
Mereka memandang kosong kearah tempat yang kosong itu,bagaimana bisa mereka kecolongan,mereka tidak menyadari adanya chakra lain selain mereka.
Sakura telah menghilang dibawah oleh seorang laki-laki bertopeng,mereka tidak tahu itu siapa tapi dari jubahnya mereka tahu itu akatsuki.
Ino dan Karin terduduk,menatap kosong kearah tempat Sakura terakhir berdiri.
"INI SEMUA SALAH KALIAN"teriakan Ino menggema dihutan matanya memerah.
"Heh rambut pirang ini salahmu,jika kau tidak menarik Imoutouku dia tak akan diculik"ucap Karin.
"Ini salah kalian,karena kalian menculik Sakura"ucap Naruto.Hendak meluncurkan serangan tapi tertahan karena Kakashi.
"Jangan Naruto sebaiknya kita cepat kembali,agar kita bisa mendapatkan Sakura kembali"ucap Naruto,Naruto hanya bisa pasrah.Mereka meninggalkan Team Sasuke yang masih terdiam.
"Hiks..Imoutouku"ucap Karin dengan sesenggukan.Suigetsu mendekat dan menenang kan Karin.
Sasuke mengepalkan tangannya,Chidori ditangannya menyala dan menyerang pohon-pohon dihutan secara brutal.
Betapa bodohnya dirinya,yang tidak bisa menjaga gadis yang dicintainya.
"Tunggu aku Sakura,aku akan membawamu kembali,dan akan kulenyapkan semua akatsuki,setelah itu akan kukurung kau,kau hanya milikku,tunggu aku Sakura"batin Sasuke masih menyerang pohon pohon hingga merusaknya.
"Sebaiknya kita kembali,kita akan memikirkan bagaimana caranya agar mendapatkan Sakura kembali"ucap Juugo mereka hanya diam,dia berjalan pergi,Karin masih terdiam.Suigetsu berusaha menghibur tapi tak berhasil.
"Lihat saja akan kulenyapkan akatsuki dan gadis berambur pirang itu"ucap Karin dingin.Untuk pertama kalinya bagi mereka melihat Karin yang begitu dingin.
"Tenanglah Karin,kami akan membantumu"ucap Suigetsu,Karin hanya mengangguk.
-
-
-
-
Di dalam kamar yang di dominasi gelap,hanya ada lilin sebagai pencahayaan,gadis yang sedang terbaring karena pingsan,disampingnya terdapat seorang gadis berambut biru dengan bunga kertas diatas kepalanya.
"Kasihan sekali gadis ini"ucap Konan memandang wajah Sakura yang masih nyaman dengan mimpi dalam pingsannya.
Konan berjalan keluar menuju kearah ruang rapat dimana semua anggota akatsuki berkumpul.
"Apa dia sudah bangun?"tanya Pain.
"Sebentar lagi dia akan bangun,aku sudah menyuruh Tobi untuk menjaganya"ucap Konan dan duduk tepat disamping Pain.
>>>>
Sakura mengerjapkan matanya,dan mengambil posisi duduk,setelah kesadarannya penuh dirinya menatap kesekitar nya dengan sedikit takut.
Memorinya berputar dengan kejadian sebelum dia berakhir di ruangan ini.
"Kuso,siapa yang berani menculikku"umpat Sakura.Matanya berubah dingin memandang sekitar.
Dirinya memegang kearah dahinya,menghela napas lega karena mereka tak melepas hitae ate miliknya.
"Kau sudah bangun Saki-chan"suara cempreng pemuda bertopeng membuat dirinya terkejut dan refleks melihat pemilik suara.
Dengusan dingin keluar dari bibirnya,kala melihat jubah milik pemuda itu.
__ADS_1
"Siapa kau?"tanya Sakura dingin.
"Panggil aku Tobi,Saki-chan mau kan jadi teman Tobi,Tobi anak baik kok"ucap Tobi,Sakura menatap aneh kearah Tobi,tidak menyangka ada spesies seperti Tobi di dalam kelompok akatsuki yang dicap Nukenin Tingkat S.
"Ayo Saki-chan,Leader sudah menunggu kita"ucap Tobi,Sakura hanya diam dan mengikuti Tobi yang membawanya entah kemana,sepanjang jalan hanya ada beberapa obor sebagai penerang,di lorong yang gelap,Sakura menatap kearah pintu pintu yang diyakininya sebagai kamar anggota akatsuki.
Mereka memasuki ruangan gelap yang hanya di terangi obor,dapat Sakura lihat seluruh anggota akatsuki berkumpul semua mata menatap nya seakan dirinya adalah seekor tikus yang lancang masuk ke kandang singa.Sakura sejujurnya takut tapi ketakutan nya dapat dia kendalikan,menampilkan raut wajah dingin.
