkan lebih jahat...." kata Rio di sela tangisnya..
" Rio.. di sini masih ada kak Mia. Oma. Tante Siska. dan Kenzo... dan sekarang kita punya mbak Mela yg menyayangi kita bahkan rela terluka demi melindungi mu..." kata Mia..
Mela pun ikut meneteskan air matanya .. Mela pun masuk dan memeluk kedua anak sambungnya itu...
" maafkan mbak ya... tak bisa berbuat apa apa.." kata Mela memeluk Mia dan Rio
" terima kasih... sudah mau menerima kami dan menyayangi kami..." kata Mia..
" kenapa tadi mbak mau kena tamparan papa demi Rio.." tanya Rio..
"karna mbak gak mau ada yg melukai Rio.. karna Mia. Rio. dan Kenzo adl hidup mbak sekarang... jadi mbak yg akan menghadang semua yg ingin menyakiti kalian bertiga..." terang Mela..
__ADS_1
mereka makin menangis mendengar perkataan Mela yg mencintai mereka....
" terima kasih bunda..." kata Rio..
Mela pun menangis mendengar panggilan Rio.. Mela merasa hidupnya lengkap dengan mempunyai ketiganya.. meski herdi tak bisa menerimanya itu bukan masalah untuk Mela..
Siska yg tak sengaja mendengar percakapan mereka pun ikut terharu mengetahui betapa Mela mencintai anak sambungnya...
" terima kasih Mela.. telah memberikan cinta pada ketiga keponakanku.. karna dengan kehadiran mu mereka menjadi ceria dan bahagia.. bahkan dulu ibu kandungnya tak pernah memperdulikan mereka..." gumam Siska...
herdi yg tak sengaja mendengar gumaman dari Siska pun di buat kaget mengenai Septi...
" apa maksud mu Siska.. dengan ibu kandung yg tak memperdulikan mereka.." tanya herdi..
Siska hanya tersenyum kecut.. menatap herdi.. dia tak ingin berdebat dengan sang kakak...
" jawab Siska.." bentak herdi..
" kalau kakak mau tau.. bisa tanya mama.. dan tanya semua orang yg ada di rumah bahkan perusahaan bagaimana kelakuan istri kakak yg wanita ular itu.. " kata Siska..
" jangan bilang begitu Siska.. Septi wanita yg baik dan sempurna.." kata herdi..
" cih sempurna.. emang kakak pikir aku keluar dari rumah dulu karna apa..dan asal kakak tau bahkan dia tak menyayangi anak anak kakak.. bahkan dulu dia ingin mengugurkan Kenzo..." teriak Siska...
herdi terdiam.. herdi tak percaya begitu saja dengan perkataan Siska.. herdi menemui sang mama untuk minta penjelasan....
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😍😘😍😘😍😘 terima kasih