Destiny Journey (HarunoSakura)

Destiny Journey (HarunoSakura)
DJ14


__ADS_3

Selepas Sasuke pergi,Sakura terbangun dia mendengar semua ucapan Sasuke,membuat Sakura merasakan kepalanya terasa sakit.


"Kenapa mereka terlihat Familiar"gumam Sakura.Sakura tak mau ambil pusing,dengan perlahan berjalan keluar kamarnya menuju taman belakang yang awalnya suram kini telah tertanami beragam bunga.


Sakura mencabut salah satu bunga mawar yang tumbuh sangat cantik.Sakura mengamati bunga itu dengan seksama.


Helaan napas keluar dari bibirnya.


"Saku,nggak mau lihat keluarga Saku terluka,siapapun yang berani mengusik keluarga Saku akan Saku habisi"Batin Sakura,tangannya menggenggam erat bunga mawar itu hingga membuat duri pada bunga itu tertancap,darah keluar dari bekas tusukan duri itu,tapi Sakura hanya menatap darahnya dengan pandangan dingin.


"Saku!"tubuh Sakura menegang dia tahu ini suara siapa.Sakura berbalik menyembunyikan tangannya di belakang punggungnya,bisa habis dia kalau tahu tangannya terluka.


"Eh Hidan-Nii"Sakura gugup dan Hidan tahu.


"Kenapa Saku disini,ayo masuk lanjutkan tidurmu,angin malam tidak baik untukmu"Ucap Hidan lembut.Sakura tersenyum.Mengikuti Hidan dari belakang.


"Saku ayo,jalan disamping Nii-chan"Sakura menggeleng.


"Tidak Nii-Chan,Saku..Saku berjalan dibelakang Nii-chan saja"Hidan memicingkan matanya curiga,dan melihat Sakura terus menyembunyikan tangannya dibelakang.


Hidan awalnya ingin pergi kekamar Sakura memastikan gadis imut mereka itu tertidur dengan nyenyak,tapi saat masuk kekamar Sakura,Sakura tidak ada,dirinya memutuskan mencari Sakura ditaman belakang.


"Saku apa yang kamu sembunyikan,sini Nii-Chan lihat"Sakura tambah gugup.


"Tidak ada kok Nii-chan"Mata Hidan semakin dingin.


"Saku kamu tahukan,Nii-chan dan yang lainnya tidak suka kamu menyembunyikan sesuatu,masih ingat peraturan yang kita buat"Ucapan Hidan bernada dingin membuat Sakura takut.


Dengan perlahan Sakura mengeluarkan tangan kirinya yang tertancap bunga mawar serta sudah banyak nya darah.Sontak saja melihat itu Hidan terkejut.


"Hiks...Nii-chan,jangan beritahu Pain-Nii dan yang lain,Saku nggak mau Pain-Nii marah dan sedih karena Saku.Hiks.."Hidan mengelus kepala Sakura lembut.


Dengan pelan Hidan mencabut bunga mawar lalu membuang nya kearah jendela.


"Hiks..Hidan-Nii,aku bisa menyembuhkannya,jadi..Hiks jangan beritahu Pain-Nii"Sakura masih sesenggukan.


"Apa yang tidak boleh Nii-Chan tahu"suara dingin masuk ketelinga Sakura membuat Sakura meneguk ludah kasar,lalu bersembunyi dibelakang Hidan.


Pain berjalan dengan raut wajah dingin,dilorong yang hanya di terangi Obor.Penghuni lain sudah tertidur.


Sakura menggenggam erat jubah Hidan membuat darahnya menempel disana.


"Saku,apa yang tidak boleh Nii-chan tahu..hmm..dan kenapa kamu bersembunyi dibelakang Hidan,ayo maju Nii-chan ingin tahu"Suara Pain semakin dingin.


Sakura menggeleng takut.Pain menatap emosi Sakura.


"MAJU SEKARANG SAKURA,SEBELUM NII-CHAN BERBUAT KASAR PADAMU"suara bentakan Pain membuat Hidan maupun Sakura terkejut,Hidan menatap tajam Pain.


Penghuni lain yang sudah tertidur terbangun dan keluar ingin mengetahui kenapa Pain terlihat marah.Sasori lebih dulu sampai,diikuti yang lain,mereka menatap heran Sakura yang bersembunyi dibelakang Hidan.


"Jangan membentak nya Pain,kau membuat dia takut"ucap Hidan,Pain mengacuhkannya.


"Baik kalau kamu tidak mau maju sekarang,lebih baik Nii-chan pergi,dan jangan bertemu Nii-chan lagi"telak,Pain sangat tahu kelemahan Sakura.


"Hiks...jangan,Hiks...Pain-Nii..Jangan tinggalin Saku"Sakura semakin erat memegang jubah Hidan,air matanya kembali merembas.


Pain menghela napas,sorot matanya berubah teduh dan lembut.


"Sakura Hime,maju sekarang Nii-chan ingin tahu kenapa kamu bersembunyi dari Nii-chan"Sakura mengangguk ragu,dia tidak mau ancaman Pain benar terjadi.


Saat Sakura melepaskan genggaman nya barulah mereka melihat darah di jubah Hidan.Sakura melangkah dengan takut mendekati Pain,tangannya terulur kedepan barulah mereka melihat tangan Sakura dipenuhi bekas duri,bahkan masih ada yang menancap,rahang mereka mengeras,terlebih Pain.


Sakura dengan cepat memeluk Pain.


"Hiks..Jangan marah,Hiks..Pain-Nii jangan pergi,Hiks...Saku janji tidak akan mengulanginya lagi.."Pain hanya diam bahkan tidak balas memeluk Sakura,membuat Sakura semakin erat memeluk Pain,bahkan darahnya sudah menempel dibaju Pain.


"Hiks..Nii-chan"Konan maju mendekati Sakura.


"Saku sayang,tanganmu diobati dulu yah"ucap Konan lembut.Sakura menggeleng.


"Hiks...nggak mau sebelum...Pain-Nii dan yang lain mengatakan jika kalian tidak marah pada Saku..."Mendengar itu,Sasori mewakili yang lainnya.


"Saku,kami tidak marah padamu,jadi obati tanganmu yah"Ucap Sasori diangguki yang lain tapi tidak dengan Pain.

__ADS_1


"Bohong,hiks...Pain-Nii masih marah padaku"Mereka menghela napas,dan menatap Pain.


Pain menatap Sakura lalu berpaling,dan melangkah meninggalkan mereka.Tangisan Sakura semakin kencang.


"Hiks..Pain-Nii..."Itachi memeluk Sakura,tapi Sakura memberontak,hingga membuat durinya semakin dalam.


"Saku obati dulu tanganmu yah"sekali lagi Konan membujuk,kali ini mereka berusaha membujuk Sakura.


"Hiks..Tidak mau"Mereka berusaha sabar.


"Sayang,jika kamu tidak mengobati tanganmu,Pain-Nii akan semakin marah padamu"Sakura menggeleng dia tidak mau Pain semakin marah padanya.


"Hiks..Saku mau.."mereka menghela napas lega.Karin menyodorkan tangannya,Sakura dengan pelan menggigit tangan Karin,hingga bekas luka ditelapak tangannya telah hilang duri duri tadi sudah Hidan cabut,saat Sakura menangis.


"Sekarang Saku masuk kekamar tidur besok pasti Pain-Nii akan bicara pada Saku"Sakura mengangguk.


"Hiks..Nee-chan,Saku mau ditemani tidur"Konan dan Karin saling melirik.Para lelaki tahu pasti akan ada perdebatan.


"Biar aku saja"ucap Karin sinis.


"Enak saja,aku yang akan tidur dengan Saku"mulailah perdebatan yang membuat mereka jengah.


"Kalian berdua berhentilah berdebat"ucap Deidara yang sudah jengah.


"Diam kau banci"bentak Karin dan Konan,yang lainnya tertawa melihat Deidara dengan muka kesalnya karena dikatai Banci.


"Karin-Nee dan Konan-Nee berhentilah berdebat"para lelaki melongo melihat Karin dan Konan langsung menuruti Sakura.


"Lebih baik kita tidur bertiga saja"usul Sakura,Karin dan Konan mengangguk setuju.


-@*@-@*@-


Diruang makan Sakura nampak murung,sebab Pain tidak ada.


"Hiks..Konan-Nee bohong,Saku nggak mau makan"ucap Sakura dan menggeser makanannya.Mereka menghela napas.


"Astaga dimana sih si Pain,akan susah untuk Sakura makan kalau begini"gerutu Kisame.


"Saku,Saku makan yah,nanti Saku sakit"Sakura menggeleng.


