Derita Istri Tak Di Anggap

Derita Istri Tak Di Anggap
Aku Bukan Wanita Jalangmu


__ADS_3

Awas typo bertebaran


Happy reading guys!!


Setelah dia menyelesaikan pekerjaannya dia akhirnya bisa bersantai walau hanya sebentar, dia ingin sekali pergi jalan jalan keluar rumah seperti orang biasanya, namun akses untuk keluar saja ia tidak bisa.


Dia memutuskan untuk duduk di taman belakang rumahnya, bayang bayang masa lalunyapun datang padanya, dia masih ingat ketika dia sakit orang tuanyalah yang selalu siaga untuknya, tanpa terasa air matanya sudah membanjiri pipi mulusnya, dan segera ia menghapis jejak air matanya, dia tidak boleh lemah di depan musuhnya, dia harus kuat walaupun di belakang dia selalu menagis.


ibu, papa aku merindukan kalian" batin tina.


Dia sudah terlalu lama di sana duduk termenung, dia harus menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan oleh pria itu.


Angga yang sudah pulang dari kantor membuat tina langsung menyiapkan teh hangat untuk dia.


minumlah kamu terlihat kelelahan" ucapnya sambil memberikan teh itu pada angga.


prang,,,


suara nyaring dari pecahan gelas membuat tina kaget bukan main, dan dia segera membereskannya namun pecahan gelas itu mengenai kulit tangannya yang membuat dia banyak mengeluarkan darah, namun angga yang tidak memperdulikannya dan malah menambahkan goresan di tangan tina.


akhhh" teriak tina.


aku sudah muak dengan mukamu yang polos itu membuatku sangat jijik padamu jalang" ucap angga pada tina yang masih menahan rasa sakit.

__ADS_1


lepaskan ini sakit angga" ucapnya lirih.


Bukannya melepaskan tangan tina dan malah menginjaknya tanpa belas kasihan.


Tina yang sudah tidak tahan dengan kesakitanya, langsung mendorong kaki jenjang angga sampai yang empunya menjauh beberapa centi dari tanganya, tanpa babibu lagi tina langsung berdiri dan melangkah menjauhi angga yang masih terpaku di sana.


itu belum seberapa aku akan membuatmu merasakan luka yang lebih parah" gumam angga dengan senyum liciknya.


Dia mengobati lukanya sendiri, dengan air matanya yang sudah membanjiri pipinya yang mulus itu.


bu, pah kenapa kalian tega meninggalkan aku sendirian" batinnya.


Andaikan dia bisa memutar waktu dia tidak akan merasakan rasa sakit itu. Dia harus kuat menghadapi semua ini sendiri tanpa ada orang lain.


Seperti biasa dia pergi ke taman belakang untuk mencari udara segar, dan ingin mengenang masa lalunya yang indah dan bahagia, terkadang dia ingin tertawa tapi disisi lain dia ingin menangis.


Angga yang menatapnya intens langsung memeluknya dari belakang, tina yang kaget mendorong tubuh angga menjauh.


Dia berlari ke kamar bi ijah karna dia takut yang kemarin malam itu terulang kembali.


Tina mengunci kamarnya dengan rasa takut di wajahnya.


tok... tok.... tok

__ADS_1


nyonya tolong buka pintunya saya ingin masuk" ucap bi ijah.


Tina yang mendengarnya langsung membuka dan dia melihat angga di sana.


terima kasih bi" ucap angga dengan senyuman liciknya.


Dengan segera dia menarik tangan tina dan langsung menuntunya ke kamarnya, dengan sekali tarikan tina sudah masuk ke kamar angga, tanpa perintah dia melucuti pakaian tina.


HENTIKAN ANGGA" ucapnya dengan teriak.


Angga yang sudah emosi langsung merobek pakaian tina.


HENTIKAN ANGGA AKU BUKAN WANITA JALANGMU"ucapnya lagi.


plak,,, plak


Tamparan sukses mendarat di pipinya, bibirnya sudah mengeluarkan bau amis yang tidak lain adalah darah, tapi angga tidak memperdulikan tangisan tina.


Merekapun melakukan hubungan suami istri tapi tina hanya terisak di bawah angga.


*kalau gak cinta kenapa di pertahankan? *


tbc

__ADS_1


__ADS_2