
Pagi ini Tina harus menemui client yang akan bekerjasama dengan restorannya dia sangat senang sekaligus terkejut karena ada yang mau bekerjasama dengannya walaupun omset dari restorannya itu kecil. Dia menghubungi asistennya untuk segera mempersiapkan berkas berkas yang ia bawa untuk meeting. Dia sangat antusias sekaligus takut karena sudah banyak penipuan yang berkedok kan perusahaan perusahaan besar.
Dia melihat dirinya di cermin dan dia tersenyum simpul karena melihat bayangannya sendiri di sana, 'sempurna' itulah kata yang tepat untuk dia. Matanya yang bulat bagaikan guli mainan dan senyumnya bisa digambarkan sebagai racun untuk para pria, namun dia tidak ingin dekat dengan mereka. Dia tidak ingin masalahnya terulang kembali ketika dia sudah mulai sayang dan dia ditinggalkan begitu saja tanpa kata kata. Dia selalu mengingat kejadian itu nun dia tidak pernah sedikitpun mau menceritakannya kepada teman temannya walaupun dia sudah menganggapnya keluarga.
Dia menyambar kunci mobilnya dan segera berlalu mengendarai mobil kesayangannya. Beberapa menit kemudian dia sudah sampai di restorannya dia menginstruksikan kepada seluruh pegawainya untuk mendekorasi semua restorannya, dua jam berlalu dan hasilnya sungguh memuaskan mata siapa saja yang melihatnya, diapun mengucapkan banyak terima kasih kepada para pegawainya yang telah bekerja keras hari ini.
Kalian sungguh luar biasa, aku sangat berterima kasih pada kalian" kata Tina dengan tersenyum.
Sama-sama kak" ucap mereka serentak.
Semoga saja kerja sama kita di terima kak dan membuat restoran kita menjadi terkenal" kata salah satu karyawannya.
Amin"
Kalian sudah bisa membuka restorannya dan untuk kita semua SELAMAT BEKERJA" teriak Susan yang sangat bersemangat.
Haha... tumben kamu bersemangat gitu?" Tanya Tia (salah satu karyawan Tina)
Ntar kita makan makan ya?"tanya Ian
Urusan makan kamu nomor satu"pungkas Tia
Tapi kamu suka sama aku kan??"Ian mengedipkan matanya pada Tia.
Idihhhh ngeri dah"
Hahahaha....
Tring.,....,.
Suara bell restoran tiba tiba berbunyi dan mereka menghentikan acara tawa mereka, dan mereka sibuk melayani tamu yang sudah mulai berdatangan. Tina masih sibuk dengan peralatan dapurnya dia ingin menyajikan makanan spesial untuk clientnya, dia tidak ingin kerjasamanya tidak berjalan dengan lancar.
Klek....
Tin orangnya sudah datang" tiba tiba Susan datang dan memberitahu kepada bossnya.
__ADS_1
Baiklah, dan tolong lanjutkan ini ya" kata Tina ada Susan.
Ok "jawab Susan dengan membuat jadi tangannya menjadi huruf O.
Terimakasih" sambil melangkah menjauhi dapur.
Dia menarik nafasnya dalam-dalam untuk menetralkan jantungnya yang sudah berdetak tak karuan.
Ada apa denganku, kenapa aku begitu deg-degan???" Batin Tina.
Pegawai menunjukkan dimana sang clientnya yang telah menunggunya itu. Dengan antusias dia melangkah mendekati meja itu dengan gugup. Dia *** tangannya sendiri, karena begitu gugup. Dia melihat pria yang telah membelakanginya itu.
Ekhmm..
Maaf tuan senang bertemu dengan and.....aaaa" ucapnya tergantung, dia mengingat kejadian enam tahun yang lalu dimana dia ditinggal menikah olehnya, tiba tiba air mata menitik tanpa ijin, segera dia menghapusnya dan menetralkankan dirinya.
Boleh kita mulai tuan?"tanya Tina dengan tersenyum paksa.
Silahkan" jawabnya
Apa tujuan anda ingin bekerjasama dengan restoran kami ini tuan?" Tanya Tina
Bolehkah aku memelukmu?"
To the point saja ya, tuan kami ini hanya memiliki beberapa cabang restoran abahkan omset restoran tidak begitu banyak kenapa tuan bekerjasama dengan kami?" Tina tidak ingin hatinya hancur lagi karena laki laki yang ada di hadapannya sekarang.
...."
Jika anda tidak menjawabnya maka kerja sama kita batalkan saja" Tina ingin melangkah namun tangannya di cekal Angga.
Pria 6 tahun yang lalu yang telah membunuh semua yang telah ia miliki dan rumahnya dia bakar bersama dengan isinya, kini dia datang lagi ke dalam hidupnya. Pria yang dulu ia cintai sekaligus penghancur kehidupannya.
Tidak ada kata maaf dari mulut pria yang telah merenggut nyawa orang tuanya itu. Sekarang tanpa kata kata juga ia datang kembali dalam hidupnya.
Aku merindukanmu"
__ADS_1
Hahahaha anda sangat lucu tuan, saya tidak mengenal anda"
Anda datang kesini untuk membunuh mereka bukan?, Bukankah dulu hobbymu itu membunuh setiap ada orang di dekatku ya?" Tina sudah tidak seperti dulu yang selalu di manfaatkan olehnya.
....."
Apa yang kamu rencanakan sebenarnya?" Tanya Tina yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya. Semua orang menatapnya heran tak terkecuali para pegawainya.
Tina langsung menarik tangannya dan pergi begitu saja, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata rata dia menangis sejadi jadinya di dalam mobilnya.
Brakkkkkk
Mobil itu terguling di jalanan dan ledakan dari mobil itu terdengar nyaring yang mengagetkan semua orang yang ada di area itu. Pria itu melihatnya dengan matanya yang melotot dia berlari mendekati mobil yang terbakar itu, dia tidak bisa membayangkan semua itu kini mobil itu hampir hangus.
Tidak,,,,,,"
Angga berteriak putus asa dia tidak bisa menyelamatkan nyawa wanita itu, penyesalan yang selalu datang terlambat.
Menangisinya tidak ada artinya dia berjalan lunglai tatapan kosong tidak ada kata perpisahan dari wanita itu, tanpa ijinnya dia pergi begitu saja bahkan di depan matanya.
Tertawa dia tertawa.
Heyyy apakah kamu ingin membalas dendam padaku?" Tanya angga.
Beraninya kamu!" Teriak Angga
Semua orang menatapnya iba, tidak ada yang bisa mereka perbuat selain membantu menghubungi ambulans untuk membawa orang itu kerumahnya sakit untuk di tidak lanjuti.
TBC
Para readersku maaf jika aku lama mengupdate, aku bukannya malas mengupdate tapi seminggu yang lalu aku sedang berduka karena salah satu keluargaku ada yang terbunuh dan sampai sekarang pembunuhnya belum tertangkap dan hpku juga hilang itu membuatku tidak mengupdatenya, sekarang aku meminjam hp kakakku hanya untuk mengupdate story' ini maaf jika saya update hanya sekali seminggu.
Saya belum punya uang untuk membeli hp baru jadi harap di maklumi yahhh
Love you guys 😘😘😘
__ADS_1