Destiny Journey (HarunoSakura)

Destiny Journey (HarunoSakura)
DJ10


__ADS_3

Helaan napas keluar dari bibir Cherry gadis musim semi itu.


"Maaf semuanya,aku harus melakukan ini demi melindungi kalian"gumamnya.


"Hah,aku merindukan Karin-Nee chan,kuharap dia tidak berbuat macam macam"gumamnya lagi.


-


-


-


-


Brak...


Suara meja di pukul membuat meja itu terbelah dua.Shizune menghela napas ini kedua kali dalam seminggu Tsunade menghancurkan meja kerjanya.


"Akatsuki Sialan,beraninya mereka"geram Tsunade setelah mendapat laporam dari Rockie 12 yang di pimpin Kakashi.


"Bagaimana dengan Sasuke,kenapa kalian tidak menangkapnya?"tanya Tsunade.


"Maaf Tsunade-sama,saat itu kami panik,dan lagi jika Naruto tetap berada di sana,kami tidak yakin dia akan tetap diam"ucap Ino.Naruto hanya diam menunduk sedari mereka menuju kembali ke Desa Naruto selalu murung.


"Tch.Kalian ku beri waktu 3 hari untuk Istirahat,setelah itu melanjutkan pencarian"ucapa Tsunade.


"Jangan membantah Naruto,aku tahu kau khawatir,aku juga khawatir padanya,tapi kau pasti tahu bagaimana dengan Sakura,mereka hanya membutuhkan kemampuan medisnya,dia pasti punya rencana yang tidak akan merugikan kita,Sakura itu gadis pintar,dia pasti tahu cara mengambil keputusan nya sendiri"ucap Tsunade saat melihat Naruto hendak protes.


Naruto hanya berdecih,wajah yang biasa terlihat konyol itu menjadi dingin,Sai yang biasanya tersenyum palsu,kali ini menjadi lebih dingin,Ino yang murung bertambah menjadi murung.


Mereka semua pamit dan kembali kerumah masing masing.


"Semoga kau baik baik saja Sakura"ucap Tsunade.


-


-


-


-


Karin,Suigetsu,Juugo dan juga Sasuke mempersiapkan rencana bagaimana caranya agar mendapat Sakura kembali.


Karin sedari tadi murung,bahkan tak merespon Suigetsu yang selalu berbicara,jika biasanya dia akan selalu berdebat kali ini dia hanya diam.


"Awas saja akatsuki sialan,jika terjadi apa apa pada Saki,akan ku patahkan leher mereka satu persatu,terutama si topeng itu"ucap Karin tangannya terkepal erat.


Sasuke sedari tadi diam,tapi Aura gelap dan mata dinginnya selalu setia menemaninya,Tangannya terkepal erat.


"Si*l,akan kulenyapkan Akatsuki sialan itu,jika terjadi sesuatu kepada Sakuraku,jangan harap kalian akan hidup tenang!"batin Sasuke mengumpati Akatsuki.


-


-


-


-


Sakura berjalan kearah Dapur,di depannya ada Tobi yang selalu mengoceh.Membuat Sakura tersenyum,melihat Tobi dirinya merindukan Naruto yang selalu berceloteh tak jelas.


"Nah,Saki-Chan kita sudah sampai,kalau begitu,Tobi pergi dulu,masak yang enak yah,Jane"ucap Tobi dan berlalu dari hadapan Sakura.


Sakura melangkah masuk,melihat Konan yang sedari tadi menunggunya.


"Gomen,Nee-chan jadi menunggu"ucap Sakura.


"Tak apa,ayo Saku"ucap Konan,Sakura mengangguk.


Mereka memasak dengan serius lebih tepatnya Sakura yang terlihat sangat serius.Membuat Konan terkekeh melihat wajah serius Sakura yang terlihat begitu imut.


***


Mereka semua telah berada diruang makan,jika ruangan yang tadi Sakura datangi terkesan seram,kali ini terkesan nyaman,dan penerangnya juga baik.


Sakura melirik kearah Deidara yang sedari tadi diam,membuat mereka bingung pasalnya Deidara itu pasti akan selalu berceloteh walau tak penting.


Mereka semua memulai makan dalam diam,kecuali Sasori,yah jelas dia boneka mana bisa makan.


Setelah makan mereka belum beranjak.Tobi yang sedari tadi diam mulai angkat bicara,tepat dirinya duduk disamping Sakura.


"Saku-chan,apa kau ingin ikut denganku?"tanya Tobi.Sakura berbalik mengangkat sebelah alisnya.


Sakura memang akan bersikap dingin kepada mereka kecuali Konan.


"Kita pergi memetik Cherry,dan melihat bunga!"ucap Tobi antusias,sontak saja wajah yang awalnya datar itu berbinar.


Melihat wajah binar Sakura mereka terdiam,dan fokus menatap kearah Sakura.


"Benarkah?,wah aku mau ikut.Tapi.."Sakura berbalik menatap kearah Konan,seakan meminta persetujuan,Konan yang biasa berwajah senyum di depan Sakura,menjadi datar.


Melihat wajah datar Konan,Sakura seakan tahu jawaban Nee-chan barunya itu.


"Ano,Tobi sepertinya tidak bisa,aku harus meminta izin dulu kepada Konan-Nee chan,bisakah kau membantuku!"bisik Sakura.


Beberapa dari mereka mendengus melihat kedekatan Tobi dan Sakura.


"Tidak perlu meminta izin,lagian Konan senpai juga tidak masalah benarkan Konan senpai?"ucap Tobi menatap Konan yang menatap dirinya tajam,membuat Tobi bungkam.Sakura menatap Konan dengan mata imutnya.


"Nee-chan boleh yah!"wajah imut Sakura membuat mereka memerah,kawai,batin mereka.


"Hmm,kau boleh pergi tapi jangan terlalu jauh!"ucap Konan,Sakura terpekik senang,dan melompat dari kursinya menerjang Konan dengan pelukan.


"Arigatou Nee-chan!"ucap Sakura.


"Uh..kenapa kau bisa seimut ini!"ucap Konan tidak tahan dengan keimutan Sakura dan mencubit hidung Sakura,membuat Sang empu meringis dan mengelus hidung nya.


"Ittai,Nee-chan!"ucap Sakura dengan mengerucutkan bibir serta pipinya mengembung menambah kesan imut nya.


"Ehem..!"deheman Hidan yang tak disengaja membuat Sakura tersadar dan dengan cepat menunjukkan raut wajah datar membuat mereka mendelik kesal kearah Hidan.


Sakura melirik kearah Deidara.


"Gomen Deidara-Nii,karena memukulmu!"ucapan Sakura mengalih tatapan Deidara dan kembali menatap Sakura dengan mata membola,begitupun yang lainnya ada yang menganga tak elit,kecuali Sasori,Itachi,dan Pain yang setia menunjukkan raut wajah datar mereka.


"Kau panggil aku tadi apa,coba ulangi!"ucap Deidara menatap Sakura.Sakura bingung tapi mengulangi panggilannya.


"Deidara-Nii,apa tidak boleh?"tanya Sakura dengan wajah polos,memiringkan kepalanya menatap Deidara dengan mata polos.


Wajah Deidara memerah.


"Boleh kau boleh memanggil ku seperti itu,dan juga aku minta maaf karena mengatakan sesuatu yang tidak baik!"ucap Deidara,membuat mereka melongo karena Deidara meminta maaf.


Wajah Sakura berbinar kembali.


"Yeay,berarti Saku,punya Nii-chan,ne,ne,Deidara-Nii mau menemaniku bermain!"Sifat kekanak-kanakan Sakura kembali,Sakura seperti memiliki kepribadian ganda.


"Baiklah,Aku akan menemanimu!"ucap Deidara membuat Sakura tersenyum senang.


"Saku-chan apa kau hanya memanggil dia saja!"ucap Kisame.Sakura beralih menatap dirinya.


"Hmm.Maaf aku tidak tahu nama Senpai!"ucap Sakura membuat Deidara tertawa begitupun Tobi.


"Hahaha,kasihan sekali kau!"ucap Deidara diselingi tawanya.


"Diamlah Deidara atau akan ku buat kau jadi santapan hiu!"ucap Kisame mendelik kesal kearah Deidara tapi pemuda berambut panjang itu tak berhenti tertawa.


"Benar juga Sakura belum mengenal kalian semua,sebaiknya kalian perkenalkan diri!"ucap Konan sedari tadi diam.


"Kau sudah mengenal ku bukan!"ucap Itachi.Sakura mengangguk.


"Yah,Aku mengenal Itachi-Nii, dan si boneka merah!"ucap Sakura.Deidara lagi lagi tertawa mendengar Sakura mengatakan Sasori boneka merah,sedangkan Sasori hanya mendengus kesal dan menatap Sakura dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Aku Kakuzu,yang di sebelahku ini Hidan!"ucap Kakuzu.Sakura mengangguk memberi senyum tipis kearah Kakuzu dan menatap sinis Hidan membuat Hidan kesal.


"Hey apa apaan tatapanmu itu,kau ingin kujadikan persembahan dewa jashin"ucap Hidan kesal.


"Kenapa tidak kau saja,jika kau memang setia kepada dewamu itu,kau sendiri saja yang lakukan,dan ini mata milikku jadi sesukaku mau aku apakan!"ucap Sakura lagi lagi membuat Hidan tak bisa berkata kata.


"Hahahha,Ada juga yang bisa melawan perkataan pedasmu itu,hahahah!"gelak tawa Deidara tak berhenti begitupun Tobi.


Bahkan Kisame pun ikut tertawa.


"Nah,aku Kisame,kau bisa memanggil ku Nii-Chan"ucap Kisame menunjukkan gigi tajam nya.


"Nee,Kisame-Nii!"ucap Sakura.


"Aku Zetsu Putih dan dia Zetsu Hitam,kau cukup memanggil Zetsu saja karena kamu bersatu!"ucap Zetsu.Sakura mengangguk.


"Pain!"ucap Pain dingin.


"Ha'i,Pain senpai!"ucap Sakura sedikit takut,jujur saja dia merasa tidak nyaman dengan aura Pain.


Pain mendengus mendengar nama panggilan Sakura untuknya.Konan seakan tahu,Konan menatap kearah Sakura.Sakura tahu apa maksud Nee-chan nya itu.


"Pain-Nii!"ucapan Sakura membuat keadaan menjadi sunyi,mereka tahu betul jika Leader mereka itu orang yang sangat dingin dan tidak akan akrab dengan siapapun kecuali Konan selaku sahabat kecilnya,jadi mereka terkejut dan terdiam mendengar Sakura memanggil Pain.


Mereka menatap kearah Pain,menunggu respon sang Leader.


"Hmm.Sakura,ada apa?"Respon Pain sukses membuat mereka terkejut,bahkan Sasori yang biasanya datar sekarang menganga dengan tidak elit.Apakah mereka bermimpi,sang leader kejam dan dingin baru saja merespon panggilan Sakura dan berbicara sedikit lembut.


Ternyata dugaan Kakuzu memang benar Sang gadis musim semi memang membawa banyak perubahan.


"Lie,Nii-San,aku hanya memanggilmu!"ucap Sakura,Pain mengangguk.


"Saku!"suara Konan membuat Sakura berbalik kearahnya.


"Boleh Nee-Chan meminjam Hitae ate mu sebentar!"ucap Konan.


Sakura mengangguk dirinya lupa jika dia harus menyembunyikan Byakugounya.


Sakura melepas Hitae ate miliknya,mereka yang melihat tanda Byakugou Sakura terkejut.


"Saku,sejak kapan kau mendapat tanda itu?"tanya Konan,sontak saja Sakura terkejut dan menutupi tanda di dahinya,memandang takut takut kearah mereka.


"Saku,kenapa ?"tanya Konan memegang tangan Sakura.


"Nee-chan,aku tidak mau mereka melihat tanda ini!"ucap Sakura.Membuat mereka bingung.


"Memang kenapa?"tanya Pain dingin,Sakura menunduk takut.


"Tidak perlu takut,bukan nya bagus,itu berarti kau ninja yang hebat,karena kau sudah membuktikan kau bisa melampaui guru mu sendiri!"ucap Konan,Sakura mengangkat kepalanya menatap Konan.Dan menurunkan tangannya.


"Aku mendapat tanda ini satu hari yang lalu saat,Sasuke-kun menculikku,sebenarnya aku ingin menunjukkan,kepada Tsunade sensei,selama satu tahun aku mengumpulkan chakra aku berhasil,dan ingin memberitahu dirinya!"ucapan Sakura sontak membuat mereka terkejut.


Satu tahun,yang benar saja yang mereka dengar Tsunade saja butuh beberapa tahun lamanya,hanya untuk mendapat Byakugou tapi dia mendapat kan dalam waktu satu tahun.Dan dia adalah perempuan ketiga,dan satu satunya yang berhasil setelah Miko,dan gurunya.


"Wah Saku-chan hebat!"ucap Tobi takjub.


"Benarkah!"wajah Sakura berbinar.


"Iya,Saku-Chan hebat!"ucap Deidara.


Sakura tersenyum menanggapi,dirinya memandangi Konan dan memberikan Hitae ate miliknya.


"Nee-chan kenapa meminta Hitae ate milik Saku?"tanya Sakura.


Konan hanya diam dan beringsut mendekat kearah Sakura.Dirinya memegang pita Berwarna merah dan mengikat diatas kepala Sakura.


"Nah begini lebih baik,kau terlihat cantik,ini Hitae ate milikmu,sebaiknya jangan gunakan,apalagi saat misi,oke!"ucap Konan.Sakura hanya mengangguk patuh.


"Arigatou Nee-chan,aku suka pitanya!"ucap Sakura,Konan tersenyum mengelus surai Sakura.


"Sekarang kembali kekamarmu,oke!"ucap Konan.


"Ha'i.Oyasuminnasai!"ucap Sakura dan menunduk sedikit.Mereka mengangguk,Sakura berjalan keluar meninggalkan ruang makan.


"Anak itu jenius,dia dapat mengalahkan gurunya sendiri!"ucap Deidara,mereka mengangguk.


"Sebaiknya kita menjaganya,dia sangat terkenal di berbagai Negara,kabar hilangnya saat di culik oleh Sasuke,sukses membuat semua gempar,bahkan Kazekage Suna menyuruh beberapa Jounin membantu mencari dirinya.Dan lagi anak itu memang Jenius,dia menjadi murid kesayangan seluruh gurunya!"ucap Zetsu sebagai salah satu informan mereka.


Mereka menganga takjub,mereka tidak menyangka Gadis manis yang kadang terlihat polos itu begitu terkenal dan Jenius.


"Maka dari itu aku menyuruh melepas Hitai ate miliknya,selain jangan dia dicap sebagai pengkhianat,aku juga takut banyak yang mengenalinya,walau bagiamanapun dia tetap terlihat polos,kasihan jika banyak yang menghujatnya!"ucap Konan,mereka mengangguk setuju.


"Jadi bagaimana saat menjalankan misi,beberapa Desa besar banyak yang mengenal rupanya,tapi hanya beberapa desa saja yang hanya mendengar namanya dan terkenal,tapi mereka tidak pernah melihat wujudnya,dan aku mendapat informasi,kita sudah di ketahui menculik dirinya,banyak dari desa desa yang ada membantu mencari dirinya"ucap Zetsu.

__ADS_1


"Saat misi,kalian harus memastikan dia tetap aman,dan juga sebisa mungkin tutupi wajahnya!"ucap Pain mutlak,mereka mengangguk setuju.


Mereka tidak tahu mengapa mereka melakukan ini,tapi mereka seakan sudah nyaman.dengan adanya Sakura.


-


-


-


-


Sakura dan Tobi pergi memetik beberapa Cherry,mata Sakura tiba tiba terpaku kearah tanaman herbal yang tumbuh 3 tahun sekali,dirinya mencoba menggapainya dengan hati hati mengingat tanaman itu dekat dengan jurang.


Karena tak memperhatikan batu yang ada di depannya,dirinya tergelincir.


"Tobi-Nii!!"teriakan Sakura membuat Tobi terkejut.Sakura mencoba menggapai sebuah batang pohon yang menjulang di pinggir jurang tapi tangannya malah terluka.


Sakura memfokuskan chakranya pada tangannya dan menempelkan ke dinding jurang.Tak mengidahkan tangannya yang terluka.


Tapi karena tergores batu besar sebenarnya bukan tergores tapi sudah terluka hingga menimbulkan luka yang terbuka lebar di telapak tangannya secara refleks Sakura menarik tangannya.Sebelum akan jatuh,Sakura lebih dulu di tangkap oleh seorang Pemuda berambut panjang,dengan burung tanah liat sebagai kendaraannya.


Sakura yang tadinya menutup mata membuka matanya dan menatap kearah Deidara yang menatap Datar dirinya.


"Dei-Nii!"lirih Sakura,dia tahu pasti setelah ini Konan akan memarahinya.


"Dasar ceroboh!"ketus Deidara,Sakura masih menundukkan kepalanya,membiarkan Deidara membawanya.Dia ingin bertanya kemana Tobi,tapi dia terlalu takut menatap Deidara.


***


Disinilah Sakura berakhir di ruang rapat dengan suasana mencekam,terlebih tatapan,Sasori,Itachi,Pain,Deidara,dan Konan yang begitu tajam menatap dirinya,oh jangan lupakan,Tobi yang biasanya cerewet itu juga menatap tajam dirinya.


"Jelaskan!"suara dingin Pain membuat Sakura semakin takut,terlebih leader Akatsuki itu tak berhenti menatap tajam dirinya.


"SAKU JELASKAN SEKARANG!"suara Tobi yang meninggi dan membentaknya membuat Sakura terkejut dan terlonjak kaget,bukan hanya dirinya tapi yang lainnya juga,sebelumnya mereka tak pernah melihat Tobi seperti ini.


"Gomen,Sa..Saku,cuma mau ngambil tanaman herbal yang ada di pinggir jurang,tapi Saku nggak tahu kalau ada batu yang licin di tempat Saku berdiri!"ucap Sakura pelan dengan nada takut.


"Gadis ceroboh,kau pikir kau tidak membahayakan nyawamu hah,bagaimana bisa kau melakukan itu,kenapa kau tidak meminta tolong kepada Tobi!"geram Itachi.


"Gomen Nii-Chan,Hiks..Saku cuma nggak mau ganggu Tobi-Nii"ucap Sakura sedikit sesenggukan.


Konan yang tak tega mendekati Sakura.Mengelus sayang kepala Sakura,Sakura mendongak menatap kearah Konan dengan lelehan air mata.


Air mata Sakura sukses membuat hati mereka terasa sakit,terlebih bagi Hidan,Deidara,Itachi,Sasori,dan Tobi.


"Gomen Nee-Chan!"ucap Sakura.


"Sudahlah,lain kali berhati hati yah,Nee-chan tidak mau kau kenapa napa"ucap Konan lembut.Sakura mengangguk.


Mata Pain memicing tajam pada tangan kanan Sakura.Pain tiba tiba saja sudah berada di hadapan Sakura.Tubuh Sakura gemetar ketakutan,apalagi aura Pain tidak main main.


"Pai..."ucapan Konan terpotong saat melihat mata tajam Pain.


Pain menarik tangan Kanan Sakura.Sontak saja yang ada diruangan itu terkejut mereka baru menyadari jika tangan Sakura terluka cukup besar dan darah nya dari tadi telah mengotori lantai.


"Apakah sakit?"suara Pain melunak sedikit tak tega melihat Sakura yang tengah menangis.Sakura mengangguk.


"Lihatlah betapa cerobohnya dirimu,apa yang kau pikirkan sampai melakukan itu hah!"suara Hidan yang begitu sinis membuat Sakura menunduk.


"Gomen Hidan-Nii!"untuk pertama kalinya Hidan mendengar Sakura memanggilnya seperti itu.Pain mengelap darah milik Sakura.


"Ish,argh!"ringisan kecil keluar dari bibir Sakura membuat mereka iba.


"Ino,Karin-nee"Entah kenapa Sakura merindukan Ino dan Karin,jika biasanya dia terluka Karin ataupun Ino akan memarahinya dan Mengobati nya walau dia sudah memberi tahu jika dia bisa mengobati sendiri.


Mendengar nama lain dari bibir Sakura mereka,rahang mereka mengeras terlebih Konan mendengar Imoutounya itu memanggil orang lain dengan sebutan Nee-chan.


"Konan ambil obat yang sudah ada olesi ditangannya,dan biarkan dia beristirahat,misi untuknya di tunda"ucap Pain dingin matanya masih menatap luka di tangan Sakura.


"Tidak usah Pain-Nii,aku bisa mengobatinya!"ucap Sakura.


"Jangan membantahku Saku!"ucap Pain dengan nada absolut tak terbantahkan sama sekali.


"Tapi..."


"DIAMLAH SAKU!"bentakan Pain membuat mereka terdiam,mereka tahu Pain sangat marah.Sakura menunduk takut menatap Nii-Chan yang baru berapa hari itu.


Walau sekuat apapun Sakura dia akan tetap merasa sakit jika dibentak.


"Hiks..Pain-Nii,jangan membentakku,aku..hiks...tidak bisa...dibentak..gomen..Nii-Chan..Sa..Saku tahu...Sa..Saku..Salah"isakan Sakura keluar membuat mereka tersadar.Pain tersadar memeluk Sakura seraya meminta maaf,sungguh pemandangan yang langkah bagi mereka,seorang berdarah dingin meminta maaf.


(Disini,Pain itu manusia yah,bukan Yahiko yang di kendaliin)


"Gomen,Nii-chan minta maaf!"ucap Pain mengelus lembut kepala Sakura.Sakura terkejut.


"Sekarang obati lukamu!"ucap Pain,Sakura lagi lagi mengangguk.


"Saku mau menyembuhkan sendiri!"ucap Sakura lirih takut membuat Pain dan yang lainnya marah padanya.


"Tidak Saku,sebaiknya Chakra mu disimpan,dan biarkan Nee-Chan mengobatimu!"ucap Konan,Sakura hanya mengangguk pasrah.


"Astaga!"suara pekikan Konan membuat mereka menatap khawatir Sakura.


