
Aku melihat bapak duduk sendirian dari pintu kamarku, bapak sedang duduk di ruang tamu sambil membaca koran.
Sudah beberapa kali aku mondar-mandir mau keluar tapi aku masih ragu, apa yang harus aku katakan kepada bapak nanti.
Tapi saat itu bapak sedang sendiri jadi itu saat yang tepat bagiku menceritakan semuanya ...
Aku memberanikan diri untuk keluar dan menemui bapak, aku pikir aku bisa seperti sandy yang ingin menang tanpa harus menyakiti orang lain. Aku juga ingin seperti sandy yang menggunakan cara halus untuk membuat orang mengerti mau mengertinya.
saat itu aku langsung duduk di samping bapak...
bapak sesekali melihat ku dan menyapa ku..
"hay... anak bapak yang cantik ini kok tumben keluar kamar? biasanya ngurung diri dalam kamar "(ujar bapak sangat manis)
"iya pak... ayu mau ngomong "(ujarku agak ragu)
"anak bapak mau ngomong apa sih"(tanya bapak)
Aku masih berat harus ngomong ke bapak tapi aku aku harus jujur dengan bapak...
"pak ayu boleh nanya? "(tanyaku dengan bapak)
"boleh dong mau nanya apa?"(jawab bapak dan bertanya kembali)
"hmm... pak, kita boleh gak menghakimi orang lain"(tanyaku agak ragu)
"apa pun alasannya kita tidak boleh menghakimi orang lain "(jawab bapak dengan tenang)
"terus apa boleh kita menghakimi anak remaja? "(tanyaku semakin membuat bapak penasaran)
bapak tertawa "hehe kenapa kamu bertanya seperti itu?"(tanya bapak sambil menaruh korannya diatas meja)
aku diam dengan pertanyaan bapak...
"apa kamu merasa dihakimi? "(tanya bapak sambil menatap ku)
mana mungkin aku mengatakan kalau aku merasa dihakimi dengan tidak diizinkan jatuh cinta, padahal masa remaja adalah masa-masa orang mengenal cinta...
aku masih terdiam dengan pertanyaan bapak itu...
melihat aku diam seperti nya bapak berpikir...
"apa kamu sedang jatuh cinta? "(tanya bapak)
mungkin bapak sadar kalau selama ini bapak sudah menghakimi ku dengan tidak mengizinkan aku berpacaran
"enggak pak, mana mungkin aku berani pacaran. Bapak kan tidak mengizinkan nya"(ujarku sangat takut)
bapak diam dengan ucapan ku tadi...
"siapa yang sudah membuat mu jatuh cinta, apakah sandy"(tanya bapak seakan mengerti perasaan ku dengan sandy)
aku malu dengan pertanyaan bapak...
__ADS_1
"hmm... "(aku tidak berani menjawab apa)
"iya bapak izinkan kamu berpacaran dengan sandy"(ujar bapak dengan tawa kecil)
aku langsung merangkul bapak
"pak aku tidak bilang jatuh cinta dengan sandy ataupun siapa? "(jawabku)
"iya tapi bapak tau isi hati kamu"(jawab bapak sambil mengelus rambut ku)
aku bertanya lagi dengan bapak
"apa bapak pernah berpacaran saat seumuran dengan ku? "(tanyaku sambil melihat bapak)
"ohh kalau itu, jelas bapak pernah"(ujar bapak sambil tertawa)
Akupun melepaskan rangkulanku dengan bapak
"terus apa yang bapak rasakan saat pertama kali jatuh cinta"(tanyaku)
"tidak karuan, rasanya ingin selalu dekat dengan dia"(ujar bapak seperti curhat)
"apa ibu cinta pertama bapak? "(tanyaku lagi)
"bukan, ayu...bukan berarti cinta pertama jadi cinta terakhir kita juga. Cinta pertama juga belum tentu jodoh kita, tapi cinta pertama itu paling susah untuk dilupakan!"(ujar ayah menjelaskan dengan ku)
"owh.. gitu ya pak. Cinta itu rumit ya pak? "(tanyaku lagi)
"iya... itu makanya bapak tidak mengizinkan kamu untuk jatuh cinta karena bapak tidak mau kamu akan sakit karena cinta "(ujar bapak memberikan alasan nya selama ini tidak mengizinkan aku berpacaran)
"ehh kamu jangan senang dulu bapak izinkan berpacaran "(ujar bapak nyambung lagi)
"kenapa pak? "
"kamu tetap harus fokus belajar karena cita-cita kamu masih jauh.jangan berani sesekali macam-macam. "(ujar bapak)
"iya pak... sandy juga orang yang baik"
bapak memotong pembicaraan ku
"iya bapak tahu kamu kan sudah ceritakan waktu ini"(ujar bapak)
"bapak kok tau kalau aku suka sama sandy"(tanyaku balik)
"kamu suka memuji sandy itu membuat orang lain tahu akan isi hati kamu"(ujar bapak)
aku tertawa dengar ucapan bapak ...
"pak, bapak pernah nembak cewek? "
"haha iya pernah lah... kalau tidak di tembak mana tau dia kalau kita suka sama dia"(ujar bapak sambil tertawa)
"heheh "(aku juga tertawa dengarnya)
__ADS_1
"ayu... kamu harus menjadikan cinta kamu itu sebagai kekuatan bukan kelemahan. Kamu harus ingat pesan bapak yah!"(ujar ayah lagi)
"iya pak aku janji akan ingat pesan bapak dan kak agus"
"hah kak agus, memang nya kakak kamu itu pernah pesan apa ke kamu? "(tanya bapak lagi)
"kata kak agus, kita tidak boleh mengekang orang lain pak, kita harus menerima orang lain apa adanya "
"iya memang benar kakak kamu itu"(ujar bapak)
"pak,, apa ibu pernah menentang hobi bapak? "(tanya ku lagi)
"jujur ibu kamu tidak pernah menentang hobi bapak itu sebabnya bapak memilih ibumu"(ujar bapak sambil tersenyum)
"kenapa pak? "
"iya pacar bapak yang sebelumnya suka mengatur hobi bapak, dan bapak tidak suka itu, tapi bapak menemukan ibu kamu yang menerima bapak dan mendukung hobi bapak jadi bapak pilih saja ibumu"(ujar bapak sambil mengambil korannya lagi)
"jadi ibu bisa menerima bapak apa adanya?"(tanyaku lagi)
"ya bisa dibilang begitu lah"(jawab bapak)
"iya pak makasi ya pak"(jawabku sambil bangun dan kembali kekamar)
"iya... eh itu kamu mau kemana"(kata bapak)
"aku mau belajar pak ke kamar biar jadi anak yang pintar"(ujarku sambil lari)
"dasar anak remaja baru tau jatuh cinta "(teriak bapak)
Saat dikamar aku lega ternyata bapak tidak marah dan bapak juga mau mengerti aku...
disitu aku mulai sadar kalau apa pun yang kita lakukan dengan cara halus akan diterima dengan halus juga oleh orang lain...
sandy memang benar,,
jujur waktu itu aku senyum-senyum sendiri, aku tidak tahu ternyata bapak sudah di depan pintu kamar ku, bapak melihat ku melamun dan senyum-senyum.
"tadi katanya mau belajar ini kok malah senyum-senyum sih"(ujar bapak mengejutkan ku)
"ehh bapak... (jawabku sambil tertawa kecil) iya aku belajar pak"
"iya harus itu, nanti kamu bisa dikalahkan dengan sandy, dia kan anak yang pintar juga"(ujar bapak)
"aku akan mengalahkan sandy pak"(jawabku dengan semangat)
"iya pasti sandy akan mengalah demi kamu"(ujar bapak sambil meninggalkan pintu kamar ku dan bapak masuk ke kamar nya...
malam itu aku sangat bahagia, aku lihat bintang juga berkedip sangat indah.
sandy seperti biasa dia pasti menelepon ku dan memastikan kalau aku akan tidur.
saat itu aku cerita dengan sandy tentang bapak, sandy juga senang mendengar nya...
__ADS_1
🌸🌸🌸
baca episode selanjutnya ya dan jangan lupa tinggalkan like di kolom ini ♡