
Sakura,Sasuke,Tobi,dan Itachi telah sampai di hadapan beberapa shinobi Konoha dengan Deidara dan Sasori yang sedang terluka.
Kugutsu milik Sasori berserakan dimana mana.Tatapan semuanya beralih kearah Sakura.Mereka tentu mengenal chakra milik Sakura.
Tapi yang membuat Team kakashi dan yang lainnya terkejut adalah Sakura mendekati Sasori dan Deidara.Dan lebih terkejut dengan panggilan Sakura terhadap mereka.
"Nii-chan!"lirih Sakura.Sasori dan Deidara berbalik menatap Sakura.
Mereka menepati janji mereka,mereka tidak melawan sama sekali Kugutsu milik Sasori hanya untuk melindungi mereka.
"Kenapa kalian tidak melawan mereka?"tanya Sasuke bingung.Jelas dia tahu terbukti dengan tidak adanya luka dibadan ninja Konoha.Kakashi dan yang lainnya terkejut melihat adanya Sasuke dan mengenakan jubah akatsuki.
"Kami sudah membuat perjanjian dengan Sakura!"ucap Itachi yang hanya di dengar Sasuke.Sasuke mengangkat alisnya sebelah.
Sakura melepas topengnya,dan menatap dingin ninja Konoha dihadapannya,membuat mereka tertegun.
"Saku!"lirih Ino,Sakura mengangkat alisnya sebelah.Entah kenapa dia merasa familiar dengan orang orang dihadapannya.
Sakura beralih kembali menatap Deidara dan Sasori.Sakura menyembuhkan Sasori dan Deidara,hingga akhirnya benar benar pulih.
Sasori menatap datar Sakura lalu beralih kearah Itachi dan Tobi.
"Bukankah dia dalam masa hukuman,bagaimana bisa Pain membiarkan dia keluar!"ucap Deidara kesal.
"Tanyakan padanya!"ucap Tobi dingin,dia juga kesal karena Sakura melanggar lagi.
Sasori dan Deidara beralih menatap Sakura yang menunduk takut melihat tatapan tajam mereka berdua.
Tapii sebelum Sasori dan Deidara bicara,Zetsu sudah lebih dulu tiba.
"Hah seharusnya aku membawa seseorang membantu kalian,tapi karena perjanjian itu membuatku membatalkannya.Aku tidak tahu darimana dia tahu keadaan kalian,tapi dia merasa kalian dalam bahaya,bahkan Pain sudah mencegahnya tapi dia tetap keras kepala untuk datang menyelamatkan kalian!"jelas Zetsu hitam.
Deidara dan Sasori tertegun,mereka berdua tersenyum tulus.Tapi mereka berpikir Sakura juga harus tetap menerima hukuman.
"Saku,hukuman mu ditambah!"ucap Tobi mutlak.Sakura menggigit bibir bawahnya dan mengangguk pasrah.
"Maaf Nii-chan,Saku nakal Saku melanggar perintah lagi,tapi Saku tidak mau salah satu keluarga Saku terluka!"lirih Sakura masib dapat di dengar semua,ninja konoha beserta Gaara terkejut mendengar penuturan Sakura.
Deidara dan Sasori menghela napas kasar,gadis ini keras kepala.
"Hiks..Nii-chan!"isakan Sakura membuat Sasuke mendekati nya dan memeluknya.Sasori,Deidara,Itachi,Sai,
Gaara,Naruto,dan Tobi menatap Sasuke tajam,atmosfir berubah menjadi mencekam,yang lainnya sadar akan tatapan mereka.
"Astaga,Sakura kenapa pesonamu membuat mereka menjadi begini!"batin mereka menghela napas dan menggeleng gelengkan kepala melihat kecemburuan diantara lelaki ini.
"Saku!"suara dingin Sasori membuat Sakura bergidik tapi dengan berani menatap Sasori.
Sasori tersenyum lembut menatap Sakura.
"Terimah kasih,Nii-chan senang!"ucap Sasori membuat yang lainnya melongo.Sakura tersenyum dan menerjang Sasori dengan pelukan.
Sasori membalas pelukan Sakura,Deidara ikut andil dalam pelukan mereka.
"Sakura-chan!"ucap Naruto.Sakura berbalik menatap mereka.
