
Tyo mengetik pintu kamar herdi.. tak lama herdi membuka pintu tersebut.. Tyo mengangguk..
kini herdi berjalan bersama Tyo untuk menemui pria tadi.. herdi mengangkat kepala pria itu..
" siapa yg menyuruhmu..." tanya herdi..
" aku mohon jangan sakiti anak dan istriku.. aku di suruh Hermawan untuk membunuh putrimu..." kata pria itu..
" oh.. ******** itu ternyata.." kata herdi..
" apa dia mengatakan hal lain lagi.. " tanya herdi..
" dia bilang.. ingin merebut istri mu karena kamu telah membunuh kekasihnya terdahulu.." jawab pria itu..
"sialan.. berani dia bermain dengan ku.. ku pastikan dia akan menyesal selamanya karena berani mengusik keluarga ku..." kata herdi..
" Tyo.. beri mereka modal dan pindahkan mereka agar Hermawan tak bisa melukai mereka..." kata herdi..
" baiklah..." kata Tyo...
herdi pergi menuju ke sebuah sudut ruangan.. herdi minum di sana.. herdi tak menyangka jika masa lalu nya kembali lagi..
" seperti nya aku memang harus membunuh dan membereskan para sampah ini agar aku dan keluarga ku hidup tenang..." gumam herdi sambil meminum Vodka miliknya..
" aku tak sangka di tua Bangka itu berani mengusik kita..." kata Tyo..
" entah apa yg di pikirkan pria tua itu.. mungkin ada seseorang yg membantunya hingga ia berani berbuat seperti ini..." kata herdi..
__ADS_1
" lebih baik kau pulang.. karena tadi ku lihat kondisi Leah juga tak baik.. oh ya tenang Steve sudah di jaga dengan ketat.. dan besok kami akan berangkat ke Paris untuk mengantar nya pulang..." kata Tyo..
" terima kasih.. kau telah berbuat dan membantuku begitu banyak..." kata herdi..
" hei.. kita ini adl sahabat dari kecil.. bahkan dulu kau yg menyelamatkan hidupku yg di jalanan hingga menjadi seperti ini..." kata Tyo..
kini herdi mengemudi menuju rumah utama Sanjaya.. sesampainya di sana.. herdi hanya melihat Siska yg menemani ibu dan Kenzo menonton..
" hallo anak papi.. lagi nonton apa.." tanya herdi..
" nonton video pernikahan mu kak.. dan mereka ingin melihat Mia.." kata Siska..
herdi menepuk pundak Siska.. herdi menghela nafas berat..
" dimana mama dan Leah serta Rio..." tanya herdi..
" baiklah.. aku lihat Leah.. kamu jaga mereka berdua ya.." kata herdi berlari menuju kamarnya..
herdi membuka kamarnya dengan pelan..
nampak Leah tengah tertidur.. herdi mendekat dan mencium kening Leah.. kini herdi tidur sambil memeluk Leah.. Leah pun menyembunyikan wajahnya di dada bidang herdi..
Leah mulai menangis.. herdi mengusap kepala Leah dengan sayang.. herdi tau jika Leah sedih karena kehilangan Mia.. herdi juga sedih tapi dia harus tegar demi yg lain.. sebagai ayah.. herdi terluka begitu dalam karena putri yg selalu bermanja dan menjadi penghiburnya harus mendahului menghadap sang khalik...
" sudah.. jika kita terus bersedih.. Mia tak akan tenang di sana...' kata herdi..
" aku tak menyangka.. dua akan pergi dengan cara seperti itu.." kata Leah..
__ADS_1
" hei.. aku sudah mengetahui semuanya.. dan aku akan menyelesaikan nya..." kata herdi..
" tapi aku mohon jangan melukai dirimu sendiri.. jika terjadi sesuatu padamu.. mungkin aku tak bisa menghadapi dunia ini lagi.." kata Leah...
" aku janji.. sekarang tidurlah... atau mau olahraga dulu..." goda herdi..
" kau terlalu mesum tuan... aku belum pulih.." jawab Leah mengeratkan pelukannya pada herdi..
" baiklah.. ayo kita tidur... karena aku juga begitu lelah..." kata herdi yg ikut memejamkan mata..
kini mereka berdua tidur... Leah merasa tenang dalam pelukan hangat herdi.. sedang herdi sudah mengikhlaskan kepergian Mia..
kini herdi sudah bersumpah menjaga keluarganya agar tak bisa di celakai lagi..
di suatu tempat ada seorang pria yg tengah tertawa mendengar kematian Mia.. dan pria itu puas akan hasil kerja anak buahnya..
kini pria itu tinggal menunggu herdi datang dan dua bisa membunuh herdi dengan tangannya sendiri...
" aku tunggu kedatangan mu.. dan ku pastikan aku membunuhmu dengan tanganku sendiri.. ini sumpahku.." kaya pria itu..
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih