Destiny Journey (HarunoSakura)

Destiny Journey (HarunoSakura)
DJ11


__ADS_3

Sasori,Sakura dan Itachi berhenti sejenak beristirahat di goa,mengingat malam telah tiba.


Sakura duduk bersandar di dinding,membuka topeng miliknya,dengan senyum cerah menatap kearah Sasori dan Itachi yang takjub dengan perubahan Sakura.Sakura seperti keterbalikan Tobi.Jika Tobi mengenakan topeng dia akan menjadi kekanak kanakkan dan sangat berisik.Jika melepaskan topeng dia akan menjadi dingin dan aura lelaki gagah memancar.


Berbeda dengan Sakura yang akan menjadi dingin menggunakan topeng dan menjadi anak polos dan kekanak kanakkam jika melepas topengnya.


"Nii-Chan mau buah Cherry?"tanya Sakura dengan suara lembut kepada Itachi dan Sasori.


Hanya Itachi yang mengambil,Sasori tidak karena dia seorang boneka.


"Gomen Nii-chan,Saku lupa!"ucap Sakura menatap Sasori dengan pandangan bersalah.


Sasori hanya diam dan mengelus kepala Sakura lembut.Tiba tiba suara guntur terdengar.


"Sepertinya kita akan menginap malam ini!"ucap Itachi datar.Mereka hanya mengangguk.


Sakura menyandarkan kepalanya menutup matanya,hingga suara deru napas teratur terdengar dari bibirnya.


Itachi duduk di dekat Sakura,dan menyandarkan kepala Sakura ke bahunya.


"Aku akan menyalakkan api!"ucap Sasori datar,Itachi hanya mengangguk.


Itachi dengan lembut mengelus surai pink Sakura.Tubuh Sakura yang sedikit menggigil karena kedinginan terlah berhenti karena api yang manyala menghangatkannya.


Sasori duduk disamping Sakura,sehingga Sakura berada di tengah tengah antara dirinya dan Sasori.


Sasori mengelus lembut tangan Sakura.


"Tak kusangka,kedatangan gadis ini dapat merubah kita,dampak perubahan nya lebih besar kepada Pain!"ucap Sasori setelah lama diam.


"Hn!"Itachi hanya menggumam masih sibuk mengagumi wajah manis Sakura.


"Aku ingin tahu bagaimana tanggapan teman teman nya dari konoha mengetahui,jika Sakura melupakan mereka!"ucap Itachi dengan senyum miringnya.


"Kita akan jujur,kita masih terjalin dengan perjanjian itu,lagipun itu sangat menarik bukan,jika mereka tahu kita yang membuat Saku melupakan mereka!"ucap Sasori suara nya begitu dalam dan tajam.


"Hn!"


***


Itachi dan Sasori membuka matanya ketika matahari sudah bersinar memasuki goa.


Mereka sama sama melirik kearah samping mencari keberadaan Sakura.Betapa terkejut nya mereka melihat Sakura tak ada di samping mereka.


Mereka bergegas keluar mencari keberadaan Sakura.


"Saku!!"teriakan Itachi dan Sasori menggema di dalam hutan.


"Astaga kemana gadis itu pergi!"ucap Itachi panik.


Tiba tiba Zetsu muncul dihadapan mereka.


"Kemana Saku?"tanya Zetsu hitam.


"Kami juga tidak tahu,ketika kami bangun dia sudah tidak ada !"ucap Sasori.


"Habislah kita,jika terjadi sesuatu padanya Pain dan Konan tidak akan mengampuni kita!"ucap Zetsu hitam.


"Diamlah dan bantu mencarinya,kita semua tidak mau terjadi apa apa padanya!"ucap Sasori dingin.


Ketika mereka akan melangkah,mereka dikejutkan dengan suara Sakura.


"Eh Nii-chan sudah bangun!"ucap Sakura menatap polos ketiga orang dihadapannya.Yang panik mencarinya.


Itachi mendekat dengan pandangan dingin diikuti Zetsu dan Sasori.


"Kau darimana Saku,kau tidak tahu kami panik mencarimu!"ucap Itachi dingin.


"Gomen Nii-chan,Saku cuma pergi membersihkan diri di sungai!"ucap Sakura dengan kepala tertunduk.


Mereka menghembuskan napas kasar.


"Lain kali bangunkan kami dan meminta izin,paham!"ucap Sasori datar.Sakura mengangguk.


"Ya sudah mari kita harus bergegas!"ucap Itachi,Sakura mengangguk dan mengenakan topengnya aura ceria seketika digantikan aura dingin,walaupun mereka sudah tahu akan terjadi tetap saja mereka masih takjub dengan perubahan Sakura yang begitu cepat.


Zetsu sedari tadi sudah pergi,selagi Sakura tidak melihat dirinya.


***


Mereka telah sampai di sebuah rumah besar,itu adalah tempat tinggal pangeran yang harus mereka bunuh.


Terlihat beberapa orang penjaga yang sedang menjaga di depan sana.


"Nii-chan serahkan padaku!"ucap Sakura,Itachi dan Sasori menatap tajam Sakura.


"Percayalah,aku tidak akan bertarung!"ucap Sakura,mereka berdua mengangguk ragu.


Sakura mengeluarkan jarum yang telah di lumuri racun yang hanya dia dan hokage kelima tahu penawarnya.


Sakura membalikan jubahnya agar jubah yang memiliki corak awan merah berada di dalam dan yang polos di luar,Sakura membuka topengnya.


"Apa yang kau lakukan Saku,bukankah Pain-Nii sudah mengatakan untuk tidak melepaskannya!"ucap Itachi dingin dengan mata tajam.


"Tenanglah Itachi-Nii,setelah ini mereka tidak akan melapor!"ucap Sakura dengan seringainya.Sakura melangkah dengan anggun tudung jubah masih dikenakannya.


"Siapa kau?"tanya salah satu penjaga.


"Maaf,aku adalah orang suruhan dari Raja Fuzima untuk mengantarkan beberapa berkas penting kepada pangeran Todori!"ucap Sakura datar.


(Disini namanya gue pake asal asalan,sekedar fanfic doang,jadi pemain yang nggak ada di naruto sebagai figuran doang).


Sakura mengangkat kepalanya menatap kearah beberapa penjaga.


Sakura melepaskan tudung jubahnya,memberi senyuman miring sebelum dirinya membuat mereka berhalusinasi dengan Genjutsu yang berhasil di pakai Sakura.


Itachi dan Sasori mendekat kearah Sakura.


"Nii-chan ini bukti Genjutsu ku!"ucap Sakura santai,Itachi dan Sasori menatap kearah para penjaga yang dalam keadaan terbujur kaku.


"Jika mereka dapat bertahan kemungkinan akan keluar dari ilusi yang kubuat 5 hari mereka akan seperti itu,tapi jika tidak bisa bertahan,mereka akan menjadi gila,mungkin akan sampai mati!"ucap Sakura santai,Itachi dan Sasori menganga dengan tidak elitnya.


Sekarang mereka akui Genjutsu milik Sakura sangat mengerikan.Sakura kembali mengenakan topengnya dan berjalan masuk,terlihat banyak penjaga yang menjaga pintu masuk ke kamar Pangeran Todori.


Sakura berlari melukai mereka beberapa kunai yang sudah di lumuri racun.Segala perlawanan di lakukan para penjaga tapi Sakura yang handal dalam Taijutsu dapat mengalahkan mereka.


Itachi dan Sasori diam menatap ngeri Sakura,tapi seketika berubah menjadi datar dan tajam.Seharusnya ini tugas mereka tapi sedari tadi Sakura yang melakukan.Sebenarnya mereka tak masalah sama sekali,tapi Pain sudah mengatakan untuk Sakura tak terlibat pertarungan.


"Tenanglah Itachi,setelah ini biar Pain yang mengurusnya,aku pastikan gadis kecil kita itu tidak akan bebas,karena telah melanggar janjinya!"ucap Sasori,Itachi hanya mengangguk.


"Tch.Apakah Raja kalian begitu bodoh,mengirimkan orang selemah kalian untuk menjaga seorang pangeran!"ucap Sasori datar.


Sakura berjalan kearah kamar Pangeran Todori.


"Salam Pangeran!"ucap Sakura dingin.


Todori keluar dan menatap nyalang kearah tiga orang dihadapannya.


"Kalian akatsuki sialan,apa yang kalian inginkan hah!"teriak Todori dengan wajah merah padam.


"Tenanglah pangeran,kami hanya ingin bermain sebentar,dan lihat wajahmu yang tampan itu menjadi tidak bagus karena wajah merah marahmu!"ucap Sakura dengan suara dibuat buat lembut.Itachi dan Sasori menahan mati matian untuk tidak meledakkan amarah mereka.


"Cih,kalian akatsuki tidak tahu diri,menjadi pengganggu bagi masyarakat terlebih ketua kalian yang bodoh pencipta akatsuki!"ucapan Todori sukses menyulut emosi Sakura.Dia merasa tidak suka dan marah apabila ada yang menghina organisasi serta menghina Nii-channya.


"Mulutmu mencari mautmu pangeran!"ucap Sakura dingin,dan melesatkan pukulannya kearah Todori yang belum siap terlempar hingga membuat dirinya terbentur dinding membuat dinding itu berlubang,dan Todori terlempar begitu jauh.


"Tch.Membuang waktuku,lebih baik kita selesaikan sekarang!"Sakura memegang jarum berisi racun yang telah dibuatnya,racun yang tak memiliki penawar dan hanya dirinya dan hokage kelima yang tahu penawarnya,kecuali jika Hokage kelima dapat menyelamatkannya dalam waktu 3 jam.


Sakura mendekati Todori yang sedang pingsan dengan keadaan mengenaskan,menyuntikkan jarum itu.


"Bersenang senanglah dalam mimpimu setelah itu kupastikan kau takkan lagi bermimpi!"Senyum bengis Sakura dibalik topeng itu begitu menakutkan.


Sakura berbalik menatap kearah kedua Nii-Channya yang menatap tajam dirinya.


"Oh,Shit,aku melupakan mereka,habislah aku,semoga saja Pain-Nii tidak mengetahuinya"Batin Sakura.


"Sasori bawa Pangeran itu,kita akan mengantarnya kepada seseorang!"ucap Itachi,Sasori mengangguk,Dirinya menggotong Todori di pundaknya.


***


Mereka telah sampai di sebuah rumah di tengah hutan,memasuki rumah yang terbilang cukup sederhana dengan Todori yang tengah dalam keadaan pingsan.


"Oh akatsuki,sungguh tak mengecewakan!"ucap Seseorang yang tiba tiba muncul dihadapan mereka.


"Oh kalian memiliki anggota baru rupanya!"ucapnya sembari menatap Sakura.


Sakura memberi tatapan dingin dibalik topengnya.


"Jangan berbasa basi,itu pesananmu,dia akan mati dalan waktu 2 jam karena 1 jam telah habis dalam perjalanan,Racun yang kuberi tak memiliki penawar,jadi sebelum dia mati sebaiknya kau beri dia kesenangan!"ucap Sakura dengan seringainya dibalik topengnya.


Orang itu terkejut mengetahui jika dibalik topeng itu adalah seorang gadis.


"Kejam sekali!"ucapnya.


Sakura hanya diam.Setelah semuanya telah usai mereka berbalik pergi.


"Saku,kau melupakan janjimu kepada Pain-Nii!"ucap Itachi dingin.Sakura meneguk ludah kasar.


"Maaf Nii-chan,aku terlalu terbawa suasana dan juga aku tidak suka dia menghina Nii-chan dan Organisasi kita!"ucap Sakura dengan kepala menunduk.


"Jelaskan ketika kita sudah berkumpul nanti!"ucap Sasori dengan nada begitu dingin.


"Ingat ini pertama dan terakhir bagimu mengerti!"ucap Itachi.Sakura mengangguk pasrah.


***


Di markas Akatsuki,mereka semua berkumpul minus ItaSasoSaku.


Pain sudah mendengar semuanya dari Zetsu,begitupun yang lain,mereka kagum dengan kekuatan Sakura yang hanya butuh beberapa menit dalam melaksanakan misinya,tapi tetap saja mereka marah karena Sakura melanggar janjinya.


"Gadis itu,lihat saja!"geram Kakuzu dan Hidan.Deidara,Tobi,dan Kisame menahan amarah mereka.Sedangkan Pain,Zetsu,dan Konan berwajah datar.


ItaSasoSaku,tidak perlu lagi melakukan perjalanan,Itachi bergegas menggunakan teleportasi nya.Jika bukan karena masalah Sakura,dia tidak akan menggunakannya.


Sasori dan Itachi berjalan ketempat duduk mereka ketika sudah sampai,meninggalkan Sakura yang berdiri kaku karena tatapan para anggota Akatsuki seakan ingin memakannya hidup hidup.


"Ada yang ingin kau jelaskan Pinky!"ucap Deidara pelan namun nadany begitu terdengar menakutkan serta penekanan di tiap katanya.


"Gomen,Saku cuma terbawa suasana,Saku nggak mau cuma diam doang,terus lihat Ita-Nii dan Saso-Nii bertarung,dan juga Saku tidak suka dengar pangeran gila itu menghina Pain-Nii dan organisasi kita!"Ucap Sakura dengan kepala tertunduk.


Pain menggeram marah,tangannya sudah terkepal.


"Kau sudah berjanji kepada kami Saku,jika kau tidak terlibat pertarungan apapun,Nii-Chan bangga padamu tapi Nii-Chan juga kecewa karena kau melanggar janjimu!"jika mendengar kalimat terpanjang Pain maka mereka akan terkejut tapi tidak untuk Sakura dia merasa bersalah.


"Hiks..Nii-Chan maafkan Saku,Saku janji tidak akan melanggar lagi,hiks..!"ucap Sakura dengan sesenggukan topengnya sedari tadi telah lepas.


"KAU MELANGGAR SAKU,KAU SUDAH BERJANJI,JIKA TERJADI SESUATU PADAMU APA KAU PIKIR KAMI TIDAK PANIK!"bentakan Tobi membuat mereka terkejut,terlebih Sakura,Tobi sedari tadi diam.


Sakura menangis dengan kepala menunduk.


Pain hanya diam,dirinya berdiri berjalan kearah luar.Sakura tahu pasti Pain marah dan kecewa padanya.


Ketika akan melangkah lebih jauh,Pain merasakan pelukan dari belakang serta punggungnya yang terasa basah dengan air mata Sakura.


"Hiks...Nii-Chan boleh marah,Nii-Chan b..boleh bentak Saku,tap..i jangan me..ngabaikan Saku,hiks Saku minta maaf Nii-Chan,hiks...bicaralah Nii-Chan!"ucap Sakura di sela pelukannya di belakang Pain.


Yang lainnya hanya diam,mereka merasa iba pada Sakura tapi mereka tetap diam,agar Sakura dapat belajar untuk menepati janji dan tidak membuat mereka khawatir.


Pain masih tetap diam,tak berbalik membalas pelukan Sakura.Sakura merasa Pain benar benar marah hingga mengabaikannya.


"Nii-Chan,hiks bicaralah Nii-Chan..Sa..ku..jan..hiks..ji,setelah ini Saku akan menuruti apa kata Nii-chan,tapi jangan mengabaikan Saku,Nii-chan hiks...Nii-chan....Pain-Nii hiks..bicaralah!"Konan yang sudah tidak tahan pun angkat bicara.


"Pain maafkan saja,itu sepenuhnya bukan salahnya itu memang karena dia mau melindungi Nii-channya,dan juga membela kita!"ucap Konan menatap kearah Pain.


"Ini bukan masalah itu Konan,tapi ini masalah Sakura melanggar janjinya,dan juga kita semua tidak mau membiarkan Sakura terluka!"ucap Pain nadanya begitu dingin.


"Hiks..Nii-chan,Hiks.Saku janji akan menuruti Nii-chan,Hiks ..tapi..hiks..jangan mengabaikan Saku.."ucap Sakura.


Pain berbalik menatap Sakura dengan dingin,hatinya mencolos melihat lelehan air mata memenuhi wajah manis Sakura.


Pain mengangkat kepalanya menatap anggota lainnya.


"Maafkan saja dia,ini akan menjadi pertama dan terakhir untuknya!"ucap Hidan.


Yang lainnya mengangguk.Pain mengusap air mata Sakura,tatapan dingin nya berubah menjadi lembut.


"Nii-chan maafkan tapi jangan di ulangi lagi,kau boleh bertarung jika keadaan memang mendesak,mengerti!"ucap Pain lembut,Sakura mengangguk dan kembali memeluk Pain dengan erat,Pain membalas pelukan Sakura.


"Sebagai hukumannya,Saku tidak boleh keluar markas selama 3 hari!"ucap Kakuzu datar.Sakura hendak protes tapi melihat tatapan semua keluarga nya itu datar dan dingin seolah menyiratkan tak menerima penolakkan Sakura mengangguk dengan tak ikhlas.


"Bagus!"ucap Pain.Sakura hanya diam dan masih memeluk Pain.Hingga Pain merasakan pundak nya begitu berat seolah beban tubuh Sakura semuanya ada di pundaknya,dirinya melirik kearah Sakura yang ternyata telah tertidur.


Pain menggendong Sakura ala Brydal.


"Aku akan mengantarnya terlebih dahulu!"ucap Pain mereka mengangguk mengerti.


Pain membaringkan Sakura setelah sampai di kamar Sakura.Pain menghela napas,mengelus kepala Sakura lembut.


"Nii-Chan berharap kau tidak akan membenci kami jika ingatanmu suatu saat bisa saja kembali,Nii-chan tidak menyesal membawamu kemari,karena hanya dirimu yang mampu membuat kami berubah,yah walaupun hanya padamu!"ucap Pain yang hanya dapat dia dengar sendiri.


Mencium pucuk kepala Sakura sedikit lama lalu keluar dengan pelan.Tak ingin menggangu tidur nyenyak Sakura.


***


Team Kakashi telah berangkat sedari tadi,mereka sekarang tengah beristirahat di hutan.


"Sabarlah Naruto,Sakura itu gadis kuat tidak mungkin dia akan dilukai,dan lagi mereka membutuhkannya sebagai ninja medis!"ucap Neji,sedari tadi Naruto terus memaksa agar cepat berangkat,karena khawatir akan terjadi sesuatu pada Sakura.


Oh yah Gaara juga sudah ikut dengan mereka,ada sedikit aura tak sedap dari Sai dan Gaara.


Itu disadari semuanya,kecuali Naruto yang kurang peka.


"Astaga,apakah mereka rival cinta,huh Sakura,pesonamu benar benar mematikan"batin semua nya minus Naruto yang tidak tahu,ama Sai dan Gaara yang sedari tadi memberi tatapan permusuhan.


"Apakah tidak masalah jika Kazekage-sama ikut mencari?"tanya Tenten.


"Tidak masalah,semua urusan desa di tangani Kakakku,dan jika berada diluar tidak perlu memanggil ku Kazekage!"ucap Gaara datar.


Ino yang biasanya berceloteh itu tetap diam semenjak mereka berangkat.Yah Ino masih tetap merasa gelisah.


"Ino-chan ada apa denganmu?"tanya Hinata.Mereka semua menatap Ino,karena tidak biasanya Ino diam,jikapun dalam keadaan mendesak dia selalu berisik sama seperti Naruto.


"Tidak apa apa,aku hanya sedang memikirkan Sakura!"ucap Ino,Shikamaru dan Chouji menghela napas.


Ino selalu memikirkan Sakura tiap malam bahkan orang tua Ino mengatakan Ino jarang menghabiskan makanannya.


"Tenanglah Ino,kau harus yakin kita pasti bisa membawa Sakura kembali!"ucap Kiba.


"Tumben sekali kau menjadi pintar Kiba!"ucap Lee.


"Tumben apanya,aku memang pintar kau nya saja yang baru sadar!"ucap Kiba ketus.


"Oh yah dimana Shino?"tanya Kiba.


"Ehem,Kiba,Shino disampingmu!"ucap Tenten tak enak,terlebih aura Shino.


"Eh maaf kan aku Shino!"ucap Kiba kikuk.


"Tak apa aku memang selalu terlupakan!"ucap Shino.Mereka semua tertawa geli,yah Shino memang seperti selalu tak terlihat.


****


Team Taka sudah bersiap mencari Sakura,Karin sedari malam selalu menyumpah serapahi akatsuki.


"Kita akan mengubah rencana,kita akan bergabung dengan Akatsuki!"ucap Sasuke dingin.Ketiga rekannya melongo tak percaya.


"Oy yang benar saja,disana ada Itachi!"ucap Suigetsu.

__ADS_1


"Aku tidak peduli,aku hanya ingin Sakura itu saja!"ucap Sasuke.Mereka bertiga tersenyum Sasuke akhirnya mengakuinya.


"Terserah saja,asalkan aku tetap bertemu dengan Imoutouku!"ucap Karin dengan sumringahnya.


"Sekarang yang perlu kita lakukan adalah mencari markas mereka!"ucap Juugo.Mereka mengangguk dan melesat pergi.


Mereka terus menyusuri hutan mencari keberadaan akatsuki.


***


Jika biasanya setelah makan anggota akatsuki selalu pergi dan acuh satu sama lain berbeda dengan sekarang,mereka tengah fokus menatap gadis merah muda yang memakan buah Cherry dengan wajah polos bak anak kecil.


"Nii-chan!"setelah lama akhirnya Sakura membuka suara.Menatap ragu ragu orang orang yang selalu memfokuskan atensi nya kepadanya.


"Hn!"sahut Pain,yang masih nyaman dengan kegiatan nya mengelus surai merah muda itu.


"Saku mau belajar menggunakan pedang boleh yah!"ucap Sakura dengan mata Puppy yang terlihat sangat lucu.


Wajah Pain menjadi dingin,elusan berhenti seketika.Sakura memandang Pain takut.


"Nii-chan!"panggilan lirih Sakura membuat mereka tidak tega.


"Baiklah,tapi setelah hukuman mu selesai!"ucap Pain,mata Sakura langsung berbinar senang.


"Ha'i,Arigatou Nii-chan!"ucap Sakura dengan senyum yang sangat manis membuat siapa saja meleleh dan terpana.


"Kau mau pedang seperti apa Saku?"tanya Kisame.


"Uhm,Saku mau belajar bermain Katana saja!"ucap Sakura.


"Baiklah,besok Nii-chan bawakan,sekaligus setelah masa hukumanmu Nii-chan ajarkan!"ucap Kisame.


"Yeay,makasih Nii-chan,kalian yang terbaik!"ucap Sakura,membuat mereka tertegun.Secara bersamaan mereka tersenyum setidaknya walau mereka jahat,Sakura masih tetap bahagia bersama mereka.


"Nii-chan boleh pinjam laboratorium milik Nii-chan,Saku mau membuat racun yang baru beberapa hari ini Saku pelajari,setidaknya itu bagus jika digunakan di kugutsu atau senjata kalian!"ucap Sakura menatap kearah Sasori.


"Hn!"gumam Sasori.


Mereka takjub kepada Sakura yang mampu membuat racunnya sendiri.


"Apa kau sudah tahu dengan penawarnya?"tanya Konan menatap lembut Sakura.


"Tentu tahu Nee-chan,semua racun ada penawarnya,kecuali jika memang aku malas mencarinya atau membuatnya,biarkan saja yang terkena mati toh kalau mereka macam macam itu yang pantas mereka dapatkan!"ucap Sakura santai,Mereka menggeleng gelengkan kepala,Sakura sama seperti mereka Pyscho.


"Salah satu racun yang kubuat sudah kugunakan kepada Pangeran itu,untuk penawarnya hanya aku dan hokage kelima yang tahu!"ucap Sakura,Sakura memang mengenal siapapun yang penting pemimpin negara,atau siapapun yang berkedudukan tinggi,dia mengenal mereka tapi tak mengenali seolah mereka sebatas orang asing yang tak sengaja tahu namanya.


"Tapi itupun jika Hokage kelima bisa membuat penawarnya dalam 3 jam"lanjutnya lagi.


Mereka semua yang mendengar kagum akan kejeniusan Sakura.


"Saku,Itachi,Sasori dan Zetsu mengatakan kau bisa menggunakan Ninjutsu dan Genjutsu apakah itu benar?"tanya Hidan.


"Iya Hidan-Nii,Saku bisa untuk Genjutsu tingkatan yang sering Saku gunakan akan membuat korbannya kaku dan dalam dunia ilusinya selama 5 hari untuk tingkat tersulit paling lama 3 minggu,jika mereka mampu bertahan itu berarti mereka akan baik baik saja,tapi jika tidak kemungkinan besar akan gila atau tidak akan mati,Genjutsu milik Saku yang selama 5 hari dapat di pecahkan dengan mata sharingan milik klan Uchiha,sama seperti Ita-Nii,untuk yang 3 minggu,tidak dapat dipecahkan,itu tergantung kepada korbannya jika mampu mengatasinya!"jelas Sakura.


Mereka tidak tahu lagi harus berkata apa,gadis dihadapan mereka jelas jelas seorang jenius,dan juga monster,dinilai dari pengetahuan gadis ini pintar,dari kekuatan apalagi dia monster ditambah segel byakugou serta Genjutsu yang menakutkan seperti itu(Ingatloh ini Fantasy fanfic doang jadi kagak apa apa dibumbui karangan author tentang kekuatan)😁.


"Ninjutsu apa saja yang kau bisa?"tanya Kakuzu.


"Saku bisa semua,tapi sejauh Saku berlatih Saku paling sering mengeluarkan Ninjutsu elemen air!"ucap Sakura,sungguh gadis dihadapan mereka luar biasa.


"Bagaimana dengan Mokuton,bukankah itu hanya dimiliki Hokage pertama dan Yamato saja!"ucap Tobi.


"Yamato siapa Nii-chan?"tanya Sakura,mendengar itu mereka tersenyum miring,Sakura benar benar lupa dengan mereka.


"Itu adalah seorang dari Desa Konoha yang mewarisi Mokuton milik Hashirama Senju Hokage pertama!"jelas Deidara.


Sakura manggut manggut tanda mengerti.Terlihat imut dimata mereka.


"Mokuton yah,Saku mau mencobanya!"ucap Sakura antusias,membuat mereka terkejut.


"Itu tidak bisa Saku,Mokuton itu hanya dimiliki apabila salah satu sel Hashirama ada dalam tubuh seseorang,sama seperti Yamato,separuh sel nya adalah sel milik Hashirama!"ucap Itachi.Sakura mendelik kesal menunjukkan wajah cemberut yang malah terlihat imut.


"Nii-chan aku bisa mau kubuktikan!"ucap Sakura.


Sakura secara diam diam membuat kayu yang mengurung bagian kaki Itachi.


"Nii-chan coba lah untuk beranjak!"ucap Sakura,Itachi menuruti tapi lilitan kayu dikakinya menguat.


Membuat Itachi terbelalak kaget,dan menatap Sakura terkejut.


"Bagaimana bisa kau memiliki nya Saku,kau baru mengatakan tadi!"ucap Itachi kagum.


"Saku hanya mencobanya!"ucap Sakura dengan cengirannya,Membuat mereka melongo gadis ini terlampau jenius,dirinya bahkan mampu memiliki Mokuton yang bahkan Kakashi yang dikatakan Ninja Peniru saja tidak bisa memiliki nya dan tidak bisa mengcopynya,tapi lihatlah muridnya mampu melakukannya dalam sekali percobaan,memang patut menyandang jenius dan monster.


"Saku,Ingat ini jika tidak dalam waktu mendesak kau jangan menunjukkan Ninjutsumu!"ucap Pain,Sakura mengangguk mengerti.


"Tapi kenapa Nii-chan?"tanya Sakura,ah mereka lupa gadis ini akan menjadi sangat polos jika berhadapan dengan mereka.


"Diluar sana banyak orang yang jahat mengincar kekuatan seperti itu,Saku mau jika Saku di tangkap dan suatu saat nanti di suruh melakukan sesuatu yang jahat,dan mereka juga tidak menyukai kita bisa saja mereka menyuruhmu membunuh kami!"ucap Konan,sepertinya mereka mencoba membuat Sakura membenci dunia luar.


Mata Sakura berubah menjadi dingin,melihat reaksi Sakura mereka tersenyum puas,senyum mengerikan.


"Tidak akan,jika mereka menyentuh kalian,aku bersumpah akan menghancurkan mereka sampai tujuh turunan sekalipun,siapapun yang menyentuh dan melukai keluargaku harus mati!"ucap Sakura dingin.


Mereka sekali lagi tersenyum puas,Pain menyeringai berhasil menghasut imoutou manis mereka.


"Bagus gadis yang sangat pintar,tapi kau tidak boleh bertarung tanpa seizin Nii-chan dan yang lainnya!"ucap Pain.


"Ha'i.Wakarimashta!"ucap Sakura.


"Zetsu-Nii kemana?"tanya Sakura,sedari tadi dirinya tidak melihat Nii-chan nya yang memiliki dua sisi itu.


"Nii-chan disini Saku!"ucap Zetsu hitam yang tiba tiba muncul.Membuat Sakura terlonjak kaget hampir saja dia menyemburkan air yang tengah diminumnya.


Mereka semua menatap Zetsu hitam dengan pandangan tajam.


"Sudah kukatakan jangan membuatnya terkejut Zetsu hitam!"kesal Zetsu putih.


"Heheh,maaf.Ne Sakura maafkan Nii-chan!"ucap Zestu hitam.


Sakura menunjukkan wajah cemberut memalingkan wajahnya dari Zetsu.


"Lihatlah karena dirimu Saku bahkan tidak mau melihatku!"ucap Zetsu putih.


"Saku,Saku Nii-chan minta maaf,Nii-chan bakal kasih apa yang Saku mau!"ucap Zetsu hitam ayolah siapa yang tidak tahan tidak melihat senyum gadis musim semi itu.


Wajah Sakura berbinar tapi sebisa mungkin di sembunyikan dengan wajah yang masih pura pura marah yang malah terlihat imut.


"Hm,Saku mau bunga Lyli!"ucap Sakura menatap Zetsu.


"Bunga Lyli?"tanya Zetsu.


"Iya,Saku mau menanam nya di halaman bagian belakang markas,bolehkan?"tanya Sakura.


Benar saja menanam bunga di markas akatsuki yang terkenal seram dan kejam,itu pasti hal konyol dan tidak dapat di percaya,tapi jika Sakura yang memintanya mana bisa mereka menolaknya.


"Apapun itu Saku!"ucap Zetsu.Sakura berbinar senang.


Dan secara tiba-tiba melompat kearah kedua Zetsu satu tubuh,untungnya Zetsu memiliki refleks bagus sehingga dapat menangkap Sakura yang memeluknya.


Mereka yang melihat terkejut terlebih jarak antara Zetsu dan Sakura cukup jauh,gadis ini sedikit ceroboh.


"Yeay,terimah kasih,kalian yang terbaik!"ucap Sakura senang mengeratkan pelukannya pada Zetsu yang menegang,ayolah siapa yang mau memeluk makhluk yang dirasa bagi orang lain sangat kotor dan lengket.


"Hiks..hiks..!"tiba tiba isakan Sakura membuat mereka terkejut dan menatap khawatir Sakura.


"Saku-chan kenapa?"tanya Tobi.


"Zetsu-Nii tidak membalas pelukanku!"rengek Sakura,Zetsu dan yang lainnya tertegun,mereka menatap Zetsu tajam.


Zetsu membalas pelukan Sakura membuat Sakura senang,Zetsu tersentuh karena Sakura yang mau memeluknya,pelukannya semakin erat dipinggang kecil nan ramping gadis itu.


Zetsu menenggelamkan wajahnya,saat itulah Sakura sadar bahunya terasa sangat basah oleh air mata.


"Nii-chan kenapa menangis,Saku salah,Saku nakal yah,hiks..Saku bakal jadi anak baik,hiks..Nii-chan jangan menangis!"ucap Sakura isakannya kembali terdengar membuat mereka panik.


Tapi hari ini salah satu anggota mereka menangis,apa penyebabnya hanya karena dipeluk oleh gadis manis mereka.


Mendengar tangisan Sakura,Zetsu melepas pelukannya,menatap wajah sayu Sakura terlihat sangat imut terlebih dengan hidungnya yang memerah.


"Nii-chan tidak menangis karena Saku nakal,Saku anak baik kok,Nii-chan menangis karena bahagia,Saku mau memeluk Nii-chan!"ucap Zetsu putih lembut yang disetujui Zetsu hitam.


Sakura mengangguk mengerti.


"Kalau Nii-chan bahagia,Saku juga,nanti Saku bakal peluk Nii-chan banyak banyak!"ucap Sakura dengan membuka tangannya lebar keatas,dirinya terlihat seperti anak kecil.


Mereka semua tersenyum melihat itu,tapi mendengar kata terakhir mereka mengubah raut wajah datar.


"Saku harus adil,jangan hanya Zetsu-Nii saja,tapi kami juga!"ucap Konan dengan wajah cemberut.


Sakura mengangguk lucu.Pain menatap Sakura tajam,membuat Sakura bergidik.


"Saku,jangan mengulanginya,itu berbahaya melompat tiba tiba seperti itu,jika terjadi sesuatu padamu bagaimana,Nii-chan tahu kau seorang ninja tapi jangan seperti itu!"mendengar omelan Deidara membuat Sakura meringis.


"Iya iya!"ucap Sakura.


Mereka tersenyum senang melihat kepatuhan Sakura.


"Saku bisa pergi ke lab untuk membuat racun,Nii-chan butuh beberapa racun!"ucap Zetsu,mereka menatap Zetsu.


"Baik Nii-chan,kalau gitu Saku permisi!"ucap Sakura mengangguk tapi sebelum pergi Sakura mendekati Konan dan mencium pipi Konan membuat Konan tersenyum.


Yang lainnya cemberut,melihat itu Sakura tersenyum geli dan mencium pipi mereka satu persatu.Setelah selesai Sakura hendak melangkah pergi tapi berhenti sejenak dan berbalik menatap Zetsu.


"Nii-chan mau racun dosis berapa,butuh penawarnya juga?"tanya Sakura.Zetsu menganga astaga bagaimana dia bisa lupa,dia harus jawab apa selama ini dia hanya tahu menggunakan racun secara sembarang.


"Saku bisa membuat racun yang mematikan,dosisnya terserah Saku saja,untuk penawarnya buatkan saja!"jawab Sasori,Zetsu menghela napas lega.


"Baiklah Nii-chan!"ucap Sakura dan keluar.Setelah memastikan Sakura pergi mereka menjadi serius.


"Ada apa?"tanya Hidan menatap kearah Zetsu.


"Team yang di tugaskan Sakura sudah bergerak mencarinya,dan juga Team Taka team yang dibuat Sasuke juga ikut mencari tapi tujuan mereka ingin bergabung dengan kita!"jelas Zetsu putih,mereka beralih menatap Itachi.


"Tapi bukankah prinsip anak itu untuk membunuh Itachi,bagaimana mungkin dia mau bergabung dengan kita!"Ucap Deidara.


"Itu semua karena Sakura!"ucap Zetsu.


Tanggapan semuanya tentu saja terkejut,terlebih Itachi,Sasori,Deidara,Tobi dan Hidan yang sedang panas karena cemburu,selama ini mereka mencoba menjadi Kakak yang baik,tapi dari lubuk hati mereka,mereka menyukai gadis pinky itu.


"Biarkan saja mereka bergabung,itu bagus untuk menambah kekuatan kita,untuk masalah mereka biarkan ketika mereka bertemu mereka menyelesaikan sendiri,lagian ada Sakura,Sakura tentu tidak akan diam jika Nii-channya di lukai!"ucap Konan.


Seringai menakutkan muncul dibibir mereka,Itachi hanya diam saja,dia akan menunggu otouto nya datang dan melihat apa yang akan dilakukan Sasuke padanya.


"Biarkan mereka kemari,Zetsu bawa mereka!"ucap Pain dingin.


Zetsu mengangguk.


***


Sasuke dan ketiga rekannya terua menyusuri hutan.Tiba-tiba mereka berhenti melihat kedatangan seseorang.


"Lama tak berjumpa Uchiha Sasuke!"ucap Zetsu hitam dengan nada meremehkan.


"Dimana Sakura?"tanya Sasuke tanpa basa basi.


"Kalian ingin melihatnya,apa yang tujuan kalian,mencari Sakura atau bergabung dengan akatsuki!"ucap Zetsu putih santai.


"Bawa kami padanya!"ucap Sasuke dingin.


Zetsu tak membalas.Dirinya melempar kan 4 cincin pertanda bergabungnya mereka dengan akatsuki.


"Ikuti benang merah itu!"ucap Zetsu lalu menghilang.


Tanpa basa basi mereka semua mengikuti benang merah itu,setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di depan sebuah gua.


Didepan gua sudah ada Itachi beserta Kisame yang menyambut mereka.Kilatan kebencian terlihat dimata Sasuke.


"Tenang Sasuke,tujuan kita hanya untuk Sakura!"ucap Karin.


"Dimana Imoutouku!"ucap Karin dingin.


"Siapa Imoutoumu?"tanya Kisame dengan nada menyebalkan.


"Tentu saja Sakura,cepat aku ingin melihatnya!"teriak Karin,wajah memerah karena kesal.


"Siapa?"suara manis itu keluar dari dalam Gua.Surai merah muda terlihat,menatap dingin keempat orang di hadapannya membuat mereka tertegun.


"Saku,kau tidak ingat dengan Nee-chan?"ucap Karin menatap Sakura.


Sakura mengangkat alisnya sebelah.


"Saku,bisa kau masuk memanggil Pain,asa yang perlu dibicarakan!"ucap Kisame lembut membuat orang empat dihadapan mereka terkejut.Terlebih panggilan Sakura kepada Kisame.


"Baik Nii-Chan!"ucap Sakura dan masuk kembali.


Sasuke menatap dingin kearah dua orang itu.


"Apa yang kalian lakukan padanya,kenapa dia bisa melupakan kami!"ucap Sasuke dingin.


"Itu akan kami jelaskan,sebaiknya kau masuk terlebih dahulu!"ucap Itachi dingin dan berlalu masuk diikuti Kisame.


Tanpa kata lagi mereka ikut masuk.Mereka mengikuti Itachi dan Kisame sampai diruang rapat.


Terlihatlah seluruh anggota Akatsuki tapi atensi mereka berempat lebih kearah Sakura yang memasang wajah dingin.


"Mereka siapa Nii-chan?"tanya Sakura kepada Pain.


"Saku akan tahu!"ucap Konan,Sakura mengangguk.


Tangan Karin terkepal erat,melihat kedekatan Sakura dengan Konan.Konan menyunggingkan senyum sinisnya.


"Jadi apa kalian benar akan bergabung dengan kami,lalu bagaimana dengan dendam mu kepada Itachi!"ucap Pain.


"Aku bergabung,masalah dendamku untuk sementara aku lupakan,tapi aku tetap akan membalas!"ucap Sasuke dingin matanya sama sekali tidak teralihkan dari Sakura.


"Perkenalkan diri kalian!"ucap Pain.


"Aku Uzumaki Karin!"ucap Karin.


"Suigetsu,dan dia Juugo!"ucap Suigetsu.


"Uchiha Sasuke!"ucap Sasuke dingin.


"Eh!Uchiha,namanya sama dengan Tobi-Nii dan Ita-Nii,apakah mereka keluarga Nii-chan?"tanya Sakura polos.


Pain melirik Sakura dengan tangannya mengelus kepala Sakura lembut,membuat Sasuke mengepal tangan karena marah miliknya di sentuh.


"Iya,mereka sekarang bagian dari kita,jadi mereka akan menjadi keluarga kita!"ucap Pain.Sakura menatap polos mereka berempat terlihat sangat imut.Membuat Karin tidak tahan dan melangkah hendak mendekati Sakura tapi terhenti karena Konan.


Wajah dingin Sakura berubah menjadi cerah.


"Yeay,Saku punya keluarga baru,Nii-chan boleh peluk?"tanya Sakura polos.


Dengna enggan mereka mengangguk,mereka sebenarnya tidak ikhlas tapi agar Sakura tidak curiga jadi membiarkan saja.


Sakura langsung melesat menuju mereka berempat.Karin dengan refleks bagusnya langsung memeluk Sakura.Membuat Sakura terkejut tapi merasa nyaman seolah dia sudah mengenal Karin.


Karin menenggelamkan wajahnya,entahlah dirinya merasa emosional jika berada didekat Sakura.


"Hiks..Hiks..!"isakan Sakura membuat mereka kalang kabut.


"Karin-Nee,kenapa menangis,Saku nakal yah,hiks tapi Saku anak baik,Saku buat salah apa,Hiks..Nii-chan,Saku nakal yah!"ucap Sakura dengan wajah bak anak kecil menatap Pain.


Karin mengangkat kepalanya menghapus air matanya lalu menghapus air mata Sakura.


"Saku-chan tidak nakal,Nee-chan senang bertemu Saku!"ucap Karin lembut.

__ADS_1


Sakura mengerjapkan matanya lalu tersenyum polos,lalu beralih memeluk Sasuke.Sontak saja Sasuke memeluk gadis yang dirindukannya dengan erat.


"Sasuke-kun.."entah secara kebetulan Sakura menyebutkannya.Kepalanya terasa sakit tiba-tiba.


"Akhrr..Nii-chan,argh..!"suara erangan kesakitan Sakura membuat Pain refleks mendekati Sakura mengambil Sakura dan memeluknya dengan erat,membuat Sasuke marah dan Karin,Suigetsu,juga Juugo terkejut melihat kehangatan Pain kepada Sakura.


"Tenanglah Saku,itu Sakit kecil saja!"ucap Pain lembut mengelus kepala Sakura lembut.Anggota akatsuki mendekat menatap Sakura khawatir.


"Pain,mungkin ini efek samping karena dia bertemu teman masa lalunya!"ucap Deidara.Pain mengangguk.


"Tobi bawa dia kekamarnya,biarkan dia istirahat!"ucap Pain.Tobi mengangguk dan menggendong Sakura ala Brydal.


Sasuke menatap Pain tajam.


"Jelaskan!"ucap Sasuke.


"Seperti yang kau lihat,Sakura tidak akan mengingat siapapun kecuali kami sebagai keluarganya,dan sekarang dia melihat kalian sebagai keluarganya,jadi kuharap kalian bersikap seperti keluarga baginya!"jelas Pain.


Terkejut tentu saja.


"Tapi bukankah kalian hanya memanfaatkannya!"ucap Karin.


"Awalnya seperti itu,tapi kami terlanjur menyayanginya,jadi kami membuatnya lupa dengan orang orang dimasa lalunya,dan hanya mengingat kami sebagai keluarganya!"ucap Pain.


Hati Sasuke bagai di sayat pisau,jadi Sakuranya melupakannya,dia tidak lagi mencintai nya.Mata Sasuke berubah menjadi sharingan.Menatap nyalang Pain.


"Kalian Akatsuki sialan,kalian membuat gadisku melupakanku!"teriak Sasuke.


"Tenanglah,kalian juga Akatsuki sekarang!"ucap Tobi yang baru sampai.


Keempat orang itu hanya menatap mereka dengan pandangan dingin.


"Dan kuingatkan,berlaku seperti keluarga,Sakura tidak mau salah satu dari kami terluka jika dia tahu kami terluka karena kalian,dia akan membenci kalian!"ucap Hidan dengan sinisnya.


Sasuke dan yang lainnya hanya mencoba menahan emosinya,untuk sekarang biarkan mereka mengikuti cara main akatsuki,dia harus bisa membuat Sakuranya kembali mengingat segalanya,dan membawa gadisnya bersamanya.


Melihat keterdiaman Sasuke mereka tersenyum senang.


"Owh dan satu lagi dia akan berlaku seperti anak kecil yang polos dihadapan kita,dan menjadi dingin dan kejam dihadapan orang lain jadi kuharap jangan membuat dia menangis dia mudah menangis jika berhadapan dengan kita!"jelas Konan.


Karin,Suigetsu dan Juugo mengangguk,sedang Sasuke hanya menatap dingin mereka.


"Dimana Saku?"tanya Zetsu yang tiba tiba muncul dengan beberapa bunga Lyli ditangannya.


"Dia pingsan!"ucap Kakuzu.


"Bunga untuk Saku?"tanya Kisame.Zetsu mengangguk.


"Berikan padaku,biar aku yang menanamnya,nanti setelah bangun baru aku beritahu!"ucap Konan,Zetsu mengangguk dan memberi Konan bunga itu.


"Aku juga ikut!"ucap Karin,Konan mendengus dan tak menjawab membiarkan Karin mengikutinya.


"Kisame,Katana yang diminta Saku sudah ada?"tanya Deidara.


Kisame mengangkat Katana di sebelah tangan kanannya.


"Dia akan berlatih lusa sebab masa hukumannya masih berjalan!"ucap Hidan,Kisame mengangguk.


Suigetsu melongo melihat anggota akatsuki yang terkenal kejam begitu perhatian dan memenuhi permintaan Sakura.


"Gadis ini memang membawa pengaruh yang baik!"batin Suigetsu dan Juugo.


"Hukuman?"tanya Suigetsu.


"Dia di hukum karena melanggar janjinya,dia kami beri misi dengan syarat tidak bertarung!"ucap Kisame santai.


"Tunggu kalian ini sebenarnya akatsuki atau bukan,kenapa berbeda sekali!"ucap Suigetsu heran.


"Jika dihadapan Saku,kami adalah kakak yang baik untuknya!"ucap Sasori santai,Sasuke mendecih.


"NII-CHAN.."teriakan Sakura membuat mereka terkejut dan secara bersamaan berlari menuju kamar Sakura.


Brak...


Sasori menendang pintu membuat pintu itu terlepas dengan engsel engselnya.


"Ada apa Saku?"tanya Konan dan Karin yang panik melihat Sakura meringkuk di tepi ranjang.


"Kecoa!"cicit Sakura.


Mereka semua menghela napas lega sekaligus melongo,yang benar saja gadis monster dengan segala kekuatan mengerikannya takut sama Kecoa.


"Cari Kecoa itu dengan kawanannya musnahkan mereka!"ucap Itachi dingin.


Zetsu mengangguk ini adalah sebagian tugasnya untuk Sakura.Pain mendekati Sakura.


"Sudah kecoanya sudah pergi!"ucap Pain lembut.


Sakura tiba tiba terkikik geli,membuat mereka bingung.


"Hihi,Konan-Nee dan Karin-Nee sangat lucu,masa main tanah sampai kemuka gitu!"ucap Sakura dengan tawa manisnya membuat mereka tersenyum.


Konan dan Karin ikut tertawa melihat penampilan mereka.


"Kami sedang menanam bunga Lyli untukmu!"ucap Karin,mata Sakura berbinar.Dan turun dari ranjangnya.


"Saku mau menanam bunga juga,bolehkan Nii-chan?"tanya Sakura menatap Pain dengan wajah polosnya membuat mereka gemas.


"Tidak,bukankah masa hukumanmu masih berjalan!"ucap Kakuzu,Sakura cemberut.


"Tapi kan Saku cuma mau menanam bunga,Nii-chan!"Sakura menggoyang goyangkan tangan Kakuzu dengan wajah polosnya membuat Kakuzu mati matian menahan tangannya agar tak mencubit pipi gadis musim semi itu.


"Tidak Saku,baiklah kau boleh keluar menanam bunga,tapi tidak ada latihan bermain senjata,bagaimana setuju!"ucapan Kakuzu membuat Sakura bertambah cemberut.


Sasuke melihat ekspresi Sakura ingin rasanya mencium bibir cherry itu,dan menyembunyikan Gadisnya hanya untuk dia.Begitupun beberapa lelaki yang memendam rasa kepas Sakura.


"Aishh..Nii-chan jahat,ya sudah Saku tidak mau bicara sama Nii-chan!"ucap Sakura lalu berjalan kearah tempat tidurnya.


"Eh eh.Saku jangan begitu dong,Iyaiya Saku boleh deh,tapi hanya menanam bunga saja jangan keluar dari batasan!"ucap Kakuzu membuat Sakura berbalik kembali dan berlari memeluk Kakuzu.


"Ah yokatta,Arigatou Nii-chan!"pekik Sakura senang.Kakuzu mengangguk dan tersenyum.


"Nii-chan dan Sasori harus pergi menjalankan misi,boleh minta kiss?"tanya Deidara.Sakura mengangguk dan mendekat kearah Deidara dan Sasori memberikan ciuman di pipi Deidara dan Sasori membuat mereka berdua blushing ria.Sedangkan Sasuke mengepalkan tangan nya erat,karena melihat gadisnya mencium lelaki lain.


Secara refleks Sasuke menarik Sakura ke pelukannya membuat yang lain terkejut hingga terdiam.


Sedangkan Sakura hanya diam,karena otak polosnya mengatakam mungkin Nii-chan barunya hanya ingin memeluknya.


Pain mendekati Sasuke dan memegang pundak Sasuke,Sasuke hanya acuh dan menepis kasar tangan Pain.


"Ingat lah Uchiha,bersikap baiklah dan menjadi kakak yang baik untuknya!"bisik Pain.Sasuke berusaha mati matian menahan tangannya agar tak meninju Pain.


"Sasuke-Nii lepas,Saku mau menanam bunga!"ucap Sakura polos,Sasuke memandang Sakura dengan mata tajamnya.


"Sasuke-Kun!"sanggah Sasuke.


"uhmm.Baiklah Sasuke-Kun!"ucap Sakura,senyum tipis tersungging dibibir Sasuke,menatap dengan senyum miring anggota Akatsuki.


Sakura melepaskan pelukannya dan berjalan kearah Konan dan Karin.Mereka bertiga pergi ke bagian belakang markas.


Pain menatap datar Sasuke begitupun anggota Akatsuki lainnya.


"Kuharap kau tidak membuat sesuatu yang membuat kami harus membunuh di masa depan!"ucap Hidan santai.Sasuke hanya acuh.


Deidara dan Sasori sudah pergi sedari tadi.


"Oh aku lupa,Pain-sama Kazekage juga ikut dalam mencari Sakura,dan apa kalian tahu sepertinya dia menyukai Saku,sepanjang mereka melakukan perjalanan,Kazekage merah itu tidak berhenti menatap sengit makhluk pucat yang baru bergabung dengan team 7!"ucapan Zetsu sukses membuat mereka menganga.


"Hah,hanya untuk mencari Saku dia juga ikut,astaga Pesona Imoutou kita memang benar benar mematikan!"ucap Kisame takjub.Lain dengan Sasuke yang mengepalkan tangannya.Oh Uchiha sudah berapa kali kau menunjukkan wajah cemburumu.


"Bukan hanya pesona,siapa yang tidak akan jatuh cinta dengan gadis manis yang baik juga penuh dengan bakat sepertinya,untungnya tentang segel dan ninjutsu serta genjutsu nya hanya kita yang tahu!"ucap Hidan.Zetsu menggelengkan kepalanya dan menyanggah ucapan Hidan.


"Tidak,yang kudengar Kakashi juga tahu perihal ini,orang pertama yang tahu adalah dia,karena Saku selalu berbicara padanya,dan Saku telah menunjukkan segalanya kepadanya.Juga Kakashi telah memberi tahu kepada teman teman serta hokage kelima!"ucap Zetsu.Sungguh patut Zetsu menyandang Rajanya informasi segalanya dia bisa tahu.


Sasuke mengangat alisnya sebelah,tahu tatapan bingung Sasuke Kakuzu menjelaskan.


"Karena sudah banyak yang tahu terlebih kau bagian anggota kami tak apa memberi tahumu.Saku memiliki Genjutsu yang setara atau bahkan dapat mengalahkan pengguna Sharingan terdahulu yang legendaris,beberapa hari yang lalu Itachi dan Sasori sudah melihat nya.Juga dia dapat menggunakan Ninjutsu bahkan dia mampu menggunakan Mokuton,serta dia sudah mengaktifkan segel byakugou miliknya!"jelas Kakuzu.


Sasuke,Suigetsu,Juugo,dan juga Karin yang baru kembali terkejut mendengar semuanya,sebegitu jeniusnya kah Sakura.Astaga jika 5 negara besar tahu tentu gadis itu akan menjadi alat mematikan bagi siapapun.Terlebih pengguna elemen kayu sangat sulit di dapat,lebih tepatnya hanya orang yang memiliki sel Hashirama seperti Yamato,tapi Sakura berhasil tanpa salah satu sel Hashirama,mengerikan.


Acara perbincangan mereka terhenti dengan masuknya suara manis dari gadis polos di depan mereka yang terlihat lucu dengan tanah yang sedikit menempel dipipinya.


"Zetsu-Nii bunga nya sangat cantik,Saku suka!"ucap Sakura dengan suara imutnya.


Zetsu tersenyum senang.


"Nii-chan senang kalau Saku suka!"Ucap Zetsu putih sekaligus mewakili Zetsu hitam.


Sakura mengangguk dengan mata polos bak anak kecil.


"Tobi-Nii,Saku mau makan buah Cherry lagi,bolehkan?"tanya Sakura dengan menengadahkan tangannya kearah Tobi.


Tobi mencubit hidung Sakura gemas.


"Sebaiknya bersihkan dirimu,setelah itu baru Nii-chan berikan!"ucap Tobi,Sakura mengangguk.


"Sakura ikut Nee-chan,Nee-chan memiliki beberapa baju yang sangat cocok untukmu!"ucap Konan,Sakura mengangguk.


"Arigatou Nee-chan,Konan-Nee yang terbaik kesayangan Saku!"ucap Sakura dengan senyum mengembang,Konan menatap Karin dengan wajah menantang dan senyum penuh kemenangan karena berhasil merebut Sakura.


"Jika Konan Nee-chan kesayangan Saku,siapa Nii-chan kesayangan Saku?"tanya Tobi,mereka semua menatap Sakura berharap merekalah yang menjadi kesayangan Sakura.


Sakura tersenyum sangat manis dan berlari menerjang Pain.


"Tentu saja Pain-Nii!"ucap Sakura mereka semua mendesah napas kecewa.Pain tersenyum dan memeluk Sakura mengecup puncak kepala Sakura.


"Tapi,bagi Saku semuanya terbaik dan jadi kesayangan Saku!"ucap Sakura dengan senyumannya membuat mereka setidaknya sedikit senang.


Sakura melepas pelukannya dan berjalan menuju Konan yang sudah menunggunya.


"Kalian semua tunggu diruang santai aku akan membuat Saku menjadi sangat cantik!"ucap Konan.


Mereka hanya mengangguk menghilang nya Konan dan Sakura,mereka melangkah keruang santai yang baru saja dibuat untuk Sakura.


"Aku baru tahu ada ruang santai dimarkas ini!"ucap Suigetsu.


"Memang pertama kali tidak ada,tapi Saku memintanya jadi kami turuti!"ucap Hidan santai.