Entah tiba tiba Sakura berdiri dan melirik Ino dan Naruto beserta Kakashi.Kepala Sakura tiba tiba terasa sakit.Ino yang hanya beberapa langkah dengan nya langsung memeluknya.
"Arghh...!"erangan Sakura membuat mereka khawatir.
"Tobi bawa Pain kemari hanya dia yang bisa menenangkan Sakura!"ucap Deidara,Tobi mengangguk dan menghilang,hingga beberapa menit kemudian dia datang bersama Konan dan Karin.
Pain langsung berlari merebut Sakura dari pelukan Ino.
"Syut..tenanglah,Nii-chan disini!"ucap Pain lembut membuat ninja konoha semakin terheran heran melihat kehangatan Akatsuki untuk Sakura terlebih Pain yang di katakan pemimpin paling kejam,tapi yang dihadapan mereka terlihat sangat lembut.
"Hiks..Nii-chan sakit,kepala Saku sakit!"ucap Sakura,Pain memeluk Sakura erat sesekali mencium pucuk kepala Sakura.
Karin maju selangkah.
"Maaf Pain-sama,biar aku menyembuhkannya!"ucap Karin.Pain mengangguk.
"Saku,gigit tangan Nee-chan!"ucap Karin lembut.Sakura menggeleng walau kepalanya masih sakit.
"Hiks..nanti Nee-chan kesakitan,hiks..Saku nggak mau,Saku nggak mau jadi anak nakal!"ucap Sakura.
Kakashi dan yang lainnya merasa ada yang tidak beres terlebih dengan Sakura yang tadinya dingin tiba tiba menjadi sangat polos.
Pain mengelus kepala Sakura pelan.Karin tersenyum lembut lalu menggeleng.
"Tidak,Nee-chan tidak kesakitan,Saku kan anak baik,apa Saku mau lihat Nee-chan dan yang lainnya sedih karena lihat Saku sakit!"ucap Karin dengan sedih.
Konan maju mendekat,setidaknya dia akan bekerja sama dengan Karin kali ini.
"Benar Saku,kalau Saku mau melakukan apa yang Karin minta,nanti Nee-chan bakalan tanamin bunga yang banyak buat Saku,gimana?"tanya Konan,mata Sakura berbinar.
Dengan pelan menggigit tangan Karin,Pain dan yang lainnya menghela napas lega.
Setelah itu mata Sakura tiba tiba menjadi sayu,menandakkan dia mengantuk.
Pain menatap Karin tajam.
"Tenanglah Pain-sama,aku hanya mengubah nya menjadi obat tidur,setidaknya agar dia kembali kemarkas,dan urusan ini sebaiknya kalian selesaikan!"ucap Karin.Pain menangkap Sakura kedalam pelukannya.
"Kembalikan Sakura kepada kami!"ucap Kakashi dingin.
"Tch.maaf maaf saja dia adalah milik kami sekarang dia bahkan tidak mengenal kalian!"ucap Deidara sinis.
"Itachi bawa dia kembali,setelah dia bangun jika dia mencariku katakan aku ada urusan sebentar!"ucap Pain,Itachi hanya mengangguk dan beralih mengambil Sakura,lalu menghilang bersama Karin,Konan,dan Sasuke.
Tersisalah,Tobi,Pain,Sasori,Deidara dan Zetsu yang menghadapi ninja konoha.
"Percuma kalian membawa Sakura dia tidak akan mengenal kalian!"ucap Pain.
Mata Naruto menatap nyalang Pain.
"Apa yang kalian lakukan pada Sakura-chan,akatsuki sialan kembalikan dia pada kami!!"teriak Naruto marah.
"Tch.Diamlah rubah,jika bukan karena perjanjian kami dengan Saku,kami akan membunuh kalian sedari tadi!"ucap Sasori dingin.
"Apa maksud kalian?"tanya Ino,Ino sudah menangis sedari tadi karena mendapati sahabat kesayangannya itu melupakannya.
Pain pun menjelaskan perjanjian antara mereka dan Sakura,hingga menjelaskan juga mengapa Sakura melupakan mereka.
Ino yang mendengar nya jatuh terduduk,matanya menatap marah akatsuki dihadapannya.Begitupun yang lainnya.
"Ban*sat akatsuki sialan,kalian memang makhluk paling rendah!!"teriak Sai.
Akatsuki tetap diam,mereka sudah biasa mendapat hinaan seperti ini.
"Kami tidak peduli dengan segala hinaan kalian,tapi kuharap kalian menerima kebenarannya,oh yah karena kami menyayangi Sakura,kami tidak akan melukai kalian walaupun kalian telah dilupakannya!"ucap Tobi,lalu mereka menghilang dari hadapan ninja konoha itu.
"Hiks..tidak..tidak...Sakura,tidak..akatsuki sialan,baj*ngan,akan kubunuh kalian!!!"teriak Ino dengan tangisannya menggema di hutan.Sai,Gaara dan Naruto mengepalkan tangannya erat.
Kakashi serta ninja lainnya yang sedari tadi diam mencoba mencerna dengan baik tak di pungkiri mereka juga sedih harus kehilangan salah satu orang terbaik di desa serta orang yang mereka sayangi.
Hinata dan Tenten memeluk Ino.Mereka juga bersedih kehilangan sahabat mereka.
Kakashi tidak tahu harus mengatakan apa,dia kehilangan murid kesayangannya,terlebih entah apa tanggapan Tsunade nantinya.
Terlebih Sakura berada dibawa kendali akatsuki tentu saja dia akan melakukan apapun untuk akatsuki,walaupun akatsuki menyayanginya tapi bukan tidak mungkin Sakura akan menjadi seperti mereka.
***
Sakura terbangun ketika merasakan terbaring di atas tempat tidur.Mengerjapkan matanya dan menatap Itachi beserta Karin,Konan,Sasuke secara bergantian.
__ADS_1
"Pain-Nii!"ucap Sakura,menelusuri sekitar.
Konan maju dan mengelus kepala Sakura dengan lembut.
"Pain sedang ada urusan sebentar,Pain bilang Saku harus sudah selesai makan ketika Pain kembali nanti!"ucap Konan lembut.Sakura mengangguk.Karin mendekati Sakura dengan nampan makanan di tangannya.
"Biar Nee-chan suapi!"ucap Karin.
"Tidak aku saja!"ucap Konan menatap Karin sinis.Mereka berdua terus berdebat hingga suara dingin membuat mereka berhenti.
"Berhenti berdebat,atau Sakura tidak akan makan!"ucap Sasuke dingin,Konan menatap sinis Sasuke.
"Begini saja biar adil,Karin-Nee dan Konan-Nee bergantian menyuapi Saku!"ucap Sakura,Konan dan Karin hanya bisa mengangguk.
Mereka berdua menyuapi Sakura secara bergantian,hingga makanan Sakura telah habis.
"Saku mau Pain-Nii!"ucap Sakura dengan wajah memelas.Sasuke diam diam menyembunyikan wajah marahnya,karena Sakuranya lebih dekat dengan Pain dibanding dirinya,dia tahu Sakura melupakannya tapi bisakah dia tidak terlalu dekat dengan lelaki lain.
"Nii-chan disini Saku!"ucap Pain yang sudah tiba di depan pintu kamar Sakura bersama anggota akatsuki lainnya.
"Nii-chan!"ucap Sakura gembira lalu berlari memeluk Pain.Pain membalas pelukan Sakura dengan mengelus kepala Sakura lembut.
Sakura melepaskan pelukannya lalu menatap kearah Sasori dan Deidara.Matanya berkaca kaca dan air matanya jatuh,membuat mereka panik.
"Saso-Nii dan Dei-Nii tidak apa apakan?"tanya Sakura matanya menatap khawatir SasoDei.
Sasori dan Deidara tersenyum dan maju memeluk Sakura dari samping.
"Saso-Nii dan Dei-Nii tidak apa apa Saku,Sakura sangat hebat hingga membuat Saso-Nii dan Dei-Nii bisa pulih dengan cepat!"ucap Deidara dengan senyum diwajahnya,Sakura tersenyum senang.
"Saku senang,Saku bakalan ningkatin kekuatan Saku lagi!"ucap Sakura,membuat mereka menganga ditingkatkan kemana lagi begini saja sudah seperti monster bagaimana selanjutnya.
"Saku!"suara dingin Pain membuat Sakura bergidik.
"Hukumanmu ditambah 2 hari lagi!"ucap Pain mutlak.Sakura hanya menunduk dan mengangguk pasrah.
***
Ninja konoha memutuskan pulang,2 hari dalam perjalanan sesampainya mereka dikonoha mereka langsung ke kantor Hokage.
Kakashi selaku ketua team menjelaskan semuanya.Mendengar penjelasan Kakashi,Tsunade sangat marah hingga memukul meja menjadi terbelah dua.Setelah melaporkan semuanya mereka kembali kerumah masing masing.
Ino tampak sangat murung,mengingat bagaimana pandangan dingin Sakura air matanya kembali jatuh tanpa aba aba.
Diruangan Tsunade hanya ada Tsunade dan Shizune,Tsunade terduduk dikursi kebesarannya.Mengingat semua tentang murid kesayangannya.
***
Anggota akatsuki sedang berkumpul diruang rapat.
"Pain-Nii,siapa ninja Konoha itu,kenapa aku merasa familiar dengan mereka,sama seperti pertama kali aku bertemu Sasuke-Kun dan lainnya?"tanya Sakura,mendengar pertanyaan Sakura mereka semua menegang,kecuali Team Taka yang menyeringai penuh kemenangan.
"Mungkin hanya perasaanmu saja!"ucap Pain.Sakura sedikit ragu tapi kemudian mengangguk.Anggota akatsuki minus team taka menghela napas lega.
Saat sedang melakukan rapat tiba tiba saja Sakura berdiri membuat mereka terkejut.
"Ada apa Saku?"tanya Deidara khawatir.
Sakura tidak menjawab melainkan mengenakan topeng beserta jubahnya.Sakura melirik dingin Pain,Pain mengerti apa maksud Sakura.
"Tetap diam Saku,jika tidak hukuman akan semakin bertambah!"ucap Itachi dingin.Sakura mendengus dingin.
"Tapi...!"
"Saku,kau tidak mau kan Nii-chan membentakmu maka dengarkan kami,sudah keberapa kalinya kau selalu membantah perintah Nii-chan,hmm,apa kau benar benar ingin Nii-chan kurung,atau kau ingin Nii-chan menghilang!"ucapan dingin Pain membuat Sakura terdiam.
Sakura kembali duduk membuka topeng miliknya dan menunduk diam.
Pain mengusap wajah nya kasar dia tidak bisa melihat Sakura seperti ini begitupun yang lainnya.Tapi mau bagaimana lagi Sakura sulit untuk di kontrol jika ada yang berhubungan dengan mereka.
Itachi mengangguk mereka pergi diikuti Team Taka,sebenarnya Sasuke enggan meninggalkan Sakura tapi ini perintah Pain,mereka harus setidaknya berpura pura patuh.
Pain beralih kearah Sakura yang masih menunduk.Pain melirik semua anggota akatsuki pertanda memberi waktu untuk mereka berdua.
Mereka menuruti tapi sebelum mereka keluar mereka menyempatkan mengelus atau mencium pucuk kepala Sakura.
Tersisalah Sakura dan Pain,Pain melirik Sakura.
"Saku...!"panggilan lembut itu membuat Sakura mengangkat kepalanya,terlihatlah air mata yang sudah tumpah itu,membuat hati Pain bagai di hujam tibuan jarum.
"Hiks..Nii-chan,Saku minta maaf,Hiks...Saku selalu ngebantah Nii-chan dan yang lainnya,hiks..Saku tahu Saku salah..Hiks...tapi Saku hanya tidak bisa...Hiks.melihat kalian dalam bahaya...Hiks...Saku mohon Nii-chan jangan menghilang...hiks jangan pergi..Hiks ..Nii-chan boleh kok bentak dan Hiks...ngurung Saku,tapi..Hiks..ja..!"Pain dengan cepay menarik Sakura kedalam pelukannya,semenjak adanya Sakura Pain sangat emosional emosi yang selama ini di tunjukkan hanya kepada Konan kini juga ditunjukkan dihadapan Sakura.
Pain yang dulunya hanya ingin memanfaatkan Sakura,kini sangat menyayangi Sakura sebagai adiknya begitupun yang lainnya.Melihat Sakura menangis membuatnya sakit terlebih itu karena dirinya.
"Nii-chan minta maaf,Nii-chan nggak akan pergi,Nii-chan dan yang lain hanya nggak mau kalau Saku kenapa kenapa,Saku nggak perlu khawatir kami semua kuat jadi nggak bakalan dalam bahaya,kami kuat untuk Saku,selama Saku baik baik aja kami bakalan baik baik aja!"ucap Pain lembut,Pain memeluk Sakura erat.
"Tapi..Hiks..Nii-chan dan yang lainnya..hiks..janji..jangan ninggalin Saku..Hiks..Saku mau tetap bersama kalian!"ucap Sakura.
Pain melepas pelukannya menatap Sakura lembut menghapus air mata Sakura.
"Saku mau janji sama Nii-chan?"tanya Pain,Sakura mengangguk.
"Apapun yang terjadi,jika dimasa depan Sakura menemukan sebuah fakta,Saku janji jangan benci Nii-chan dan yang lainnya,Saku jangan ninggalin akatsuki!"ucap Pain menatap Sakura dengan pandangan kasih sayang.Sakura agak bingung tapi dengan segera dia mengangguk.
Pain kembali memeluk Sakura erat,satu persatu anggota akatsuk masuk,begitupun Team Taka dan Itachi yang sudah kembali,sebenarnya anggota akatsuki tidak benar benar pergi mereka ada di depan pintu mereka mendengar semua pembicaraan Sakura hingga janji Sakura,membuat mereka merasa senang dan bahagia,tapi tetap saja mereka merasa takut jika Sakura berubah pikiran.
Dan yang paling takut akan hal itu adalah Konan dan Pain,Konan sedari tadi sudah menangis,entah kenapa imajinasi tentang Sakura yang akan meninggalkan mereka terngiang dikepalanya.
Pain memejamkan matanya semakin mengeratkan pelukannya,hingga tanpa sadar dia meneteskan air matanya,rasa takut kehilangan masih ada di dalam dirinya,dia selalu membayangkan jika Sakura meninggalkan mereka.
Anggota akatsuki lain terutama Konan terkejut dan tercekat melihat Pain yang menangis dalam diam,ini pertama kalinya mereka melihat Pain menangis terlebih Konan saja yang selama ini menjadi sahabatnya tidak pernah melihat Pain menangis,dan sekarang mereka melihat secara langsung seorang Pain berdarah dingin dan kejam menangis dan satu alasannya karena gadis yang tengah di peluknya.
Mereka tidak menyangkal karena mereka juga diam diam bersedih dan menangis jika memikirkan suatu saat Sakura meninggalkan mereka.
Saat itulah Team Taka dapat melihat betapa rapuhnya Akatsuki,mereka tidak menyangka akan melihat kerapuhan dan kesedihan akatsuki yang digolongkan organisasi terkejam tengah sedih dan itu karena Sakura.Mereka tidak tahu harus menanggapi apa tapi mereka akui Sakura memang membawa perubahan besar.Terutama bagi Pain.
"Hiks...Pain-Nii kenapa menangis,Hiks...Saku salah..Hiks...Saku janji nggak bakal ninggalin kalian hiks...Nii-chan jangan nangis hiks...!"ucap Sakura dengan isakannya.Pain hanya diam dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Saku..hiks..jangan pergi..jangan ninggalin Nii-chan..hiks!"ucap Pain,walaupun isakannya terdengar kecil tapi mampu membuat mereka mendengarnya diruangan sunyi itu,lagi lagi mereka terkejut karena Pain sekarang terisak jika tadi diam sekarang dia mengeluarkan isakannya.
Sakura semakin menangis dan memeluk Pain erat.
"Hiks..Saku janji Nii-chan..Hiks..Nii-chan jangan nangis Saku udah janji,Nii-chan,biar Saku aja yang nangis..Hiks Saku nggak mau lihat kalian Nangis!"ucap Sakura isakannya semakin menjadi.
Pain mengangguk mengangkat kepalanya,dan membiarkan tangan halus Sakura mengelap air matanya.Pain pun ikut mengelap air mata Sakura.