Sakura menatap semua anggota Akatsuki,matanya menatap kearah Konan.
"Ternyata ada juga perempuan dalam kelompok be*at ini"batin Sakura.Konan yang merasa di perhatikan tersenyum tipis menatap Sakura,membuat Sakura yang awalnya menunjukkan raut wajah dingin terbengong,matanya menatap Konan.
"Cantik!"tanpa sadar satu kata itu meluncur dibibirnya,membuat seluruh atensi menatapnya.Konan yang mendengar itu menatap Sakura.Dirinya merasa gemas dengan wajah imut Sakura yang terbengong.
"Ehem,silahkan duduk Nona Haruno"ucap Pain dengan nada datar,Sakura kembali keraut wajah dinginnya,dan dengan patuh dan tenang duduk di kursi yang ada diruangan itu.
Mereka terkejut melihat Sakura yang sangat tenang menghadapi mereka seolah dirinya tak takut sama sekali.
"Keintinya!"ucap Sakura singkat,sekali lagi membuat mereka cengo,terlebih Itachi,tapi untungnya dia bisa menutupi raut wajahnya.
Setahu Itachi,Sakura adalah gadis yang sangat cerewet tapi apa di depannya,seolah dia menatap sebuah tembok,dilapisi es.
"Aku ingin mengajakmu bergabung dengan akatsuki"ucap Pain tenang,Sakura terkejut dan refleks berdiri.
"Apa otakmu sedang bermasalah,kau pikir aku ingin bergabung dengan organisasi bejat mu heh,mimpi saja"ucap Sakura sadis membuat beberapa dari mereka emosi,Deidara yang tak tahan meledakkan amarahnya.
"Hey Pinky kau pikir,kau siapa menghina organisasi kami ini"ucap Deidara marah.
Sakura hanya menatapnya sekilas lalu menatap kearah Pain yang nampak sangat tenang.
Deidara semakin kesal di acuhkan oleh Sakura.
Seisi ruangan di buat terkejut dan menatap ngeri kearah Sakura,dan beralih kearah Deidara yang sudah jatuh pingsan.
"Hadiah untukmu Banci"ucap Sakura dan kembali ketempat duduknya dengan tenang tak menghiraukan tatapan berbeda seisi ruangan.
Sakura baru menyadari keberadaan Sasori setelah menghantam Deidara,matanya menatap Sasori dengan sinis.
"Seharusnya saat itu aku membiarkanmu mati"ucap Sakura,seluruh mata memandang Sasori.Sasori nampak tenang,tetapi dalam hatinya entah mengapa terasa sakit mendengar ucapan Sakura,padahal dia hanya lah boneka,yang tak memiliki emosi,tapi perasaan apa yang dia rasakan saat ini.
"Cukup,Kakuzu bawa Deidara kekamarnya"ucap Pain menengahi,Kakuzu patuh patuh saja,saat akan keluar dari ruangan,dirinya di tahan oleh Sakura.
Sakura berjalan kearah mereka berdua,tangannya mengeluarkan chakra hijau dan di arah kan kewajah Deidara walau bagaimana pun dia harus bertanggung jawab,tapi ini bukan sepenuhnya salahnya jika saja Deidara tidak memancing emosi mungkin saja dia tidak berakhir seperti ini.
Setelah selesai Sakura kembali ketempat duduknya.Kakuzu keluar membawa Deidara dengan acara membopong tubuhnya.
"Kau tidak bisa menolak Nona Haruno,atau Desa tercintamu akan hencur berserta sahabat sahabat yang kau sayangi itu"ucap Pain,mata Sakura terbelalak.
"Tch!"Sakura mendecih membuat Itachi berpikir banyak yang berubah dari Sakura.
"Aku akan bergabung dengan adanya syarat,jika kalian setuju aku akan bergabung jika tidak,aku bisa lari dari kalian,aku tidak peduli lebih baik mati dari pada bergabung dengan kalian"ucap Sakura dingin.Disisi lain Hidan menjadi kesal.
"Biarkan aku membunuh gadis j*l*ng ini,dan kuhadiahi ke pada Dewa Jashin"ucap Hidan,Sakura yang mendengar kata j*l*ng menatap Hidan sinis,alisnya terpaut.
"Maaf maaf saja,dimana kau pernah melihat ku sehingga mengataiku seenaknya,apa aku mengenalmu"ucapan Sakura sukses membuat Kisame dan Tobi tertawa terbahak bahak,bagaimana tidak Hidan terdiam tak tahu membalas ucapan Sakura.Sasori dan Itachi tersenyum tipis merasa tertarik dan tertantang untuk menghadapi Sakura.
"Apa syarat darimu?"tanya Pain,menghiraukan sekitar yang berubah atmosfir semenjak datang nya Iryonin musim semi itu.