"Aku tak menyangka monster seperti kalian memperlakukan Sakura seperti sebuah kapas!"ucap Juugo.Mereka terlihat sangat santai mendengar kata monster toh itu memang fakta.


"Kami menyayanginya,kami tidak mau dia terluka,jika dengan menjadi seorang monster mengerikan sekalipun tapi demi melindunginya kami tidak masalah.Kami tidak peduli dengan kata kata orang tentang kami karena selama ini kami acuh,hanya satu yang bisa membuat kami tidak berdaya jika melihat Sakura bersedih.Jika dia meminta kami melakukan sesuatu yang dia inginkan kami siap!"jelas Kisame,anggota akatsuki lainnya mengangguk tanda setuju.


"Gadis itu memang membawa pengaruh baik!"batin Suigetsu dan Juugo.


"Tapi tujuan kalian masih tetap sama mengumpulkan Bijuu dan menguasai dunia!"ucap Karin sinis.


"Jaga kata katamu nona,sekarang kau bagian dari kami,kami memang masih menempuh misi kami tapi,kami tetap akan melindungi Sakura!"ucap Kakuzu menatap Karin sinis.


Mereka duduk masing masing di kursi yang sudah tersedia.Tak lama kemudian Konan datang.


"Kalian siap,kupastikan kalian tidak akan berpaling darinya!"ucap Konan.Konan menarik tangan Sakura,terlihatlah Sakura yang sangat cantik dengan gaun selutu biru cerah serta pita merah muda diatas kepalanya,manis,terlebih dengan tatapan polosnya menambah kesan imutnya.


Saking tidak tahannya bahkan ada yang hampir mimisan karena melihat Sakura begitu terlihat manis.


"Saku sangat cantik dan manis!"puji Pain walau suaranya terdengar datar.Sakura yang tadinya sedikit murung tersenyum lebar dan berlari kearah Pain.


"Sedari tadi dia menggerutu karena tak suka mengenakan gaun itu,karakternya memang benar benar tomboy!"ucap Konan dan menggelengkan kepalanya,Sakura yang mendengar menunjukkan cengirannya.


Pain dan yang lainnya hanya menggelengkan kepala tentu saja mereka tahu kepridian Sakura.


"Tapi jika Nii-chan dan yang lain suka,Saku bakal coba pake!"ucap Sakura.


"Tidak usah dipaksakan kalau Saku memang tidak suka!"ucap Tobi,diangguki yang lain.


Sakura mengangguk mengerti,dan menatap Tobi dengan senyum semakin lebar.Tobi tahu arti senyuman Sakura,dia membalas senyuman Sakura dibalik topengnya.Dan berjalan kearah Sakura.


Tobi memberi beberapa buah Cherry dan strawberry kepada Sakura,tapi sebelum satu buah masuk ke mulutnya sudah lebih dulu di tarik oleh Itachi yang tepat duduk disampingnya.Dengan ekspresi kesal Sakura menatap Itachi.


"Nii-chan buahnya!"rengek Sakura.Itachi menatao Sakura datar.


"Apa Saku sudah makan sebelumnya sebelum memakan buah?"tanya Itachi.Sakura menegang,dia lupa dia tidak menyentuh makanannya sama sekali.


Aura di dalam tiba tiba berubah.Dengan kaku Sakura menatap Pain yang menatap dingin Sakura.Sakura sudah siap menerima semburan semua nya.


"Saku!"suara rendah Pain terdengar begitu menakutkan,yang lainnya hanya diam membiarkan Pain yang menangani Sakura.


"I..iya!"sahut Sakura dan menatap Pain ragu tapi lalu menundukkan kembali kepalanya.


"Tatap mata Nii-chan Saku!"ucap Pain dingin.Sakura meneguk ludah kasar dan menatap Pain takut takut.


"Sebutkan peraturan yang Nii-chan buat untukmu!"ucap Pain.Sakura dengan ragu mengangguk.


"Saku tidak boleh terlibat pertarungan ketika dalam misi kecuali dalam keadaan mendesak.Kedua Saku tidak boleh telat makan,dan sebelum makan buah harus makan terlebih dahulu.Ketiga Saku tidak boleh jauh jauh dari markas,jika ingin pergi harus di temani salah satu dari Nii-chan dan yang lainnya.Juga Saku tidak boleh menunjukkan kekuatan Saku yang lain,dan terakhir Saku tidak boleh menyembunyikan apapun dari kalian!"ucap Sakura pelan.


Sasuke,Karin,Suigetsu dan Juugo menganga mendengar peraturan Akatsuki untuk Sakura,dia diperlakukan memang layaknya adik kesayangan.


"Jika sudah tahu kenapa tidak dilaksanakan,kau sudah melanggar salah satu aturan Saku!"ucap Hidan dingin.


"Gomen Nii-chan,Saku nggak bakal ngulangin lagi!"ucap Sakura tertunduk.


Mereka semua menghela napas.


"Baiklah kali ini Nii-chan dan yang lainnya maafkan tapi jangan di ulangi!"ucap Pain mutlak,Sakura mengangguk.


Saat akan mengambil kembali buah Cherry ditangan Itachi,Itachi kembali menahannya.


"Saku harus makan dulu!"ucap Itachi.


Sakura mengangguk pasrah,dan memakan makanan yang sudah dibawakan Konan.Mereke tetap diam dan menikmati wajah imut Sakura yang sedang makan.Sesekali Pain ataupun Itachi akan mengelap beberapa makanan yang menempel di sudut bibir Sakura.


"Sudah kan,Sekarang berikan buahnya!"ucap Sakura menatap Itachi setelah menyelesaikan makanannya.Itachi memberikan buah itu kepada Sakura,Sakura tersenyum senang dan memakan buah buahan itu,matanya berbinar lucu kala merasakan buah Cherry yang manis.


Tapi tiba tiba dia menutup matanya dan mengeluarkan ekspresi masam tapi terlihat sangat lucu.


"Buah Strawberrynya sangat asam!"ucap Sakura.Zetsu tiba tiba mengambil buah strawberry itu dan membuangnya.


"Nanti Nii-chan carikan lagi!"ucap Zetsu.Sakura hanya mengangguk.


Tapi ekspresinya berubah menjadi dingin secara tiba tiba.Membuat mereka tertegun.


"Ada apa Saku?"tanya Pain.


"Zetsu-Nii!"Sakura menatap Zetsu dengan pandangan datar.


Zetsu tertegun sejenak tapi dia mengangguk pasrah.


"Sasori dan Deidara sedang terluka parah,mereka bertemu ninja Konoha kalian tahulah!"ucap Zetsu.Mereka semua terkejut lalu menatap Sakura takjub.


"Bagaimana bisa Saku tahu?"tanya Hidan.


"Mungkin karena naluri seorang adik!"ucap Sakura santai,membuat mereka tersenyum tulus.


Sakura mengambil jubah akatsukinya dan mengenakan topengnya aura membunuhnya menguar membuat mereka tertegun.


"Saku!"Pain berdiri dan menahan tangan Sakura.


"Tenanglah Nii-chan,Saku tidak akan bertarung Saku hanya ingin melihat keadaan Dei-Nii dan Saso-Nii,dan membawa mereka kembali.Tobi-Nii Atau Itachi-Nii bisa mengantar kan?"tanya Sakura dingin.


Itachi dan Tobi mengangguk,Sasuke berdiri menghampiri mereka,dirinya juga mengenakan jubah akatsuki.


"Aku ikut!"ucap Sasuke,tanpa basa basi mereka menghilang.


Pain mendengus dingin.


"Bagaimana kita bisa lupa,Saku tidak akan diam saja jika melihat salah satu dari kita terluka!"ucap Hidan,mereka melupakan satu fakta bahwa Sakura keras kepala.


"Selama dia tidak bertarung itu tidak masalah,tapi hukumannya bertambah!"ucap Pain,mereka mengiyakan saja yang terpenting keamanan Sakura.

__ADS_1


Jangan lupa dukungan.Nggak nyangka ampe 7000 kata lebih😁


__ADS_2