Detik Cinta

Detik Cinta
episode 14


__ADS_3

Besok paginya saat aku berangkat ke sekolah, aku bertemu sandy di tengah jalan, sandy ternyata menunggu ku di tempat ia pernah menunggu aku dan kak agus waktu itu, aku pun memberhentikan sopirnya aku bilang


"mau turun disini saja pak"


Saat aku turun sandy langsung menyapaku,


"hay... kamu kok tau, kalau aku nungguin kamu disini? "(tanya sandy dengan semringah)


"iya, kelihatan tadi"


sandy tertawa....


"ayuk naik"(ujar sandy)


"iya... "


Aku lantas naik ke motor sandy, di jalan sandy nanya ke aku


"kok bisa bapak kamu izinkan kita pacaran? "(tanya sandy penasaran)


"hehehe... aku pakai cara kamu"(jawabku bahagia)


"cara apa? "(tanya sandy)


"cara halus, aku ingin menang tanpa menyakiti orang lain. Seperti kamu"(jawabku sambil tertawa)


"ternyata ada juga yang suka dengan caraku"(jawab sandy)


"iya... aku suka caramu"(jawabku halus)


"kamu kenapa gak jemput aku ke rumah? "(sambungku bertanya)


"iya.. aku belum punya alasan"(kata sandy sambil tertawa)


aku juga ikut tertawa....


tak lama kemudian kita sampai di sekolah, aku dan sandy ke kelas bareng. Banyak teman sekelas kita yang menggoda kita mereka bilang sandy "so sweet", mereka bilang aku dan sandy cocok..


hmm sandy memang selalu bisa membuat aku merasa nyaman dan merasa menjadi orang yang paling beruntung kenal dengan sandy...


mungkin sandy memang cinta pertama ku, seperti yang bapak bilang...


Sandy selalu mempunyai cara lain untuk membuat ku tersenyum, mungkin bukan seperti laki-laki lainnya yang membawaku ke restoran atau ke tempat mewah, sandy mengajarkan aku tentang kesederhanaan tapi sangat berarti dan lebih bahagia.


Sandy juga tidak seromantis laki-laki lain yang membelikan aku boneka besar sebagai hadiah, tidak memberikan aku bunga ataupun cokelat tapi sandy memberikan kan aku kenangan yang indah ke tempat-tempat yang belum pernah aku lalui.


sandy terus membuatku merasa tidak mau melewatkan setiap waktuku tanpanya...


sejujurnya aku masih masih bingung dengan hubungan ku dan sandy, kami berpacaran atau tidak. Tapi Sandy sudah mengatakan aku pacar nya padahal sandy belum meminta ku untuk menjadi pacar nya.


aku mulai berpikir apa sandy tipe orang yang tidak bisa menembak dengan meminta menjadi pacar nya tapi dengan mengatakan kalau dia mencintaiku...


"uh sandy memang aneh"(ujarku dalam hati)


saat istirahat itu sandy mengajakku pergi ketaman sekolah


"yu... kita ke taman yuk!"(ujar sandy mengajakku)


"ayuk... "(jawabku)

__ADS_1


Sandy langsung menggandeng tanganku


saat sampai di taman sandy langsung duduk, dia mengeluarkan buku gambar dan pensil nya itu


"kamu duduk dulu disini ya"(ujar sandy sambil pindah tempat)


"kamu mau kemana? "(tanyaku bingung)


Ternyata sandy melukis wajahku lagi, tapi kali ini tidak membaca buku tapi sandy membuatnya aku sedang memandangi wajah sandy dengan senyuman sandy pun sebaliknya...


setelah beberapa saat sandy menunjukkan denganku lukisannya itu...


aku terkejut lukisan sandy sangat indah dan seperti nyata...


"wow ini bagus banget san"(ujarku memuji lukisannya itu)


"ini untukmu"(ujar sandy)


"terima kasih sandy"(ujarku girang)


"tunggu dulu "(ujar sandy menarik lagi lukisan itu)


kali ini sandy membuat kata-kata lagi untuk lukisan itu...


"aku mau kasi kata-kata dulu"(ujar sandy sambil menulis)


"kata-kata apa? "(tanya ku sambil melihat tulisan yang akan sandy buat)


isi tulisan sandy dalam lukisan itu*


aku sandy pacar nya ayu, hari ini aku dan ayu resmi berpacaran karena ayu sudah diizinkan oleh orang tuanya.lukisan ini aku buat dengan penuh cinta karena ayu mau menerima ku menjadi pacanya .


dan sandy juga menyuruhku untuk mengisi tulisan di samping nya, di luar bingkai itu


aku menulis kata-kata ini untuk lukisan sandy


aku ayu pacar barunya sandy aku mau menerima lukisan ini dan menerima cinta sandy


terimakasih sandy aku menyukai lukisan mu


akupun menyertakan tanda tangan ku pada lukisan itu...


lalu kami tertawa dengan kata-kata yang sudah kami buat itu..


"hehehe"


"san kita warnai yuk, biar lukisannya semakin indah"(ujarku kepada sandy)


"ayukk, tapi aku mah gak bisa mewarnai lukisan yu!"(ujar sandy bercanda)


"terus kamu"


sandy memotong pembicara ku


"aku hanya bisa mewarnai hati kamu"(ujar sandy)


aku tersenyum dengan ucapan sandy itu dengan gelagat nya yang lucu dan polos...


Aku dan sandy mewarnai lukisan itu sambil bercanda dan bingung memilih warna, tapi tak lama kemudian aku dan sandy akhirnya selesai mewarnai lukisan itu..

__ADS_1


lukisannya menjadi sangat indah dengan warna seragam sekolah yang penuh keindahan itu...


sandy menghadiahkan lukisan itu untuk ku...


"ini untukmu saja"( ujar sandy)


"serius,? "(tanyaku)


"iya... "


"memangnya kamu tidak mau menyimpan nya?"(tanyaku kepada sandy)


"sudah"(kata sandy)


"hah mana? "(tanyaku lagi)


"banyak di kamar tiduku, bahkan aku memajang lukisanmu di depan rumahku"(ujar sandy dengan nada manis)


aku tertawa dengar kata sandy kalau dia memajang lukisan wajahku di depan rumahnya


"hahahaha, kamu serius? "(tanyaku benar-benar penasaran)


"iya"(kata sandy ikut tertawa juga)


Aku sudah banyak menyimpan lukisan dari sandy, sandy memang sering melukis untuk ku saat jam kosong dikelas ataupun saat jam istirahat...


semua lukisan itu pasti di hadiah kan untukku dengan diberikan kata-kata anehnya...


tapi aku selalu menyimpan lukisan yang diberikan sandy bahkan aku membuatkannya papan lukisan


hahahaha sandy memang selalu membuatku mengingat nya saat masuk kamar..


bel tak lama berbunyi aku dan sandy kembali ke kelas...


Di kelas ku saat itu mendapatkan pelajaran matematika, suasana kelas sangat sunyi karena semua siswa fokus pada papan tulis itu.


karena yang mengajar matematika siang itu adalah ibu lista, beliau adalah guru matematika profesional. Tapi cara mengajar ibu itu juga sangat tegas.


Siang itu,aku sama sekali tidak panik karena ibu lista juga sangat pintar memandu ku agar cepat memahami matematika.


saat itu ibu lista yang sering aku panggil ibu lis, menyuruhku maju kedepan untuk menyelesaikan soal-soal yang sudah disiapkan nya untuk siswa di kelas ku...


siang itu aku dan sandy berhasil memecahkan semua pertanyaan yang diberikan oleh ibu lis...


aku sangat senang dengan pelajaran hari itu...


saat pelajaran berlangsung sesekali aku dan sandy saling memandang...


kami pun malu saat saling memandangi...


setelah aku dan sandy selesai mengerjakan semua soal yang diberikan ibu lis, ibu lis menyuruh kelas kami membuat kelompok belajar... aku dan sandy ternyata satu kelompok saat itu...


itu membuat ku dan sandy semakin bersemangat belajar...


🌸🌸🌸


selamat membaca episode selanjutnya jangan lupa meninggalkan tombol like pada kolom ini ya.


🌸♥♡

__ADS_1


__ADS_2