Konan menatap kearah Pain yang terkejut melihat telapak tangan Sakura.Rahang Pain mengeras.Melihat wajah marah Pain membuat Sakura takut.


"Kakuzu!"panggil Pain,Kakuzu dengan cepat mendekat takut jika terjadi apa apa pada Imoutou mereka itu.


"Astaga,Saku kenapa dengan tanganmu,kenapa bisa memiliki sobekan begitu besar!"ucapan Kakuzu sukses membuat mereka terkejut dan mendekat,menatap Sakura khawatir.


Sakura menggigit bibirnya.


"Saku tadi mau menahan tubuh Saku pada dinding jurang menggunakan tangan Saku,tapi tangan Saku malah tergores batu tajam!"ucapa Sakura dengan wajah polosnya.


"Astaga Saku,itu berbahaya,bagaimana


bisa kau melakukan itu!"ucap Kakuzu geleng geleng kepala dengan cepat memegang tangan Sakura.


"Saku,kau bisa menahannya,sementara Nii-chan akan menjahitnya,agar tertutup!"ucap Kakuzu.


Sakura cemberut mendengar omelan Kakuzu,membuat mereka memekik gemas.


"Saku bukan anak kecil Nii-Chan,Saku itu kuat,Saku juga ninja medis,jadi itu bukan apa apa!"ucap Sakura,mereka menggeleng gelengkan kepala.


"Apanya yang kuat sampai melukai dirimu sendiri,dasar gadis ceroboh lain kali jangan di ulangi atau kau tidak akan keluar dari markas paham!"ucap Zetsu Putih.Sakura mendengus kasar.


"Tahan sebentar,ini tidak kan lama!"ucap Konan mengelus lembut surai pink Sakura.


"Naruto,Kakashi sensei,Sai!"lirih Sakura,suaranya terdengar sangat pelan tapi mampu di dengar yang lainnya.Rahang mereka mengeras,lagi dan lagi,entah kenapa mereka tidak suka jika Sakura menyebut nama orang lain,mereka mau Sakura hanya menyebut mereka tanpa mengingat siapapun.


Tiba tiba Pain tersenyum miring,membuat mereka merinding kecuali Sakura yang tengah menahan Sakit di telapak tangannya.


"Nah sudah selesai,sekarang Saku kekamar untuk istirahat,nanti Nee-chan bawakan Cherry yang di petik Tobi!"ucap Konan lembut Sakura mengangguk.


Itachi maju kedepan menggendong ala brydal Sakura.Membuat Sakura refleks mengalungkan tangannya.


"Itachi-Nii,turunkan aku bisa kekamar sendiri!"rengek Sakura.Itachi hanya diam,dan tiba tiba menghilang,dan tepat telah berada di dalam kamar Sakura.


"Tidurlah!"ucap Itachi dingin,Sakura hanya menuruti,tak lama kemudian terdengar deru napas teratur darinya.


Itachi menatap lembut Sakura berbeda dengan beberapa waktu yang lalu tatapannya begitu dingin.


Mengelus lembut surai Sakura dan mencium pucuk kepalanya.


"Selamat tidur Hime.."ucap Itachi lalu berlalu pergi dari sana.


***


Saat ini anggota akatsuki berkumpul tanpa adanya Sakura.


"Tch.Ternyata Saku selalu memikirkan mereka,terutama si Ino dan Karin Karin itu!"kesal Konan dirinya merasa tersaingi.


"Ingin sekali aku meledakkan kepala,Si rubah,Ninja Copy,dan Sai!"ucap Deidara mencak mencak.


Pain tetap tenang.


"Diamlah!"satu kata dari Pain membuat mereka bungkam.


"Jalan satu satunya hanyalah,kita akan melakukan ritual untuk membuat Saku melupakan tentang semuanya,kecuali nama desanya,dan dia akan mengenal kita sebagai keluarganya,tapi dia masih mengingat dan tahu apa saja kemampuannya,selain dari itu dia akan melupakannya.Walau begitu perjanjian kita dengannya tetap harus di lakukan!"ucap Pain,mereka terkejut menatap Pain,itu adalah kalimat terpanjang dari Pain.


"Tapi jika suatu saat Saku tahu,dia akan membenci kita!"ucapan Kisame membuat mereka terdiam.


"Aku tidak peduli,selama ini kita sudah dibenci banyak negara,yang perlu kita lakukan jika Sakura membenci kita,kita akan menahannya!"ucap Pain mutlak.Mereka hanya mengangguk.


"Setelah makan malam,bawa Sakura ke dalam ruangan ritual khusus!"ucap Pain menatap Konan,Konan mengangguk.


***


Sakura mengerjapkan matanya beberapa kali,tersadar jika dia telah tertidur cukup lama.


"Sudah bangun!"ucap Zetsu hitam.


"Jangan mengagetkan nya!"tegur Zetsu Putih.


"Iya,Gomen Saku!"ucap Zetsu Hitam.


"Tak apa Nii-chan,kenapa kekamarku?"tanya Sakura.


"Mari yang lain sudah menunggu ini sudah jam makan malam!"ucap Zetsu Putih,Sakura mengangguk.


"Kau bisa berjalan sendiri?"pertanyaan Zetsu hitam membuat Sakura cemberut,Zetsu yang melihat itu tak tahan dan mencubit gemas pipi Sakura,membuat Sakura meringis dan tambah kesal.


Sakura berjalan melewati Zetsu dengan wajah cemberut.


"Dia terlihat sangat lucu!"ucap Zetsu hitam.


"Ya!"


Zetsu melangkah mengikuti Sakura dari belakang,Sakura menghentak hentakkan kakinya,wajahnya tetap terlihat kesal sampai di ruang makan,membuat yang lainnya bingung,dan menatap tajam Zetsu.


