Detik Cinta

Detik Cinta
episode 10


__ADS_3

Pagi itu banyak orang yang menyaksikan aku dan sandy datang kesekolah bareng, dan teman sandy padahal sudah menunggu sandy saat itu. Aku tidak menyangka kalau sandy rela mencari aku demi bisa melihat aku saat mau berangkat,


dan memang benar hari itu sandy akan ada pertandingan voli, sandy bilang dia mau minta doa dan minta restu dari aku, itu alasannya dia nekad mencari aku kerumah;


"ayu..kamu tau kenapa aku nekad nyari kamu kerumah? "(tanya sandy saat turun dari motor)


"hmm gak tau tuh"(balasku)


Sandy langsung menjulurkan kepala nya kedepan,


"ini apa? "(tanyaku dengan tawa)


"aku mau kamu mendoakan aku dan ngasi restu, biar aku menang"(jawab sandy sambil senyum)


Aku heran sampai segitunya sandy percaya denganku,


"huh gayanya sudah seperti mau berperang sampai meminta restu"(ujarku dalam hati)


"ayo... cepat "(ujar sandy)


"hehh iya"


Aku pun langsung menyentuh kepada sandy dan berdoa untuknya.


Sandy sangat semangat mau pergi...


"terimakasih... putri cantik "(ujar sandy)


"iya... "


"ehh. kamu gak mau semangatin aku"


"hmm.. iya deh, semangat ya sandy "(ujarku sambil tersenyum)


"iya pasti "(jawab sandy sambil naik mobil karena sudah ditunggu)


sebenarnya sandy aneh tapi aku suka gayanya, dia punya seribu cara untuk membuatku bahagia..


aku langsung ke kelas saat sandy sudah berangkat...


saat dikelas pratiwi tiba-tiba duduk disamping aku dia nanya tentang aku dan sandy;


"yu.. "


"iya"


"kamu sama sandy sebenarnya pacaran atau gak sih?"(tanya tiwi penasaran)


Aku terkejut dengan pertanyaan pratiwi, yang tiba-tiba menanyakan tentang aku dan sandy


" aku sama sandy cuma sahabatan aja kok wi"(ujarku kepada Tiwi)


"kamu yakin kalau sandy cuman nganggap kamu sahabat "


"maksud kamu apa? "(tanyaku penasaran)


" Sandy itu paling beda kalau sama kamu, dia memegang sering pacaran tapi gak seperti sama kamu,"


"masak sih...tapi aku sama sandy memang tidak berpacaran"


"iya.. mungkin kalian tidak pacaran tapi perasaan sandy gak bisa bohong, kalau dia pasti suka sama kamu yu... "(ujar tiwi meyakinkan aku"


"ahh.. kamu bisa aja wi"(balasku sambil tertawa kecil)


"yu... kemarin sandy nyeritain kamu ke ibunya"


"kok tau"


"iya karena ibunya sandy nanya ke aku tentang kamu"


"owh ya... "(ujarku kaget)


"terus kamu bilang apa? "(aku mulai penasaran dengan kata-kata tiwi)


"ya aku bilang aja kalau kalian dekat"


"terus "


"aku juga bilang kalau kamu baik cantik lagi"

__ADS_1


"ahh kamu wi, bisa aja "(jawabku agak malu)


Aku tidak menyangka kalau sandy menceritakan aku ke ibunya


tiwi tersenyum...


"wi.. "


"iya. "


"terus ibunya jawab apa? "


"dia bilang baguslah"


"baguslah apa? "(tanyaku benar-benar penasaran)


"kalau itu aku tidak tau maksudnya apa?"


"yah.. kamu, owh ya bukannya mereka taunya sandy pacaran sama resti ya? "(tanya aku ke tiwi)


"iya... memang sandy pacaran sama resti, tapi sandy bilang kalau sandy tidak suka dengan resti"


"kenapa? "


"tanya sandy... itu gurunya sudah datang"(kata tiwi buat aku semakin penasaran)


Aku langsung belajar saat itu, obrolan ku dan pratiwi pun terputus.


beberapa jam kemudian, jam pulang tiba, dan pasukan voli juga pas datang...


ada yang memberi kabar kalau mereka dapat juara, mendengar itu aku sangat bahagia


semua siswa pada berlomba-lomba untuk menyambut kedatangan team voli tadi. Tapi seperti yang aku bilang aku tidak suka sampai segitunya


aku berjalan sesuai dengan langkah ku... tapi sandy tiba-tiba manggil aku ;


"ayu"(tariak sandy dari kejauhan)


"heeyy.. kamu kenapa? "(ujarku pura-pura tidak tau kalau sandy menang)


"aku menang yu"(jawab sandy semangat)


"sandy menunjukkan mendalinya"


"wahh... hebat, selamat ya san"(ucapku heboh)


"ini semua atas doa kamu yu"(ujar sandy sambil tatap aku)


" berkat usaha kamu juga"


"iya"(kata sandy)


Aku senyum...


"kamu mau pulang?"(tanya sandy)


"iya nih "(ujarku bawak)


"aku antar kamu pulang"


"tapi san"


"tapi apa? "


"kamu pasti capek kan"


"enggak kok "


"benaran "(ujarku memastikan)


"benar"


"iya udah deh"


Sandy langsung antar aku pulang... saat aku sampai dirumah sandy bilang;


"hati-hati ya "


"kenapa? "(tanyaku balik)

__ADS_1


"karena nanti aku akan bikin alasan lagi biar bisa jemput kamu "


Aku tersenyum dengan kata sandy...


"tapi jangan"


"kenapa? "(tanya sandy)


"aku tidak mau berbohong demi diri sendiri "


"ya sudah, kalau gitu aku mau pulang"


"iya kamu hati-hati dijalan"


"pasti"(ujar sandy langsung pergi)


Tapi ucapan pratiwi masih terngiang dipikiranku, aku terus bertanya-tanya dengan diriku sendiri,


"apa benar sandy menceritakan tentang aku kepada ibunya? "


"apa benar sandy tidak suka dengan wati? lalu kenapa mereka pacaran?"


"ahh aku bisa stres memikirkan ini"(pikiranku tidak tenang)


Aku sejujurnya bingung kenapa sandy bersikap seperti ini dengan ku,


Saat aku sibuk memikirkan hal ini, tiba-tiba suara ibu mengetuk pintu


tok.. tok.. tok..


"yu "(suara ibu panggil aku)


"iya bu.. masuk"(ujarku menjawabnya)


ibu lantas masuk ke kamarku, ibu mengajak aku keluar makan malam dengan keluarga.


"yu kamu siap-siap gih.. bapak ajak kita makan diluar hari ini"(ujar ibu sambil membuka pintunya)


"owh.. iya bu, aku siap-siap sekarang"(ujarku semangat)


Setelah semuanya siap, kita langsung berangkat ke salah satu tempat makan di kotaku.


Saat di jalan bapak bertanya beberapa hal tentang sandy


"yu"(panggil bapak ke aku)


"iya pak.. "(sahutku halus)


"kamu ada hubungan apa dengan sandy? "(ujar bapak mengejutkan ku)


Aku tahu selama ini bapak belum mengizinkan aku untuk berpacaran meski aku sudah SMA aku tahu maksudnya bapak baik...


"hmm sandy hanya sahabat aku pak! kita satu kelas"(jawabku agak takut)


"yakin cuman sahabatan? "(ujar bapak serius)


"iya pak"


Disisi lain aku juga takut kalau bapak akan memarahi ku karena dekat dengan laki-laki, tapi aku juga tidak mungkin hidup tanpa teman.


"owh ya... terus tadi kok sampai menjemput kerumah"


(tanya bapak penasaran)


"iya pak, tadi emang ada lomba voli dan aku harus sudah ada di sekolah sebelum mereka berangkat "(kataku mencari alasan)


"terus tadi terlambat?"


"tidak pak, untung sandy tadi jemput aku kalau tidak aku bisa terlambat pak"


"mhhh... kalau gitu, lain kali kamu harus one time gak boleh kayak tadi sampai dijemput teman kerumah"(ujar bapak dengan nada agak tinggi)


aku takut kalau bapak akan melarang aku bersahabat dengan sandy, karena aku tidak berani menentang kata bapak.


"iya pak, lain kali aku bakalan lebih one time"(ujarku dengan ketakutan)


beberapa saat kemudian kita sampai di rumah makan....


*baca episode selanjutnya ya*

__ADS_1


__ADS_2