Demi Nama Baik... Aku Menikahi Duda Kaya...

Demi Nama Baik... Aku Menikahi Duda Kaya...
fitnah kejam


__ADS_3

pagi hari Mela bangun dengan sembab karna dia menangis sepanjang malam... tapi bagaimana pun dia harus tetap bekerja..


Mela pun berangkat setelah sarapan sepanjang perjalanan banyak orang yg berkasak kusuk...mela pun terus berjalan tanpa menghiraukan cemooh an orang..


sesampainya di pasar Bu Siska dan Yati melihat mela yg wajahnya masih lebam pun bertanya..


" Mel wajahmu kenapa... kok biru dan ada bekas tangan..." tanya Yati..


Mela pun menceritakan tentang kejadian yg hampir merenggut kehormatannya yg ia pertahankan..


Bu Siska yg mendengar pun geram saat mengetahui kebenaranya..


" berarti orang orang ini salah sangka tentang kejadian yg sebenarnya ..." kata Bu Siska..


semua berjalan seperti biasa Mela dan Yati bekerja dengan giat dan terus tertawa... untuk sejenak Mela melupakan kejadian semalam...


di tempat lain herdi terus teringat wajah gadis urakan itu... entah kenapa wajah Mela tak bisa keluar dari ingatan herdi...


Mia dan Rio pergi ke pasar untuk menemui sang Tante yg tengah berada di tokonya... saat sampai di pasar Mia tak sengaja menabrak seorang preman pasar...


" maaf pak tidak sengaja... " kata Mia..


" hei adek manis... mau bermain kuda kudaan sama om gak..." kata preman itu..


Rio menampik tangan preman itu ketika ingin memegang dan melecehkan Mia... tak sengaja Mela tengah berjalan karna habis mengantar barang ke salah satu tempat pelanggan...


"jangan sentuh kakak ku... dengan tangan kotormu..." teriak Rio..


" hei aku malah makin tertantang..." kata preman itu...


preman itu mendorong Rio hingga tersungkur dan Mia sudah ketakutan... Mela pun menghampiri Mia...


"jangan ganggu mereka.. tinggalkan mereka..." teriak Mela..


"cih lihat gadis murahan tak tau malu ini... " hina seorang preman...


Mia berlari ke belakang Mela dan berlindung... preman itupun mendatangi Mela dan akan menyentuh Mia..


tapi Mela menangkap tangan preman itu dan mematahkan tangan preman itu dan kemudian menendang nya hingga tersungkur...


preman yg lain memandang takut.. sedang semua orang berkasak kusuk makin nyaring... Mela menutup telinganya..


Mela pergi berlalu meninggalkan semua orang... sedang Mia dan Rio binggung melihat Mela yg pergi begitu saja...


Mela sampai di tempat kerjanya dia langsung menuju ke belakang dan menangis... karna sudah tidak sanggup mendengar cemoohan dari semua orang...

__ADS_1


Yati pun menenangkan Mela... Bu Siska juga membantu menghibur Mela.. saat Mela sudah tenang Bu Siska ke depan dan mendapati kedua keponakanya itu...


"lho kalian kenapa bisa datang kemari.." tanya Bu Siska..


" pingin main aja Tante.. habis papa kerja Mulu sedang Oma repot ngurusin Kenzo..." kata Mia..


"eh.. Tante ngomong ngomong calon istri papa itu orang nya gimana.." tanya Rio..


"emang kenapa Rio.. kamu takut.." goda Bu Siska..


"bukan begitu Tante .. jgn sampai dia seperti ibu tiri yg seperti di tv itu.. baik kalau ada papa tapi akan jahat kalau papa gak ada..." kata Rio


"hahaha... tenang Rio.. Tante kenal banget sama dia.. dia itu orang nya baik luar dalam.. percaya dech sama Tante.." jelas Bu Siska..


" oke kami percaya sama Tante.." jawab Mia..