"Saku makan"ucap Hidan.


"Hiks..Nggak mau..nggak mau..Saku mau Pain-Nii..Hiks kalian bohong katanya kalau Saku udah sembuhin tangan Saku,Pain-Nii tidak akan marah,tapi apa..Hiks..pokoknya Saku nggak mau makan"Mereka tidak tega melihat Sakura terus terusan menangis.


Langkah kaki Pain membuat mereka beralih,dan menghela napas lega,Pain tanpa basa basi duduk disamping Sakura,mengambil makanan Sakura dan menyuapi Sakura.Sakura tentu saja sangat senang dan dengan senang hati menerima suapan Pain.Yang lainnya akhirnya bisa menghela napas lega.


Setelah memastikan Sakura menghabiskan makanannya,Pain kembali melangkah ingin pergi,tapi tangan Sakura menahannya.


"Nii-chan nggak makan?"tanya Sakura,Pain menggeleng,dan menghempas pelan tangan Sakura.


Sakura ingin menangis,Pain mengacuhkannya,dia pikir Pain tidak lagi marah,ternyata dia hanya datang untuk memastikan Sakura makan.


Yang lainnya menghela napas sekali lagi.Mereka tidak suka melihat wajah murung Sakura.


Sakura mengambil jubahnya dan memakai topengnya,sontak aura dingin langsung menguar,mereka tahu pasti Sakura akan nekat keluar.


"Saku mau kemana?"tanya Itachi.


"Keluar"ucap Sakura dingin.


"Saku kamu masih dalan hukuman,jangan mencoba untuk keluar"ucap Kakuzu dingin.


"Tapi Saku cuma mau keluar bermain"Sakura masih bersikeras ingin pergi.


"Saku.."ucapan Tobi terpotong.


"Kamu ingin kemana,jika kamu melangkah keluar sedikit dari pintu goa ini,Nii-chan pastikan akan mengurungmu hingga kamu tidak akan pernah keluar"suara dingin Pain membuat Sakura menegang terlebih Pain tidak main main dalam mengancamnya.


Sakura melepas topengnya.


"Hiks..Tapi Nii-chan marah pada Saku,Saku tidak suka"mereka masih saja takjub,tadi dingin sekarang langsung saja menangis.


Pain menghela napas kasar.Dirinya melangkah maju mendekati Sakura lalu memeluknya.

__ADS_1


"Maafkan Nii-chan,Nii-chan cuma nggak suka lihat,Saku luka walau hanya sedikit,jadi janji sama Nii-chan jangan sampai kamu luka lagi,dan Nii-chan mohon jangan sembunyikan apapun dari kami,mengerti sayang"Sakura mengangguk tanda mengerti ucapan Pain.


Pain mengecup lembut dahi Sakura.


"Pain-Nii makan,Pain-Nii kan belum makan"Sakura menatap Pain,bekas air mata masih menempel dipipinya hidungnya yang merah menambah kadar keimutannya membuat mereka menahan napas saking imutnya.


"Nii-chan akan makan,kalau Saku menyuapi Nii-chan bagaimana?"Sakura mengangguk di selingi senyum manis,sontak semua anggota akatsuki menatap Pain tajam.


"Saku harus adil,kami juga mau disuapi Saku"rajuk Tobi,yang lainnya mengangguk.


"Hmm.begini saja bagaimana jika bergiliran,hari ini Pain besoknya lagi yang lain"Usul Suigetsu mereka mengangguk setuju.


Setelah makan mereka menuju ruang rapat.


Sakura masih asyik memakan buah buahannya.


"Pain-Nii,lihat bunganya cantikkan,aku tidak tahu ada mawar biru dihalaman belakang,siapa yang menanamnya?"tanya Sakura.


Mereka semua saling memandang,sampai suara Hidan menyela.


"Nii-chan yang menanamnya,Nii-chan membeli beberapa bibit bunga mawar,tapi sepertinya sebaiknya bunga mawar itu harus disingkarkan"Ucap Hidan diakhiri dengan nada dingin.


"Eh kenapa?"Wajah Sakura yang bingung terlihat lucu.


"Kamu masih ingat semalam Hime,tanganmu luka karena apa"Nada dingin Kakuzu membuat Sakura bergidik,tapi wajah jadi cemberut.


"Tapikan itu salah Saku Nii-chan,Saku yang terlalu memegangnya,jangan yah Nii-chan,masa bunga cantik begini di buang,nanti kalau Nii-chan beli bunga lagi,bunga pasti mati karena Nii-chan jahat sama bunga"ucapan Sakura membuat mereka tertawa geli,dapat teori darimana gadis manis mereka.


"Siapa yang mengatakannya padamu?"Kisame masih tertawa.


"Ish jangan tertawa memang benar kok,kalau misalkan Hewan saja bisa marah dan tidak mau sama kita karena membunuhnya berarti bunga juga bisa,kan dia makhluk hidup"Suasana nya kembali hangat dengan gelak tawa geli dari mereka karena ucapan polos Sakura.


"Hhaha,astaga sayangku,bukan seperti itu"Zetsu memegangi perutnya.


"Ish pokoknya Saku nggak mau kalau bunga mawar Saku dibuang,kalau dibuang Saku bakal marah,dan nggak akan bicara sama kalian"Bukannya takut mereka malah ketawa,lihat saja wajah cemberut Sakura yang terlihat begitu imut.


"Huaaa Aniki jahat kalian menertawaiku,huaa Ita-Nii mereka jahat sekali"Sakura berlari memeluk Itachi karena pria itu yang menyembunyikan tawanya karena dia tahu akan berakhir begini,dia tersenyum penuh kemenangan kearah yang lainnya.


"Iya mereka memang jahat,jangan dimaafkan"mendengar hasutan Itachi,mereka mendengus dan membujuk Sakura.


-@-@-@-


Masa hukuman Sakura telah usai,saat ini mereka berkumpul di ruang rapat.


"Karena hukuman Saku sudah selesai,dia akan menjalankan misi ditemani Team Taka,jadi jaga dia baik baik.Dan satu lagi pastikan tidak ada yang mengenalinya,sampai saat ini belum ada yang tahu identitas gadis bertopeng rubah,paham"Team Taka mengangguk diiringi anggukan Sakura yang masih asyik mengunyah buah kesukaannya.


Mata mereka beralih kearah Sakura.


"Saku ingat tidak boleh bertarung!"peringatan Itachi diangguki Sakura.


"Jawab Saku,masih ingat peraturan untukmu"nada tajam Itachi membuat nyali Sakura menciut.


"Ha'i Nii-chan"


"Jangan lupa membawa obat obatan yang kamu racik,jangan membuka topeng serta jubahmu,pastikan kamu makan tepat waktu,jangan membantah ucapan Team Taka.."dimulailah Sesi ceramah secara bergantian antara Anggota akatsuki membuat Team Taka melongo,hello mereka pergi hanya 2 hari itupun jika cepat hanya 1 hari,tapi mereka memberitahu Sakura seolah mereka pergi selama satu tahun.


Sakura hanya diam secara bergantian menatap Anikinya beserta Konan.


"Hey Setan merah,jaga baik baik Saku,jangan sampai dia terluka"ucap Konan sinis,rupanya dua orang ini tidak bisa damai sama sekali.


"Tch!"Karin hanya berdecih sembari balik menatap sinis Konan.


"Nee-chan kenapa kalian selalu berdebat sih,pokoknya Saku tidak mau melihat kalian berdebat"Suara Sakura terdengar kesal.


"Baiklah Saku"para Lelaki tersenyum geli melihat kepatuhan dua orang perempuan itu kepada Sakura.


"Kalian boleh pergi,sebelum itu Saku beri kiss"ucap Pain,Sakura mengangguk memberi mereka kecupan di pipi dan dibalas pula.


Sakura mengambil jubah menaikan tudung jubahnya serta memakai topengnya,aura dingin dan misterius membuat mereka takjub oh jangan lupakan aura membunuh milik nya.Perjalanan kali ini hanya Sakura yang mengenakan topeng.


Mereka berlima bergegas pergi,meninggalkan ruangan yang sunyi.


"Pain kau yakin kita bisa percaya keempat orang itu?"sebenarnya Kakuzu cukup ragu.

__ADS_1


"Tentu,mereka tidak akan berani pada Saku,aku sudah melihat seberapa besat kekuatan Saku,jika dia mau bahkan kau pun akan kalah.Dan tenang saja,aku sudah menyuruh Zetsu memantau mereka"ucap Pain.Mereka semua mengangguk paham


Mohon dukungan😉


__ADS_2