Demi Nama Baik... Aku Menikahi Duda Kaya...

Demi Nama Baik... Aku Menikahi Duda Kaya...
pasar lagi


__ADS_3

pagi hari Mela bangun terlebih dahulu dan berkata pada sang ibu tak perlu memasak karna mereka akan sarapan di pasar... dan Mela hanya membuat roti bakar untuk sekedar mengganjal perut..


sedang Kenzo sudah di bawa pak Salim dan Bu nur ke kebun bersama Joko dan Joni...


tak lama Han dan Tyo menuju meja makan sudah dengan baju santai...


"wih kopi dan roti bakar nih... kamu tau aja Mel kalau udah laper..." kata Tyo mengambil roti..


"eh mana nih yg lain..." tanya Han menyeruput kopi ya...


" bentar lagi juga turun dan ngumpul.. kalau bapak dan ibu udah ke kebun bareng Kenzo..." kata Mela..


" gaess... ayo kumpul.. udah siang nie..." teriak Mela


Tyo dan Han merasa pendengarannya sedikit sakit akibat teriakan Mela...


" Mel kira kira kali... masak teriak pagi pagi..." protes Han..


Mela hanya tertawa tak lama semua sudah berkumpul di meja makan.. setelah mengganjal perut mereka mengambil sepeda dan akan bersepeda menuju pasar untuk cari sarapan nasi rames...


kini mereka tengah menyusuri jalan kampung dengan santai selama perjalan banyak warga yg menyapa dan sesekali berhenti untuk berfoto bersama...


warga kampung sangat senang melihat Mela dan herdi yg begitu ramah karena di kampung itu keluarga Sanjaya di kenal sebagai keluarga yg sering memberi bantuan pada warga kampung..


tak lama mereka melintasi rumah juragan Basuki karena mereka mengambil jalan yg sedikit jauh.. terlihat banyak orang yg berkumpul...


Mela yg penasaran menghentikan sepedanya.. begitupun dengan yg lain.. Mela menghampiri salah seorang warga dan bertanya..


" ada apa pak di rumah juragan Basuki.." tanya Mela..


"owh.. nyonya Mela..." kata pak Ucup..


" panggil Mela aja pak gak usah pakek nyonya.." protes Mela..


"eh.. iya Mel..itu Bu Maya sakit dan agung membuat onar.. " kata pak Ucup..


"buat onar apa pak..." tanya herdi


" itu tuan .. agung sekarang sering mabuk mabukan dan juga suka Gonta ganti perempuan... bahkan juragan Basuki sudah angkat tangan..." jelas pak Ucup...


"owh.. baik pak makasih ya.. dan ini buat beli sarapan sama temen temennya di kebun ya.." kata herdi memberi 3lembar uang seratus ribu..

__ADS_1


"terima kasih banyak tuan.. mari saya ke kebun ya..." pamit pak Ucup yg senang karna dapat rejeki dari herdi..


"yaudah.. kita lanjut ke pasar yuk..." ajak Mela..


sedang herdi tau meski Mela hanya peduli bagaimana pun agung pernah menjadi masalahku dari hidup Mela...


setelah bersepeda cukup lama mereka pun sampai di pasar yg terlihat ramai.. seperti biasa Mia dan Rio sudah berdebat dan tak sengaja menabrak preman yg dulu..


Mela yg mencari keberadaan Mia dan Rio di buat kaget melihat kedua anak nya di kerumuni preman...


"hei lepaskan mereka..." sarkat Mela..


"cih gadis sialan.. suka banget ikut campur..." kata preman yg botak sambil mau memukul Mela.


Mela menangis dan langsung mematahkan tangan preman itu.. dan menatap tajam pada yg lain yg sudah ketakutan... Mia mengingat sesuatu..


" bunda.. bunda gadis yg pernah nyelametin aku dan Rio di pasarkan..." kata Mia..


" kakak ingat.. padahal dulu bunda sedikit berantakan..." kata Mela..


"uh.. bunda selalu ada buat kami.. " kata Mia memeluk Mela.. begitupun Rio..


"hei kok pelukan sih kami di cuekin nie.. ayo katanya mau cari sarapan..." kata herdi..


" hei kalian bertiga ayo..." kata herdi..


" hei berhenti pasang wajah bodoh kali... Mela memang pelatih karate dan juga pemegang sabuk hitam..." kata Siska pada Han dan Tyo..


" ya Tuhan... nyonya satu ini penuh kejutan ternyata..." kata Han Tyo bersamaan...


mereka sampai di sebuah warung sederhana di tengah pasar dan Mela sudah memesan nasi rames spesial.. dan teh hangat..


pesanan pun datang mereka semua menikmati sarapan yg begitu enak bahkan Han. herdi dan Tyo nambah... sedang Rio menikmati sate telur puyuh dan kerang...


mereka menjadi pusat perhatian karna penampilan yg terlihat berbeda.. dengan baju santai dan sepatu sneaker...


mereka berkeliling mencari jajanan pasar untuk di bawa ke kebun dan mencari beberapa minuman dingin..


setelah dapat mereka melanjutkan menuju kebun milik pak Salim... benar saja sedang panen singkong sedang Kenzo tengah bermain bersama anak anak kampung di sana bahkan bu nur terlihat bahagia bersama Kenzo..


mereka berkumpul di saung yg ada di tengah sawah.. Mela melepas sepatu dan berjalan menuju ke arah pak Salim..

__ADS_1


" pak minta singkongnya dong.. buat di bakar..." kata Mela..


" iya nduk.. mau cabut sendiri.. pa di cabutin..." tanya pak Salim..


" mela cabut sendiri aja ya.." kata Mela mulai mencabut


semua kelakuan Mela di amati oleh semua yg ada di saung...


" eh.. herdi tu istrimu penuh kejutan ya.. sekarang dia bisa cabut singkong.." kata Tyo heran..


" asal kalian tau sebelum jadi nyonya herdi.. Mela itu gadis mandiri dan tak suka menyusahkan cuma dia selalu di hina orang..." kata Siska..


" benarkah padahal Mela adl gadis yg cantik dan pintar.." puji Han..


" ya hanya karena Mela anak orang miskin.. pak Salim dulu hanya tukang becak dan Bu nur buruh cuci... sedang Mela kerja di toko ku dan mengajar karate di padepokan silat.." jawab Siska..


" tapi aku beruntung menikahi gadis seperti Mela yg bisa menerima ketiga anak ku... dan aku ingat pertemuanku yg pertama dengan nya adl saat di menabrak ku dengan sepeda karena rem blong.." kata herdi tertawa..


" wah habis cerita apa nih kok sepertinya seru..." tanya Mela yg datang membawa singkong yg masih berada di tangkainya..


"habis cerita kalau kamu yg pernah menabrak ku dengan sepedamu..." kata herdi..


" iya dan kamu ngatain aku cewek urakan... kalau gak bisa bawa sepeda mending gak usah naik.." kata Mela cemberut..


" iya dan sekarang malah aku menikahi gadis urakan itu... hahaha" tawa herdi..


" eh nyonya tu singkong buat apa..." tanya Han..


" mau di bakar.. enak tau mumpung di sini aku mau puas puas makanya..." kata Mela


Mela mengambil kayu bakar yg ada di bawah saung dan mulai menyalahkan api dengan mudah kemudian Mela melempar singkong singkong itu ke dalam api..


mereka menunggu 30 menit sampai apinya padam dan singkong pun matang... mereka menikmati singkong bakar sambil melihat pak Salim yg panen raya...


.


.


.


.

__ADS_1


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2