"Kenapa wajah mu cemberut begitu?"tanya Kisame.


"Zetsu-Nii,mencubit pipiku,lihat ini menjadi merah!"ucap Sakura,mereka semua menatap Zetsu tajam,Zetsu menunjukkan senyum tanpa dosa.


"Sudah,sekarang Saku makan,setelah ini baru Saku makan Cherry!"ucap Konan.


"Ha'i."ucapnya.


Mereka semua tersenyum melihat Sakura,mereka yang awalnya berniat memanfaatkan Sakura,malah berakhir menyayangi Sakura.


Setelah makan malam,Sakura dibawa kedalam ruangan khusus,tangannya memegang beberapa buah Cherry,sesekali memakannya.


"Kita mau kemana?"tanya Sakura.


"Ikut saja!"ucap Deidara.Sakura mengangguk.


Tak lama kemudian mereka pun sampai,Sakura melihat semuanya berdiri di sebuah batu,dan mengelilingi Sakura.


"Saku,berdiri dilingkaran itu!"ucap Hidan,Sakura menurutinya.


Tangan mereka semua mereka rentangkan dan,Pain sebagai pemimpin membaca mantra ritual,tak lama kemudian terdengar erangan kesakitan dari Sakura.


"ARRGHHHH..."teriakan Sakura menggema di dalam ruangan.


Sakura jatuh terduduk dengan buah Cherry nya yang berserakan.


"Apakah berhasil?"tanya Tobi,Pain hanya diam mengamati Sakura.


Sakura terengah engah,menatap bingung sekitarnya.


"Aku dimana,dan siapa aku?"tanya Sakura,mereka semua tersenyum,rencana mereka berhasil,Pain berjalan mendekati Sakura.


"Sekarang namamu Sakura Haruno,kami adalah Keluargamu,mengerti!"ucap Pain lembut,Sakura mengangguk tanda mengerti.


Sakura menunduk sedih membuat mereka bingung.


"Saku kenapa?"tanya Pain.


"Hiks...Nii-chan buah Cherryku jatuh!"ucap Sakura,setelah ritual itu Sakura akan menjadi seperti anak kecil jika dihadapan mereka,dan menjadi dingin dihadapan orang lain.


"Sudah jangan menangis,Nii-Chan punya banyak untukmu!"ucap Pain,Sakura mengangguk mengerti.


"Nii-chan,kapan Saku bisa ikut misi?"tanya Sakura.Pain menghela napas kasar tatapannya menjadi dingin membuat Sakura takut.


"Tanganmu masih Sakit,tunggu beberapa hari baru kau boleh ikut,mengerti!"ucap Pain mutlak,Sakura hanya mengangguk mengiyakan.


"Nee-chan!"rengekan Sakura membuat Konan mendekat.

__ADS_1


"Ada apa Saku?"tanya Konan lembut.


"Hiks..Saku mau melepaskan perban ini!"tunjuk Sakura pada telapak tangannya.


"Saku,bisakah kau mendengar apa yang Nii-chan katakan,tanganmu terluka,setelah sembuh baru dibuka!"ucap Sasori dingin.


"Tapi,Saku bisa menyembuhkan sendiri Nii-chan!"rengek Sakura.Mereka semua menghela napas kasar.


"Baiklah,sekarang kami mau lihat,kau menyembuhkan tanganmu!"ucap Tobi.Sakura mengangguk.


"Biar Nii-chan buka perbannya!"ucap Pain,Sakura hanya mengangguk.Pain membuka perbannya,dan terlihatlah luka Sakura yang belum mengering.


Sakura memusatkan chakra di tangan kirinya,lalu mengarahkan kearah telapak tangan kanan nya,beberapa menit kemudian,luka Sakura sembuh dan telapak tangannya kembali halus seperti semula,seolah tak ada luka apapun di tangannya sebelumnya.


Mereka semua menatap takjub Sakura,memang pantas sebagai penerus legenda Sannin.Serta menyandang Kunoichi terhebat.


"Lihat,Saku bisa kan!"ucap Sakura senang.


Mereka mengangguk mengiyakan.


"Berarti Saku boleh ikut misi kan?"tanya Sakura.


Mereka beralih menatap Pain yang menghembuskan napas kasar.


"Baik,Nii-chan izinkan tapi kau tidak boleh terlibat pertarungan!"ucap Pain menatap Sakura tajam.


Sakura mengangguk senang.Secara refleks dirinya memeluk erat Pain membuat yang lainnya cemburu,sedangkan Pain menikmati pelukan Sakura.


"Nii-chan,buah cherry ku mana?"tanya Sakura menatap Tobi.


Tobi mengangkat tangannya yang telah menenteng sekeranjang buah Cherry,serta ada juga beberapa buah strawberry.


Sakura melepaskan pelukannya,dan meloncat memeluk Tobi.


"Arigatou,Nii-chan!"ucap Sakura.Tobi mengangguk mengelus lembut kepala Sakura.


"Nii-chan minta maaf,karena tak bisa menjagamu hingga terluka!"ucap Tobi.


Sakura menggeleng.


"Tak apa Nii-chan itu salahku,aku yang terlalu ceroboh!"ucap Sakura,lalu kembali duduk dilantai dingin memakan buah buahan yang menggiurkan.


Hidan menggendong Sakura ala brydal.


"Jangan duduk dilantai,itu kotor!"omel Hidan,Sakura menunjukkan cengirannya.


Sakura menatap kearah Tobi,membuat Tobi menatap bingung Sakura.


"Ada apa Saku?"pertanyaan Tobi mengalihkan atensi menatap kearah Sakura yang ada digendongan Hidan.