Anggota akatsuki lain,buru buru mengelap air mata mereka kecuali Sasori,emang nggak bisa nangis dia,cuma kalau sakit sih sakit hati,ana sedih juga dia juga heran kenapa bisa dia ngerasain itu padahal dia boneka,dan itu hanya karena Sakura.
Mereka memasang senyum lebar,kecuali Itachi dan Sasori yang senyum tipis,mereka tidak mau sampai Sakura sadar mereka baru saja menangis.
"Nah Saku sudah waktunya makan malam,mau bantu Nee-chan masak!"ucap Konan suaranya terdengar serak.
Sakura berbalik menatap mereka,Sakura memicingkan matanya,Sakura tahu mereka baru saja menangis.
"Nee-chan dan yang lain habis nangis yah?"tanya Sakura matanya kembali berkaca kaca.Mereka buru buru menggeleng.
"Nggak kok,kami nggak nangis,iyakan!"ucap Konan menatap anggota lainnya agar mengangguk setuju.Tapi dasar Tobi kekanak kanakkan karena topengnya langsung berlari memeluk Sakura dan merengek layaknya anak kecil.
Sakura sang anak polos pun jadi ikutan menangis.
"Huwaa,Tobi-Nii jangan nangis hiks...!"rengek Sakura.
Mereka tersenyum geli melihat itu,melihat tingkah kekanak kanakkan Sakura.
"Tobi berhentilah menangis atau kau mau membuat Saku sakit karena terus terusan menangis!"tegur Hidan.
__ADS_1
"Ini semua karena topengnya,suruh saja dia melepasnya,dengan begitu sikap menyebalkannya akan hilang!"ucap Deidara.
"Dia tidak akan mau membukanya!"ucap Kisame.
"Dia mau kalau Sakura yang suruh!"bisik Deidara.
Zetsu mendekati Sakura dan berbisik agar Sakura meminta Tobi membuka topengnya.
"Tobi-Nii!"ucap Sakura.
Tobi berdiri kembali menatap Sakura dibalik topengnya.
"Topengnya dibuka aja yah!"ucap Sakura dengan mata puppynya tanpa basa basi lagi Tobi membukanya.Aura kekanak kanakkan tadi diganti dengan aura dingin dan dominan yang kuat,membuat Team Taka terkejut,karena Tobi yang berubah drastis.Tobi mengacuhkan Team Taka toh dia tidak masalah mereka tahu wajah nya yang penting Sakura senang.
"Kan sudah kubilang!"ucap Deidara.
"Karena Saku terus terusan menangis sebaiknya Saku disini saja bersama yang lainnya,biar Karin dan Konan saja yang memasak!"ucap Kakuzu.Konan dan Karin saling menatap tak suka.
"Tapi,Saku..!"
"Tidak usah Saku biar kami saja!"ucapan Serempak Konan dan Karin membuat Sakura cemberut.
Membuat mereka terkekeh geli,Konan dan Karin memberi kecupan di kedua pipi Sakura lalu mereka pergi meninggalkan Sakura yang duduk cemberut disamping Pain.
Pain menarik Sakura agar duduk di pangkuannya Sakura yah fine fine saja,sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Pain.Tapi wajah Sakura masih cemberut padahal dia ingin memasak.
"Saku wajahnya jangan murung begitu,Saku mau buah nggak?"tanya Kisame.Saku masih cemberut tak mau menjawab.
"Yah,Saku nggak mau bicara yaudah,Katananya Nii-chan buang aja,padahal Nii-chan mau ngasih!"ucap Kisame dan pura pura berdiri hendak pergi dengan Katana ditangan kanannya.
Sakura lengsung berdiri,tanpa aba aba lagi dia melesat melompat kearah Kisame,lebih tepatnya dia mendarat dengan mulus dibelakang punggung Kisame,untungnya Hidan ada dibelakang mereka sehingga Hidan menahan punggung Sakura agar tidak terjatuh.Mereka lupa Sakura ceroboh sehingga menjadi bar bar seperti ini.
"Astaga Saku,jangan seperti itu,jika terjatuh bagaimana kau mau tidak ikut misi,sudah dibilangin jangan lompat kek gitu,untung nggak jatuh kalau jatuh mau patah tulangnya!"keluar lah ceramah panjang milik Deidara,membuat Sakura meringis dan menyengir kuda di belakang Kisame.
"Gomen!"ucap Sakura,mereka menggeleng kepala pasrah,Sakura selalu begitu.
"Nii-chan Katananya jangan dibuang,Nii-chan udah janji loh ama Saku,kalau Nii-chan ingkar nanti dihukum loh,dosa Nii-chan!"ucapan Polos Sakura membuat mereka tertawa geli,Sakura terlihat sangat polos dan kekanak kanakkan.
"Iya iya Nii-chan,nggak ingkar!"ucap Kisame,Sakura turun dari belakang Kisame,dan berdiri di depan Kisame.
Kisame memberikan Katana itu pada Sakura.Mata Sakura berbinar,auranya tiba tiba berubah menjadi dingin dirinya melirik kearah Sasori,mereka semua terkejut dengan perubahan Sakura minus Sasori.
Sasoti tahu arti tatapan Sakura,Sasori meluncurkan boneka yang dikendalikannya ditengah tengah ruangan,Sakura melepas katana dari Sarungnya,dan dengan lihainya membelah Boneka yang menyerangnya menjadi dua bagian.
Mereka semua melotot,perasaan mereka Sakura baru akan meminta di ajarkan tapi dilihat dari bagaimana dia menggunakan dia sepertinya sangat mahir.
"Saku,darimana belajar main katana,bukannya Saku baru akan mau Nii-chan ajari!"ucap Kisame,mereka menatap Sakura yang ada ditengah dengan pandangan berbinar menatap katana miliknya.
"Hihi,Saku kan biasa lihat Nii-chan latihan pedang,jadi Saku cuma niruin cara caranya aja!"ucapan Polos Sakura membuat mereka melotot hingga ada yang menganga.
Yang benar saja hanya melihat dia bisa mempraktekan sesempurna itu,memang jenius melebihi guru nya sendiri.
"Saku kami tidak tahu harus bilang apa kau terlalu sempurna!"desah Deidara.Yang lainnya mengangguk dengan masih menganga tak elit.
Sakura hanya menunjukkan cengiran manisnya.
"Harus,jadi adik kesayangan anggota akatsuki harus hebat!"ucap Sakura dengan senyum bangganya.Mendengat itu mereka tersenyum.
"Saku nggak harus hebat.Saku tetap jadi kesayangan kita kok!"ucap Zetsu,mereka mengangguk setuju.Sakura tersenyum cantik dengan mata harunya.
"Ita-Nii,siapa yang baru saja akan menyusup kesini?"tanya Sakura.
"Itu hanya beberapa orang yang ingin meminta bantuan Akatsuki.Besok Kisame dan aku akan melakukan misi!"ucap Itachi.
"Tapi kan nggak ada ninja medis,besok Ita-Nii dan Kisame-Nii harus membawa pil obat,dan pil penambah chakra yang banyak,nanti Saku buatkan!"ucap Sakura.Kisame dan Itachi mengangguk dengan senyum tipis,mereka sangat senang Sakura sangat mempedulikan mereka.
"Nah ayo semua makanan sudah siap!"ucap Konan,mereka mengangguk,mereka berjalan bersama menuju ruang makan yanh entah sejak kapan sudah memiliki bunga Lyli di setiap sudut.
"Uhm..sejak kapan ada bunga kok Saku baru lihat?"tanya Sakura.
"Itu sengaja Nii-chan simpan,supaya Saku bisa lebih nyaman kalau makan!"ucap Zetsu.Sakura tersenyum senang.
"Arigatou Nii-chan!"ucap Sakura.Zetsu mengangguk.
Merekapun memulai makan,dengan hanya suara dentingan sendok yang terdengar.Sasuke selalu menatap Sakura selama makan.
Setelah makan mereka tetap berada di meja makan.Memperhatikan gadis merah muda yanh tengah asyik dengan buah buahan nya.
"Nii-chan!"panggilan Sakura membuat mereka langsung kembali fokus.
"Ada apa Saku?"tanya Pain.
Sakura menggigit bawah,ragu mengatakan permintaan nya,dia tahu kakak kakaknya ini pasti tidak akan menyetujui.
"Ano,Saku..Saku..mau!"entah kenapa Sakura sulit sekali bicara.
"Mau apa Saku?"tanya Hidan.
"Eto..Saku mau lihat Festival lampion di desa Kiri,boleh yah Nii-chan!"ucap Sakura menatap Pain dan yang lainnya dengan mata puppynya.
Seketika itu pandangan mereka berubah datar.Sakura menghela napas sudah di duga.
"Kapan?"tanya Pain.
"Minggu depan!"ucap Sakura.Pain menghela napas kasar,enggan setuju tapi dia tidak mau Sakura akan menangis dan membenci jika hal seperti ini tak diizinkannya.
"Baik kau boleh pergi,tapi dengan syarat,topengmu dipakai,dan harus memakai jubah untuk menutupi kepalamu,dan nanti Itachi,Tobi,serta Team Taka akan menemanimu!"ucap Pain.Sakura langsung mengangkat kepalanya,tersenyum sangat manis dan memeluk leher Pain erat.
"Makasih Nii-chan,Saku sayang Nii-chan!"ucap Sakura dengan kerlingan mata polosnya.Pain mengangguk dan memeluk pinggang ramping Sakura.
"Kalian nanti jangan memakai jubah akatsuki,dan usahakan wajah kalian tidak terlihat!"ucap Pain kepada orang orang yang akan menemani Sakura.Mereka mengangguk mengerti.
"Juugo-Nii!"panggilan Sakura membuat Juugi beralih dan menatap dirinya lembut.
"Itu bekas luka apa?"tanya Sakura polos sembari melihat bekas luka di bagian tangan Juugo.
"Ini bekas luka 2 hari yang lalu!"ucap Juugo.
Sakura beranjak dan mendekati Juugo,dirinya menarik tangan Juugo dan menatap kebekas luka Juugo.
"Karin sudah mencoba menyembuhkan tapi bekasnya tidak menghilang!"ucap Juugo.
Sakura tetap diam mengamati.Lalu tiba tiba tersenyum dingin.Membuat mereka meneguk ludah kasar.
"Pantas saja,orang yang melukai Nii-chan menggunakan Racun Tares,Racun itu bisa dibilang cukup berbahaya,untungnya Karin-Nee bisa membuat darah Nii-chan tetap stabil,tapi jika bekas lukanya tetap ada itu akan buruk,sebab bekas luka dari Racun Tares tidak bisa terkena paparan sinar matahari terlalu lama,jika terlalu lama Racun Tares yang tertempel utuh dibekas lukanya akan kembali!"jelas Sakura.
Mereka menatap takjub Sakura hanya dengan melihat dia bisa tahu jika terkena racun,mereka saja tidak tahu.Memang patut menyandang Iryo-Nin terhebat yang bahkan melampaui sang guru.
"Tapi tenang saja,Saku punya penawar segala racun!"ucap Sakura lalu mengeluarkan sebotol ramuan,dan memberikan kepada Juugo,Juugo dengan patuh meminumnya.
Sembari Juugo meminum ramuan itu,Sakura mengeluarkan chakra medisnya dan mengobati tangan Juugo agar bekas lukanya menghilang.Hanya beberapa detik dan itu sudah selesai.
Mereka lagi lagi takjub,memang gadis monster jenius dengan segala bakatnya.
Juugo tersenyum tulus.
"Arigatou.Saku-chan!"ucap Juugo.Sakura tersenyum.
"Kitakan keluarga,jadi harus saling membantu,Saku nggak mau lihat salah satu keluarga Saku sakit!"ucap Sakura dengan senyum polosnya.Mereka semua menyeringai penuh kepuasan.Karena Sakura sekarang sepenuhnya milik mereka.
Mata Sakura terlihat sayu,dirinya berjalan menuju Itachi dan langsung tanpa aba aba duduk dipangkuan Itachi.Matanya tertutup rapat menandakan dia tertidur.Dampak sikap anak anak memang seperti itu selesai makan akan tertidur,tapi jika mode dingin Sakura keluar habis sudah.
"Kawai!"batin mereka menjerit melihat Sakura yang sangat manis jika sedang tertidur.
"Aku akan mengantarnya terlebih dahulu!"ucap Itachi datar.Mereka mengangguk,Itachi berteleport kekamar Sakura.
__ADS_1
Jangan lupa dukungann😉😉