
Aku masih diam saat sandy terus menatap ku, aku belum menjawab apapun tentang ucapan sandy tadi yang mengatakan kalau dia mencintaiku.
"Apa kamu mencintaiku? "(tanya sandy sambil mendekati ku)
"magsud kamu apa san? "(tanyaku balik)
jujur aku masih ragu ingin menjawab apa?
Sandy tertawa dengan pertanyaan ku
"aku mencintaimu yu "(ujar sandy menegaskan lagi, sambil duduk di samping ku)
"hmm... apa kamu mencintai ku karena aku sahabat kesayangan mu? "(tanyaku ragu)
"iya... ehh tidak... "(ujar sandy plinplan)
"lalu? "
"aku mencintaimu bukan hanya karena sahabat tapi lebih dari itu"
Aku mulai mengerti dengan ucapan sandy, ternyata sandy memiliki rasa yang sama dengan rasa yang aku rasa selama ini
aku mulai tersenyum lagi..
"aku juga mencintai mu sandy"(ujarku menatap sandy dalam)
Aku dan sandy terbawa dalam suasana hati saat itu,
banyak orang yang menyaksikan kisahku dengan sandy, di perpustakaan itu.
setelah beberapa saat aku tertawa dan sandy pun ikut tertawa.
kami lantas di soraki oleh beberapa orang yang mendengar pembicaraanku dengan sandy.
cieee... ciee...
(sorak beberapa anak disana)
aku merasa malu....
setelah beberapa saat aku dan sandy lantas keluar dari perpustakaan itu, dan kami duduk di taman...
Aku tidak tau ternyata sandy sudah menganggap ku pacarnya karena aku bilang aku juga mencintainya...
"silahkan duduk pacar "(ujar sandy dengan manis)
"hah pacar? "(tanyaku)
"ia kamu bilang kan kamu mencintai ku tadi"(ujar sandy dengan gombal )
" aku cuma bilang aku mencintaimu bukan! Tapi aku tidak bilang bisa menjadi pacarmu, karena kamu kan pacarnya resti"(jawabku kepada sandy )
Sejujurnya aku pura-pura belum tau kalau sandy sudah putus dengan resti. Sandy tidak pernah cerita apapun denganku soal dia sudah putus dengan resti.
Aku tau itu dari alit dan pratiwi sepupunya sandy, tapi sandy belum cerita itu denganku.
"hmmm... (sandy tertawa kecil) resti dan aku sudah putus"(ujarnya agak semangat)
"kapan? "(tanya ku bawak)
Sejujurnya aku ingin tau apa sandy akan cerita atau tidak...
"udah lama kok, sebelum aku memberanikan diri untuk jemput kamu kerumah pagi itu"(jawaban sandy membuatku semakin bahagia)
"ohh. pantas saja "(tawabku sambil melihat sandy)
sandy langsung menatapku dengan dalam ....
"yu aku mau bilang sama kamu "(ujar sandy agak serius)
"bilang apa?"(tanyaku penasaran)
__ADS_1
Tapi bel keburu berbunyi jadi sandy tidak jadi mau ngomong apa?
aku dan sandy jadinya kekelas waktu itu...
sebenarnya aku tidak menyangka ternyata selama ini sandy bersikap baik dengan ku karena dia mencintaiku tidak hanya sebagai sahabat.
Saat itu aku dan sandy berjalan beriringan ke kelas dengan wajah yang semringah.
setelah sampai di kelas kita langsung belajar...
beberapa saat kemudian bel pulang sudah berbunyi ....
tring.. tring.. tring..
tidak heran semua siswa cepat-cepat merapikan bukunya, karena jam pulang memang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap siswa.
pas di parkiran tiba-tiba sandy menghampiri ku...
"yu aku antar kamu pulang yah"(ujar sandy sambil menghentikan motornya itu)
Aku hari itu memang mau naik angkutan umum, tapi sandy mau mengantar aku pulang jadi aku tidak jadi naik angkutan umum...
"iya udah"(ujarku sambil senyum)
"ayuk naik "(ujar sandy)
Aku langsung naik motor sandy...
Saat mau jalan tiba-tiba ada hujan, akhirnya aku dan sandy berteduh dulu sambil makan di warung pak joo...
waktu makan sandy seperti biasa mencari kata-kata untuk membuat ku merasa bahagia....
"ayu "
"iya "
"kamu cantik seperti matahari "(ujar sandy sambil menatap ku)
"bukan panas tapi hangat, dan bersinar terang. Aku gelap tanpa kamu "(ujar sandy)
aku tertawa dengan ucapan sandy....
"aku juga mencintaimu seperti matematika "(ujar sandy dengan gombal )
"hah matematika? "(tanyaku kaget)
"iya... "
"susah dong"
"bukan... matematika itu kelihatannya rumit tapi saat aku memahami nya ternyata itu sangat mudah"
aku hanya diam dengan ucapan sandy...
"dan semakin aku mengerti nya maka semakin banyak rumus yang harus aku ketahui "(ujar sandy menyambung kalimat nya tadi "
dalam hati aku sangat bahagia....
Dari hari itu sandy menganggap ku pacar nya, tapi aku masih bingung harus bagaimana, bapak tidak mengizinkan aku untuk berpacaran tapi jujur saja aku sudah jatuh cinta dengan sandy....
Setelah selesai makan sandy mengantarkan aku pulang...
karena hujannya juga sudah reda,
"yu kita pulang yuk"(ujar sandy)
"ayukk"(jawabku semangat)
Saat dijalan sandy dan aku ngombrol di atas motor...
"yu "
__ADS_1
"iya"
" kamu lihat deh orang itu"(ujar sandy sambil menunjuk orang yang sedang membonceng pacarnya)
mataku ikut melirik kesana...
"ada apa dengan mereka "(tanya ku)
"ceweknya pegangin cowoknya erat gitu"(ujar sandy)
"kenapa ya"(tanyaku lagi)
"karena dia takut"
"takut kenapa? "
"takut kehilangan cowoknya "
"kok gitu? "
"iya nanti kalau tidak di pegangin cewek nya bisa jatuh, cowoknya pergi deh"(ujar sandy sambil tertawa)
aku tertawa dengan ucapan sandy dan langsung pegangan dengan sandy, ternyata sandy punya cara halus untuk membuat ku mengerti...
"kok kamu pegang aku? "(tanya sandy)
"iya aku takut jatuh"
"aku akan membiarkan mu jatuh"(ujar sandy)
"ihh kamu jahat"(jawabku)
"iya jatuh dalam cintaku"(ujar sandy sambil tertawa kecil)
Aku diam-diam tersenyum dengar ucapan itu...
Tidak lama kemudian aku dan sandy sudah sampai dirumahku... aku langsung turun dari motor sandy...
" hati-hati masuknya"(kata sandy)
"kok aku yang hati-hati, aku kan sudah sampai!"(ujarku mengelak pembicaraan sandy)
"iya, takutnya licin "(ujar sandy)
Aku tertawa kecil mendengar nya...
"iya, aku pasti hati-hati. Kamu juga hati-hati ya bawa motornya"(ujarku sambil melambaikan tangan dengan sandy)
"iya pasti"(ujar sandy dan langsung pergi)
Jujur saja hati aku berbunga-bunga tapi aku juga takut kalau sampai bapak tau, pasti bapak marah.
Saat aku belajar hati aku tidak tenang aku harus bagaimana?
aku harus jujur atau tidak dengan bapak dan ibu?
Aku putus kan memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya dengan bapak.
tapi aku berpikir lagi jika bapak marah apa yang harus aku lakukan?
hati aku sangat bimbang, aku bingung memilih tapi aku harus siap dengan apa reaksi bapak nanti, karena jujur lebih baik ketimbang harus menyimpan nya sendiri...
Saat aku makan malam dengan keluarga , aku belum siap mengatakannya saat itu. Aku takut suasana akan memanas, aku malah akan membuat nafsu makan bapak hancur. Jadi aku memutuskan untuk bicara berdua dengan bapak nanti pas selesai makan.
setelah selesai makan aku masih belum siap untuk bicara nya dengan bapak sekarang.
Aku masuk kamar dulu saat itu...
banyak hal yang aku pikirkan jika aku jujur sekarang, tapi tidak ada pilihan lain...
🌸🌸baca episode selanjutnya ya dan jangan lupa tinggal kan likenya di kolom ini ya 🌸♥
__ADS_1