"Ano,Saku..Saku ingin melihat wajah Tobi-Nii!"ucap Sakura pelan tapi dapat di dengar semuanya.Mereka semua menatap kearah Tobi.


"Boleh sekarang berdiri di depan Nii-chan!"ucap Tobi,Sakura tersenyum senang,dengan pelan Hidan menurunkan Sakura,Sakura berdiri di depan Tobi.


Tobi secara perlahan membuka topengnya,topengnya telah terbuka sepenuhnya,anggota akatsuki lain sudah melihat wujud asli Tobi,jadi mereka tidak terkejut lain dengan Sakura.


Mata Sakura berbinar melihat wajah Tobi.Tangan kanan menyentuh pipi Tobi.


"Wah Tobi-Nii tampan!"ucap Sakura lalu secara refleks mengecup pipi Tobi membuat mereka terkejut terlebih Tobi yang langsung terdiam,tubuhnya menjadi kaku.


"SAKU!"teriakan mereka serta aura mereka membuat Sakura takut dan bersembunyi di belakang Tobi.


"Hey kalian menakutinya!"tegur Tobi,tapi Tobi tersenyum senang dengan semburat merah di pipinya karena di kecup Sakura.


Mereka memandang cemburu kearah Tobi.


"Yak,seharusnya aku yang pertama,aku Nee-chan nya!"kesal Konan.


"Saku,kesini kau harus adil,semuanya harus mendapat kecupan!"ucap Kisame.


Sakura mengangguk,dirinya pertama tama mengecup pipi Konan,lalu Pain,Kisame,Kakuzu,Hidan,Deidara,Zetsu,


Sasori dan terakhir Itachi.


Mereka semua tersenyum senang,membalas kecupan Sakura.


"Ini sudah malam,besok Saku,Itachi,dan Sasori akan melakukan misi membunuh seorang Pangeran!"ucap Pain dingin.


Sakura tersenyum senang,secara tiba tiba raut wajahnya menjadi dingin dengan seringai dibibirnya membuat yang lainnya tertegun karena perubahan Sakura yang begitu cepat serta merinding karena aura Sakura.


"Pangeran yah,kurasa akan menyenangkan!"seringaian Sakura membuat mereka ikut menyeringai.


"Gadis pintar,kau memang cocok menjadi adik kami,sekarang kembali kekamarmu!"ucap Kakuzu.Sakura mengangguk,matanya menjadi sayu.


"Nii-chan!"ucap Sakura merentangkan tangannya pada Pain,Pain mengangguk,dan menggendong Sakura ala Koala.


"Sebentar aku akan mengantarnya kekamarnya!"ucap Pain,mereka hanya mengangguk.


Pain mengantar Sakura kekamarnya,dengan hati hati Pain menurunkan Sakura ketika telah sampai.Mengelus lembut rambut Sakura lalu mengecup dahi lebar Sakura.


"Oyasuminnasai,Hime"ucap Pain lembut laliukeluar dari kamar Sakura.


Mereka semua berkumpul di dalam ruangan tadi.


"Itachi,Sasori pastikan Sakura tetap aman,jangan biarkan dia terluka,dan satu lagi pastikan wajah tetap tertutup!"ucap Pain.Itachi dan Sasori mengangguk.


"Aku sudah menyiapkan topeng khusus untuk Sakura!"ucap Tobi,dan memberikan topeng berbentuk rubah berwarna putih dengan di bagian lingkaran matanya berwarna pink.


"Baiklah,besok pagi berikan padanya,pastikan dia tetap memakainya selama misi berlangsung!"mereka mengangguk sebagai balasan.


"Untuk berjaga jaga,Zetsu akan memantau dari jauh!"ucap Pain.Zetsu mengangguk.


"Baik,kalian boleh kembali!"ucap Pain,mereka lagi lagi mengangguk meninggalkan Pain sendiri dalam ruangan hampa itu.


"Gomen,Saku Hime,Nii-chan akan tetap menjagamu!"ucap Pain pelan.


-


-


-


-


Team yang di tugaskan untuk mencari Sakura,akan berangkat besok.


"Huh,kenapa perasaanku tiba tiba menjadi tidak enak,kuharap kau baik baik saja jidat!"gumam Ino.


"Yo,Ino ada apa denganmu?"tanya Chouji yang membuyarkan lamunan Ino.


"Tidak apa Chouji,aku merasa sangat gelisah!"ucap Ino.


"Bersabarlah Ino,kita akan membawa Sakura kembali!"ucap Shikamaru.Ino hanya mengangguk.


***


Sai berdiam diri di dalam kamarnya,menatap foto gadis gulali yang berapa hari ini tak di lihatnya.


"Huft..aku merindukanmu Sakura,kuharap kau baik baik saja,tenanglah aku akan membawamu kembali,dan setelah itu kau akan menjadi milikku!"ucap Sai,seraya mengelus foto Sakura.


***


Gaara yang tengah sibuk berkutat dengan berkas berkas lembaran itu terhenti karena ketukan pintu seseorang.


"Masuk!"ucap Gaara datar.Gaara menatap Temari datar.


"Ada apa Nee-chan?"tanya Gaara.


"Aku hanya ingin memberi tahu,ninja yang kau tugas kan mencari Sakura,sudah kembali dan mereka mengatakan jika Sakura berada di tangan Akatsuki!"ucapan Temari membuat Gaara terkejut.Matanya menjadi dingin.


"Akatsuki sialan!"umpat Gaara.


"Besok Team Rockie 12 dari konoha yang di pimpin Kakashi akan melaksanakan pencarian!"ucap Temari.


