Destiny Journey (HarunoSakura)

Destiny Journey (HarunoSakura)
DJ16


__ADS_3

At Konoha


Hari hari suram mereka masih berjalan.Terlebih Tsunade yang tidak fokus sama sekali,semenjak Kedua orang tua Sakura meninggal,Sakura menjadi tanggung jawab nya,maka dari itu dia sangat menyayangi Sakura.


"Aku tidak bisa fokus,Sakura kembalilah nak"lirih Tsunade.


Begitupun teman teman Sakura,senyum Ino selalu luntur,mustahil mereka bisa membawa Sakura kembali,terlebih Sakura sangat menjaga dan menyayangi Akatsuki.


"Hiks aku membenci akatsuki,aku benci mereka,hiks..."Ino memecahkan barang barang yang ada dikamarnya,membuat ayahnya kelimpungan.


"Ino tenanglah,jika kamu seperti ini terus,Sakura akan sedih melihatmu"ucap Inoichi menenangkan Ino.


"Hiks..ayah,aku gagal menjadi kakak dan sahabat Sakura,aku tidak bisa menjaganya,hiks..Ayah aku ingin Sakura ayah"Inoichi tak kalah sedih saat tahu semua perihal Sakura,baginya Sakura juga sudah seperti anaknya.Sakura itu kesayangan semua orang,sifat nya yng ceria,suka menolong,dan tidak putus asa.


"Tenang saja,Ayah yakin kalian bisa membawa Sakura kembali"ucap Inoichi.Ino memeluk erat foto miliknya dan Sakura.


"Hiks..Jidat kumohon kembali kepada kami,hiks....apa ini hukuman untukku,karena selalu mengataimu,hiks..aku janji jika kau kembali,aku akan menuruti apa maumu,aku tidak akan lagi melarangmu,dekat dengan Sasuke,tapi kumohon kembalilah"Inoichi tidak sanggup melihat putrinya menderita.


"Sabar ya sayang,Ayah yakin kalian pasti mampu membawa Sakura,kamu tidak boleh seperti ini,Sakura tidak akan suka melihatnya"Ino menatap ayahnya sejenak dan mengangguk,menghapus air matanya.


"Aku janji akan membawa Saku,kembali"ucap Ino,Inoichi tersenyum melihat tekad anaknya.


*******


Sai dan Naruto tengah bersama mereka memutuskan untuk jalan jalan untuk mengalihkan sedikit perhatian mereka tapi tetap saja tidak bisa.Siapa yang bisa mengalihkan perhatianmu dari gadis tercinta mu yang sedang dalam bahaya mungkin?


"Sai!"Panggil Naruto,tangannya menyatu dan diletakkan tepat dibelakang kepalanya.


"Apa kau Mencintai Sakura-Chan?"Sai berhenti melangkah dan terdiam.


"Jika iya"ucap Sai,dan melanjutkan langkahnya.


"Hanya bertanya,sepertinya saingan ku bertambah,kau,Sasuke,Gaara dan mungkin saja anggota akatsuki lain"ucap Naruto dengan helaan napas.


"Tapi aku tidak yakin Sakura-Chan akan memilih kita,kau tahu Sakura-Chan sangat mencintai Sasuke,tapi Sasuke selalu mengacuhkannya"sambungnya.


Sai melirik Naruto.


"Selama Sakura belum menjadi milik siapapun,dia masih bisa memilih diantara kita,terkadang cinta yang bertahan selama apapun,akan mati jika dihadapkan dengan cinta dari seseorang yang lebih tulus"Entah kenapa Naruto merasa tersindir sedikit dengan kata kata Sai,tapi dia nya bodo amat.


"Ya!"hanya kata itu yang dapat di keluarkannya.


********


Sakura?satu nama itu berhasil memporak porandakan semua kekhawatiran teman teman dan orang orang yang mencintainya,termaksud laki laki berambut merah dengan tato di kening nya itu.


Gaara sekarang menyadari apa arti perasaannya,dia mencintai Sakura,gadis musim semi yang selalu menjadi kesayangan siapapun.Dia cemburu dan marah ketika tahu banyak yang menyukai Gadisnya?gadisnya ah,terlalu cepat mengklaim nya tapi Gaara tidak tahu dia benar benar ingin sekali gadis itu berada bersamanya.


