Detik Cinta

Detik Cinta
episode 1


__ADS_3

...ketika mengenal cinta...


...----------------...


Prolog


cinta itu sebenarnya tidak hanya tentang rasa suka, tapi cinta juga tentang rasa nyaman dan rasa kagum. ini adalah kisah cintaku yang berawal dari balik jendela.


aku ayu kumala sari teman-temanku sering memanggilku ayu, aku adalah murid kelas satu sma di salah satu sekolah terbaik di kabupaten ku.


...dan ini adalah kisah cinta ku...


......................


Ceritaku dimulai dari......


Hari itu adalah hari senin, dimana aku sangat semangat datang kesekolah, pagi itu aku sampai paling awal di antara teman-temanku. Dan aku duduk di kelas X IPA 4, Di kelas aku menjabat sebagai sekretaris 2, hehe cuman sekretaris 2 tapi pekerjaan ku sangat banyak, setiap hari aku harus mengabsen sendiri nyatat keperluan kelas sendiri semua pekerjaan sekretaris aku kerjakan sendiri, temanku wati sekretaris 1 nya, tapi dia gak pernah ngerjain tugas apapun dia cuman menang di jabatan saja. dan dia paling bisa nyari mukak di hadapan orang lain. Itu sebabnya aku gak pernah akur sama wati. Sedangkan Sahabatku Diah adalah ketua kelasnya, tapi diah gak pernah belain aku dihadapan wati. Itu karena wati pintar banget nyari alasan, emang sih wati itu cantik tapi sifat dan sikapnya itu lebih jelek dari apapun. namun aku masih sabar kok ngadepin wati.


Pagi itu saat aku mengabsen, terdengar teriak heboh teman-temanku mengatakan bahwa ada murid baru seangkatan kita dan dia laki-laki. karena aku juga penasaran kenapa sampai seeboh itu, jadi aku tanya sahabat aku tami.


" eh.. tam itu pada kenapa sih kok rame banget?"


" eh.. iya ni yu ada murid baru yang seangkatan kita! "


" oh.. iya tapi kok sampai seeboh itu"


"iya yu gimana gak heboh murid baru itu kan cowok, trus dia juga ganteng, heheh"


" ohh.. cowok, pantesan semua cewek heboh gitu. hmm ngomong-ngomong kok kamu tau dia ganteng? " (ujarku sambil menggoda sahabatku itu)


" iya.. lah aku kan sempat ketemu dia tadi di parkiran, kamu tau gak dia itu udah tinggi, putih, hidungnya mancung, kul, manis lagi, dan dia ada tahi lalatnya lo di dekat hidung kayak kamu itu"( ujar tami memuji laki-laki itu sambil menghitung jarinya)


" oh... iya seganteng itu.! dan ada tahi lalat yang sama dengan aku"(ujarku yang agak kaget)"


aku memang penasaran dengan dia tapi aku aku gak suka sampai seeboh itu, apalagi cuman murid baru. Lalu aku sambung pertanyaan ku dengan tami.


"trus dia dapat kelas dimana tam! "


"ohh kalau itu si katanya dia dapat kelas sebelah, anak mipa 3" (ujar tami agak kesal)


"masak sih, biasanya kalau murid baru di tempatin di kelas kita kok jadi di kelas sebelah ya" (ujarku sambil menatap tami)


"itu dia yang bikin aku kesal, padahal aku kan mau kenalan sama dia! "


"tapi itu kan sudah keputusan waka jadi kita gak bisa berbuat apa dong selain menerima aja"


(ujarku sambil lanjutin ngabsennya)


lalu terdengar suara riuh lagi dari depan kelas sebelah dan tami pun lari karena ikut-ikutan nyari murid baru itu. tapi aku gak suka gitu-gituan, jadi aku dikelas saja.


Aku dengar dari Diah sahabatku yang duduk satu bangku dengan aku kalau murid baru itu namanya " sandy" terlintas dipikiranku;

__ADS_1


"namanya bagus juga ya" ehh.. aku mikir apa sih"


Tak lama kemuadian gurunya datang jadi pembicaraan ku sudah terpotong disana. Waktu pun berlalu tiba-tiba bel istirahat sudah berbunyi


kring... kring... kring...


semua murid sudah bersiap-siap untuk merapikan bukunya dan langsung keluar kelas. anehnya seharian itu aku belum melihat murid baru itu, jujur aku sebenarnya penasaran. Tapi dia gak muncul-muncul, pas pulang sekolah pun diparkiran aku gak nemuin dia tuh..


Tapi besoknya gak sengaja pas jam istirahat aku ketemu dia dari balik jendela kelasnya. Dia tersenyum denganku, aku membalasnya dengan senyuman juga, terlintas dipikirkan ku" ohh... jadi ini murid baru itu, iya.. ya ternyata dia emang ganteng trus emang ada tahi lalatnya sama kayak aku, dan dia juga kelihatan polos dan lugu, beda sama cowok-cowok disini" tapi aku melihat dia cuman sebentar karena aku keburu terkejut sama satya yang tiba-tiba ada di samping aku.


" eh elo,... ngapain lo disini? "


"seharusnya gue yang nanya lo ngapain ngeliatin murid baru sampai segitunya"(ujar satya sambil menggoda ku)


satya itu suka banget menggoda aku dan bikin aku biar ngejar dia, hehe orang sering bilang kalau satya suka sama aku tapi menurut aku satya itu ngeselin mana mungkin suka sama aku.


"apaan sih lo gue cuman penasaran yang mana sih murid baru itu, emang salah ya"


"gak...tapi lo aneh tau"(ujar satya)


(akhirnya seperti biasa ada percekcokan kecil antara aku dan satya) tapi itu cuman sebentar karena bel masuk kelas sudah berbunyi. saat aku sampai dikelas ternyata ngeliat alit cowok yang suka ngegodain Diah lagi duduk dibangku aku dan berusaha bikin Diah mau sama dia tapi diah sudah punya pacar, itu membuat aku tambah kesal Karena alit selalu bikin kerusuhan di bangku aku, saat aku ngusir si alit ternyata pak bagus sudah ada di depan kelas hehe itu membuat siswa semua pada diam. Wajar sih pak bagus itu orangnya tegas banget kalau dia lagi mengajar ada yang ribut langsung deh disuruh pus-up di depan kelas. makanya semua takut kalau ada pak bagus.


Besoknya saat aku gak sengaja lewat di kelas Mipa 3 ternyata alit itu adalah temanya sandy dan mereka banyak banget punya teman, aku kira sandy itu belum punya teman disani, tapi malahan banyakan temannya dia ketimbang aku. saat jam istirahat sandy, alit dan teman-temannya itu ngobrol di depan pintu kelas aku, saat aku keluar sendiri tiba-tiba alit manggil aku


" ayu...! "


lalu aku menengok


"iya... kenapa? "(ujarku dengan nada rendah)


"bantuin apa?"


"ngedeketin si Diah"(ujar alit sambil menengok ke arah diah)


"gak ahh.. aku gak bisa, kamu tau sendiri kan kalau diah itu sudah punya pacar, jadi aku gak mau buat diah sedih"


" ahh... kamu aku kira mau bantuin aku, ya udah deh kalau gak mau"(ujar alit agak kesal dengan ucapan ku)


akupun langsung pergi dari saat itu mencari diah dan yang lainnya. tapi saat aku datang lagi aku lihat wati sudah ada disana dan mengobrol dengan sandy. Aku sebenarnya terkejut tapi menurut ku itu sudah biasa buat wati untuk dekat dengan cowok manapun, secara wati itu kan paling bisa nyari sesasi. Aku yang melihat itu langsung masuk ke kelas. Padahal bel masuk kelas sudah berbunyi tapi mereka masih saja sibuk dengan obrolannya.


Besoknya saat jam istirahat hal serupa juga terjadi mereka mengobrol begitu asiknya di depan kelasku, aku bingung kenapa harus di depan kelasku.


Tapi wajarlah ketua kelasnya Mipa 3 kan galak banget gak mungkin ngizinin bergerombol gitu didepan kelas lagi. Dan wati juga ada disana lagi, tapi entah kenapa saat aku balik dari kantin disana sudah sepi dan cuma ada sandy disana. Sundy sepertinya lagi binggung nyari teman-temannya. Dan saat aku lewat tiba-tiba sandy manggil aku


" ayu...! "


lalu aku nengok, tapi aku juga bingung kenapa dia tau nama aku padahal kita belum sempat kenalan. Tapi aku menjawabnya " iya.. ada apa ya?"


"kamu ayu kan? " (tanya dia sambil menatapku)


" iya... kamu kok tau namaku? "(tanya ku sambil tersenyum)

__ADS_1


" iya... alit yang bilang, ohh iya aku sandy" (ujarnya sambil mengacungkan tangannya kepada ku)


"ohh. alit yang bilang, aku ayu kamu sudah tau kan"(ujarku sambil menerima salaman tanggannya)


"senang bisa kenal kamu" (ujar sandy sambil tersenyum)


"iya, aku juga. kamu murid baru itu kan?"


"iya, dan kamu pasti kelas Mipa 4 ya" (ujarnya sambil tertawa kecil, senyuman dia itu sangat manis)


" iya aku anak mipa 4,ohh iya kamu pindahan sekolah mana?"


"aku pindahan dari sekolah sma 4 singraja"


"ohh... kalau boleh tau kok kamu bisa pindah kesini? "


" iya aku ikut ayahku,"


"ayahmu...? memangnya kenapa ayahmu bisa pindah kesini? "(ujarku dengan penasaran)


"bukan ayahku yang pindah tapi ibuku, ibuku adalah guru, dan ibu bertugas di singaraja. awalnya aku tinggal bersama ibu di singaraja tapi aku tidak suka dengan sekolah disana makanya aku lebih milih tinggal disini sama ayah"(ujarnya kesan sedang curhat denganku)


"ohh.. pantesan jadi kamu sekangang tinggal hanya dengan ayah saja"


"tidak aku juga bersama kakak ku disini"


obrolan itu membuatku bahagia ternyata dia mau cerita dengan ku. tapi tiba-tiba bel masuk kelas sudah berbunyi jadi percakapan aku dengan dia terpotong sampai disana.


Besoknya adalah hari jumat, pagi itu suasana memanas aku dan suci bertengkar karena aku terlambat piket, suci memang biasa seperti itu saat giliran piket dia pasti marah-marah. Dan saat itu aku lagi sibuk menyatat keperluan bulanan kelas karena sudah ditunggu di ruang guru oleh ibu wini. Aku lupa saat itu aku harus piket, dan saat aku sampai di depan kelas suci langsung marah denganku,akupun mencoba menjelaskan tapi suci tidak mau mendengarkan aku, itu membuatku kesal. Lalu aku bilang dengan suci


" Aku kan sekretaris aku sudah punya tugas sendiri tapi masak aku harus piket lagi dan wati tidak ngapa-ngapain jadi sekretaris, dia tidak dituntut piket karena namanya ada di sturktur jurnal, itu gak adil" (ujarku dengan nada tinggi)


"itu bukan alasan yu... bilang saja kalau kamu memang malas, trus kalau urusan wati kan bukan urusan aku"(ujar suci sambil melempar sapunya)


Lalu tiba-tiba wati datang dan membuat alasan baru, mereka malah mengeroyok aku dan menyalahkan aku, padahal jelas-jelas aku sedang sibuk tapi wati tidak perduli sama sekali dengan tugasnya menjadi sekretaris dan melimpahkan semua tugas dan kesalahan dengan aku. aku semakin memanas dan aku bertanya dengan wati


" wat... kamu tau diri gak sih kamu itu jadi sekretaris satu tapi kamu gak pernah mau mencatat, seolah kamu tidak perduli dengan tugas kamu, aku udah sabar ya... dan sekarang kamu juga marahin aku Karena aku belum piket! trus kamu ngapain aja? kamu juga gak mau piket "


Lalu Diah datang dan mencoba melerai masalah ini


"ada apa ini kok pagi-pagi sudah bertengkar "


" ini diah si ayu gak mau piket karena jadi sekretaris, kan yang namanya di struktur jurnal si wati jadi si ayu harus tetap piket dong"(ujar suci dengan marah)


"ayu benar kata suci.. kamu memang harus piket karena nama kamu gak ada di struktur jurnal" (kata Diah yang membela suci)


aku sudah menjelaskan semuanya dengan Diah "kalau aku bukannya tidak mau piket tapi aku masih sibuk tadi, untuk mengurus catatan keperluan kelas bulan ini tapi suci langsung marah-marah ke aku. Dan apa salah jika aku tidak piket karena sudah menggantikan wati sebagai sekretaris dan mengerjakan semua tugasnya, dan aku minta wati untuk menggantikan aku piket setiap hari jumat?"


Tapi Diah masih ada di pihak mereka dan aku mencoba untuk menerima keputusan diah dengan lapang dada.


Aku lantas piket dan tiba-tiba ada suara riuh lagi terdengar dari kelas Mipa 3 aku gak sengaja mendengar kalau Sundy dan wati sudah resmi berpacaran. Entah kenapa aku kesal tapi aku juga bingung aku kesal kenapa?. Dan terlintas dipikirkanku "kok secepat itu ya wati bisa pacaran sama sandy"

__ADS_1


"ehh tapi wati kan emang pintar banget buat orang suka sama dia, buktinya tadi saja Diah lebih belain dia ketimbang aku sahabatnya " tapi tak lama kemuadian bel masuk kelas sudab berbunyi.... sebenarnya ada yang berbeda dengan hati aku saat mendengar berita itu...


baca lagi ya eposode selanjutnya.....


__ADS_2