
Dia bahagia sekaligus terharu bercampur senang, dia tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini. para sahabat gilanya itu membuat sebuah party sederhana di rumahnya sendiri tanpa sepengetahuannya. Brengsek emang mereka, Tina yang menangisi sahabat gilanya karna ingin membuat persahabatan yang selama ini dia pertahankan,tiba tiba ide gila dari salah satu sahabatnya membuat dia mengingat kembali tentang masa lalu yang kelam.
Setelah sekian lama dia bisa menjalani hidupnya yang sebatang kara itu, tidak ada saudara maupun sahabat yang dulunya ia punya, tapi mungkin itu adalah sebuah takdir yang telah membertemukannya dengan sahabat sahabat gilanya yang sekarang. Dia tidak ingin persahabatannya hancur karna pihak yang tidak bertanggung jawab.
Tina kamu kenapa sedari tadi hanya melamun trus tersenyum lagi?" kata septi. memang dari dulu septy selalu saja seperti ibu ibu yang ada di pasar yang tidak mau kalah untuk menawarkan dagangannya, itu sangat cocok dengan kepribadian septy yang selalu berfikiran yang tidak tidak padanya.
Tidak ada hanya saja aku bahagia" jawabnya dengan senyuman manisnya.
hening...
apakah besok kau akan ke resto lagi?"
yalah kan dia bosnya masa dia ngak datang sih" kata ian langsung ngerocos aja kayak kereta api.
siapa yang bertanya denganmu?" kata septy.
memang harus ada yang bertanya padaku?" ketus ian
ya ialah kan aku bertanya padanya bukan pada mu gajah bongek" kata septy pada ian.
terserahkulah kan aku sebagai assistentnya harus menjawab semua pertanyaan dari orang lain"
kau hanya assistent di kantor bukan berarti lo itu harus mengurusi masalah pribadi dia"
kalian ngomongin apa?" kata susan pada mereka.
__ADS_1
KEPO" serentak mereka berdua.
wow,,ini namanya jodoh kalian perpek sekali" kata susan
perfect kali" wajab septy.
yah itu aku maksud kok hehe"
Tina yang melihat ketiga sahabat baiknya yang sedang ribut karna hal sepele membuatnya meninggalkan mereka tanpa memberi tahu mereka.
Tina sudah duduk tenang sambil memium air mineral karna kehausan dia tidak menghiraukan pembicaraan ketiga sahabatnya itu.
kau mau aku kayak mak lampir?" kata susan pada mereka.
JANGAN" erentak mereka berdua, karna teriakan itu tina yang tandinya melamun sambil meminum minumannya kaget karna suara mereka yang nyaring di telinga.
tidak di resto, di rumah, di jalan kalian tetap saja ribut karna hal sepele itu" ketus tina karna kesal pada mereka.
hening...
sudahlah bagaimana kalau kita bermain saja?" tanya ian antusias.
baiklah tapi permainannya apa?" kata susan
begini kalau tina bisa ngelucu kita akan traktir dia tapi kalau gagal kita akan libur kerja selama seminggu,bagaimana menurut kalian" ucap ian
__ADS_1
hei kalian berencana mau meninggalkan aku seminggu?" kata tina pada mereka.
kami hanya istirahat seminggu"
tidak ada permainan lain apa?" ketus tina.
baiklah, jadi gini syaratnya kalau kau kalah kau harus mencium pria yang telah kami tunjuk padamu" kata ian menjelaskan kembali.
kok kalian ingin aku melakukan itu sih, tidak maulah" kata tina polos.
astaga kamu ini, pacar saja tidak ada tau kamu lesbian?"
pletak
kalau ngomong mikir dulu dong" Tina menjitak jidat ian dengan keras dan diapun meringis kesakitan.
tega banget sama sahabat sendiri huhu" ian pura pura menangis.
kamu perempuan atau laki laki sih terlalu cengeng" ketus tina
tapi laku kan" ejeknya pada tina.
laku sih tapi kamukan takut sama istri kamu" balas tina
hahaha
__ADS_1
Tian tertawa lepas hingga dia tidak sadar bahwa dia sudah di tatap oleh ketiga sahabatnya itu, karna sudah lama bahkan tidak pernah mendengar tawanya.Namun hari ini mereka menyaksikan kebahagiaan yang terpancar dari wajah tina.
tetapla seperti itu tina" gumam mereka bertiga.