Sudah segala cara mereka lakukan untuk dapat membawa Sakura kembali,tapi seolah Sakura memiliki penghalang dan itu adalah akatsuki,akatsuki sangat menjaga dan menyayangi Sakura.


"Sakura?kenapa aku harus menyadari perasaanku ketika kau sedang di dalam hal berbahaya seperti ini.Aku bodoh?memang aku bodoh,seharusnya dari dulu aku menyadarinya dengan begitu mungkin kau akan baik baik saja bersamaku"lirih Gaara seraya menatap lurus kearah hamparan padang pasir.


"Ternyata adik kecil kita sudah besar,ah Sakura memang gadis spesial banyak sekali pemuda yang menyukainya"ucap Temari seraya berbisik kearah Kankuro,mereka mendengar semua ucapan Gaara.


"Kau benar,dan itu menjadi awal perjuangan mereka mendapatkan Sakura"ucap Kankuro.


 


*×*×**


 


Team Taka beserta Sakura telah berada disebuah penginapan,untungnya penginapan mereka ini tidak mau ikut campur dengan yang namanya akatsuki.


Menikmati makan malam,Sakura tak henti hentinya terlihat antusias melihat makanan manis dihadapannya.Di sekeliling mereka orang orang tidak terlalu tertarik melihat karena mereka memillih tempat yang strategis,dan tidak menjadi pusat perhatian,Sakura memang melepas topengnya tapi tidak dengan tudungnya.


Sakura hendak mengambil sebuah dango,tapi keduluan dengan tangan Juugo.


"Juugo-Nii,aku ingin makan dangonya!"kesal Sakura yang malah terlihat sangat lucu dan imut.


"Tidak boleh Saku,kamu ingat kan dengan aturan yang dibuat"ucap Karin seraya mengelus kepala Sakura yang terlapisi tudung.


Suigetsu dan Sasuke menyodorkan Sakura nasi beserta lauk pauk lainnya.


"Ta.."


"Makan Saku!"ucapan Serempak mereka membuat Sakura bungkam,dan makan.


Sasuke menyumpit sebuah cumi dan menyodorkan kearah Sakura.Sakura menatap cumi didepannya secara bergantian dengan Sasuke yang disamping kanannya.


Sakura memakan cumi itu,sontak matanya berbinar lucu.


"Enak!"ucap Sakura,Sasuke tersenyum tipis dan mengelus kepala Sakura.Sakura beralih menyumpit udang dan menyodorkan kearah Sasuke,Sasuke dengan senang hati memakannya.


Juugo,Karin,dan Suigetsu tersenyum melihat kedua orang dihadapan mereka,akhirnya Sasuke dapat bersama dengan Sakura-Chan,pikir mereka.


"Setelah makan kita akan berangkat,dan Saku sesuai rencana kamu hanya akan membantu untuk membunuh mereka menggunakan racun,jika terjadi pertarungan jangan turun tangan kecuali dalam keadaan mendesak,mengerti"ucap Karin pada Sakura,Sakura menatap Nee-Chan nya itu seraya memakan Cherry.


"Mengerti Nee-Chan!"angguk patuh Sakura.Karin tersenyum.


*****


Saat ini mereka berada di sebuah perumahan elit,menurut tugas yang diajukan mereka harus bisa membantai keluarga keturunan kaya raya,tapi putranya harus dibawa ke suatu tempat.


Mereka sudah menyusup masuk kedalam rumah,syukurnya rumah ini,sedikit jauh dari keramaian.Karin mengambil racun yang sudah disediakan Sasori maupun Sakura,dirinya melempar kepada para penjaga,setelah berhasil membuat mereka pingsan mereka membantai habis semua orang disana tanpa tersisa,Sakura hanya diam tak melakukan apapun sesekali akan membuangkan mereka racun yang diam diam mendekatinya.


Mereka melakukan misi dengan cepat,mereka akan mengantarkan mayat putra keluarga itu,dan setelah semuanya mereka akan kembali.

__ADS_1


**×***×**


Hening,itu yang menggambarkan keadaan sekarang,baik Sakura maupun yang lain tidak ada yang membuka pembicaraan apapun.


Mereka akan kembali setelah menyelesaikan misi.


Langkah kaki mereka berhenti serentak kala seorang Ninja lain menghalangi jalan mereka,dan Team Taka jelas mengenal mereka?mereka adalah Ninja Shinobi desa konoha bersama Gaara,Sakura bingung melihat mereka.


"Sakura-Chan!"Sakura menatap Naruto bingung darimana dia tahu jika itu dirinya.


Yah yang menghalangi mereka adalah Gaara,Sai,Naruto,Kakashi dan Yamato.Mereka ditugaskan untuk kembali mencoba membawa Sakura,Gaara tentu saja selalu ikut,team rockie lainnya memiliki misi masing masing maka dari itu hanya mereka saja yang pergi.


"Kau siapa?"tanya Sakura,Naruto merasa jengkel melihat gadis yang dicintainya melupakannya begitu saja.Tapi dia tidak boleh bertindak gegabah.


"Saku,dengarkan kata Nee-Chan,kamu pergi duluan bersama Suigetsu-Nii,jangan lepaskan tangan Sui-Nii,mengerti sayang?"ucap Karin lembut seraya mengusap kepala Sakura,Sakura bingung.


"Tapi kenapa Nee-Chan,bukankah kita harus pulang bersama"ucap Sakura,Karin memandangi Sasuke.


Sasuke melangkah mendekati Sakura memeluk sebentar dan menciumi dahinya,membuat Gaara,Sai dan Naruto panas sendiri gara gara cemburu.


"Dengarkan apa kata Karin,jangan kembali kemari,kami hanya sebentar dan akan menyusul kalian,jangan membantah atau Pain akan menghukummu"ucap Sasuke lembut,Sakura menatap Sasuke lama lalu mengangguk.


"Suigetsu pastikan dia tidak terluka,dan jangan melepaskannya barang sedetik,kau mengerti"ucap Karin menatap Suigetsu.


"Tenang saja aku akan menjaga Imoutou kita dengan baik"ucap Suigetsu,dirinya menggenggam tangan Sakura dan beranjak meninggalkan Ketiga rekan lainnya bersama Shinobi Konoha lainnya.


"Yamato kejar mereka!"ucap Kakashi,tapi tak mudah dengan cepat mereka bisa menghalau Yamato.Terjadi pertarungan antara mereka.


************


Yang tidak mereka ketahui adalah Kakashi bersama lainnya telah membuat rencana,seperti sekarang Sakura dan Suigetsu telah dikepung oleh Team Rockie,bahkan Tsunade pun ikut turun tangan.


"Sakura!"rasa rindu membuncah merayapi hati Tsunade melihat murid kesayangannya.


"Bagaimana ini,bagaimana bisa kami tidak sadar,astaga mereka menyembunyikan chakra mereka pantas saja"batin Suigetsu.


Suigetsu makin menggenggam tangan Sakura,membuat Sakura menatap heran Nii-Channya yang nampak cemas.


"Saku,dengarkan Nii-Chan,sebisa mungkin jangan ikut bertarung,jika ada yang mendekatimu kamu boleh melukai mereka,sekarang kamu duluan,Nii-Chan akan mengurus sisanya"Ucap Suigetsu,Sakura menggeleng tanda tidak setuju yang benar saja bagaimana bisa Nii-Channya melawan orang begitu banyak.


"Tidak,Saku akan ikut membantu Nii-Chan!"kekeh Sakura,Suigetsu menggeleng.


"Tidak bisa Saku,kamu masih ingat apa yang di ucapkan Pain-Nii"Sakura menggeleng matanya sudh berkaca kaca.


"Tidak mau Nii-Chan,hiks..Saku tidak mau meninggalkan Nii-Chan sendiri,pokoknya Saku ikut"Suigetsu pasrah.


"Baik,tapi jika kamu sudah kelelahan katakan saja"Sakura mengangguk.


"Minggir apa yang kalian inginkan hah!"teriak Suigetsu..


"Tch!"tanpa aba aba Sakura dan Suigetsu menyerang,cukup sulit menyerang Sakura,Sakura sama kuatnya dengan Tsunade.


"Sakura,kembalilah nak!"lirih Tsunade,Sakura tak bergeming masih menyerang Tsunade maupun lainnya,dirinya mengeluarkan jurus Mokutonnya membuat mereka terkejut bukan main,astaga Sakura dia kelewat jenius.


Mokutonnya berhasil menahan Hinata,Chouji,Lee,dan Tenten.Saat hendak menyerang lagi,Tsunade memeluknya dari belakang.Membuatnya berhenti.


"Kembalilah Nak,Ibu merindukanmu"sakit kepala tiba tiba menyerang Sakura.


"ARGHHHH..."teriakan Sakura menggema dihutan,membuat lokasi Sasuke dengan mereka tidak jauh mendengarnya.Entah kenapa perasaan mereka tidak enak.


Sakura pingsan untungnya Tsunade dengan cepat menangkapnya.Suigetsu tumbang,dan menatap Sakura.


Sasuke,Karin,dan Juugo pun telah tumbang,bayangkan saja lawan mereka terlebih ada Gaara,entah kenapa mereka tambah kuat.


*****************


Keadaan Markas akatsuki begitu kacau,Zetsu yang ditugaskan saat itu mengawasi Sakura tiba tiba memiliki urusan lain atas perintah Pain,dan saat dirinya kembali lagi ternyata keadaan kacau balau,Sakura berhasil dibawa pergi oleh shinobi Konoha.Sasuke,Karin,Suigetsu,dan Juugo dalam keadaan tidak baik.Lupakan dulu itu,yang harus dipentingkan sekarang adalah Pain seperti orang kesetanan menyerang siapapun yang berani mendekati dirinya,bahkan Konan pun begitu.


"Saku,hiks..Saku...Seharusnya Nii-Chan tidak membiarkan mu ikut misi,jika seperti ini jadinya"lirih Pain menatap foto Sakura.Konan menangis tanpa henti begitupun Karin,tak beda jauh dengan anggota lainnya.


"Konoha!"Pain menatap dingin kearah depan.


Pain mengumpulkan semua anggota akatsuki,dan mengadakan rapat.


"Janji kita dengan Sakura dibatalkan,aku mau Konoha hancur,besok kita akan mulai,dan Karin kau ninja tipe sensor lacak keberadaan Sakura!"ucap Pain mereka semua mengangguk,mereka akan membawa kembali Musim Semi mereka.Pain kembali memeluk foto Sakura.


"Tunggu kami Saku!"batin mereka.


*************


Sakura mengerjapkan matanya beberapa kali dan meneliti ruangan,ini bukan kamarnya.Dirinya kembali melihat kesana kemari,dan baru sadar jika ada orang di dalam kamar yang ditempatinya.


"Kau sudah sadar Sakura!"ucap Sai.Didalam ruangan itu ada Sai,Gaara,dan Neji.Yang lainnya sedang berada di kantor Hokage.


"Aku dimana,dan dimana Sui-Nii!"tanya Sakura dingin,topengnya terlepas begitupun jubahnya.


"Kau dirumah mu Sakura,dan tidak perlu mencari makhluk air itu!"kesal Gaara.


"Tidak kalian orang jahat,sudah menyakiti Nii-Chan ku!"desis Sakura,menatap tajam mereka.


"Mereka yang jahat Sakura,mereka menculikmu dari kami"ucap Neji.


Sakura menggeleng.


"Mereka keluargaku,dan aku tidak mengenal siapa kalian,aku mau pulang"ucap Sakura,saat akan beranjak baru dia sadari tangan nya serta kakinya terikat.


"Hiks..lepas,aku mau pulang!"teriak Sakura,Gaara maju mendekati Sakura lalu memeluknya erat.

__ADS_1


"Kau sudah pulang!"Sakura berusaha mendorong Gaara.


"TIDAK INI BUKAN RUMAHKU,AKU MAU PULANG,AKU MAU PULANG KE AKATSUKI,AKU MAU PAIN-NII,hiks...aku mau pulang,pulang,hiks..Pain-Nii,hiks..


Nii-Chan hiks..Saku mau Nii-Chan!"teriak Sakura diakhiri ucapan lirih dan tangisan,pintu terbuka secara kasar,terlihatlah Naruto bersama lainnya ada juga Tsunade.


Sakura memandang benci mereka,dan mendorong Gaara menjauh menggunakan bahunya.


"Hiks menjauh,kalian orang jahat,hiks...kalian orang jahat!"Ino sedih melihat sahabatnya seperti itu.


"Hey,Saki,apa Ino juga jahat,masih ingat beberapa minggu yang lalu,Saku kan main sama Ino,Chouji dan juga Shika-Nii,kami tidak jahat,kami hanya sedang bermain,dan Sui-Nii sedang dirawat ditempat lain,jangan menangis yah!"bujuk Ino,dirinya berjongkok didepan Sakura,memperbaiki rambut Sakura.


"Hiks..bohong,Ino bohong,hiks..Saku mau Pain-Nii!"sikap kekanakkan kanakkan Sakura kembali.


"Sementara Saku disini dulu,kata Pain-Nii,dia ada urusan bersama yang lain,dan mungkin akan sedikit lama,jadi Saku sama kami dulu,mau ya!"ucap Ino.


Sakura menggeleng.


"Hiks..Pain-Nii bersama lainnya kemana,kenapa mereka tidak mengajak Saku apa mereka tidak menyayangi Saku lagi?"entah kenapa mereka ingin sekali menghasut Sakura,tapi takut juga,jadi mereka diam,membuat Sakura membuat spekulasi sendiri,dia yakin Nii-Chan nya pasti masih menyayanginya,terbukti dengan perasaan nya yang sangat cemas dan sedih itu pasti karena Aniki serta Nee-Channya sedang sedih.


"Hiks..Saku mau Pain-Nii,hiks...pulang Saku mau pulang!"Ino terlanjur kesal,dia sangat merindukan sahabatnya tidak mungkin dia membiarkan sahabatnya pergi lagi.


"SAKU,AKU BILANG INI RUMAHMU,BUKAN MEREKA KAMI KELUARGAMU BUKAN MEREKA"semua orang terlonjak kaget melihat Ino membentak Sakura,terlebih ini pertama kalinya Ino membentak Sakura.


Entah kenapa Sakura merasa sakit hati mendengar bentakan Ino.


"Ino!"tegur Chouji dan mendekati Sakura dan Ino.Ino tersadar telah lepas kendali dan menatap Sakura yang menatap kosong kearahnya,hendak memeluk tapi tangan nya di tepis.


"Hiks..Ino jahat,Hiks..Ino bentak Saku,Saku ..hiks..tidak suka...hiks..dibentak..hiks..Ino jahat..."Naruto mendekat dan mengelus kepala Sakura.


"Sakura-Chan,Ino tidak sengaja dia sedang emosi saja,dia tidak jahat dia baik kok,jangan menangis lagi yah.Jika Saku berhenti menangis,aku akan menemani Saku jalan jalan keliling desa bagaimana!"Sakura masih sesenggukan menatap Naruto bergantian dengan yang lainnya,membuat mereka semua melihat Sakura merasa gemes dengan ekspresi lucu Sakura ditambah hidung nya yang memerah.


"Hiks...benarkan?Nii-San tidak bohongkan?"mereka cengo mendengar Sakura memanggil Sakura Nii-San sedang yang dipanggil tersenyum sendiri.


"Nii-San,tidak bohong!"Seperti mendapat permen,wajah Sakura kembali cerah,dirinya menghapus air matanya melirik Ino yang nampak menatapnya meminta maaf.


"Maafin Ino yah,Saku?"mohon Ino,Sakura menatap Ino kemudian mengangguk.


"Tapi Ino,janji jangan bentak Saku lagi,terus Saku mau Ino bawain Saku buah Cherry,Saku suka Cherry,Strawberry,


apalagi kalau yang dipetik Tobi-Nii,buahnya manis,janji ya!"ucap Sakura bak anak kecil seraya menyodorkan kelilingkingnya,mereka semua tersenyum melihat Sakura.


Kakashi ikut mendekat,dia sangat merindukan murid kesayangannya itu.


"Hai,Sakura!"Sakura menatap Kakashi.


"Kakashi-Sensei!"mereka semua terkejut bagaimana bisa Sakura mengingat nama Kakashi.


"Bagaimana Saku tahu?"tanya Hinata.


"Uhmm..entah,Saku tiba tiba tahu,terus yang Saku ingat Kakashi Sensei dijuluki ninja penirukan,Saku mau nanya sama Kakashi Sensei,Kakashi Sensei bisa Ninjutsu apa aja?"Tanya Sakura antusias,Kakashi tersenyum dibalik maskernya.


"Sensei bisa semua,kecuali Mokuton,biar Sensei tebak,Saku bisa semua Ninjutsu kan kecuali Mokuton!"Ucap Kakashi.


"Kakashi kau salah,dia juga bisa Mokuton,saat kami melakukan penyerangan,dia menggunakan Mokuton menahan Lee,Hinata,Chouji dan Tenten"mendengar ucapan Tsunade membuat Yamato,Sai,Kakashi,Naruto dan Gaara terkejut terlebih Yamato.


"Eh,darimana Kakashi sensei tahu,setahu Saku,Saku hanya memberitahu keluarga Akatsuki"ucap Sakura menatao polos Kakashi membuat Kakashi gemes sendiri.


"Biar itu jadi rahasia Sensei,dan Sensei tahu Byakugoumu telah bangkit dan kamu bisa menggunakan Genjutsu"Sakura semakin terkejut,bahkan yang lainnya juga,tidak mereka sangka Sakura sejenius itu.


"Pita merah,topeng,dan jubah Saku,mana?"tanya Sakura,mencari pitanya.


Sai memberikan barang Sakura,Sakura mengenakan pitanya membuat dahinya yang tertutup terlihat beserta Byakugounya,Tsunade maju dan meraba dahi Sakura,Sakura juga menatap bagian dahi Tsunade.


"Tsunade-Sama juga punya!"ucap Sakura seraya menyentuh Byakugou Tsunade.


"Ibu!"Sakura menatap bingung Tsunade.


"Kau bisa memanggilku Ibu!"Sakura menatap terkejut serta berbinar.


"Benarkah!"ucap Sakura,Tsunade mengangguk,sontak saja Sakura memeluk Tsunade.


"Hehe Ibu!"Tsunade tersenyun,Sakura melepas pelukannya dan mengenakan topengnya sontak saja aura diruangan berubah dingin mereka menatap Sakura yang menatap datar mereka.


"Saku mau kemana?"tanya Hinata sedikit menahan kegugupannya.


"Jalan jalan,kan Naruto-Nii bilang tadi gitu!"oh yah Sakura itu udah kenal ama mereka semua anggap aja udah kenaln semua tadi.


"Kenapa pake topeng,tidak usah dilepas saja ini kan juga desamu"ucap Tenten.Sakura menggeleng.


"Kata Pain-Nii,Saku tidak boleh melepas topeng sama tudung jubah Saku,katanya nanti ada yang jahatin Saku"Tak mereka sangka Akatsuki begitu menjaga Sakura agar tidak ketahuan jika dia anggota akatsuki bertopeng.


"Saki,ini desamu tidak akan ada yang menjahatimu"Ucap Kiba,diangguki semua.Sakura berpikir sejenak dan melepaskan topengnya.


"Ayo katanya mau jalan jalan"Sakura menarik tangan Naruto hendak pergi tapi malah ditahan sama Ino.


"Sebentar,Saki belum makan kan?"tanya Ino,Sakura berpikir sejenak,kemudian menggeleng.


"Kalau gitu kita keramen Ichiraku saja!"ucap Chouji,mendengar kata Ramen membuat Sakura ingin sekali makan Ramen.Begitupun Naruto mereka secara serempak menyahuti ucapan Chouji.


"Ayo keramen Ichiraku,pesan porsi Jumbo,Kakashi sensei yang bayar"mereka semua menganga dan menggeleng geleng kepala melihat betapa kompak Naruto dan Sakura jika itu menyangkut urusan makan.


Kakashi harus mengikhlaskan uangnya demi murid tersayangnya.


Voment...


Voment.....

__ADS_1


__ADS_2