
pagi itu mereka semu sedang sarapan.. Leah juga sudah kembali seperti semula meski masih terlihat kesedihan...
" bunda.. kami ingin di antar ke sekolah oleh bunda..." kata Ivy..
" tentu sayang.. hari ini bunda yg akan mengantar jemput kalian... " kata Leah..
" Rio bekal milik mu..." teriak Siska..
" ya Tante..." jawab Rio mengambil bekal dan berpamitan pada semua orang..
kini Rio sudah meninggalkan rumah menuju rumah sakit. sedang herdi sudah siap untuk mencari dalang kecelakaan yg mengakibatkan Mia meninggal dunia.
" papa mau kemana?." tanya Leah.
" maaf sayang. aku ada urusan dan mungkin akan lama dalam pekerjaan kali ini." jawab herdi.
" tapi aku mohon cepat lah kembali pada kami." kata Leah.
" iya sayang. aku akan pulang saat urusanku selesai. jadi sekarang kamu di rumah jaga anak anak ya. dan tolong kamu yg menjadi pimpinan perusahaan Sanjaya selama aku pergi." kata herdi..
" baiklah papa. aku akan ke perusahaan setelah mengantar Kenzo dan ibu sekolah." kata Leah..
" baiklah semuanya. aku pergi dulu. aku pamit sayang." kata herdi mencium kening Leah. begitupun dengan Kenzo dan Ivy.
ternyata Tyo sudah menunggu herdi yg di antar oleh Leah.. herdi menghadap Leah dan Leah memberi ciuman hangat pada herdi.
herdi pun membalas ciuman itu. Tyo hanya tersenyum melihat kedua orang itu. Leah pun melepas ciuman nya dengan herdi.
"cepat kembali pa." kata Leah.
__ADS_1
" tentu. tak mungkin aku bisa meninggalkan istri secantik dirimu ini sendiri." kata herdi.
kini herdi sudah pergi bersama Tyo menuju ke markas sebelum mereka mencari musuh mereka.
herdi sudah menyuruh anak buahnya menata matai Hermawan. benar saja perkiraan herdi bahwa Hermawan bertemu dengan orang yg membantu semua rencana liciknya itu.
herdi kaget saat tau Wiliam yg membantu semua kejahatan dari Hermawan. herdi tak menyangka masa lalu akan kembali muncul menghantuinya.
kini herdi menuju negara J untuk menuntut perhitungan dengan dua musuh itu. bahkan herdi begitu tak sabar membereskan itu semua.
" tenang herdi. jangan terbawa emosi dan ingatlah masih ada keluarga yg menunggumu di rumah." kata Tyo.
" ya kau benar. aku tak boleh gegabah kita harus main secara halus dan bersih." kata herdi menyeringai.
" itu baru herdi yg aku kenal." kata Tyo.
mereka pun sampai di sebuah villa yg khusus di sewa oleh herdi. saat ini mereka memilih istirahat sebelum melakukan semua strategi untuk membalas dendam pada Hermawan dan juga William.
Tyo kini duduk sambil mengulurkan sebuah bir kaleng pada herdi. kini dua pria itu saling menikmati waktu sore dengan bir kaleng di tangan mereka.
"apa yg kau pikir kan her?." tanya Tyo.
" aku hanya sedang mencari cara bagaiman bisa kita masuk ke tempat itu dan membereskan Hermawan." kata herdi.
" tenanglah. aku sudah memikirkan sebuah cara untuk bisa masuk ke tempat itu." jawab Tyo tersenyum menyeringai..
" seperti nya aku akan menyukai rencana mu itu." jawab herdi sambil membalas senyuman yg di berikan oleh tyo.
" baiklah Tyo. mari kita bersiap menghadapi para musuh itu." kata herdi.
__ADS_1
" baiklah tapi kita akan menyamar. dan ini baju milikmu." kata Tyo menyerahkan sebuah godybag.
malam hati mereka sudah siap, herdi sudah mengenakan baju yg di berikan Tyo bahkan juga wig rambut panjang juga mereka sudah mewarnai kulit mereka menjadi hitam.
kini mereka sudah masuk ke dalam klub malam bersama beberapa pengawal tapi mereka datang secara terpisah.
herdi dan Tyo datang terakhir. mereka berpenampilan seperti orang kulit hitam. setelah itu Tyo memerintahkan untuk para anak buahnya mencari keberadaan dari Hermawan dan William..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungan ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih