
Happy reading!!
Aku sudah sebulan bekerja dan ku tidak pernah lagi melihat mereka berdua( clara dan angga) dan aku sangat senang sekali, tidak ada yang melarangku untuk keluar rumah, seperti hari ini aku libur sehari.
Kak susan mengajakku keluar sekalian mencari kosan yang murah, karna aku ingin menjauh dari mereka. Sedari tadi kak susan sibuk dengan belanjaannya yang sudah banyak.
tin aku ingin membeli baju itu cocok gak yah.." katanya padaku.
cocok kak" jawabku seadanya.
ohh ya aku hampir lupa kitakan mau mencari kosan! " kata kak susan padaku.
kakak lupa yah.. " kataku dengan menatapnya datar.
ohh sayangku aku ngeri karna kamu memberiku tatapan dinginmu itu" katanya padaku.
kapan kita menyudahi belanja ini? " kataku padanya.
baiklah kita sudah bisa pergi sekarang kok" katanya padaku sambil menarik tanganku keluar.
Setelah kami menjelajahi semua tempat kosan dan akhirnya kami menemukan yang pas di hati.
ini sangat cocok untukmu dan juga hemat uang juga" kata kak susan padaku.
baiklah aku juga setuju" ucapku pada kak susan.
bagaimana nona, kamar ini yang terakhir" kata ibu kosnya yang tadi sudah berkenalan beliau bernama ibu siti.
aku akan pindah ke sini besok bu tapi mungkin aku tidak sering sering tinggal di sini apakah ibu bisa memberiku diskon? " kataku dengan sedikit senyuman.
baiklah, bagaimana kalau satu juta lima ratus nona dengan harga normalnya dua jutaan" katanya padaku.
__ADS_1
bu kami hanya karyawan biasa dan juga kamu bukan orang berada" kata kak susan dengan wajah sedih.
Sebenarnya aku ingin muntah melihat ekspresinya itu, dia seolah olah seorang pengemis karna ekspresinya itu.
bagaimana kalau 1jt saja" kata kak susan lagi menawar harga padanya.
baiklah saya setuju. karna nona ini juga tidak sering tinggal di sini jadi saya kurangi saja jadi sejuta" kata ibu siti.
Setelah kesepakatan itu akupun sudah menerima kuncinya dan barang barang yang kak susan beli itu ternyata dia berikan padaku dan kamipun menatanya dengan rapi.
terima kasih kak" ucapku padanya.
sama sama sayang" jawabnya sambil mencubit pipiku.
ihh sakit kak" ucapku.
maaf soalnya aku gemesin" kata ka susan.
Setelah selesai menata kamarku kamipun melanjutkan perjalanan kami, dan akhirnya kami berpisah karna aku sudah sampai di rumah itu.
Tidak ada orang dirumah hanya para pelayan saja, aku melihat surat undangan dan juga kamar itu di tata bagaikan kamar pengantin.
Deg..
Aku membacanya ternyata mereka sudah mau menikah besok, langkahkupun melemah dan air mataku sudah mulai turun.
Aku melihat mereka baru datang dan mereka menaiki tangga menuju kamar mereka.
Selamat ya" kataku pada clara.
owh sayangku aku terharu sekali, maaf tidak memberimu kabar kalau kami besok akan melangsungkan menikah" katanya sambil nggandeng tangan angga.
maaf aku sibuk dengan pekerjaanku" kataku lagi untuk menahan air mata yang ingin jatuh kepipiku.
__ADS_1
ohh ya clara dan angga aku ingin pindah jadi aku harus keluar dari rumah ini, tidak enak jika aku mengganggu kalian bukan? " kataku sambil melirik ke arah angga.
kapan kamu akan pindah? " tanya clara padaku.
besok aku akan pindah, tenang saja aku akan di jemput seseorang kok" kataku dengan senyum paksaan.
Angga yang sedari tadi hanya diam bagaikan patung bernapas di sana. Dia tidak melarangku untuk keluar dari rumahnya, berarti dia sudah setuju aku pindah ke kosanku yang baru.
maaf ya aku besok harus kerja, sekali lagi aku ucapkan selamat dan terima kasih ya" kataku pada mereka sambil nengulurkan tanganku.
ohh ya malam ini aku akan pindah jadi maaf banget tadi aku di hubungi temanku dan akan segera menjemputku" kataku behong pada mereka.
apakah kamu tidak bisa datang ke pernikahan kami?, mungkin besok kami harus berangkat ke london kami akan menetap di sana" kata clara memohon.
maaf aku tidak bisa" kataku pada clara.
baiklah, sebagai tanda perpisahan apakah kami bisa memelukmu? " kata clara padaku.
akupun menganggukan kepala.
Clar memelukku dengan erat dan aku pun memeluknya juga, setelah itu Angga juga memelukku dan de sela sela pelukan kami aku membisikkan beberapa kata padanya.
Aku akan mengurus surat perceraian kita semoga kamu bahagia" ucapku padanya.
Aku sangat merindukan dekapannya yang hangat itu, mungkin inilah takdir yang tidak bisa dihindari.
Akupun berpamitan pada mereka untuk segera bersiap siap mandi. Aku hanya bisa tersenyum pahit pada mereka.
mungkin aku bukan takdirmu" batinku.
Setelah selesai semuanya, aku berpamitan pada mereka. Aku melangkah keluar rumah itu dengan hati yang berkecamuk.
Selamat tinggal semua penderitaanku dan selamat datang kebahagianku" gumamku dan melanjutkan langkahku.
__ADS_1
tbc