Demi Nama Baik... Aku Menikahi Duda Kaya...

Demi Nama Baik... Aku Menikahi Duda Kaya...
fitnah kejam 2


__ADS_3

"hei apa maksud mu memfitnah putraku..." sarkas Bu Maya..


"cih aku tak memfitnah nya aku punya bukti kalau putramu yg ingin menodai gadis ini.." kata herdi...


herdi menarik Mela ke sampingnya... dan sekali tarik lengan baju Mela sobek oleh herdi..


nyonya umi terkejut melihat tindakan herdi..


"herdi apa yg kau lakukan..." kata nyonya umi..


" herdi ingin menunjukan bukti bahwa laki laki brengsek ini yg mencoba menodai gadis ini... kalian semua lihat seluruh tangan gadis ini merah dan biru karna cengkraman pria itu... jika gadis ini yg memaksa harusnya yg mempunyai bekas lensa bukan dia tapi pria itu..." kata herdi..


Bu Maya terdiam tak bisa berkutik melawan perkataan herdi.. Siska merasa heran dengan kakaknya yg membela Mela mati Matian...


" bagaimana Maya.. apa masih mau menuduh yg bukan bukan... dan kalau putramu tidak bersalah tak mungkin dia hanya diam ketakutan seperti itu.." kata nyonya umi tegas...


"hei pria sial.. siapa kau sebenarnya... " kata Bu Maya mengalihkan perhatian..


"aku cuma orang yg ingin mencari ketenangan di desa ini..." kata herdi datar..


"cih... dasar kau orang asing.. tak tau seluk beluk gadis murahan itu..." kata Bu Maya..


" CUKUP... JANGAN PERNAH KAU HINA CALON ISTRIKU..." teriak herdi yg sudah dengan amarah..


semua orang terkejut dengan kata kata yg di ucapkan herdi.. tapi nyonya umi tersenyum senang..


"hei cocok kalian gadis murahan dan orang tak tau pendidikan.." hinaan Bu Maya..


" cukup Maya.. kau menghina calon menantuku dan juga putraku.." kata nyonya umi yg membuat orang terkejut...


"apa maksud nyonya..." tanya Bu Maya sudah pucat...

__ADS_1


"sebenarnya aku kesini ingin menjemput putriku... dan mencari calon istri untuk putraku.. dan lihat istri juragan Basuki berani menghina calon menantu dari keluarga Sanjaya.... apa kau bosan hidup Maya..." kata nyonya umi datar..


" tidak boleh melati hanya milikku dia tak boleh menikah dengan orang itu..." teriak agung


"lihat Maya siapa yg terobsesi..." kata nyonya umi..


" dengar semua 2 hari lagi pernikahan putra pertamaku Herdianyah Sanjaya dengan Melati senja... dan semua orang kampung di undang untuk pesta yg akan di adakan tiga hari tiga malam.." kata nyonya umi yg di sambut bahagia oleh semua orang kecuali Bu Maya..


pak Salim masih tak percaya dengan yg di dengarnya.. ia menghampiri nyonya umi dengan berlinang air mata..


nyonya umi meminta keluarga pak Salim untuk membersihkan diri.. herdi sudah dapat tatapan aneh dari Bu Siska...


"kamu mau bilang apa..." tanya herdi datar..


"tadi kak herdi kenapa bilang calon istri..." tanya Siska..


"itu reflek dek.. dan keluar begitu saja dari mulut kakak..." kata herdi..


herdi pun mengangguk pasrah.. sebenarnya Mela sudah tau tentang sumpah pak Salim.. karna waktu Mela pura pura tidur pak Salim membahasnya dengan Bu nur...


semua tengah berkumpul di ruang tamu guna membahas tentang acara pernikahan herdi dan Mela..


" pak Salim semua urusan pernikahan biar kami yg urus.. pak Salim tinggal terima beres.. setelah menikah Mela akan saya ajak ke kota.. pak Salim tak perlu narik becak lagi..sekarang bapak tinggal mengawasi sawah yg kami berikan.." jelas nyonya umi..


" tapi nyonya.. saya merasa telah menjual putri kami demi harta..." kata pak Salim takut..


"tenang pak ini hadiah dari kami.. karna saya begitu menyukai putri bapak.. jadi pak Salim tidak perlu merasa tak enak..." jelas nyonya umi..


" akhirnya aku dan Mela jadi ipar karna Mela gadis yg baik dan menyenangkan... jadi kakak tidak boleh menyakiti Mela.. kalau tidak berurusan denganku dan mama..." ancam Bu Siska..


" iya iya... belum apa apa sudah mengancam dasar cerewet.." kata herdi mencubit hidung Siska..

__ADS_1


tiba tiba Kenzo menangis dengan kencang karna merasa mengantuk Siska yg mencoba menenangkan pun di buat kuwalahan..


Mela yg mendengar tangisan Kenzo dari luar merasa kan sesuatu.. akhirnya Mela keluar kamar dan meminta kenzo...


" sini cik biar sama saya.. cicik sepertinya kuwalahan.." kata Mela mengambil Kenzo..


" huh.. terima kasih... Mel.. lha dia diem sama kamu Mel.." Siska tak percaya melihat Kenzo yg tenang di gendongan Mela..


bahkan sekarang Kenzo dan Mela tertawa karna Mela terus bermain dengan Kenzo dan tak lama Mela bersenandung untuk menimang Kenzo...


herdi yg melihat itu pun yakin bahwa wanita pilihan ibunya tak salah.. meski dia belum bisa mencintainya.. setidaknya dia ada untuk ketiga anaknya yg membutuhkan kasih sayang seorang ibu...


Mela memberikan Kenzo yg sudah tertidur lelap ke pada Siska.. kemudian mereka pun pulang dari rumah pak Salim..


" Mel... apa kamu menerima pernikahan ini..." tanya pak Salim..


" Mela menerimanya.. pak karna Mela ingin melihat bapak tak di hina orang lagi.. dan Mela sudah menyukai bayi itu.. entah kenapa tapi Mela merasakan ada sesuatu dengan bayi itu..." kata Mela..


pak Salim dan Bu nur senang mendengar perkataan sang putri.. mereka pun bersiap untuk pernikahan yg dua hari lagi di laksanakan..


.


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😍😍😍😘😍😘


terima kasih atas dukungan ya

__ADS_1


__ADS_2