
pov andre
jam sudah menunjukan jam 4 sore waktu nya pulang kerja,saat aku sampai dirumah terlihat ada erni di depan rumah bapak aku pun tidak menghirau kan nya,
pasti dia datang untuk menanyakan kenapa aku tidak pulang gumam ku dalam hati
bang sapa nya
aku hanya menoleh tanpa menjawab nya,erni pun mengikuti ku masuk kedalam rumah,aku segera mandi untuk membersihkan diri karna hari ini begitu lelah,selesai mandi aku langsung kedapur untuk membuat kopi dan ku lihat erni masih duduk diruang tamu sendirian,tak tega rasanya melihat erni ku abaikan tapi hati ku benar benar sakit dengan ucapan kakaknya dan dia membela kakaknya
bang sapa nya lagi
aku pun menjawab nya dan bertanya padanya ,erni mengajak ku pulang kerumah nya dan menanyakan kenapa aku tidak pulang,tentu saja aku tidak pulang mau ditaruh di mana harga diriku yang sudah dihina dan hanya di bilang numpang,bukan aku yang tidak mau membawa erni kerumah orang tuaku tapi mereka yang tidak mau aku membawa erni kerumah orang tuaku karna memang aku belum mampu untuk membeli rumah
__ADS_1
aku bukan ica yang se enaknya saja bisa mereka hina dan tetap tinggal disana walaupun sudah dihina serendah rendah nya oleh mereka,ntah apa yang qda dipikiran ica sampai bisa bertahan sampai sekarang untuk tetap tinggal disana,mungkin karna adi yang selalu membelanya atau karna ica terlalu polos dan belum dewasa maka nya dia masih bertahan,ku acungi jempol untuk ica karna mampu bertahan sampai detik ini meskipun erni dan kakak nya sering menghina ica yang selalu malas dan hanya tau uang saja kata mereka tapi yang ku lihat ica tak seperti itu,dia memang polos dan juga tidak banyak bicara hanya diam bila di jelekkan bahkan pernah di bandingkan dengan orang di depan keluarga mereka cerita yang ki dengar
aku tidak akan pulang kerumah kamu kata ku pada erni
kenapa tidak pulang tanya nya
aku melihat raut wajah nya yang sedih,tapi aku tak bisa,selama ini aku hanya diam bila mereka marah pada ku bahkan erni pernah marah padaku didepan ica karna aku salah membeli pampers anak ku,masih teringat jelas perilaku erni padaku
kan aku udah bilang bang ukuran nya dan nama pampers nya kenapa beli yang ini tanya nya sambil marah dan melempar Pampers yang ku beli
tidak aku tidak akan melakukan kesalahan yang kedua kali nya sudah cukup aku sebagai suami tidak dihargai sama sekali,gumam ku
kan bukan aku yang marah sama kamu kenapa tidak pulang kerumah tanya nya lagi
__ADS_1
aku menjelaskan kenapa aku tidak mau pulang kerumah erni dan erni telihat kecewa dengan jawaban ku,ada rasa kasihan melihat nya jauh jauh datang kesini untuk menjemputku tapi hati ini udah terlanjur sakit melebihi sayang ku padanya,erni pun akhirnya pulang kerumahnya dengan wajah yang sendu dan sedih karna aku tidak mau ikut,tapi kenapa dia tak ingin mengalah dan tinggal bersama ku disini,apa bedanya jika dia tinggal bersama ku dan bapak disini toh bapak juga jarang dirumah ini kalau dia tidak suka dengan bapak,mungkin jodoh kami hanya sampai disini dan takdir berkehendak lain
aku pun tak pernah menelpon dan menjenguk anakku,bukannya tidak rindu tapi hati ku masih berat untuk datang kerumah itu dan pasti akan ada drama yang panjang yang akan terjadi disana bila aku kesana
biarlah diri ini menahan rindu kepada anak ku dan dianggap sebagai ayah yang tak pernah ada untuk nya dan tak berguna tak apa asalkan mereka bahagia
tak terasa waktu sudah sangat cepat berlalu sudah tiga tahun aku tak pernah melihat keadaan mereka dan aku tak pernah memberi nafkah sedikit pun
pada siang hari ada seorang kurir datang kerumah mengantarkan sebuah amplop berwarna coklat,setelah ku tanda tangani aku pun langsumg membawa amplop tersebut kedalam rumah,ku duduki kursi rotan yang sudah tua dan membuka nya,alangkah terkejut diri ini melihat surat dari pengadilan agama
surat gugatan cerai gumam ku
aku tak menyangka erni yang akan menceraikan ku,aku hanya tersenyum sendiri melihat surat gugatan cerai itu aku menandatangani surat itu,aku tak pernah hadir di saat persidangan sengaja ku lakukan agar proses percerain ku cepat selesai,baik itu erni maupun diri ku bisa bebas dan lepas dari hubungan yang tak jelas dan tak pasti
__ADS_1
sampai ketukan palu yang terakhir aku pun tak pernah datang kepersidangan dan akhirnya kami resmi lepas,bahagia itu yang ku rasa,mungkin orang menganggapku egois tak berperasaan karna bahagia dengan perpisahan tapi memang itu yang kurasakan
aku memang tak pernah memberi nafkah untuk anak ku itu jadi alasan perpisahan kami,memang ku akui tidak pernah memberi nafkah,bukankah mereka orang kaya yang mampu menanggung semua kebutuhan nya,untuk apa lagi uang ku yang tak seberapa ini