Destiny Journey (HarunoSakura)

Destiny Journey (HarunoSakura)
DJ6


__ADS_3

Mereka semua langsung ke dalam mode siaga.


"Keluarlah,jika kau tidak ingin terluka"ucap Shikamaru,suaranya menggema di dalam hutan.


Seorang pemuda yang memakai hitai ate dari Desa Ame keluar dari persembunyiannya.


"Maaf aku tidak bermaksud jahat"ucap pemuda itu.


"Apa kalian dari Desa Konoha?"tanya nya lagi.


"Ya,kami dari Desa Konoha"ucap Kakashi mewakili karena dia ketua dalam Team pencarian.


"Kalian pasti mencari Sakura Haruno"ucap Pemuda itu membuat mereka terkejut.


"Darimana kau tahu?"tanya Lee.


"Sudah banyak yang tahu masalah ini,Sasuke menculik Sakura"ucap Pemuda itu.Mereka semua lagi-lagi terkejut.


"Apa kau tahu dimana mereka?"tanya Kakashi.


"Tidak,tapi baru saja aku mendapat kabar jika mereka akan ke Desa Kiri,salah satu Shinobi tidak sengaja melihat mereka ketika akan menuju desa Kiri dan tidak sengaja melihat Sakura bersama 2 pemuda dan 1 orang gadis,salah satu pemuda itu adalah Sasuke,sebenarnya dia ingin membantu membawa Sakura,tapi dia hanya sendiri jadi dia hanya melapor kan saja,dan tepat sekali aku bertemu kalian"jelas pemuda itu.


"Terimah kasih atas informasinya ini sangat membantu,kalau begitu kami harus bergegas"ucap Kakashi.


"Yah tidak masalah,banyak yang berharap gadis itu cepat kembali,termasuk pemuda di desa kami"ucapnya di selingi senyuman.Mereka semua mengangguk dan melesat pergi tanpa di sadari 2 orang di team mereka mengepal kan tangan mereka.


"sial,kenapa banyak sekali yang menyukaimu"batin salah satu mereka.


sedang yang satunya adalah Naruto yang sudah menggerutu tak jelas,membuat mereka rasanya ingin menutup mulut Naruto,terutama Ino yang sudah muak.


"Diamlah Naruto baka,kau membuat ku tambah ingin melenyapkan semua pemuda yang menyukai Sakura,aish si Jidat juga kenapa kau menarik begitu banyak orang bagaimana jika kau dilukai"ucap Ino membentak Naruto di akhiri gerutuannya.


"Dasar Ino,kau pikir Sakura siapa,yang seharusnya kau khawatirkan pemuda-pemuda itu,kau tahu bukan tenaga Sakura itu seperti monster"ucap Neji.


"Benar juga,tapi ah pokoknya aku harus menjaganya"ucap Ino penuh tekad,Shikamaru dan Chouji tersenyum melihat tekad Ino,semenjak perginya Sakura,Ino selalu murung dan jarang memperlihatkan senyumannya.


-


-


-


-


4 orang Shinobi dengan salah satu nya menggunakan hitae ate lambang Konoha,melesat dari satu pohon ke pohon lainnya.


Suara kaki mereka lah yang mengisi keheningan sepanjang jalan,tidak ada yang berniat membuka suara selama perjalanan,salah satu gadis hitae ate Konoha itu menunjukkan raut wajah kesal,bagaimana tidak sedari tadi dirinya berada dalam gendongan pemuda raven berwajah tembok,dan dalam keadaan terikat tali chakra.


Salah satu gadis berambut merah dan berkaca mata hanya bisa menghela napas melihat itu.


"Tidak bisakah kau melepaskanku Sasuke,aku bisa berjalan sendiri,dan aku tidak akan kabur"ucap Sakura dengan nada kesal,pemuda itu tak bergeming dirinya hanya menatap Sakura sebelum berhenti di pohon berikutnya.Sasuke juga tidak mau menyakiti Sakura yang terus-terusan berontak mencoba melepaskan tali chakra itu.


Setelah tali chakra itu terlepas Sakura akhirnya bisa lega,Chakranya yang tadi seolah tertahan telah bebas.


