Detik Cinta

Detik Cinta
episode 4


__ADS_3

..... Malam itu saat aku belajar handphone aku tiba-tiba berbunyi


tring.... tring...tring..


aku menggambil handphone ku, tapi tidak ada nama pemanggilnya aku ragu mau nerima panggilan itu. tapi aku berpikir


"siapa ya nelepon jam segini, nomor gak dikenal lagi, aku jawab gak yah? hmm tapi kalau gak di jawab takutnya penting"


Lalu aku menjawab telepon itu dan, terdengar suara laki-laki yang bicara


"Hallo ini dengan siapa ya?"(tanya ku kepada orang itu)


"Hallo ini pasti ayu kumala sari kan! "(jawab halus cowok itu)


"iya... (ucapku lantang) ini siapa ya?(tanyaku lagi kepada orang itu)


"aku penggemar beratmu"(ujar cowok itu)


Aku baru sadar kalau suara itu milik sandy...


"ini sandy ya.. "(balas aku dengan semangat)


"bukan... penggemar beratmu"(sandy mengulangi kata-kata nya tadi sambil tertawa)


"iihh sandy bikin aku takut aja"(jawabku sambil tertawa)


Aku bingung dari mana sandy tau nomor handphone aku ya?


"hmm san kamu tau dari mana nomor handphone aku?"


"itu bukan hal yang sulit untuk aku yu"(jawab sandy dengan santai)


"trus kamu ada apa telepon aku?"


"aku cuman mau ngetes aja ini beneran kamu atau gak? "(jawab sandy dengan lucu)


"truss.. "


"truss ini benar kamu"


"kok tau? "(tanyaku dengan sandy)


"dari suara indahmu aku sudah tau kalau ini ayu, awalnya aku mau langsung matiin telepon nya tapi sayang;"(suara sandy terputus)


"sayang kenapa"(tanya ku penasaran)


"sayang aku masih mau dengar suara kamu"


Aku yang memang suka dengan gelagat sandy diam-diam aku tersenyum, Karena aku diam Sandy melanjutkan obrolannya..


"kamu pasti lagi makan ya"(kata sandy menebak)


"engga... aku lagi belajar nih"(jawabku dengan semangat)


"oh ya belajar apa?"

__ADS_1


"belajar apa yah.. biologi nih! "(jawab aku lantang)


"biologi.. (suara sandy terjeda) yu kamu tau gak kalau aku belajar biologi pasti gak masuk otak yu"(balas sandy mulai bercanda lagi)


"kenapa?"


"karena di otak aku udah ada kamu jadi kalau ada yang masuk pasti mental" (sambungnya dengan tawa)


Aku tau mungkin kata-kata itu agak garing tapi menurut aku kata-kata itu sudah berhasil membuat aku ketawa dan merasa nyaman ngobrol dengan sandy. Walau aku tau sandy adalah pacar wati tapi aku dan sandy hanya bersahabat saja,aku juga yakin kalau kata-kata sandy hanya ingin menghibur ku.


"garing ahh... gombalnya salah tuh"(jawab ku sambil ketawa)


"salah ya... kalau gitu aku minta maaf deh, ya udah kamu lanjutin belajarnya"(jawab sandy seakan tidak mau mengganggu belajarku)


"san... kamu lagi ngapain"(aku balik bertanya)


"aku mikirin kamu nih"(jawab sandy dengan singkat)


"masak sih... bohong ya?"


"aku kan lagi teleponan sama kamu jadi mikirin kamu deh"(jawab sandy dengan gombalnya itu)


Terdengar suara Ibu manggil aku "ayu... yu.. sini bentar nak ibuk ada sesuatu nih buat kamu" teriak ibu!


Aku pun menjauhkan ponselku dari telingaku dan menjawab panggilan ibu;


"Ya bu bentar"


Lalu aku menyambung lagi obrolan ku dengan sandy


"iya... aku udah tau kok,,, ayu cepat tidur ya dan jangan lupa mimpiin aku nanti ya!"(pesan sandy dengan halus)


"iya kamu juga ya... jangan bergadang"(ucapku sambil menutup telepon nya"


Keesokan harinya "pak wawan" mendadak panggil aku dan nyuruh aku ke ruang guru, pak wawan ternyata memilih aku untuk mewakili sekolah lomba puisi tingkat kabupaten. Saat itu aku sangat senang karena aku bisa mewakili sekolah ku, tapi... pak wawan memang mendadak menyuruhku. Dua hari itu aku sangat sibuk mempersiapkan lomba, bahkan aku sampai tidak belajar ke kelas dan tidak istirahat Karena harus latihan dan mempersiapkan diri. Dan dua hari itu sama sekali aku gak ketemu dengan sandy, aku juga sengaja tidak menghidupkan telepon, karena tidak mau diganggu. Dan setelah itu aku langsung pergi ke acara lomba aku juga sama sekali tidak ketemu dengan sandy. Waktu itu mungkin hari yang membahagiakan untuk ku meski aku tidak berhasil membawa piala itu, tapi setidaknya aku sudah mendapatkan juara harapan.Aku selalu mensyukuri rahmat allah jika memang kemampuan ku masih sampai disana, tapi setidaknya aku sudah berusaha dan memang ini sangat mendadak. Besoknya adalah hari libur jadi aku gak datang kesekolah. Aku pikir sandy akan menelepon ku tapi... nyatanya tidak!, aku menunggu telepon dari sandy seharian itu, tapi aku juga gak mungkin nelepon sandy duluan.


Saat hari senin tiba aku pagi-pagi sekali datang kesekolah. Namun aku rasa suasana kelas agak berbeda pagi itu, wati yang biasanya girang pagi itu kelihatan sangat sedih.


Dan bel pun berbunyi semua siswa pada berlomba untuk berbaris di lapangan untuk melakukan upacara bendera, Tapi saat aku lewat di kelasnya sandy aku sama sekali tidak Melihat sandy yang biasanya aku lihat dibalik jendela. aku mulai berpikir


"kenapa ya aku kok sedih gak liat sandy belakang ini"


Tiba-tiba tami narik tangan aku dan mengajak aku jalan cepat-cepat takut terlambat, nanti bisa dihukum pak bagus, jujur saja aku tidak konsentrasi saat upacara berlangsung,karena pikiran ku kacau mengingat sandy.


Akhirnya upacara bendera pun selesai, semua siswa kembali kekelas masing-masing, aku masih bingung dengan pikiranku. Saat pelajaran berlangsung pun aku masih belum konsentrasi.


Saat istirahat aku duduk di depan kelas sambil membaca buku,tapi saat aku lagi sibuk membaca buku, tiba-tiba alit datang dan duduk disampingku;


"Hay ayu... "(sapa alit dengan hangat)


"iya? "(jawab ku bawak)


"kamu kenapa kok kayak galau gitu... bay the way selamat ya kamu kemarin dapat juara harapan lomba puisi tingkat kabupaten "(ujar alit sambil mengacungkan tangannya).


"hmmm makasi ya lit!"(jawabku dengan nada rendah sambil menjabat tangan alit)

__ADS_1


"yu kamu tau gak?"


"tau apa? "


"sandy...."(ujar alit terputus)


Aku sangat panik, aku kira sandy tidak sekolah hari itu, dan terjadi sesuatu dengan dia.


"sandy kenapa"(tanyaku dengan nada panik)


"sandy.... sandy... sama wati udah putuh kemarin, dan sandy sekarang lagi di ruang BK karena tadi terlambat datang kesekolah "(ujar alit dengan rasa sedih).


Aku langsung lari ke ruang BK untuk menemui sandy, tanpa bicara apapun ke alit. saat dijalan aku berpikir kalau sandy sedih karena putus sama wati.


Saat aku mau ketuk pintu ruang BK ternyata sandy keluar, jujur aku senang bertemu sandy, menurut ku sandy pun sebaliknya. saat melihat ku sandy mulai girang


"sandy... "(sapaku dengan hangat)


"ayu... kamu kok tau aku disini"(tanya sandi ke aku)


"tadi alit yang bilang... "


"owh alit!"


"iya... sandy kamu gak apa-apa kan "(tanyaku sambil mendekati sandy)


"enggak... aku baik-baik saja kok"(sahut sandy sambil mengajakku pergi dari sana)


"san... maaf ya aku menghilang selama ini"(ujarku sambil menatap sandy)


Sandy langsung duduk dan bilang....


"kamu pergi buat aku sepi tau!"(ujar sandy agak sedih)


"kamu kenapa bisa terlambat? (balasku sambil duduk disampingnya sandy)


Tapi sandy terdiam saat aku bertanya seperti itu...


"san.. kamu lagi sedih ya? "(tanyaku kepala sandy)


"sedih?... gak kok kan udah ketemu kamu"(balas sandy sambil balik menatapku)


aku terdiam sebentar sambil menarik nafasku lalu menghembuskan...


"aku tau kamu baru diputusin wati kan?"(tanyaku kepada sandy)


sandy terdiam lagi saat aku tanya tentang wati


"aku gak sedih putus sama wati... untuk apa aku sedih, kalau masih ada wanita yang baik dan cantik seperti kamu"(jawab sandi dengan tenang)


Aku terdiam dengan ucapan sandy...


"yu aku sebenarnya sudah tidak suka lagi dengan wati.. aku tau kamu sama wati musuhan kan! "(tegas sandy ke aku)


Aku mulai berfikir kenapa sandy sama wati putus apa karena aku?

__ADS_1


*baca episode selanjutnya ya *♡♥


__ADS_2