
pov ica
aku tidak tau harus berbuat apa,aku hanya mencoba bersabar dan memahami keadaan suamiku,aku tak ingin menambah beban pikiran nya,hanya itu untuk saat ini yang aku fikirkan,mungkin sulit bagi nya untuk memilih apa yang harus dilakukan dan mengambil keputusan,terpaksa aku yang harus mengalah demi rumah tangga kami untuk kesekian kali nya,apa lah daya ku hanya ibu rumah tangga yang harus mengikuti suami dimanapun dia berada,mungkin orang menganggapku bodoh karna tidak bisa membantah atau menolak keinginan suami ku,aku hanya ingin menjadi istri yang baik untuk suamiku,aku hanya ingin mencoba memahami nya dan mengerti dengan keadaan nya,meskipun berat hati ini untuk melakukan apa yang dia inginkan,ku kuatkan hati dan ku tegarkan diri ini untuk menjalani hidup yang akan sama seperti dahulu.
awalnya mereka sangat baik dan ramah kepada kami aku berfikir mungkin mereka telah berubah atau entahlah,aku pun tak ingin mem uat kepala ku pusing dengan perilaku mereka yang sangat jauh berbeda,terlintas dalam benakku mungkin ini hanya sementara mereka hanya berpura pura,tapi ku tepis rasa curiga itu dan meyakinkan diri untuk melanjutkan hidup yang baru lagi tanpa harus memikirkan mereka,hari demi hari berlalu sampai dia mulai mengeluarkan sifat asli nya yang tak pernah berubah,ternyata benar dugaan ku selama ini mereka hanya basa basi terhadap kami setelah tau kami akan tinggal disini mulailah sifat aslinya keluar,aku kira mereka hanya tidak suka kepadaku tapi ternyata salah,mereka juga tidak suka kepada adik iparnya yang katanya pemalas,mereka sering sekali cerita jika sari sangat malas
coba kau lihat si sari,bangun tidur bukan nya masak untuk suami tapi langsung mandi dan berangkat kerja,istri macam apa yang tidak masak untuk suaminya,omel nya sambil beberes rumah
mungkin indra dibelikan sarapan diwarung jawab ku asal
mana pernah dia beli sarapan untuk suaminya di warung,kalau pun dia beli itu untuk nya saja,palingan 1 bungkus berdua jawab nya panjang lebar
oh,urusan mereka lah,jawab ku cuek
ya kalau tidak bikin orang sibuk,ini kalau mau makan orang yang disuruh masak sementara istri nya ada tapi ndak disuruh lagi lagi dia mengeluh tentang adi dan adik ipar nya
ternyata benar tidak ada orang didunia ini yang dengan mudah bisa berubah karna hal sepele jika dia belum kena batu nya gumam ku dalam hati
__ADS_1
hanya senyuman yang ku berikan untuk menjawab nya karna tak ingin panjang lebar membahas orang lain,belum tentu aku tidak seperti itu dimata nya,tiada kata tanpa mengeluh yang dia keluarkan hampir setiap hari mendengar omelan yang sama,rasa nya tak tahan dengan sindiran sindiran yang di keluarkannya meskipun bukan untuk kami tapi sangat mengganggu,sifat mereka secara perlahan pun berubah seperti biasanya apalagi ini kami tinggal satu atap dengan nya,detik detik terakhir,kondisi mertua ku pun tak kunjung pulih,aku membuat kolak pada hari itu dengan keladi dan yang lain nya ku lain kan sedikit keladi untuk direbus jika mertuaku tak suka kolak,sewaktu mertuaku masih sehat dia lebih suka keladi rebus dari pada kolak,ku pun merebus dan memasak kolak setelah masak ku sajikan kolak kepada nya
bu ini kolak nya,di makan dulu mumpung lagi hangat pinta ku
ya,jawab nya
dia pun memakan habis kolak tersebut,dan aku memasukan keladi rebus kedalam 2adah tertutup untuknya jika dia ingin memakan nya
bu ini keladi rebus,siapa tau ibu ingin memakan nya ada dsini,ku letakkan di dekat kasur agar lebih mudah untuk diambilnya jika dia ingin memakan nya,jelasku padanya
ya simpan distu saja nanti kalau ibu mau ambilnya lebih mudah jawab nya
aku pun merasa kasihan melihat kondisinya dia tak pernah berubah sedikitpun pada ku masih sayang seperti dia sehat,dia selalu memperilakukan ku seperti anaknya sendiri,ketika ku hamil dia yang selalu bertanya apakah aku ingin makan sesuatu atau yang lain nya,keesokan hari nya ibu mertua mulai tak mau makan dia hanya minum dan baring
hari sudah gelap tutup jendela katanya
deg
__ADS_1
mereka yang ada disana terkejut mendengar katanya,kak nita yang ada dan menjaga nya selama ini pun terkejut
masih siang ni ma jawab nita kakak ipar tertua ica
mama tu ngingau kata nya lagi
tak berepa lama kemudian bu ida ingin bangun dan minta mandi
ta mama mau mandi panas kata bu ida lagi
ini masih siang ma bentar lagi ya,jawab nita kepada ibunya
hmm kata nya sambil menganggukan kepala dan baring lagi
tak lama kemudian mereka pun memandikan nya sepeeti biasa,tapibsetelah mandi bu ida mulai menggigil dan itu membuat mereka panik,tak biasanya bu ida menggigil setelah mandi,mereka pun membawa dan memakaikan baju kepada bu ida melihat kondisi bu ida uang sudah lemah dan nafas nya hanya sesekali ica sgera mengambil ponsel nya dan menelpon suami nya dan saudara iparnya yang lain,telpon berdering tak kunjung di angkat dengan keeadaan cemas ica mengambil kunci motor dan langsung bergegas menjemput suami nya di tempat kerja
bang ibu,kata ica kepada suami nya belum sempat menjawab ica pun berkata pagi
__ADS_1
cepat pulang ibu sakitnya parah jelas ica
suami nya yang terkejut pun lama berkemas dan pulang,sesampai nya dirumah adi langsung menghampiri ibunya mencium membacakan lafadz untuk ibunya suasana begitu menyentuh hati,seperti adegan yang ada di televisi tapi ini kenyataan,tak berapa lama ibu nya pun pergi meninggalkan mereka semua isak tangis yang tak henti mengiringi kepergian nya,dia meninggal dengan tenang karna dikelilingi anak anaknya,suasana berkabung pun masih sangat terasa karna mereka sangat menyayangi nya,begitu juga dengan ica dia juga merasakan kesedihan se olah bu ida adalah ibu nya,keputusannya untuk kembali tidak sia sia karna tidak ada penyesalan yang akan di alami suami nya karna bisa mengiringi kepergian ibu nya,tapi tidak hanya itu yang mulai mereka rasakan,semenjak kepergian ibu nya mulai lah mereka selalu mencari kesalahan ica dan anak anaknya,mereka selalu menyalah kan anak anak ica jika ada barang yang rusak,ica dan anak anak nya diperlakukan seperti orang asing atau di anggap benalu yang menggangu,ica mencoba sabar dan pura pura tidak mendengar dan peduli dengan fitnahan fitnahan mereka kepada anak anak nya