"Kau baik biak saja Saki-chan?"tanya Karin melihat Sakura yang sedikit terhuyung untung saja Sasuke langsung menahannya.


"Iya,aku baik-baik saja"ucap Sakura menatap Karin sambil tersenyum.

__ADS_1


Mereka melanjutkan perjalanan,tujuan mereka adalah menuju Goa bagian timur Desa Kiri salah satu markas Orochimaru.Tak terasa mereka telah sampai mengingat penginapan dihutan sebelumnya yang tak terlalu jauh dari Desa Kiri membantu mereka cepat sampai.


Mereka berempat masuk melihat Goa yang begitu gelap hingga semakin dalam kita bisa mendapat sedikit cahaya dari beberapa obor yang terpasang di dinding,Sasuke berjalan memimpin menuju sebuah ruangan.


"Kalian tunggu disini,Karin jaga Sakura"ucap Sasuke dan berjalan menuju saru ruangan.


"Kau pikir aku lemah heh"desis Sakura menatap sinis dari belakang.Sasuke hanya tersenyum kecil mendengar desisan Sakura.


Tak lama setelah Sasuke masuk terdengar suara seorang pemuda selain Sasuke yang berteriak marah.


"Diam kau tidak tahu bagaimana penderitaanku,karena tanda kutukan ini"teriak pemuda itu.Mereka yang menunggu hanya diam.


"Aku tahu,karena aku memiliki tanda sepertimu,kau bilang kau menderita bukan,akan kubebaskan dirimu dengan begitu kau bisa balas dendam"ucap Sasuke dengan suara dingin dan tenang.


Setelah ucapan Sasuke terdengar bunyi sebuah dinding dipukul dengan kekuatan besar,hingga efek serta suara nya sampai keluar.Suigetsu,Karin,dan Sakura dengan cepat menghindar ketika melihat puing-puing atas Goa akan menimpa mereka.Mereka bertiga mencoba masuk,dan melihat ternyata di dalam jeruji kurungan ada Sasuke dan pemuda berambut jingga yang memiliki tangan besar dan sebuah tanda hitam yang menyebar dirinya kehilangan kendali.


Sasuke hanya duduk dan menatap lelaki itu dengan mata tajamnya,mata nya seketika berubah menjadi sharingan,membuat pemuda berambut jingga yang menatap marah padanya langsung tenang,tangan besarnya kembali normal wajahnya yang tadi menyeramkan tiba-tiba berubah kembali serta tanda kutukan itu juga kembali seperti semula.


Pemuda itu langsung terduduk lemas,melihat itu Sakura tidak bisa tinggal diam begitu saja,dirinya nekat masuk ke dalam membuat Sasuke terkejut begitupun Karin,dan Suigetsu.Sakura tidak peduli dirinya berjalan ke arah pemuda itu.


"Kau tidak apa-apa?"tanya Sakura menatap pemuda berambut jingga yang juga menatap dirinya.Pemuda itu mengangguk,Sakura bisa melihat beberapa luka dibagian tubuhnya.


"Diamlah sebentar akan kuobati lukamu"ucap Sakura.Sakura mengeluarkan chakra hijau ditangannya dan di arahkan ke arah luka Pemuda itu hingga sembuh dan tak memiliki bekas sama sekali.Pemuda itu menatap Sakura.


"Arigatou!"ucap pemuda itu walau bernada datar.


"Tentu,aku ninja medis tidak bisa membiarkan seseorang terluka di depanku"ucap Sakura di selingin senyuman,mendengar itu Karin,Suigetsu,dan Sasuke tersenyum kecil.


"Mau kubantu berdiri?"Tanya Sakura,Sasuke langsung cepat melesat kedekat Sakura ketika mendengar kalimat tanya Sakura.


"Karin,Sui bantu dia"ucap Sasuke,dan menarik Sakura kedekatnya.Sakura hanya mendengus kesal.


"Aku Uzumaki Karin,kau bisa panggil aku Karin"ucap Karin.


"Aku Suigetsu!"


"Aku Haruno Sakura,kau bisa panggil aku Sakura"ucap Sakura tersenyum menatap Juugo,Juugo tersenyum kecil.Sasuke merenggut kesal melihat Sakuranya tersenyum pada orang lain.


"Kita buat perjanjian,kau akan masuk ke dalam teamku,menjadi anak buahku,karena hanya aku yang bisa mengendalikan tanda kutukanmu"ucap Sasuke tanpa basa basi.


"Baiklah"ucap Juugo.


Mereka semua melesat keluar dengan Sakura yang masih tetap di genggam tangannya oleh Sasuke.Sakura mendengus kesal,dan menatap sendu tautan tangan mereka.Karin juga menatap sedih ke arah Sakura,dia tidak suka melihat wajah sendu Sakura.


"Sampai kapan kau akan begini Sasuke,kau menyakiti Imoutouku"Batin Karin.Mereka berjalan mencari penginapan di Desa-desa terpencil bagian desa Kiri,cukup sulit untuk mencari itu di sebabkan banyak nya yang mengenal Sakura serta rumor yang beredar masalah penculikan Sakura.Tapi akhirnya mereka menemukan satu Desa terpencil yang sepertinya kurang bersosialisasi dengan dunia luar,hingga bahkan untuk akatsuki saja mereka kurang tahu.


"Selamat datang di penginapan kami,mau pesan berapa kamar?"tanya Pemilik penginapan,mengingat desa ini adalah desa kecil,jadi penginapan ini tidak terlalu besar tidak juga terlalu kecil.


"2!"ucap Sasuke dingin.Dan setelah itu memberi beberapa koin kepada pemiliknya.


"Ini kuncinya!"ucap pemilik itu memberi Sasuke 2 buah kunci.


Mereka berjalan menuju ke arah kamar yang sudah dipesan tepat sekali dua kamar itu berdekatan.


"Karin-nee,aku boleh meminjam pakaianmu aku tidak membawa apapun ketika Sasuke membawaku"ucap Sakura ragu-ragu.


"Tentu apa yang tidak untuk Imoutouku"ucap Karin mengelus kepala Sakura lembut.Ketika akan memasuki kamar dengan Karin,Sakura dihentikan dengan suara Sasuke membuat nya terhenti begitupun dengan ketiga orang lainnya.

__ADS_1


"Kau sekamar denganku Sakura"ucap Sasuke.


"Apa,aku tidak mau,aku mau sekamar dengan Nee-chanku"ucap Sakura kesal.


"Kau tahu Sakura,aku paling tidak suka di bantah"ucap Sasuke dingin dan menarik tangan Sakura,Karin yang tidak suka melihat itu menahan tangan Sakura yang satunya.


"Jangan bersikap kasar Sasuke"ucap Karin dingin.Sasuke memandang dingin ke arah Karin.Sakura menggigit bibirnya dia tidak mau Nee-chan baru nya ini dilukai Sasuke.


"Daijobu,Karin-Nee,aku akan sekamar dengan Sasuke"ucap Sakura meyakinkan Karin,Karin sebenarnya tahu Sakura melakukan itu hanya untuk menyelamatkannya.


"Tidak kau sekamar denganku,seharusnya kalian bertigalah yang satu kamar kalian kan sesama laki-laki"ucap Karin.Sasuke tak peduli dia tetap menarik tangan Sakura menggenggam kuat tangan Sakura membuat sang empunya meringis.


Saking kuat nya genggaman tangan Sasuke hingga membekas ditangan Sakura.


"Kau melukai Imoutouku Sasuke"ucap Karin nadanya bertambah dingin.


Sasuke sadar ketika mendengar ringisan Sakura dan melepasnya menatap khawatir tangan Sakura.


"Gomen,Sakura"ucap Sasuke pelan tapi dapat didengar Sakura.


"Daijobu Sasuke-kun ini masalah kecil"ucap Sakura yang entah tiba-tiba memanggil Sasuke menggunakan Suffix kun,dan dengan nada lembut,membuat semburat kecil dipipi Sasuke,tapi dengan cepat Sasuke menetralkan.


"Sini ku obati Saki-chan,Sui bisa minta tolong mintakan beberapa salep pada pemilik penginapan"ucap Karin menatap Suigetsu,Suigetsu mengangguk dan pergi.


Juugo sedari tadi diam,tiba-tiba berbicara.


"Sakura,ada apa dengan kakimu?"tanya Juugo mereka semua menatap ke arah kaki Sakura dan mereka baru menyadari jika dari tadi ada darah di kaki Sakura,begitupun Sakura yang baru merasa sakit.


"Eh,aku baru menyadarinya,mungkin karena tadi tergores puing-puing di goa"ucap Sakura.Sasuke langsung saja menarik dirinya dan mendudukan Sakura di kursi depan kamar itu.Dirinya memegang kaki Sakura.


"Ini bukan tergores kau lihat lukanya besar begini,kenapa kau diam saja"ucap Sasuke dingin dan menatap Sakura tajam.Sakura menunduk takut melihat tatapan tajam Sasuke.


"Aku akan menyembuhkannya"ucap Sakura,dan hendak mengeluarkan chakra medis nya tapi di tahan Karin.


"Jangan Saki-chan,aku tahu kau masih sedikit lemah karena Chakramu kau pakai menyembuhkan luka Juugo,kau pikir aku tidak tahu chakramu terkuras karena luka Juugo yang tak sedikit,terlebih chakramu sedikit terhisap karena tali chakra,biar aku saja,kau gigit tangan ku"ucap Karin dan maju mendekati Sakura,Sakura menatap Karin dengan pandangan terkejut,Sasuke sudah memberi deathglarenya ke arah Sakura,sedangkan Juugo merasa bersalah.


"Tapi Nee-chan,aku masih memiliki banyak chakra tidak apa"ucap Sakura,Karin harus bersabar menghadapi Sakura,Sakura tipe gadis keras kepala,naif,dan tak mau menyusahkan orang.


"Ayolah Saki-chan,kau tidak mau kan melihat Nee-chanmu ini bersedih"ucap Karin menatap Sakura dengan pandangan memelas.


"Baiklah,tapi sedikit saja"ucap Sakura pasrah.Karin tersenyum senang dan menyodorkan tangannya,Sakura dengan pelan menggigit tangan Karin dan menghisap Chakranya,beberapa menit kemudian dia melepaskan nya.


"Arigatou Nee-chan"ucap Sakura dengan senyumnya,lukanya menutup dan hanya tersisa darahnya saja.Karin tersenyum dan mengelus surai lembut Sakura.


"Gomen,Sakura karena menyembuhkan ku kau kekurangan chakramu"ucap Juugo.


"Tak apa Juugo-Nii,dengan beristirahat,chakraku akan kembali pulih.eh boleh ku panggil Nii-chan"ucap Sakur menatap polos ke arah Juugo,Juugo tersenyum dan mengangguk tak habis pikir kenapa bisa gadis sebaik dan sepolos Sakura bisa ikut dalam team Sasuke.


Sasuke yang melihat interaksi mereka sedikit kesal,pasalnya Sakura tersenyum dan menunjukkan wajah imutnya pada pemuda lain.


"Ano,aku boleh kan sekamar dengan Karin-Nee?"tanya Sakura memandang ragu-ragu ke arah Sasuke,dengan tidak ikhlas Sasuke mengangguk.Sakura tersenyum senang,bukannya dirinya tidak suka sekamar dengan Sasuke tapi dirinya sadar dia perempuan dan Sasuke laki-laki tidak baik sekamar,dan lagi Sakura ingin bisa menghilangkan perasaannya pada Sasuke.


Suigetsu yang mencari salep pun telah kembali.


"Gomen aku lama,pemilik penginapan baru saja dari membelinya"ucap Suigetsu.Karin hanya mengangguk,mengambil salep dan memberikan pada tangan Sakura yang sebenarnya sudah sembuh tapi karena overprotective nya pada Sakura jadinya begitu.


"Nee-chan tidak perlu,ini kan sudah sembuh"ucap Sakura.

__ADS_1


"Tidak apa,dan diamlah"ucap Karin masih fokus,Sakura menghela napas,Karin sama seperti Ino selalu tidak mau dibantah jika menyangkut Sakura.


__ADS_2