"Pertama aku mau kalian tidak menyentuh desaku,melukai orang orang di desaku terutama sahabatku,kedua kalian tidak boleh menangkap Naruto,ketiga aku tidak mau dihadapkan dengan misi yang berhubungan dengan Konoha,keempat aku hanya kan membantu tapi aku tak mau dicap sebagai pengkhianat Desa,kalian akan bicara sejujurnya jika ada yang bertanya mengenai diriku"ucap Sakura dengan senyum miring.
__ADS_1
"Syarat macam apa itu,kau tidak bisa memilih misi Nona,dan kami memang harus menangkap bocah kuning itu,karena tujuan kami untuk mengumpulkan para Bijuu"protes Hidan.Sakura hanya menatap sinis dan beralih menatap Pain.
"Aku setuju!"ucap Pain membuat seisi ruangan terkejut.Hidan hendak protes tapi melihat tatapan tajam Pain dia berhenti.
Setelah mendengar itu,suara Cempreng Tobi terdengar.
"Yeay,akhirnya Tobi punya teman baru,Tobi sudah bosan melihat Konan Senpai"ucap Tobi membuat Konan menatap Tobi tajam,Tobi hanya menatap polos Konan dan berlari memeluk Sakura.
Sakura agak linglung mendapati Tobi yang tiba tiba memeluk dirinya.Sakura tidak tahu harus berbuat apa dia hanya diam.
"Saki-chan maukan main dengan Tobi,semuanya tidak mau main dengan Tobi,padahal Tobikan anak baik"ucap Tobi,dengan nada merajuk,membuat Sakura sedikit geli dan tersenyum mengetahui Spesies yang ada di organisasi kejam ini.
Beberapa dari mereka terpaku melihat senyuman Sakura.
"Wah wah,Saki-chan tersenyum"ucap Tobi.
Konan yang sedari tadi diam beranjak mendekati Sakura,dan membawa sebuah jubah.
"Selamat datang Sakura"ucap Konan dan memberi Sakura jubah.
Sakura segera menerimanya,dirinya mengeluarkan Kunai,dan menggores tanda hitae ate miliknya,membuat yang lain terkejut.
"Agar kalian percaya bahwa aku tidak main main dengan apa kukatakan,dan ingat tepati janji kalian"ucap Sakura.
"Tenang saja kami akan menepatinya"ucap Pain.
Sakura beralih menatap Konan.
"Namaku Konan,kau bisa memanggil sesukamu"ucap Konan,membuat mata Sakura berbinar,sepertinya Mode kekanak kanakan plus polos miliknya akan keluar.
"Boleh kupanggil Nee-chan?"tanya Sakura antusias.Mereka semua terkejut sekali lagi dengan perubahan Sakura yang begitu cepat.Konan mengangguk mengiyakan.
"Yeay,Saku punya Nee-chan baru lagi"ucap Sakura layaknya anak kecil dan memeluk Konan.
Mereka semua gemas melihat Sakura yang terlihat sangat lucu.
"Ne,ne,Konan-Nee chan bisa memanggilku Saku,atau Saki"ucap Sakura,menatap kearah Konan yang menatap dirinya.
Tobi dibuat kesal karena Sakura hanya terus bicara kepada Konan.
"Saki-Chan kenapa kau mengacuhkan ku"ucap Tobi dengan nada merajuk.
Sakura tersadar bahwa bukan hanya dirinya di dalam ruangan ini,dengan cepat raut wajah berubah dingin,membuat mereka mendengus.
"Pergilah kekamarmu,setelah itu bersihkan kamarmu,dan bisa kau membantuku membuat makan malam?"tanya Konan.Sakura mengangguk.
"Ano,Tobi bisa kau mengantarku kembali,aku lupa kamarku berada dimana"ucap Sakura dengan mata lucunya menatap Tobi.Tobi dengan senang mengangguk.
"Mari Saki-Chan"ucap Tobi dan menarik tangan Sakura.
"Saku pergi dulu,dah Nee-Chan"ucap Sakura dan mengikuti langkah Tobi,meninggalkan orang orang yang menatapnya gemas.
"Kawai,kenapa bisa dia seimut itu"ucap Kisame yang sedari tadi diam.Konan berbalik menatap lelaki diruangan itu satu persatu.
"Jauhi dia,jangan ada yang melukainya jika tidak akan kuracuni kalian"ucap Konan dan berlalu pergi meninggalkan mereka yang conge karena ucapan Konan.
"Sepertinya gadis musim Semi itu akan membawanya banyak perubahan"ucap Kakuzu yang baru saja masuk,mereka mengangguk setuju entah sejak kapan,atmosfir sedikit berubah,mulai dari Konan yang dulunya tenang dan datar menjadi cerewet karena Sakura.
Jangan lupa dukungannya.terima Kasih
__ADS_1