Detik Cinta

Detik Cinta
episode 2


__ADS_3

...***cinta di balik jendela...


lanjutan episode 1***


Saat aku tahu sundy dan wati pacaran hati aku jadi tidak karuan. tapi anehnya saat aku di kroyok sama suci, wati, dan Diah juga nyalahin aku,


Alit malah nyamperin aku saat aku sudah menyapu di depan kelas, alit bilang;


" kamu beneran tadi berantem sama wati, suci dan Diah?"


" iya tadi aku sempat bertengkar dengan mereka tapi kalau sama diah gak kok, diah cuman nyuruh aku untuk mengalah saja dari suci dan wati"(ucapku sangat lemas)


" hmm kamu gak papa kan?"(kata alit)


"aku gak apa-apa kok, aku cuman kesel aja sama wati dan suci! "( aku memang sengaja bilang gitu ke alit biar dia juga ngasi tau ucapan aku ke wati karena aku tau alit dan wati lumayan dekat)


" Kamu sabar ya,,, aku tau kok sebenarnya kamu baik dan kamu orangnya penuh tanggung jawab "(ujar alit seakan mengerti aku)


"iya; " (ujarku dengan panjang)


Bel masuk kelas pun berbunyi aku dan alit langsung masuk kelas. Alit berubah sikap ke aku dari saat itu, dia menjadi baik, lucu, sering senyumin aku. dan malahan pas jam istirahat dia sempat ngajak aku baikan, Karena mengingat aku dan dia sering berantem karena masalah Diah.


" Ayu... aku mau ngomong sesuatu sama kamu" (ujar Alit memanggil ku)


"mau ngomong apa?"( ujar ku sambil membalikkan badan)


Aku kira dia akan nyuruh aku untuk ngedeketin Dia sama Diah lagi,tapi ternyata dia malah mengacungkan tangannya ke aku


" Aku mau kita baikan ya,,, "


Aku terkejut dengan ucapan nya Alit, yang tidak pernah aku sangka, aku kira dia melakukan itu hanya ingin memanfaatkan aku saja, waktu itu pikiran ku tak karuan dan aku cuman bilang

__ADS_1


" iya... kita baikan"(ujarku sambil menjabat tangannya)


"ohh iya aku juga minta supaya kita gak berantem lagi ya masalah Diah, kita sering berantem kan Karena kamu bantuin Diah. "


"jadi tujuan kamu baikan sama aku biar aku gak ganggu kamu dekatin Diah? "


" enggak kok bukan itu alasannya aku minta kamu untuk tidak berantem sama aku karena Diah. cobak kamu pikir deh kamu selalu bantuin diah kan pas diah lagi susah,! tapi saat kamu sekarang ada masalah diah bukannya nenangin kamu malahan diah lebih membela wati kan dari kamu" (ujarnya alit dengan serius)


"iya aku gak akan ikut campur lagi kok masalah kamu sama Diah "


Disitu aku jadi sadar kalau yang dibilang alit itu benar, selama ini aku selalu bantuin Diah saat dia lagi digangguin sama alit tapi saat tadi aku di kroyok dan di caci maki sama wati dan suci Diah malah bersikap seakan ada di pihak mereka. Dan aku juga sadar itu kan urusannya Diah sama alit jadi aku gak boleh ikut campur urusan mereka, aku sampai musuhan sama alit karena trus ngebela Diah. Tapi diah gak pernah perduli aku. aku terdiam sunyi saat itu. aku rasa hati aku sangat hancur hari itu.


Besoknya aku gak sengaja bertemu dengan sandy di lapangan, awalnya aku kira sandy akan ngejauhin aku karena dia sudah pacaran dengan wati. Tapi aku salah sandy tetap masih baik sama aku dan malah dia yang duluan nyapa aku.


"Hay ayu... kamu mau kemana?"(ujar sandy sambil tersenyum)


" hay sandy aku mau ke ruang perpustakaan minjam buku"(ujarku dengan agak ragu untuk menjawabnya.


" iya aku mau pinjam buku nih"


tiba-tiba alit datang aku terkejut saat menjawabnya,lalu alit membawa sandy pergi. waktu itu, aku lega ternya sandy gak berubah sikap sama aku. Tapi aku juga tau diri aku bukan siapa-siapa buat sandy.


Setelah aku selesai minjam buku aku balik ke kelas karena bel sebentar lagi akan berbunyi. saat diperjalanan aku liat sandy lagi duduk berdua sama wati di depan kelasnya. aku yang gak sengaja lewat berusaha untuk tenang.


sekarang aku memang sering melihat sandy dan wati berdua saat di sekolah, tapi itu wajar Mereka kan pacaran.


hari itu adalah hari sabtu dimana disekolah ku setiap hari sabtu mengadakan kerja bakti dilingkungan sekolah. waktu itu hubungan ku dengan alit sudah baik-baik saja bahkan alit menjadi teman baikku saat ini.


Saat kerja bakti akan dimulai ibu wini wali kelas ku menyuruhku, Diah dan perangkat kelas lainnya untuk mengkoordinir teman-teman yang lainnya saat kegiatan dimulai. Ibu wini juga berperan agar kapling kita sudah bersih saat jam istirahat berbunyi. Aku langsung menerima tugas itu.


dan saat kegiatan berlangsung aku lihat kalau alit sedang duduk padahal ada sampah di dekat nya aku mencoba untuk menegurnya. walaupun hati aku takut jika alit akan marah dengan ucapan ku. tapi itu adalah tugasku jadi aku harus melaksanakan nya.

__ADS_1


"alit kamu kerja dong biar cepat selesai bel istirahat sebentar lagi akan berbunyi, itu di samping kamu masih ada sedikit sampah kamu bersihkan ya"(ujarku dengan tidak enak hati, tapi aku juga harus bersikap adil walau alit adalah teman ku, dipikiran ku Alit pasti akan marah dengan ucapan ku)


"Siap"(ujar alit sambil besikap hormat ke aku)


Aku terkejut ternyata aku salah menilai Alit malah dia kelihatan senang saat aku menegurnya.


aku dan sandy pun tertawa melihat gelagat Alit yang seperti itu. lalu kita bercanada


"ternyata Alit lucu juga ya"(ujarku sambil tertawa)


"iya aku juga baru lihat tu si Alit kayak gitu, kayaknya alit lagi senang ni yu... kira-kira kenapa ya"(ujar sandy sambil menggoda Alit)


"iya nih kayak nya gitu kenapa ya san"


Tapi tiba tiba saat kita bercanda ibu wini memanggil ku


"ayu... sini sebentar!"(ujar ibu wini)


"iya bu"(aku yang terkejut langsung menemui ibu wini)


saat aku selesai bicara dengan ibu wini bel istirahat ternyata sudah berbunyi, siswa lain sudah pada berlomba untuk istirahat. Dan aku masih sendiri saat di jalan aku melihat sandy dan wati sedang berdua di tangga. Aku binggung harus lewat atau tidak tapi masak aku diam disana menunggu mereka pacaran kan gak mungkin. Saat aku lewat ternyata sandy ngeliat aku, sandy nyapa aku dengan tersenyum, aku membalas senyum dengan sandy. Lalu aku pergi ke kelas dengan cepat.


Belakangan ini aku memang jarang gabung dengan sebahat-sahabatku, aku lebih sering sendiri sekarang.


saat hari senin aku ternyata ditunjuk untuk menjadi pembawa acara jalannya upacara bendera . aku sibuk saat itu untuk latihan, aku tidak lagi memikirkan tentang sandy dan wati karena aku harus mempersiapkan diri untuk hari senin.


Saat upacara bendera hari senin


tiba-tiba terlihat dari depan kalau wati pingsan karena tidak kuat dengan panas pagi itu. Anehnya aku melihat sandy tidak panik entah dia tidak tau kalau wati pingsan atau bagaimana. Dan saat istirahat pun sandy tidak bersama wati.


aku berpikir "apa mereka ada masalah? "

__ADS_1


__ADS_2