Mia dan Rio setelah bertemu Siska memutuskan pulang ke rumah.. sedang Mela dan Yati masih berkutat dengan barang barang yg ada di belakang...


sore hari mereka pun pulang... Bu Siska bersama Mela karna ada yg ingin di katakan pada pak Salim...


saat mereka sampai di depan rumah Mela terlihat orang orang tengah berkerumun.. dan terdengar suara Bu maya..


" hei kalau kau tak bisa menjaga anak gadismu itu... mending kau jual saya di tempat hiburan malam..." teriak Bu Maya..


Mela berlari menerobos orang orang yg tengah berkerumun itu... Mela terkejut melihat sang bapak dan ibunya habis di lempari telur oleh Bu Maya dan ajudannya..


" cih.. lihat lah si gadis murahan ini datang.. hei Mela jika kau tak bisa menikah dengan agung kenapa kau mengodanya dan memaksanya untuk tidur dengan mu.." hina Bu Maya..


" bohong.. kejadiannya tak seperti itu... itu fitnah..." teriak Mela..


plag..plag.. lemparan telur mengenai tubuh Mela..


" hei kau jgn mengelak gadis murahan.. kau malu kartumu di ketahui orang..." maki Bu Maya..


Siska yg sudah tak tahan menelpon sang mama.. karna nyonya umi adl orang yg di hormati di kampung itu..


tak lama herdi dan nyonya umi datang bersama Kenzo.. Siska mengendong Kenzo...


" berhenti menghinanya Maya..." suara nyonya umi tegas...


semua orang terkejut melihat nyonya umi yg datang bersama seorang pria gagah di sampingnya..


" nyonya umi.. kenapa anda di sini.." tanya Bu Maya mencari muka..


" kenapa kau menghina keluarga Salim sampai seperti ini Maya.." tanya nyonya umi.. yg sudah berada di samping keluarga Mela

__ADS_1


" cih.. gadis ini menggoda putraku dan memaksanya untuk tidur dengannya.. karna tak ingin kehilangan harta.." hinaan Bu Maya..


herdi yg mengetahui kejadian yg sebenarnya menatap Mela dan menghampiri nya..


" jawab aku.. siapa yg mencoba memperkosamu kemarin malam.." tanya herdi datar..


Mela hanya diam sambil menagis..


" JAWAB..." teriakan herdi menakuti semua orang..


" dia agung.. dan dia pacar yg tak terima aku putuskan karna orang tuanya tak menyukaiku..." jawab Mela menagis..


" hei jaga bicaramu gadis murahan.." sarkas Bu Maya..


nyonya umi terkejut mendengar penuturan Mela..


" mana putramu.. dia yg mengatakan Mela menggoda nya.. maka suruh dia kemari.." kata nyonya umi..


Bu Maya menyuruh ajudanya menjemput agung.. karna tak mungkin berani menolak perintah nyonya umi...


tak lama agung datang dengan muka yg biru biru bekas pukulan herdi semalam..


" agung cepat katakan pada nyonya umi bagai mana Mela menggoda mu dan memintamu untuk menidurinya..." kata Bu Maya..


agung ketakutan melihat herdi sudah mengepalkan tangan dan rahangnya mengeras melihat tampang agung yg ingin memperkosa Mela semalam...


"cih.. ternyata putramu adl seorang pengecut yg beraninya mengadu pada ibunya... hei mana keberanian mu semalam yg hampir menodai anak gadis orang.." sarkas herdi..


agung diam karna herdi tau semuanya..


"hei tutup mulutmu.. " teriak Bu Maya..


"lihat wajahnya yg biru bukan karna paksaan gadis ini ingin dia menidurinya tapi karna aku menghajarnya karna dia mencoba menodai gadis ini di kebun sepi.." jelas herdi..


semua orang mulai berkasak kusuk.. semua orang mulai membicarakan tentang agung yg juga sama seperti ibunya...


.


.


.


.


.

__ADS_1


mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😍😘😍😘😍😍


terima kasih atas dukungan ya


__ADS_2