"Aku akan ikut dengan mereka,Nee-chan bisa aku meminta tolong untuk mengurusi Desa untuk sementara!"ucap Gaara.Temari memandang adiknya,baru kali ini dia melihat Gaara seserius ini.


"Baiklah,Nee-chan harap kalian dapat bertemu dengan Sakura,dan satu lagi jika kau benar mencintai Sakura kau berjuang sebab banyak yang mengincarnya!"ucap Temari,lalu setelah itu keluar dari ruangan Gaara.


Gaara menghela napas kasar.


"Bertahanlah Sakura!"gumam Gaara.


-


-


-


-


Sakura mengerjapkan matanya menyesuaikan matanya dengan cahaya yang akan masuk ke retinanya.


"Yosh,hari ini misi pertamaku!"ucap Sakura penuh semangat,bergegas mandi dan memakai pakaian ninja berwarna merah,dengan lambang Haruno,celana pendek di atas paha serta tas ninja kecil dimana ada kunai dan shuriken dalamnya.


Sakura memakai jubahnya,dan berjalan keluar menuju ruang rapat.Disana mereka sudah berkumpul menunggu Sakura.


"Min'na Ohayou,gomen karena Saku lama!"ucap Sakura dengan senyuman indahnya membuat mereka melihay senyum Sakura serasa berada di taman bunga.


"Ohayou Saku,ayo sini duduk!"ucap Konan.Kali ini posisi duduk Sakura berada di samping Pain.


Sakura duduk dengan tenang,Pain menyodorkan buah cherry kepada Sakura.


"Arigatou Onii-chan!"ucap Sakura,Pain mengangguk dan mengelus kepala Sakura lembut.


"Saku ingat ini baik baik,selama misi pastikan kau tetap memakai tudungmu,dan pastikan kau tetap memakai topeng ini,mengerti!"ucap Pain menatap Sakura dengan pandangan serius.


Sakura hanya mengangguk dirinya masih asyik memakan buah Cherry itu.


"Saku ketika Nii-chan berbicara tatap Nii-chan,kau paham!"suara dingin Pain membuat Sakura bergidik,menatap Pain kemudian mengangguk.


"Gadis pintar!"ucap Pain.


"Nah sekarang gunakan topengmu,kalian akan berangkat,hati hati ingat jangan terlibat pertarungan apapun,jika itu terjadi Nii-chan akan mengurungmu,kau boleh ikut pertarungan jika keadaan sudah mendesak mengerti Hime!"peringat Pain.


"Ha'i Nii-chan.Ano Nii-chan bolehkah setelah misi,Saku mau latihan cara menggunakan Katana,atau tidak pedang seperti Kisame-Nii!"ucap Sakura dengan mata binar harap.


"Nanti Nii-chan pikirkan!"ucap Pain.Sakura mengangguk.


"Ya sudah,ayo Saku kita harus pergi sekarang!"ucap Sasori datar,Sakura mengangguk dan memakai topengnya,menaikan tudungnya,mereka takjub melihat Sakura walau sudah tertutup tapi aura nya begitu memancar,kepribadian Sakura seakan berubah begitu memakai topeng itu,secara tiba tiba aura yang ceria digantikkan aura membunuh dan dingin.


Mereka juga takjub begitu melihat topeng itu sangat cocok dengan gaya Sakura,Sakura menjadi gadis yang misterius ditambah dengan kesan dingin terpancar.


"Berhati hatilah,ingat jangan terlibat pertarungan selain dalam keadaan mendesak!"peringat Konan.


Sakura berbalik matanya yang biasa menyorot lembut kini menjadi tajam.


"Hn!"gumam Sakura.


Sakura mengikuti langkah Sasori dan Itachi.


Konan menjadi kesal karena Sakura berubah menjadi dingin begitu memakai topeng itu.


"Ingatkan aku untuk tidak menghancurkan topeng itu,dan ingatkan aku untuk menjauhkan Topeng itu ketika berada dimarkas,aku tidak suka melihat wajah dingin itu!"kesal Konan,mereka mengangguk setuju.


"Tapi dirinya terlihat sangat cocok,huh tak salah dia menjadi imoutou kita!"ucap Hidan,mereka tersenyum cerah.


"Zetsu,tetap pantau mereka,jangan biarkan sesuatu terjadi pada Sakura!"ucap Kakuzu,Zetsu mengangguk dan masuk kedalam tanah.


***


Perjalanan diisi keheningan,Sakura yang biasa cerewet menjadi dingin begitu menggunakan topeng itu,dan sukses membuat Sasori dn Itachi kesal,ingin mereka hancurkan topeng itu tapi demi keamanan Sakura mereka tahan.


"Saku!"panggil Itachi.


"Hn!"sahut Sakura matanya fokus ke arah depan.


"Selain taijutsu,Byakugou serta ilmu medis,kau bisa apa saja?"tanya Itachi.


"Aku bisa menggunakan elemen,dan Genjutsu,untuk Genjutsu jika tidak salah ada yang mengatakan padaku jika Genjutsu milikku lebih kuat dibanding pengguna Sharingan bahkan melebihi Madara uchiha atau pengguna Sharingan legendaris!"jelas Sakura masih dengan nada dingin.


Sasori dan Itachi terkejut bukan main,gadis ini sama seperti Kakashi sang ninja peniru,dan memang patut menyandang gelar jenius,kekuatannya bukan main main.


"Benarkah,kalau begitu Nii-chan nanti ingin melihat bagaimana Genjutsu milikmu!"ucap Sasori.Sakura hanya mengangguk.


"Kita akan ke desa mana?"tanya Sakura.


"Desa Otogakure!"ucap Itachi.Sakura lagi lagi hanya mengangguk.

__ADS_1


Mohon Dukungannya😉


__ADS_2