
Awas typo ada dimana mana
Happy reading
Pagi ini sangat cerah berbeda dengan hari hari biasa yang membuat Tina sangat malas hanya untuk mandi, karna ini hari dimana dia akan menemui teman barunya yang kemarin malam bertamu ke rumahnya.
seperti biasa dia menyapa orang tuanya yang sudah di ruang makan untuk serapan pagi.
Setelah dia selesai makan makanan yang di sajikan ibunya Tinapun pamit untuk kuliah.
Di perjalanan dia masih memikirkan temannya yang tidak mengenalinya lagi" ada apa sebenarnya apakah dia punya kembaran? "batin Tina
sesampai di kampus dia hanya bengong saja karna peristiwa itu dia tidak fokus dengan jalannya sampai ada yang menambrak badanya dan terasa sakit di tangannya.
heii apa kau tidak punya Mata?" bentak sang korban.
maaf maafkan aku" jawab Tina dengan wajah menunduk.
baiklah aku sedang buru buru juga" katanya dan langsung pergi begitu saja.
untung dia tidak marah" batin Tina
hei!! "qira mengagetkan Tina.
__ADS_1
astaga qira kamu mengagetkanku saja, untung aku gak punya penyakit jantung! "seru Tina yang langsung menggandeng tangan sahabatnya.
Merekapun berjalan beriringan ke kelas karna dosenya akan segera tiba.
Semua mahasiswa sudah duduk dengan rapi di kelas masing masing dan membuat suasana menjadi hening, pak dosen yang sudah memulai pelajaran yang sedang dia bahas, sesekali terdengar suara tertawa dari luar.
Mata pelajaran pertamapun usai sudah membuat Tina dan qina mendengus bosan karna mereka di ceramahi habis habis, qira pun mengajak Tina ke kantin karna sesuatu yang ada di dalm perutnya sudah berteriak meminta jatah untuk makhluk yang ada di dalam perutnya.
kantin mereka memang cukup luas untuk menopang seluruh mahasiswa di sini, orang orang berlalu lalang di belakang mereka, tetapi Tina dan qira masih tetap fokus dengan makanan yang sudah di sajikan oleh pelayan yang ada di kantin itu.
Merekapun menikmati makanannya sesekali qira melirik ke arah Tina yang masih melamun, qirapun melanjutkan makannya yang hampir habis tapi berbeda dengan Tina makanan yang tadi diantar oleh pelayan kantin masih utuk tak tersentuh.
pasti ada masalah!" batin Tina
hei.. " panggil qira ke pada Tina, tapi Tina tidak menggubrisnya sama sekali masih dengan pemikirannya.
hahaha" sambil tertawa terbahak bahak
apa yang kamu lakukan ini sangat memalukan!" tukas Tina karna merasa di permalukan di depan umum.
siapa suruh kamu melamun tadi, makanan ku saja sudah habis tapi kamu tidak menyentuhnya sedikitpun" mencoba menjelaskan.
Tina yang baru sadarpun hanya dduduk diam saja " maafkan aku tadi aku memikirkan sesuatu" jawab tina lemah.
__ADS_1
apakah kamu tidak mau menceritakan masalah yang kamu hadapi? " tanya qira.
maaf untuk sekarang aku tidak bisa" jawab tina seadanya.
setelah mereka selesai berbincang sebentar dan merekapun pergi kekelas, karna masih ada mata kuliah yang lainnya.
Hari sudah mulai gelap mungkin ini pertanda hujan mau turun dari langit, memang ini yang pertama kali hujan datang karna beberapa bulan lalu terik mataharilah yang terus menemani hari hari manusia yang ada di kota Jakarta ini.
Firasat buruk yang menimpa hatinya.
ada apa sebenarnya kenapa aku merasa ada yang janggal denagn perasaanku ini? " gumam Tina.
.................................................................................
Di sisilain orang tua tina sedang dalam perjalanan menuju rumah mereka yang mungkin anaknya sudah menunggu mereka dirumah.
Dengan bercanda gurau mereka tertawa bersama saling memberi kehangatan.
Namun ada kejadian yang membuat suami istri itu saling berpelukan hingga tubuh mereka terhempaskan, dan terjatuh beberapa meter dari kejadian dimana ada mobil kontainer menambrakkan mobil yang di tumpangi orang tua tina.
Kecelakaan itupun tidak bisa terelakkan hingga banyak yang mempertontonkan kejadian itu.
Dadanya begitu sesak setelah hujan membasahi tanah.Tina sudah sampai di rumah tapi orang tuanya belum pulang, yang membuat tina semakin takut karna petir udah sangat menyeramkan membuat bulu kuduknya berdiri semua.
__ADS_1
semoga papa dan ibu cepat pulang" gumam Tina.
tbc