
dokter keluar dari ruangan.. dokter itu menghampiri herdi..
" maaf kami tak bisa menyelamatkan nona Mia.. dia mengalami luka kepala yg parah.. kami sudah melakukan yg terbaik..." kata dokter..
herdi terduduk lemas.. Leah tadi mendengar tentang kecelakaan yg terjadi.. dia menghampiri herdi dan memeluknya.. herdi tak menyangka jika Mia harus tewas dalam kecelakaan mobil itu..
tak lama suster keluar dari ruang operasi..
" maaf keluarga pasien... kami membutuhkan donor darah O negatif.. karena darah ini tak ada persediaan di rumah sakit...", kata suster itu..
" saya.. ambil darah saya..." kata Leah..
" sayang tapi kondisimu saat ini lemah.." kata herdi..
" aku tak masalah.. aku tak ingin melihat pria yg dulu menyelamatkan ku dan Ivy harus meregang nyawa.." kata Leah..
Leah pun ikut menuju ruangan untuk diambil darahnya.. meski dia harus menandatangani sebuah surat perjanjian...
kini Leah kembali menemui herdi.. kini Leah harus menenangkan herdi.. karena kepergian Mia.. adalah pukulan terbesar di hidup mereka..
herdi menelpon ke rumah.. Siska pun kaget dan syok.. tapi mereka harus ikhlas.. Han membantu semua keperluan pemakaman dari Mia esok pagi..
herdi masih menunggu hasil operasi Steve.. bagaimana pun herdi yg bertanggung jawab atas kesembuhan Steve..
setelah menunggu 4 jam dokter keluar.. dan menemui herdi dan Leah..
" bagaimana keadaan nya dokter..." tanya herdi..
" operasi nya berhasil.. dan sekarang pasien juga sudah melewati masa kritisnya.. tapi mungkin kami akan menempatkan dalam ruangan khusus selama pemulihan...." kata dokter..
" baik dokter.. tolong berikan perawatan yg terbaik.." kata herdi
Leah dan herdi berpelukan.. setidaknya herdi masih bisa melihat Steve hidup meski dia harus kehilangan putrinya...
ponsel herdi berdering.. nama Tyo yg tertera di layar.. herdi mengangkat dan sedikit menjauh dari Leah...
__ADS_1
wajah herdi berubah merah padam menahan amarahnya.. entah apa yg di katakan oleh Tyo..
" kembalilah beristirahat.. aku akan menyelesaikan pemakaman Mia..." kata herdi..
" bolehkah aku ikut pulang.. aku ingin mengantarkan Mia ke peristirahatan terakhir nya.." kata Leah..
" baiklah.. kita temui dokter..." kata herdi..
kini herdi dan Leah sampai di rumah.. Leah langsung berpelukan dengan Siska dan nyonya umi..
Leah menenangkan Kenzo dan juga Ivy.. Leah juga memeluk Rio untuk menguatkan putranya itu..
kini jenazah Mia sampai di rumah utama Sanjaya.. semua saudara menyambut dengan Isak tangis..
Leah tak percaya jika pertemuan terakhir saat mereka akan membahas tentang rencana pernikahan Mia dan Steve..
kini jenazah Mia di bawa ke pemakaman milik keluarga.. makam Mia berada di samping makam ibunya..
nyonya umi tak sanggup untuk ikut ke pemakaman... jadilah Siska yg menemani nyonya umi beserta Kenzo dan Ivy..
Leah melihat jenazah Mia di masukkan ke liang lahat.. kini Rio memeluk Leah yg menangis melihat putri yg sudah di makamkan..
Tyo langsung menghampiri herdi.. membisikkan sesuatu.. herdi langsung berdiri dan meninggalkan pemakaman...
" tunggu..." teriak Leah..
herdi menghentikan langkahnya saat mendengar suara Leah...
" apapun yg ingin kamu lakukan... ingatlah kamu masih memiliki kami yg selalu menunggumu.. di sini aku dan anak anak selalu menunggu mu.. jadi aku mohon jangan membuat kami harus menangis lagi... dan jika sampai terjadi sesuatu padamu.. aku tak tau apa yg harus ku lakukan..." kata Leah..
herdi melihat dan tersenyum.. dan melanjutkan langkahnya.. tiba tiba Leah merasa tubuhnya begitu lemas...
Rio menangkapnya dan memapah nya untuk pulang.. Leah merasa ada sesuatu yg di sembunyikan herdi..
sesampainya di rumah.. Leah kembali meneteskan air mata nya.. saat melihat kenangan Mia di setiap sudut rumah...
__ADS_1
tak lama Siska datang dan memeluk Leah.. Siska tau jika Leah sangat terpukul karena Leah yg juga menganggap Mia seperti putrinya sendiri...
sedang di mobil Tyo dan herdi sedang diam membisu.. mobil itu memasuki sebuah rumah bergaya Jawa klasik..
saat memasuki rumah itu.. hanya terdengar teriakan dari sebuah ruangan.. suaranya seakan begitu pilu menahan rasa sakit yg menjalar ke seluruh tubuhnya...
herdi dan Tyo hanya menatap tubuh penuh luka itu.. herdi bahkan tak Sudi menyentuh bahkan mengotori tangannya untuk menyiksanya...
" bagaimana kehilangan putrimu.. " kata pria itu..
" potong lidahnya.. dan juga kedua tangan dan kakinya.. jika dia masih belum mau bicara.. dan kalian juga habisi keluarganya..." kata herdi..
" tunggu .. tunggu apa maksudmu.." tanya pria itu..
" bawa keluarga pria brengsek ini masuk..." perintah Tyo..
seorang wanita bersama seorang gadis kecil sudah ketakutan.. mata mereka di tutup kain hitam.. pria itu makin panik melihat istri dan putrinya..
" kau tak ingin bicara.. maka kamu juga akan merasakan apa yg aku rasakan.. kehilangan putrimu di depan matamu..." kata herdi..
" aku mohon jangan sakiti mereka.. " kata pria itu..
" urus mereka Tyo.." kata herdi meninggalkan ruangan itu..
herdi menuju ke kamar miliknya.. di sana herdi memejamkan mata menginggat kembali kebersamaannya dengan Mia.. dan kehadiran Leah yg menjadi penyatu dirinya dan Mia yg sempat merenggang...
.
.
.
.
.
__ADS_1
..
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih