Derita Istri Tak Di Anggap

Derita Istri Tak Di Anggap
Kebenciannya


__ADS_3

awas typo bertebaran


happy reading guys!!


Sudah lima bulan lebih dia di rumah itu, namun tidak ada perubahan tentang sikap anggara pada tina.


Pria yang sangat dingin dan juga playboy yang baru baru itu terkenal gara gara akan bertunangan dengan gadis pilihannya.


Tina tidak pernah peduli dengan si pria dingin itu, karna dia tidak pernah tertarik dengan kepribadian si batu es itu.


Sebulan lalu mereka sudah menikah secara hukum dan agama, supaya angga bisa dengan gampang membuat tina menderita dengan mengikat janji suci di depan Tuhan.


wajah yang tadinya mulus sekarang sudah tidak semulus lagi, pipinya memar tanda ia sudah di siksa sepanjang hari, tidak pernah ada kata menyerah dalam hidupnya sekarang dia ingin pergi bersama orang tuanya dan berkumpul di surga membuat dia bahagia.


Sekujur tubuhnya sakit, dia tidak boleh menyerah begitu saja karna hal yang tidak ia lakukan, dia harus kuat seperti orang tuanya bilang.


Terkadang manusia biasa seperti dia bisa saja menyerah dan bunuh diri, tapi dia tidak sebodoh itu untuk ia lakukan.


Dia bukannya tidak ingin pergi namun dia sudah sering ingin melarikan diri tapi dia selalu ketahuan jika berusaha melarikan diri, dan berakhir dengan siksaan yang bertubi tubi.

__ADS_1


aku sudah bilang padamu jangan pernah berusaha melakukannya lagi kalau tidak kamu akan tau akibatnya JALANG" ucapanya dengan menekankan akhir katanya.


aku akan terus berusaha untuk pergi dari sini" ucapnya lirih, dia menghapus darah yang keluar dari sudut bibirnya.


baiklah sayang ku akan tunggu hari itu dan kalau aku menemukanmu lagi aku tidak akan segan segan lagi memotong kakimu ini" ucapnya yang mengancam tina dengan tatapan dingin dan tajam itu.


cuihhh


Tina yang geram dan meludahi wajah tampan angga, pria itu langsung melayangkan tangannya dan hampir menamparnya lagi, namun di urungkannya" kau berani sekali jalang" ucapnya dengan tajam.


Tidak ada yang berani melawan Anggara Mahesa selama ini, gadis itu sudah tidak ingin hidup lagi sepertinya.


nyonya biar saya obati" kata bi ika padanya.


Terima kasih bi" ucapnya dengan lirih.


Dia tetap tegar walaupun kadang ia sudah tidak ingin hidup lagi, dia merindukan orang tuanya.


Keesokan harinya dia bangun pagi pagi dan memulai aktivitas biasanya yaitu menyiram bunga yang ada di taman belakang rumah itu, dia ingin melampiaskan semuanya dengan menyirami bunga bunga yang mekar itu.

__ADS_1


nyonya anda belum sehat" ucap bi ika padanya.


tidak apa apa bi aku sudah sembuh kok" ucapnya dengan senyum.


anda terlihat pucat nyonya dan luka anda belum sembuh! " tutur bi ika.


aku harus kuat bi bagaimana aku bisa tahan dengan kebenciannya jika hanya memar saja aku tidak bisa tahan" ucapnya lagi.


tapi nyonya anda... " ucapnya gantung.


Refleks bi ika diam, tina melihat ke arah bi ika dan kemudian dia melihat arah yang berbeda lagi, ada seseorang di sana dengan tatapan dingin dan tajam, dia mendekati tina dan dia membawa pergi ke dalam rumah.


Dia meronta karna pergelangan tangannya di cengkram kuat.


aku bisa jalan sendiri angga! " ucap tina dan melepaskan tangannya dari ngenggamannya.


jadi sekarang kamu sudah berani melawan ya.. " ucapnya kasar dan lagi lagi dia menampar wajah mulus tina.


kenapa dia membuatku menderita apakah aku dulu mengenalnya? " batin tina dengan lirih.

__ADS_1


tbc


__ADS_2